Anda di halaman 1dari 83

EASY-CARE FINISHING

• Terminologies
– Easy-care, durable-press, minimum care, easy-to-iron,
no-iron, wash and wear, crease resistant, permanent
press, shrink proof, wrinkle resistant, wrinkle free
– Cellulosic anti-swelling, cellulose crosslinking
• Primary effects
– Reduction of swelling and shrinkage, improved wet
and dry wrinkle recovery, smoothness of appearance
after drying, retention of intentional pleats
EASY CARE FINISHING
MECHANISM OF EASY CARE
• Read sub-section 5.2 on p. 52-53 of Schindler
and Hauser’s “Chemical Finishing of Textiles”.
• Read p. 417-426 “Chemical Aftertreatment of
Textiles”
• Two approaches: (1) to fill in the spaces
between polymer chains in the amorphous
areas with polymerised finish, (2) to crosslink
the adjacent cellulose molecules with
crosslinking agents to prevent swelling
EASY CARE FINISH: CHEMISTRY

High reactivity
Less stable

Lower reactivity
More stable
MELAMINE FORMALDEHYDE (MF)
MELAMINE FORMALDEHYDE (MF)
MF: PROPERTIES & REACTIVITY
INDUCTIVE EFFECT
• Inductive effects occur when a substituent
induces a polarization in the bonds between it
and some remote site.
• Inductive effects depend on the
electronegativity of the (1) substituent and
the (2) number of bonds between it and the
affected site.
INDUCTIVE EFFECT
N-methylol group

Active hydrogen

Carbon substituent
MF & UF SELF CONDENSATION
DMDHEU
DMDHEU
EFFECT OF MODIFICATION & PROPERTIES
CROSSLINKING OF CELLULOSE
NON-FORMALDEHYDE CROSSLINKERS

expensive expensive
NON-FORMALDEHYDE CROSSLINKERS
BTCA CROSSLINKING WITH CELLULOSE
Larutan Penyempurnaan Resin
• Pereaksi untuk kondensat
• Katalis
• Zat aditif atau tambahan (pelumas, pelembut,
pengisi untuk pegangan penuh, dan zat-zat
lain untuk mendapatkan sifat khusus)
Pereaksi untuk kondensat
• Belum terkondensasi
– Sulit untuk dikontrol terutama untuk pereaksi
yang sangat reaktif dan mudah menguap seperti
formaldehida
• Prakondensat
– Produk hasil reaksi kondensasi berberat molekul
rendah agar mudah masuk ke dalam serat
– Produk komersial seringkali merupakan campuran
beberapa jenis pra-kondensat
Katalis
• Berfungsi mempercepat reaksi polimerisasi
• Kebanyakan proses polimerisasi memerlukan suasana asam dan
sebagai katalis asam dpt digunakan:
– Asam-asam organik: asam oksalat, maleat, tartrat dan sitrat.
– Garam-garam dari asam anorganik: garam amonia dari asam fosfat, sulfat
dan klorida; magnesium klorida, seng nitrat; seng fluoroborat, magnesium
perklorat atau aluminium sulfat.
– Senyawa alkanolamina hidroklorida seperti 2-amina-2-metil-1-propanol
hidroklorida
• Ditambahkan ke dalam larutan penyempurnaan paling akhir untuk
menjaga kestabilan larutan
• Pemilihan dan jumlah pemakaian katalis tergantung jenis pereaksi
prakondensat yang digunakan, umumnya berkisar 3-5% dan 12-15%
untuk magnesium klorida
Katalis garam-garam amonium
• Kestabilan larutan penyempurnaan dengan UF
dan MF rendah karena larutan menjadi asam
dalam penyimpanan akibat keberadaan garam
amonium  self-crosslinking
• Menimbulkan bau amis terutama dengan
senyawa metilol melamin
Katalis garam-garam amonium
• Amonium nitrat, amonium klorida, amonium
sulfat:
– Sangat jarang digunakan untuk penyempurnaan
kain kapas karena mengakibatkan pengurangan
kekuatan dan ketahanan gosok yang besar.
– Amonium nitrat beresiko mengubah warna hasil
pencelupan dengan zat warna yang sensitif
terhadap oksidasi dan dapat mengurangi
ketahanan luntur OBA terhadap cahaya.
Katalis garam-garam amonium
• Monoamonium fosfat
– Kapas dan serat selulosa regenerasi serta campurannya dengan
poliester dan akrilat
– Dapat digunakan untuk mendapatkan efek kalender yang permanen
pada kain kapas
– dapat digunakan untuk proses flash-curing jika digunakan dengan
pereaksi yang kereaktifannya tinggi
• Diamonium fosfat: memiliki efek buffer dan baik untuk
kestabilan larutan. Banyak digunakan untuk penyempurnaan
kain kapas dengan DMU
• Amonium oksalat: khusus untuk penyempurnaan kain keras
pada kain poliamida warna putih karena tidak menimbulkan
warna kekuningan
Garam-garam Logam
• Tidak mengganggu kestabilan larutan
penyempurnaan
• Digunakan terutama untuk penyempurnaan
kain-kain kapas dan campuran kapas/sintetik
• Memerlukan suhu pemanasawetan yang
tinggi untuk penyempurnaan dengan UF/MF
dan DMDHEU
• Tidak menimbulkan bau amis ataupun warna
kekuningan, kecuali seng nitrat.
Garam-garam Logam
• Seng nitrat: katalis garam logam yang paling
efektif tapi menimbulkan warna kekuningan,
mengubah warna dan mengurangi ketahanan
luntur OBA.
• Seng klorida dan magnesium klorida:
– Banyak digunakan untuk penyempurnaan pada kain
kapas dan campuran kapas/sintetik dengan resin jenis
reaktan.
– Baik untuk kain-kain putih dan zat-zat penyempurnaan
yang tahan-klor
– Kompatibel dengan OBA namun beresiko timbul
endapan, terutama dengan MgCl2
Katalis kompleks
• Campuran garam-garam logam dari asam kuat
dengan asam-asam alfa-hidrokarboksilat
pembentuk kompleks
• Milder curing condition and/or more rapid
operation is possible
EFFECT OF CATALYSTS ON THE N-METHYLOL REACTION

