Anda di halaman 1dari 25

Teknik Evaluasi Perencanaan PL4122

METODE SOCIAL BENEFIT COST


ANALYSIS

Yabes Davin Hasiholan Tambun 221150


Rahmad Gunawan 22115026
Meishara Purnama Sari 22115059

Dosen: Zainal Ibad & Zulqodri Ansar 1


OUTLINE

Definisi, Tujuan dan Kelebihan dan


Manfaat CBA Kekurangan CBA

Prinsip Dasar dan Ciri Perbedaan CEA dan


CBA CBA

Pengenlompokan/klasi Studi Kasus


fikasi CBA

Langkah-langkah Kesimpulan
Pengukuran CBA
2
Definisi Cost Benefit Analysis
Pengertian Cost Benefit Anaysis menurut pendapat para ahli antara lain:

Mare J. Schniederjans, Jamie L. Hamaker, Ashlyn M.


Schiederjans (2004)
adalah suatu teknik untuk menganalisis biaya dan manfaat
yang melibatkan estimasi dan mengevaluasi dari manfaat
yang terkait dengan alternative tindakan yang akan
dilakukan.

Keen (2003)
adalah analisis yang menjabarkan alasan bisnis, kenapa
atau kenapa tidak pilih spesifik suatu investasi harus
dipilih.

“Cost Benefit Analysis memiliki pengertian suatu analisis sistematis yang berupa perbandingan antara
manfaat dan biaya yang dikeluarkan dalam menyelenggarakan kegiatan atau proyek ” 3
Tujuan dan Manfaat CBA

Tujuan
• Menetukan atau mengukur apakah kemanfaatan suatu
proyek, program atau kegiatan merupakan suatu investasi
( biaya ) yang baik atau tidak.
• Untuk memberikan dasar untuk membandingkan suatu
proyek

Manfaat
Memasukkan keuntungan dan biaya sosial. Juga sebagai
dasar yang kuat guna mempengaruhi keputusan legislatif
atau sumber dana dan meyakinkan untuk menginvestasikan
dana dalam berbagai proyek.

4
Prinsip Dasar CBA

Berikut adalah prinsip dasar dalam melakukan Cost Benefit Analysisantara lain:

1. Mencapai keuntungan yang maksimal ( termasuk kesejahteraan sosial ) dan biaya yang
minimal.
2. Meningkatkan keuntungan dari serangkaian tindakan dan mengurangi biaya yang terkait
dengan serangkaian tindakan tersebut dalam suatu periode tertentu ( membutuhkan
ukuran khusus, biasanya adalah uang ).
3. Pareto improvement.

5
Pengelompokkan/Klasifikasi CBA
1. Biaya dan Manfaat Internal dan Eksternal  Biaya dan manfaat
internal disebut internalitas, sedangkan biaya dan manfaat eksternal
disebut eksternalitas. Jika batasannya masyarakat secara keseluruhan,
maka tidak akan ada eksternalitas, sedangkan jika terdapat batasan
kelompok sasaran atau wilayah hukum tertentu, maka akan terdapat
internalitas dan eksternalitas.
2. Biaya dan Manfaat Tangible dan Intangible  Biaya dan manfaat
yang tangible adalah biaya dan manfaat yang dapat dinilai di pasar.
Sebaliknya, biaya dan manfaat yang intangible adalah biaya dan
manfaat dari segala sesuatu yang tidak dapat dipasarkan.
3. Biaya dan Manfaat Primer dan Sekunder  biaya dan manfaat
langsung (primer) merupakan biaya dan manfaat yang secara langsung
timbul dari adanya proyek atau program, karena kenaikan/penurunan
hasil atau produktivitas. Biaya dan manfaat tidak langsung (sekunder)
merupakan hasil sampingan dari proyek atau program, bukan hasil
secara langsung.
4. Biaya dan Manfaat Riil dan Redistribusi  Karena biaya dan manfaat
berkaitan dengan kepentingan masyarakat luas, dan akan terdapat
berbagai kelompok berbeda, biaya dan manfaat dikelompokkan
menjadi biaya-manfaat riil (real) dan semu (redistribusi). Manfaat riil
adalah manfaat yang timbul bagi suatu pihak tanpa ada pihak lain yang
kehilangan manfaat. Manfaat semu adalah manfaat yang diterima suatu
pihak, namun terdapat pihak lain yang menderita atau mengalami
kerugian (biaya).
6
Langkah-langkah Pengukuran CBA
Untuk dapat melakukan Cost Benefit Analysis ada beberapa langkah yang harus dilakukan,
sebagai berikut:

