Anda di halaman 1dari 43

ARSITEKTUR TROPIS

ARSITEKTUR BERWAWASAN BUDAYA


Latar Belakang

• Kondisi Spesifik dari lingkungan akan merupakan


salah satu pembentuk bentukan (wujud)
arsitektur yang spesifik pula & biasanya mudah
dicermati dalam bangunan vernakular/tradisional
(Santoso)
• Adanya fenomena bahwa keragaman bentuk
Arsitektur Tropis di beberapa wilayah tropis
berada pada iklim yang sama. Faktor budaya
akan sangat besar pengaruhnya, namun
demikian seberapa besar bengaruhnya terhadap
wujud tersebut belum terjawab.
Pengertian Arsitektur Tropis
Ditinjau dari Aspek Iklim
• Arsitektur tropis adalah karya seni manusia yang mampu
memberikan respon alami terhadap iklim sehingga menimbulkan
efek, rasa, dan pengalaman yang spesifik terhadap lingkungannya.
(Fry dan Drew, 1964)

• Arsitektur Bioklimatik = arsitektur tropis Arsitektur tropis merupakan


penerapan prinsip bioklimatik pada iklim tropis, pendekatan desain
yang beradaptasi terhadap iklim tropis yang mempertimbangkan
iklim dan kondisi geografis ( Tri Harso)

• Kondisi alam & adaptasi dengan lingkungan secara langsung


berpengaruh terhadap bentuk arsitektur dari tiap daerah
( katon )

• Iklim merupakan faktor penting , karena iklim menentukan bentuk,


baik secara langsung maupun dalam aspek budaya dan ritual yang
diterapkan pada bentuk arsitektur bangunan
( wiranto)
• Konsep arsitektur tropis sebagai sebuah
pendekatan desain yang beradaptasi dengan iklim
suatu tempat.

Faktor yang mempengaruhi pendekatan desain


Prinsip Perencanaan >> bertumpu pada iklim

• Pertimbangan terhadap panas & silau matahari >>


Orientasi,Perlindungan matahari ( bentuk atap), perisai &
filter, material bangunan (seperti Tropis lembab
diusahakan tidak menyerap panas namun memantulkan
panas)
• Pertimbangan terhadap temperatur udara >> tata ruang
yang menciptakan cross ventilation
• Pertimbangan terhadap kelembaban udara >> material
tahan air
• Pertimbangan terhadap angin >> bentuk konstruksi
bangunan
• Pertimbangan terhadap penerangan alami >>ukuran
bukaan
Arsitektur tropis ditinjau dari
aspek budaya & vernakular
• Arsitektur adalah buah daripada budaya. Kebudayaan
menjadi latar belakang bagi arsitektur, baik bahasa,
sistem teknologi dan pengetahuan, sistem religi dan
sistem kesenian, maupun sistem ekonomi dan organisasi
sosial dimana sistem tersebut saling berinteraksi.
(Salvadori dan Ruskin, 1974)
• Hubungan Budaya dengan konsep arsitektur tropis
hanya sebatas perilaku dari manusia dan tidak berkaitan
dengan iklim masyarakat senantiasa berkembang namun
iklim tidak berubah
( Ken Yeang; 1984)
• Konsep arsitektur tropis dapat diantisipasi dengan cara
alami & buatan serta secara teknologi ( Gagoek
Hardiman )

• Adanya kaitan antara budaya dan arsitektur tropis dalam


menciptakan bentuk arsitektur sehingga latar belakang
budaya suatu daerah yang menjadikan style/isme dari
arsitektur secara umum termasuk didalamnya arsitektur
tropis.
Pengaruh Tropis dalam Wujud Bangunan
Arsitektur tropis sangat mempengaruhi bentuk dan
selubung dari suatu bangunan, baik bentuk, dimensi
dari unsur bangunan

– Atap
– Bukaan

– Konstruksi dan Material


– Tata ruang
– Beranda
Baik pada arsitektur tradisional dengan teknologi
yang sederhana maupun pada arsitektur dengan
teknologi tinggi pada prinsipnya sama yaitu
sebagai penahan panas.

Perubahan terjadi pada prinsip strategi


pemenuhan kebutuhan menghapus akumulasi
panas dan sistem pendayagunaan angin.
Perubahan ini sepenuhnya karena kemajuan
teknologi khususnya material bangunan
Mengatasi masalah tropis dengan cara alami

• Beranda yang
berfungsi sebagai
filter udara luar
dan dalam rumah
• Terjadi cross
ventilation

Balkon
Denah Rumah Panggung
Cross ventilation
Vertikal
Penggunaan
material penyerap
panas > papan
• Terjadi aliran
angin baik
dari arah laut
dan
sebaliknya
• Pola tata massa
disesuaikan
dengan arah
matahari terbit
dan terbenam