NITROGEN PROTONATION OXYGEN PROTONATION


Acid Catalyzed Reaction of Methylol
Zat Tambahan
• Untuk menyempurnakan sifat-sifat yang
dihasilkan dari proses penyempurnaan resin dan
memperbaiki sifat-sifat yang tidak diinginkan
• Terdiri dari:
– Resin termoplastis
– Zat pelemas/pelembut
– Zat pelumas
– Zat pengisi
– Zat tolak air
Zat Termoplastis
• Untuk meningkatkan sifat tahan kusut dan tahan
sobek kain hasil penyempurnaan resin:
• Terdiri dari:
– Polimer akrilat
– Polietilena
– Kopolimer butadiena-akrilonitril
– Kopolimer butadiena-stirena
– Polivinil
• Berupa: emulsi anionik, kationik dan nonionik
tergantung cara pembuatannya
Zat Pelemas
• Berfungsi mengurangi friksi serat dan benang,
memperbaiki pegangan kain dan kekuatan sobek
• Substantif, fugitif, reaktif
• Substantif: pelemas kationik dari jenis garam-
garam amina dan amonium kuaterner
• Fugitif: pelemas yang tidak memiliki
substantifitas dan daya ikat dengan serat serta
hilang pada satu kali pencucian
• Reaktif: pelemas yang mampu membentuk ikatan
kimia dengan serat, terutama selulosa dan tahan
terhadap pencucian.
Zat Pengisi dan Buffer
• Zat pengisi atau hand builder berfungsi
memberikan sifat pegangan penuh pada kain
– Terdiri dari: kanji, turunan kanji, PVA dan
terkadang juga polimer termoplastis
• Buffer berfungsi mencegah kerusakan kain
akibat asam yang diproduksi oleh katalis
dengan cara menjaga pH larutan
– Disiandiamida dan urea
APPLICATION METHOD
APPLICATION METHOD
TEST METHODS
Troubleshooting and practical problems
CHLORINE RETENTION

Tendering of fabric
Yellowing
REPELLENT FINISHES
REPELLENT FINISHES
ADVANTAGES - DISADVANTAGES
MECHANISM OF REPELLENCY
• Principle: The creation of low energy surfaces by
reducing the surface energy or surface tension lower
than that of the targeted liquid
– Water = 73 mN/m
– Oil = 20 – 35 mN/m
– Fluorocarbons = 10 – 20 mN/m
– Silicones = 24 – 30 mN/m
• If adhesive interaction surface-liquid > cohesive
internal interaction within liquid  drop spreads
• If adhesive interaction surface-liquid < cohesive
internal interaction within liquid  drop not spread
HOW ?
• Mechanical incorporation of paraffin
emulsions in the fibre pores and in the spacing
between the fibres and the yarns
• Chemical reaction with fibre surface: fatty
acid resins
• Formation of a repellent film on the fibre
surface: fluorocarbons and silicones
paraffin
Zr salt of
stearic acid
PARAFFIN
• Earliest repellent used
• Do not repel oil
• Typically emulsions containing a
mixture of Al or Zr salts of fatty acids
(stearic acid) and paraffin
• Can be applied by exhaustion and
padding, Compatible with most kind
of finishes, but increase flammability
• Low cost, lack of durability, low air
and vapour permeability