1. Identifikasi Program atau Proyek yang akan dianalisis


Program atau proyek yang dipilih untuk dilakukan analisis dapat lebih dari dua.
2. Identifikasi Biaya dari Tiap Program atau Proyek
Dalam melakukan identifikasi biaya terlebih dahulu dilakukan pengklasifikasian seluruh
komponen biaya keseluruhan dari masing-masing program.
3. Menghitung Total Biaya dari Masing-Masing Program atau Proyek
4. Identifikasi dan Mentransformasi Benefit dalam Bentuk Uang
Dalam melakukan identifikasi biaya terlebih dahulu dilakukan pengklasifikasian seluruh
komponen biaya keseluruhan dari masing-masing program.

7
Langkah-langkah Pengukuran CBA
Untuk dapat melakukan Cost Benefit Analysis ada beberapa langkah yang harus dilakukan,
sebagai berikut:

5. Menghitung Total Benefit


Untuk mengetahui total manfaat yang terdiri dari manfaat langsung dan manfaat tidak
langsung
6. Menghitung Discounting
Dalam menghitung manfaat harus memperhatikan discount rate jika manfaat yang diterima
untuk masa mendatang.
7. Melakukan Analisis Pilihan dari Program yang Paling Menguntungkan
Untuk menentukan kriteria investasi layak atau tidak layak pada setiap program atau
proyek.

8
Kelebihan dan Kekurangan CBA

Kelebihan
1.Dapat mengkur efisiensi ekonomi (ketika satu pilihan dapat meningkatkan efisiensi, pilihan tsb
hrs diambil)
2.Tidak hanya membantu mengambil kebijakan untuk memilih alternatif terbaik dari pilihan
yang ada, yang dalam hal ini pemilihan alternatif terbaik dilakukan berdasarkan alasan
perbandingan antara life cycle’s benefit dengan biaya yang dikeluarkan, melainkan juga dapat
membandingkan alternatif-alternatif tersebut.
3.Dapat mengontrol perkembangan dari proyek yang bersangkutan pada tahun-tahun ke
depan.
4.Dapat mengkuantifikasikan biaya dan manfaat yang bersifat kualitatif maupun intangible
5.Merupakan alat yang berharga dalam pengambilan keputusan. Hal ini berguna karena
9
Kelebihan dan Kekurangan CBA

Kekurangan
1.Penghitungan ekonomi untuk Public Good dengan menggunakan CBA sulit untuk dilakukan.
2.Tidak dapat mengukur aspek multidimensional seperti keberlangsungan, etika, partisipasi
publik dalam pembuatan keputusan dan nilai-nilai sosial yg lain.
3. CBA juga lebih berfungsi memberikan informasi kepada pengambil keputusan, tapi tidak
dengan sendirinya membuat keputusan.
4. Potensi Ketidakakuratan dalam Mengidentifikasi dan Mengukur Biaya dan Manfaat
5. Peningkatan Subjektivitas untuk Biaya tidak berwujud dan Manfaat
6. Perhitungan akurat Present Value Menghasilkan Analisis Menyesatkan.
7. Sebuah Analisis Manfaat Biaya Mungkin Serahkan ke Anggaran Proyek.

10
Perbedaan CBA dan CEA
  Cost benefit analysis Cost effectiveness analysis
Kegunaan Mencari alternative yang paling Mencari alternative yang murah
menguntungkan
Tujuan a. Memilih diantara beberapa Memilih diantara beberapa
alternative yang tujuan alternative yang tujuan programnya
programnya dapat berbeda sama
b. Memutuskan apakah suatu
rencana dilaksanakan atau tidak

Perhitungan a. Benefit : cost a. Objective : cost


b. Dalam nilai uang Outcome : cost
c. Membandingkan benefit / cost b. Dalam satuan output
ratio c. Membandingkan biaya satuan

