Anda di halaman 1dari 22

SISTEM BILANGAN

RIIL

by Mohamad Akbar
Powerpoint Templates
SISTEM BILANGAN RIIL
• “ Sistem bilangan real” adalah himpunan
bilangan real R yang disertai dengan
operasi penjumlahan dan perkalian
sehingga memenuhi aksioma tertentu,
dinotasikan dengan : “ ( R , + , x )”.
• Pada system bilangan real, diperlukan tiga
aksioma, yaitu aksioma lapangan, urutan
dan kelengkapan.

Powerpoint Templates
Page 2
AKSIOMA LAPANGAN
“Aksioma Lapangan” adalah aksioma yang
mengatur tentang ketertutupan terhadap
operasi penjumlahan dan perkalian, sifat
kumutatif, asosiatif, distributive, dan
terdapatnya unsur kesatuan 0 dan 1, serta
terdapatnya unsur invers terhadap
penjumlahan dan perkalian.

Powerpoint Templates
Page 3
1. Hukum Komutatif
Hukum Komutatif adalah hukum yang artinya
ketika kita menukar angka dan jawabannya
tetap akan sama untuk operasi penjumlahan
atau perkalian.
a + b = b + a ( pada operasi penjumlahan )
a × b = b × a ( pada operasi perkalian )
Contoh :
penjumlahan : 5 + 4 = 4 + 5
perkalian :2×3=3×2
Powerpoint Templates
Page 4
2. Hukum Asosiatif
hukum yang bisa kita gunakan untuk
mengelompokkan operasi bilangan dengan
urutan yang berbeda. Tergantung dari yang mana
yang akan dihitung pertama.
(a+b)+c=a+(b+c) ( pada operasi penjumlahan )
(axb)xc=ax(bxc) ( pada operasi perkalian )
Contoh :
penjumlahan : ( 2 + 4 ) + 3 = 2 + ( 4 + 3 )
perkalian :(3×4)×2=3×(4×2)

Powerpoint Templates
Page 5
3. Hukum Distributif
hukum penggabungan dengan cara
mengkombinasikan bilangan dari hasil
operasi terhadap elemen-elemen
kombinasi tersebut.”
(a+b)×c=a×c+b×c
Contoh :
(3+4)×2=3×2+4×2

Powerpoint Templates
Page 6
4. Hukum Elemen Satuan
Elemen satuan disebut unsur identitas, sebuah
unsur bilangan yang dioperasikan dengan
bilangan lain. Hasilnya adalah bilangan itu
sendiri. Pada operasi penambahan bilangan riil
berlaku:.
a + 0 = 0 + a = a Atau ax1=1xa=a
untuk identitas operasi tambah (+), yaitu 0 dan 1
merupakan unsur identitas pada operasi kali (x)

Powerpoint Templates
Page 7
5. Hukum Invers
Sebuah unsur bilangan jika
dioperasikan dengan bilangan lain akan
menghasilkan sebuah unsur identitas.
Jika a adalah bilangan riil berlaku
a + (-a) = (-a) + a = 0 Penjumlahan
a x (1/a) = 1, a ≠ 1 Perkalian

Powerpoint Templates
Page 8
Powerpoint Templates
Page 9
BILANGAN RASIONAL

Himpunan bilangan rasional


adalah himpunan bilangan yang
mempunyai bentuk p/q atau
bilangan yang dapat ditulis
dalam bentuk p/q, dimana p dan
q adalah anggota bilangan bulat
dan q≠0
𝑝
Q= ቄ ‫𝑝ہ‬ 𝑑𝑎𝑛 𝑞 ε 𝑄, 𝑞 ≠
𝑞
Powerpoint Templates
Page 10
CONTOH
Buktikan bahwa bilangan-bilangan 3, (4,7) dan (2,5858…)
adalah bilangan-bilangan rasional
a. Bilangan 3 dapat ditulis dalam bentuk p/q yaitu : 3/1 atau
6/2 dan seterusnya.
b. Bilangan 4,7 dapat ditulis dalam bentuk : 47/10
c. Bilangan 2,5858… dapat ditulis dalam bentuk p/q dengan
cara :
X = 2,5858…
100X = 258,5858…
100 - X- X = 256
99X = 256
256
X = 99 =
( DIKALI 100 KARENA ADA DUA DIGIT YANG BERULANG)

Powerpoint Templates
Page 11
SOAL
Buktikan bahwa bilangan ini adalah bilangan rasional
1. 1,090909
2. -2,0333
Jawab

Powerpoint Templates
Page 12
BILANGAN RASIONAL

Bilangan Irrasional adalah bilangan yang bukan


rasional. Bilangan irrasional ini bukan hasil bagi
bilangan bulat dan bilangan asli, sehingga tidak
dapat dinyatakan dalam bentuk dan juga tidak
mempunyai bentuk decimal berulang, sebagai
contoh bilangan irrasional.