A. Hydrophobic interactions between


paraffin and hydrophobic portion
of stearic acid
STEARIC DERIVATIVES
Water repellent • N-methylol groups can react with
Reactive sites cellulose or with each other
• increased durability and full hand
• disadvantages are similar with DP
finishes: finish mark-off, decreased
fabric tear strength and abrasion
resistance, changes in shade of
dyed fabric, release of
formaldehyde
SILICONE WATER REPELLENTS

Able to form hydrogen bonds with polar surfaces


Form a three-dimensional crosslinked sheath around the fibre
SILICONE WATER REPELLENTS
COMPONENTS & REACTIONS
Reactive site, crosslink,
oxidized or hydrolized

Hydrolized form (-OH)


imparts hydrophilicity,
decreases repellency
ADVANTAGES VS DISADVANTAGES
REDUCED REPELLENCY DUE TO
FORMATION OF DOUBLE LAYER
FLUOROCARBON-BASED REPELLENT
PREPARATION OF FC REPELLENT
Acrylic acid

m = 8 - 10
WHY ?
TELOMERISATION
TYPICAL FC STRUCTURE ON
FIBER SURFACE
CHAIN ORIENTATION
Blocked Isocyanate Crosslinker
Isocyanates: FC Boosters
ADVANTAGES VS DISADVANTAGES
NEW DEVELOPMENT
DENDRIMER
USEFUL LINKS
• C-6 based fluoropolymer:
http://www.rudolf.de/en/products/co-producer-
b2b/10-water-oil-and-soil-repellent-agents/11-c6-
based-fluorocarbon-polymers.html
• Isocyanate booster:
http://www.rudolf.de/en/products/co-producer-
b2b/20-blocked-isocyanates.html
• Health & safety concern over isocyanates:
http://www.cdc.gov/niosh/topics/isocyanates/
SOIL RELEASE
Mechanism
• Adsorption of detergent and absorption of water
leading to:
– Rollup of oily soil
– Penetration of soil-fibre interface by wash liquid
– Solubilisation and emulsification of soils.
• Mechanical work leading to:
– Hydrodynamic flow carrying away the removed soil
– Fibre flexing to force soil from between fibres
– Surface abrasion to remove soil physically
– Swelling of finish to reduce inter-fibre spacing
Factors Affecting Soil Release
ROLLUP OF SOIL
SOIL RELEASE CHEMISTRY

CARBOXY HYDROXY

ETHOXY FLUORINE
SOIL RELEASE
CHEMICALS
CARBOXY-BASED FINISHES
• Used in conjunction
with DP finish
• Based on acrylic and
methacrylic acid and
ester copolymers
• Ester-acid ratio = 70:30
• HLB 15
• Swelling mechanism
• 2.5% solid add-on is
required
MECHANISM
HYDROXY-BASED FINISHES
• Starch- or cellulose-based products that act as
sacrificial layer:
– Methyl cellulose, ethyl cellulose, hydroxypropyl
starch, hydroethyl cellulose, hydroxypropylmethyl
cellulose, hydrolysed cellulose acetates.
• Lack of laundering durability
• Applied in combination with a binder or
crosslinking agent
ETHOXY-BASED FINISHES

• Contain polyethylene blocks or ethylene oxide reaction


products with acids, alcohols, amines, phenols
• Polyester-ether copolymer contain polyethylene
terephthalate and polyoxyethylene terephthalate
• Durable soil release properties for polyester fabrics
• 5% solids add-on, can be done during the dyeing
process
MECHANISM
FLUORINE-BASED FINISHES

• Hybrid fluorocarbon
• Hydrophobic in air, hydrophilic and soil-releasing
during aundering
• Typically by pad application in combination with
DP crosslinking agents
• Low add-on 0.5%
DUAL-ACTION MECHANISM
Evaluation
Troubleshooting