Dana Dana terbatas sehingga memilih Dana tersedia memilih yang paling
paling yang menguntungkan efektif dan murah
11
Studi Kasus
Rumah Sakit “BUNDA SEJATI” mempunyai keinginan untuk
berinvestasi di bidang pelayanan spesialis jantung atau
pengembangan ruang rawat inap VIP. Data yang ada untuk
kedua program tersebut adalah sebagai berikut: (Asumsi tingkat
inflasi = 14% ; jangka waktu analisis 10 tahun)
Pendirian Poli Spesialis Jantung
a. Bangunan, tanah dan seluruh fasilitasnya Rp. 1.000.000.000, Biaya Pengadaan (biaya
a
awal dari tahun 0)
membutuhkan waktu pembangunan 1 tahun.
b. Biaya operasional tetapnya adalah Rp. 25.000.000 per tahun. b
Biaya Operasional/Proyek
(biaya dari tahun pertama) Cost
c. Biaya operasional variabelnya adalah Rp. 15.000 per pasien
d. Tarif per pasien Rp. 100.000 dan selalu meningkat sebesar c Biaya operasi perawatan
Rp. 10.000 setiap dua tahunnya.
e. Jumlah pasien rata-rata per hari 15 pasien untuk tahun
pertama operasional dan terus meningkat 10% setiap
tahunnya. e -f Manfaat Pengadaan
f. Pendapatan lain-lain adalah 25% dari total pendapatan.

12
Cost
Studi Kasus
Biaya Total Biaya Total Cost Total Cost
Peningkatan Jumlah Jumlah Diketahui :
Tahun Operasional operasional df
Jumlah Pasien hari Pasien • Biaya Pengadaan awal
Tetap variabel (Rp) (Rp)
1.000.0000.000
• Biaya Operasional/Proyek per
2013 0 0 0 1.000.000.000 0 1.000.000.000 1 1.000.000.000 tahun 25.000.000
• Biaya perawatan 15.000/pasien
2014 0 300 4500 25.000.000 67.500.000 92.500.000 1,14 81.140.351
• Inflasi 14%
• Jangka waktu = 10 tahun
2015 10% 300 4950 25.000.000 74.250.000 99.250.000 1,30 76.369.652 • Jumlah pasien rata-rata per hari
15 pasien untuk tahun pertama
2016 10% 300 5445 25.000.000 81.675.000 106.675.000 1,48 72.002.586 operasional dan meningkat 10%
pertahun
2017 10% 300 5990 25.000.000 89.850.000 114.850.000 1,69 68.000.420 • Pendapatan lain-lain adalah 25%
dari total pendapatan
2018 10% 300 6589 25.000.000 98.835.000 123.835.000 1,93 64.316.019 Asumsi Jumlah Hari/tahun = 300
hari
2019 10% 300 7248 25.000.000 108.720.000 133.720.000 2,19 60.921.033

2020 10% 300 7973 25.000.000 119.595.000 144.595.000 2,50 57.785.559

2021 10% 300 8770 25.000.000 131.550.000 156.550.000 2,85 54.880.020 Rumus Inflasi (df) = (1+nilai inflasi)^t
t = tahun ke ..
2022 10% 300 9647 25.000.000 144.705.000 169.705.000 3,25 52.185.635

2023 10% 300 10612 25.000.000 159.180.000 184.180.000 3,71 49.681.415

TOTAL 1.637.282.690
13
Benefit
Studi Kasus
Nominal
Peningkatan Jumlah Jumlah Tarif / Total
Tahun Pendapatan Pendapatan df Benefit Diketahui :
Jumlah Pasien hari Pasien pasien Benefit • Tarif/pasien Rp. 100.000
lain
• Biaya Operasional/Proyek per
tahun 25.000.000
2014 0 300 4500 100.000 450.000.000 112.500.000 562.500.000 1,14 493.421.053 • Inflasi 14%
• Jangka waktu = 10 tahun
2015 10% 300 4950 100.000 495.000.000 123.750.000 618.750.000 1,30 476.108.033 • Jumlah pasien rata-rata per hari
15 pasien untuk tahun pertama
2016 10% 300 5445 110.000 598.950.000 149.737.500 748.687.500 1,48 505.342.737 operasional dan meningkat 10%
pertahun
• Pendapatan lain-lain adalah 25%
2017 10% 300 5990 110.000 658.900.000 164.725.000 823.625.000 1,69 487.652.118
dari total pendapatan
Asumsi Jumlah Hari/tahun = 300
2018 10% 300 6589 120.000 790.680.000 197.670.000 988.350.000 1,93 513.318.019 hari
1.087.200.00
2019 10% 300 7248 120.000 869.760.000 217.440.000 2,19 495.313.694
0
1.295.612.50
2020 10% 300 7973 130.000 1.036.490.000 259.122.500 2,50 517.775.110
0
1.425.125.00 Rumus Inflasi (df) = (1+nilai inflasi)^t
2021 10% 300 8770 130.000 1.140.100.000 285.025.000 2,85 499.590.473
0 t = tahun ke ..
1.688.225.00
2022 10% 300 9647 140.000 1.350.580.000 337.645.000 3,25 519.142.596
0
1.857.100.00
2023 10% 300 10612 140.000 1.485.680.000 371.420.000 3,71 500.941.228
0
TOTAL 5.008.605.064
14
Studi Kasus
Cost Benefit Analysis = Benefit/Cost