𝟐 = 𝟏, 𝟒𝟏𝟒𝟐𝟏𝟑𝟓𝟔𝟐 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒃𝒆𝒓𝒂𝒌𝒉𝒊𝒓 𝒅𝒂𝒏 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒃𝒆𝒓𝒖𝒍𝒂𝒏𝒈


𝟏
= 𝟎, 𝟕𝟎𝟕𝟏𝟎𝟖𝟔 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒃𝒆𝒓𝒂𝒌𝒉𝒊𝒓 𝒅𝒂𝒏 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒃𝒆𝒓𝒖𝒍𝒂𝒏𝒈
𝟐
𝝅 = 𝟑, 𝟏𝟒𝟏𝟓𝟗𝟐𝟔𝟓𝟑𝟓 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒃𝒆𝒓𝒂𝒌𝒉𝒊𝒓 𝒅𝒂𝒏 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒃𝒆𝒓𝒖𝒍𝒂𝒏𝒈

Powerpoint Templates
Page 13
AKSIOMA URUTAN
• Sampai disini kita belum dapat menyatakan apakah suatu
bilangan lebih besar atau lebih kecil dari bilangan
lainnya, sebab kita belum mendefenisikan istilah “lebih
besar” atau “lebih kecil”.
• Aksioma lapangan yang sudah dibicarakan diatas belum
dapat mengurutkan bilangan-bilangan real.
• Pada himpunan bilangan real R terdapat suatu himpunan
bagian yang unsur-unsurnya dinamakan “bilangan positif” yang
memenuhi aksioma urutan berikut.
a. Jika a bilangan real, maka hanya satu dari pernyataan-
pernyataan dibawah ini yang benar a positif (a ε p);
b. Jumlah dua bilangan positif adalah positif dan hasil kali dua
bilangan positif adalah positif

Powerpoint Templates
Page 14
Sekarang pada himpunan bilangan real, kita defenisikan istilah
“lebih besar” dan “lebih kecil” dengan menggunakan istilah
“bilangan positif” yang telah dideskripsikan pada aksioma urutan.

Misalkan a dan b bilangan real, maka :


1. a lebih kecil dari b, ditulis a<b Jika dan hanya jika b - a adalah bil.
Positif.
2. A lebih besar dari b , ditulis a > b Jika dan hanya jika b - a adalah
bil. negatif.
c). Lambang ≤ (lebih kecil atau sama dengan) dan ≥ (lebih besar atau
sama dengan) menyatakan relasi :
a ≤ b jika a < b atau a = b
a ≥ b jika a > b atau a = b
d). Lambang-lambang < , > , ≤, ≥ dinamakan “tanda
pertidaksamaan” dan pernyataan yang dihubungkan dengan tanda
pertidaksamaan disebut “pertidaksamaan”
e). Bilangan real dikatakan “negatif” bila adalah bilangan positif

Powerpoint Templates
Page 15
Contoh :
1). 3 < 5 oleh karena 5 - 3 = 2 adalah bilangan positif
-7 < -3 oleh karena -3 – (-7) = 4 adalah bilangan positif
2). 8 > -2 oleh karena -2 – 8 = -10 adalah bilangan negatif
𝟑 𝟏 𝟏 𝟑 𝟏
> oleh karena − = adalah bilangan negative
𝟐 𝟐 𝟐 𝟐 𝟔
3). -0,35 adalah negatif, oleh karena – (-0,35) = 0,35 adalah
bilangan positif.
Jelaslah bahwa jika a<b dan hanya jika b<a
Untuk mempersingkat penulisan, maka kalimat panjang :
“ bilangan positif “ dinotasikan dengan “a>b = 0” dan
“ bilangan negatif’ dinotasikan dengan “a<b = 0”.

Powerpoint Templates
Page 16
AKSIOMA KELENGKAPAN
• Aksioma kelengkapan pada sistem bilangan real menyatakan
bahwa setiap himpunan bagian dari R yang terbatas selalu
mempunyai batas atas terkecil.
• Akibatnya setiap himpunan bagian tak kosong dari R yang
terbatas dibawah selalu mempunyai batas bawah terbesar.
• Himpunan bilangan real adalah “lapangan (medan) terurut
lengkap”

Powerpoint Templates
Page 17
BENTUK-BENTUK ALJABAR
A. Bentuk Perpangkatan
Misalkan a sebuah bilangan riil :
1. 𝒂𝒏 = 𝒂 𝒙 𝒂 𝒙 𝒂 𝒙 𝒂 … . .
2. Untuk a ≠ 0 berlaku
𝟏 𝟏
𝒂𝟎 = 𝟏 ; 𝒂−𝟏 = ; 𝒂−𝒏 =
𝒂 𝒂𝒏

Untuk setiap bilangan real a dan b yang tidak nol dan untuk setiap bilangan
bulat p dan, n maka :

Powerpoint Templates
Page 18
Kesamaan Istimewa

Contoh :
1. (𝑿 + 𝟑)𝟐 = 𝒙𝟐 + 𝟔𝒙 + 𝟗
2. (𝟐𝒙 + 𝟑𝒚)𝟑 = 𝟖𝒙𝟑 + 𝟑𝟔𝒙𝟐 𝒚 + 𝟓𝟒𝒙𝒚𝟐 + 𝟐𝟕𝒚𝟑

Powerpoint Templates
Page 19
PENGURAIAN DAN FAKTORISASI

Powerpoint Templates
Page 20
Powerpoint Templates
Page 21
TUGAS
1. Setiap mahasiswa membuat minimal 10 soal
dan kunci jawaban yang terkait dengan
bialangan riil.
2. Bobot nilai 1 soal dan pembahasan yaitu 10
3. Setiap soal dan pembahasan yang sama
dengan mahasiswa lainnya nilai akan di bagi 2
menjadi 5.
4. Dikumpul paling lambat minggu depan,

Powerpoint Templates
Page 22