• Bentuk atap
yang sesuai
dengan lintasan
matahari> silau
Tropis Kering

• Bentuk atap tropis


basah berbeda dengan
bentuk atap tropis
kering
Tropis basah
Prinsip pemakaian atap
dengan bentuk menunjang
penghambatan dan
pematahan radiasi matahari
merupakan tanda spesifik
hampir disemua daerah
tropis lembab
Mengatasi tropis
dengan cara alami dan buatan

Pendekatan
arsitektur tropis
pada style jengki
• Arsitektur Tropis
dengan style
vernakuler

Hotel Sarinah,Jakarta

Rumah sakit Islamic,


Semarang
Mengatasi tropis dengan cara buatan

solusi yang arif untuk mengatasi masalah iklim


tersebut tidak tergantung pada “teknologi tropis”
tetapi harus tetap mengusahakan penyesuaian
secara alami.
Mengatasi tropis dengan cara buatan
Menara Mesinaga adalah markas besar
IBM di Subang Jaya, dekat dengan
Kuala Lumpur. Bangunan ini berlantai
3 15 dengan total luas lantai 12.345 m².

Struktur bangunan ini terdiri dari tiga


bagian, yaitu:
1. Umpak berselimut unsur hijau
(vegetasi) yang terangkat.
2. Badan bernuansa spiral dengan balkon
2 untuk teras taman dan tirai yang
memberi bayangan.
3. Bagian puncak tempat fasilitas rekreasi
berupa kolam renang serta teras
beratap

1
MENARA MESINAGA
Diagram Hubungan Silang Implikasi Variabel Tropis Terhadap Wujud Arsitektur

Variabel
pengaruh
Wujud Bentuk/Sosok Lay Out Penggunaan Material Tanggapan
& Bentuk
Arsitektur
Iklim Upper Struktur: Letak bukaan, arah datang Material setempat yang Berusaha
Bentuk atap yang curam sinar matahari, tidak mudah menyerap menanggapi
(Pelana), bentuk struktur atap pembayangan, cross panas, penggunaan warna kondisi iklim untuk
yang terbentuk karena bidang ventilation, konfigurasi ruang yang tidak silau/ alami, comfortable
atap (tanpa kuda-kuda), dan posisi pintu dalam berpori (porous), Material penghuninya
teritisan lebar, contoh atap bangunan tahan rayap, tahan lumut, Penggunaan
Joglo, pelana dengan timpalaja. Ketinggian lantai bangunan tahan jamur, tahan Material yang
Fungsi atap sebagai penutup yang bervariasi terhadap hujan dan panas & berada
tunggal bangunan dan Adanya vegetasi di luar mudah pemeliharaan. disekitarnya
terbentuk ruang di bawah atap bangunan sebagai absorpsi Contoh : Kayu, bambu, karena
yang berfungsi ganda panas/filter sirap, seng, pondasi umpak penyesuaian iklim
(gudang/isolasi panas). Penggunaan kolam dan dll
taman buatan di dalam
Super Struktur: bangunan
Menggunakan Pada bangunan bermassa
konsol/oversteak di setiap terbentuk ruang antara
bukaan jendela berupa open space/taman di
Bentuk jendela lebar dan setiap massa bangunan
ventilasi jalusi/ bukaan udara
diatas jendela
Dinding tipis berpori seperti
papan, gamacca
Keberadaan teras (beranda),
lantai diangkat (panggung).
Sub Struktur:
Pondasi umpak
Kolong rumah berfungsi ganda
Budaya Bentuk atap mengandung Pola tata ruang dan cara Material Alami yang berada Mempertahankan
nilai kosmologi, dalam membangun sesuai disekitar lingkungan ”jati diri” agar
rentang waktu sangat kosmologi tinggalnya tidak lepas dari
lama (evolusi). Warna dan ornamen sesuai akar budayanya.
Wujud bangunan hasil dengan kosmologi Perbedaan
evolusi & adat istiadat Budaya
Bentuk struktur diekspos/ menjadikan
lambang kejujuran variasi dalam
arsitektur tropis

Kebutuhan Kepentingan pemilik atau Disesuaikan dengan strata Material dipakai secara Selaras dengan
/Tuntutan penguasa. sosial (Tradisional) dan fungsi tepat sesuai dengan iklim kesan apa yang
bangunan tropis ingin ditimbulkan
dari bahan yang
dipakai.
Kesimpulan
• Arsitektur tropis merupakan sebuah pendekatan desain yang beradaptasi
dengan iklim suatu tempat yang mampu menghasilkan suatu produk
desain yang mengatasi masalah iklim tropis.

• Usaha untuk menyeimbangkan antara iklim dan arsitektur dilakukan


dengan memanfaatkan unsur-unsur iklim yang ada, seperti angin, suhu
udara, pantulan sinar matahari, silau, dan sebagainya, sehingga akhirnya
manusia dapat memperoleh kenyamanan yang diharapkan.