Benefit = 5.008.605.064 CBA = 5.008.605.064 : 1.637.282.690


= 3,05 : 1
Cost Total = 1.637.282.690 Pada rasio 3,05 ; 1 , menunjukkan bahwa penambahan
keuntungan lebih besar dari penambahan biaya. Jadi
rekomendasi yang kami berikan adalah pendirian poli spesialis
jantung memiliki prospek yang baik karena karena
keuntungannya lebih besar dari biaya.

CBA dapat membantu penggunanya untuk:


 Membantu dalam proses pengambilan keputusan.
 Menambah alternatif atau pilihan.
 Mengurangi biaya alternatif yang tidak efektif.

15
CBA STUDI KASUS II
TOPIK STUDI KASUS

Nilai PV adalah sejumlah biaya yang harus


dikeluarkan untuk proyek saat sekarang,
untuk memperoleh benefit (nilai FV) pada
akhit tahun t.
PENERAPAN METODE ANALISIS BIAYA MANFAAT SOSIAL
DALAM STUDI KASUS
KRITERIA/INDIKATOR/VARIABEL

Tahap identifikasi variables (27 variables)


Variabel awal biaya dan manfaat yang terkait
dengan PLTSa hasil telaah referensi sangat beragam
dan berbeda-beda.

Tahap verifikasi variables (14 variables)


Variabel awal biaya dan manfaat yang terkait
dengan PLTSa hasil telaah referensi sangat beragam
dan berbeda-beda.

Tahap penetapan variables,


Variabel-variabel yang dipilih dikelompokkan ke
dalam tiga komponen variabel, yakni komponen
privat, lingkungan, dan sosial
TAHAPAN PENELITIAN
Tahapan dalam melakukan analisis biaya manfaat sosial PLTSa Gedebage adalah sebagai berikut :

1. Perumusan masalah  2. Identifikasi kelompok target dan 3. Perhitungan biaya dan manfaat 
pemanfaat 
Permasalahan yang menjadi dasar a. Identifikasi variabel biaya dan manfaat
dilakukannya studi ini adalah Kelompok sasaran dan pemanfaat Diperoleh dari hasil telaah referensi dan hasil
keberadaan PLTSa Gedebage yang dalam studi ini adalah masyarakat survei primer ke PLTSa .
menimbulkan berbagai persepsi dan sekitar PLTSa Gedebage,
diramalkan akan menimbulkan Pemerintah Kota Bandung, maupun b. Identifikasi radius penyebaran dampak
berbagai dampak positif dan negatif. pihak pengembang. Didasarkan pada radius penyebaran dampak di
PLTSa Bantargebang yang telah disesuaikan.

5. Estimasi risiko dan


ketidakpastian  4. Penyusutan biaya dan
7. Kesimpulan dan Rekomendasi 
manfaat (kuantifikasi) 
6. Perhitungan kriteria Menggunakan analisis
Dengan mengikuti tahapan-
investasi  sensitivitas. Analisis Hasil estimasi biaya dan
tahapan analisis biaya manfaat,
sensitivitas yang dilakukan manfaat yang telah
pada bagian akhir akan diperoleh
Dilakukan perhitungan dalam studi ini adalah dilakukan pada tahap
kesimpulan dan rekomendasi
kriteria invetasi pada analisis sensitivitas terhadap sebelumnya kemudian
terkait dengan keberadaan PLTSa
masing-masing teknologi. teknologi yang digunakan disesuaikan ke dalam nilai
Gedebage.
PLTSa Gedebage. uang sekarang (present
value).
METODE PENGUMPULAN DATA
Primer
1. Penyebaran kuesioner pada masyarakat sekitar PLTSa Bantargebang 
• Penentuan sampel dilakukan dengan purposive sampling
• Sampel diambil dari keempat arah mata angin dari lokasi PLTSa, yaitu utara, selatan, barat, dan timur.
Pada setiap radius diambil minimal dua responden, dan berhenti sampai jawaban dari responden
telah jenuh.
2. Pengamatan langsung dan wawancara pihak keluahan sekitar lokasi PLTSa Gedebage di Kecamatan
Gedebage, Wilayah Pengembangan Gedebage.
METODE 3. Wawancara instansi  PD Kebersihan, BP LH, dan Bappeda.
PENGUMPULAN
DATA
Sekunder