• Posisi Budaya dalam konsep arsitektur tropis hanya sebatas perilaku dari
manusia dan tidak berkaitan dengan iklim

• Arsitektur Tropis bukan semata menyelesaikan masalah iklim, namun


didukung dengan teknologi , hemat dengan material yang tepat agar
mampu menjawab kebutuhan masa kini

• Vernakular merupakan suatu isme/style pada proses terjadinya akibat


perbedaan budaya & arsitektur tropis merupakan pendekatan dalam
menghasilkan suatu karya arsitektur >>contoh gedung Wisma dharmala
(style jawa namun menggunakan konsep tropis)

• Arsitektur tradisional terbukti mempunyai kaidah pemikiran yang juga ada


pada arsitektur tropis, dalam arti dengan dasar pemikiran yang sama dan
dengan konteks yang berbeda akan menghasilkan arsitektur yang berbeda
namun dengan tujuan yang tetap sama.
DAFTAR PUSTAKA

• Prijotomo, Josef, 1988. Pasang Surut Arsitektur di Indonesia, CV. Ardjun.


Surabaya.
• Sutedjo, Suwondo, 1982. Peran, Kesan dan Pesan Bentuk-bentuk
Arsitektur, Djambatan, Jakarta.
• Prasetya, Bona Yudha, 2005. Mendisain Rumah Tropis, Trubus Agriwidya,
Semarang.
• Surjamanto, W, 2000. Iklim dan Arsitektur (Catatan Kuliah),
Penerbit ITB, Bandung.
• IAI, 1992. IAI Award 1991. Ikatan Arsitek Indonesia, Jakarta.
• Prianto, Eddy, 2002. Alternatif Disain Arsitektur Daerah Tropis Lembab
dengan Pendekatan Kenyamanan Thermal (Dimensi Teknik Arsitektur Vol.
30 No. 1), Universitas Kristen Perta, Surabaya.
• Wiranto, 1999. Arsitektur Vernakular Indonesia : Perannya dalam
Pengembangan Jati Diri (Dimensi Teknik Arsitektur Vol. 27 No. 2),
Universitas Kristen Perta, Surabaya.
• Allsopp, Bruce, 1977. A Modern Theory of Architecture, Routledge &
Kegan Paul Ltd, London.
• Correa, Charles – Ken Yeang, 1983. Architecture and Identity, Media Ltd,
Singapura.
• Papanek, Victor, 1995. The Green Imperative, Ecology and Ethnics in
Design and Architecture, Thames and Hudson, London.
• Peel, Lucy, 1989. Architecture, Chartwell Books, New Jersey.
LampiranTeori &
Contoh Gambar
IKLIM DALAM ARSITEKTUR TROPIS
• Iklim >>> perubahan kondisi cuaca yang relatif tetap dan cara
berkala karena pengaruh perputaran bumi berupa iklim tropis, sub
tropis, dingin, dsb.
• Cuaca >>> perubahan kondisi udara yang sifatnya setempat,
dalam kurun waktu pendek, dan terjadi akibat bentang alam seperti
gunung, pantai, padang rumput, dll.

Pengaruh iklim terhadap bangunan


• Iklim Dingin (cold
climate)
Klasifikasi Iklim • Iklim Moderat (empat
(Martin, 1980) musim)
• Iklim Tropis Continental
• Iklim Tropis Kepulauan
(basah)
Respon Bangunan Terhadap Iklim Tropis Basah
a. Material bangunan ( building material)

Tradisional house Modern Building

- Konstruksi ringan - Tidak terdapat rongga untuk


mengalirkan udara
- Terdapat lubang aliran udara
- Konstruksi berat
b. Tata Letak

Tradisonal house Modern Building


- Pengaturan acak - Pola kaku
- Menjamin aliran udara lancar - Menahan aliran udara
c. Tata Ruang

Tradisional house Modern Building

- Tidak ada sekat - Dengan sekat rapat


(perumahan)
- Udara mengalir (cross
ventilation) - Aliran udara tidak merata
d. Vegetasi

Tradisional house Modern Building


- Penggunaan pohon kelapa dan - Vegetasi kurang
pohon tinggi lainnya menyediakan
- Aliran udara berkuran drastis
lingkungan dan pembentukan
bayangan bangunan serta tidak - Bayangan bangunan tidak
menghambat aliran udara terlalu baik
e. Overstek dan area vertikal terbuka

Tradisional house Modern building


- Teritisan lebar - Teritisan kurang lebar
- Permukaan bidang yang rendah - Sinar langsung ke dalam
- Sinar terhalang ke dalam bangunan
bangunan
• Arsitektur tropis yang • Arsitektur tropis yang
mengantisipasi menggunakan
permasalahn topis lembab teknologi untuk
secara alami dan buatan mengantisipasi iklim
(arsitektur topis geografis) (arsitektur tropis
teknologis)
Bentuk atap Tropis
Konsep Tropis dengan cara alami dan buatan
Konsep tropis dengan cara alami
Ekspresi Sirip Ikan
Teknologi Tropis