1. Studi Literatur  Perhitungan shadow price dengan berbagai penentuan asumsi yang akan dilakukan,
serta teknik analisis social benefit-cost digunakan dalam studi.
2. Survei Instansi 
• Data kependudukan, kondisi ekonomi penduduk (BPS Jawa Barat dan RTRW Kota Bandung)
• Peta administratif Kota Bandung dan peta Kabupaten Bandung yang berbatasan dengan PLTSa
Gedebage.
• Kajian Analisis Dampak Lingkungan, feasibility study dan kajian lainnya yang telah dilakukan terkait
dengan PLTSa Gedebage.
• Data sarana prasarana persampahan, jumlah timbulan sampah dan kondisi persampahan di Kota
Bandung (PD Kebersihan Kota Bandung)
HASIL PENELITIAN
PERHITUNGAN BIAYA MANFAAT SOSIAL KEBERADAAN PLTSa GEDEBAGE
(1. BIAYA)

OPERASIONALISASI HILANGNYA LAPANGAN


MODAL KONFLIK SOSIAL
DAN PEMEILIHARAAN PEKERJAAN PETANI
Rp 612.697.542.641,- Rp 756.316.452,-
Rp 60.742.082.980,- Rp 7.854.075.358 ,-

PENURUNAN ESTETIKA
POLUSI UDARA POLUSI AIR KEBISINGAN LINGKUNGAN
Rp 3.100.041.182,- Rp 4.449.344.231,- Rp 5.697.781,- Rp 207.907.113,-

PENURUNAN NILAI PROPERTY


Rp 489.290.657.683,-
HASIL PENELITIAN
PERHITUNGAN BIAYA MANFAAT SOSIAL KEBERADAAN PLTSa GEDEBAGE
(2. MANFAAT)

PRODUKSI ENERGI OPERASIPRODUKSI LAPANGAN PEKERJAAN BARU DI PLTSa DAN


LISTRIK MATERIAL SAMPINGAN KEGIATAN DISEKITAR
Rp 318.656.243.700,- Rp 4.568.045.468,- Rp 3.261.083.778,-

PENGURANGAN VOLUME SAMPAH DI TPA PENGHEMATAN


ATAU DI TPS PENGADAAN TPA
Rp 53.867.586.669,- Rp 285.360.300.000,-
HASIL PENELITIAN
PERHITUNGAN BIAYA MANFAAT SOSIAL KEBERADAAN PLTSa GEDEBAGE

TOTAL PV BIAYA TOTAL PV MANFAAT


Rp 1.307.018.912.787,- Rp 738.980.356.830,-

SELISIH PV MANFAAT – PV BIAYA


Rp -568.038.555.957,-
HASIL PENELITIAN

Hasil perhitungan kriteria investasi menunjukkan bahwa PLTSa Gedebage dengan teknologi
insinerasi dari 2011 hingga 2032 lebih banyak memberikan kerugian bagi masyarakat sekitar.
Namun PLTSa Gedebage dapat dianggap layak untuk dibangun dan menguntungkan secara
ekonomi ataupun secara sosial, yakni dengan mempertimbangkan teknis pembangunan dan
teknologi yang digunakan.

Berdasarkan lokasi, Wilayah Pengembangan Gedebage menjadi lokasi yang tepat sebagai
lokasi PLTSa Gedebage. Hal ini karena ketersediaan lahan yang masih luas serta
menyesuaikan dengan Perda Nomor 3 Tahun 2006 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota
Bandung

Berdasarkan hasil perhitungan kriteria investasi pada masing-masing teknologi yang dapat
diterapkan pada PLTSa Gedebage, dapat disimpulkan bahwa jika PLTSa Gedebage
menggunakan teknologi pirolisis, akan lebih mendatangkan keuntungan yang lebih besar.
Namun, seperti halnya insinerasi, pada teknologi pirolisis banyak menghasilkan emisi yang
mengakibatkan berbagai polusi dan boros bahan bakar.
Kesimpulan

24