Anda di halaman 1dari 36

Definisi

•Yunani : diarrea ( mengalir melalui)


•Keadaan BAB dg banyak cairan (mencret) dan
merupakan gejala dari penyakit tertentu atau
gangguan lain
Penyebab

• Meningkatnya peristaltik usus


• Pelintasan chymus dipercepat  masih banyak mengandung
air
• Gangguan resorpsi air  bertumpuk cairan di usus
• Hipersekresi

Hormon

• Resorpsi  enkefalin
• Sekresi  prostaglandin , neurorhomon VIP (vasoactive
intestinal peptide)
 Perubahan transpor ion aktif yang disebabkan
oleh penurunan resorpsi Na atau peningkatan
sekresi klorida
 Perubahan motilitas usus
 Peningkatan osmolaritas luminal
 Peningkatan tekanan hidrostatik jaringan
Secretory diarrhea
• Tjd ketika senyawa yg strukturnya mirip VIP atau
toksin bakteri meningkatkan sekresi atau
menurunkan resorpsi air dan elektrolit dalam
jumlah besar

Osmotic diarrhea
• Resorpsi zat yg mempertahankan cairan intestinal
Exudative diarrhea
• Penyakit infeksi saluran cerna yg mengeluarkan
mukus, protein, atau darah ke dalam saluran cerna

Motilitas usus
• Motilitas usus dapat berubah dengan mengurangi
waktu kontak di usus halus, pengosongan usus
besar yang prematur dan pertumbuhan bakteri yang
berlebihan
Diare akut

•Diare yang biasanya terjadi tidak lebih dari


2 minggu
•Disebabkan oleh virus
•Disebabkan oleh bakteri : Enterotoxigenic
Eschericia coli
•Disebabkan oleh parasit yg berasal dari
makanan minuman yg terkontaminasi
Diare kronis

• Diare yang berlangsung lebih dari 4 minggu


• Penyebab infeksi (paling sering oleh parasit)
• Osmotik dan malabsorbsi (menghasilkan terallu banyak air
yang diserap ke dalam usus) : penyakit celiac, lactose
intolerance
• Terjadinya radang usus
• Iskemia usus atau aliran darah berkurang ke usus
• Terapi kanker  radiasi
• Obat-obatan : laksatif, antasida (Mg), antineoplastik,
antibiotik, antihipertensi, kolinerigik, digitalis, prostaglandin
Campak  komorbid: diare

MK: belum diketahui

virus campak
(patogen)
“enteropatogen”

•Virus (rotavirus)
•Bakteri (shigella,
Campylobacter)
•Parasit2 dll
Pada anak 6 – 24 bulan ??

* 6-24 bulan ASI mulai berkurang


*makanan sapih << gizi, << bersih

c. Status gizi
~ perubahan GI mukosa jadi sangat peka
thdp infeksi
~ perubahan sistem imun
d. Lingkungan
Penularan: Dubur, kotoran, mulut

Dosis kuman
yg Jumlah kuman
menimbulkan KUMAN yg disekresikan
infeksi o/ penderita
(carrier)

Kemampuan kuman
hidup di
lingkungan
Patogenesis:
Patogen enterik  melekat pd sel mukosa

interaksi  sekresi toksin

invasi/penetrasi
ke dalam
mukosa
enterotoksin
 Akibat Diare:
◦ Kehilangan air dan elektrolit (gangguan keseimbangan
asam-basa)

•Sekresi •Muntah
mukosa usus •anoreksia
•Difusi cairan •Pembatasan
makanan & minuman

◦ Gangguan gizi
1) masukan makanan berkurang,
2) gangguan penyerapan makanan,
3) kehilangan langsung
 Mencegah dehidrasi
 Mengobati dehidrasi
 Memberi makan
 Mengobati masalah penyakit

Dehidrasi  rehidrasi : * ASI


* cairan pengganti
1. BUBUK PENYERAP
• Kaolin + pektin.

Kaolin
• bentuk puyer
• mengabsorpsi cairan & toksin bakteri.
• Interaksi: mempengaruhi absorpsi obat lain
diberikan 2-3 jam pre atau post.
Activated-charcoal
• paling efektif untuk absorpsi racun pada
keracunan.
• Tidak lagi digunakan luas untuk terapi diare.
Bismut salisilat
• mengikat toksin usus dan melindungi
mukosa
usus.
• ES: tinja berwarna abu-abu hitam dan lidah
coklat
(sementara).
• mempengaruhi pemeriksaan radiologis
 Substansi hidrofilik (polikarbofil,
metilselulosa dan berbagai derivat biji
gandum)
• mengikat air dan garam empedu.
2. Menurunkan Peristaltik Usus
OPIAT
• Sebagian besar opiat memiliki efek konstipasi (morfin,
meferidin,
metadon).
• Menurunkan motilitas sal. cerna meningkatkan
segmentasi &
menurunkan pergerakan isi usus.
• ES: depresi napas dan adiksi.
• Bahaya adiksi !!!!

Difenoksilat (+atrofin)
• efektif untuk diare
• efek sentral opiat jarang terjadi.
• KI anak < 2 tahun & pasien ikterik obstruktif.
• ES: = atrofin, anoreksia, mual, pruritus, pusing &
Loperamid
• Juga bersifat antisekretorik
• ES: ditensi & nyeri abdomen,
konstipasi,mulut kering,
hipersensitif, mual & muntah.

Opium tinctur (opium 10%)

Kodein
 jarang keluarnya tinja karena pergerakan
tinja yang lamban di usus atau sulit
dikeluarkan.
a. LAKSANSIA BULKFORMING

Metilselulosa dan karboksimetilselulosa,


agar dan tragakan, biji psyllium dan kulit
padi.
• menarik air meningkatkan bulk tinja
hidrogel.
• meregangkan dinding usus peristaltik.
• Efeknya lambat (2-3 hari).
b. LAKSANSIA OSMOTIK

Sirup laktulosa
• Tidak diabsorpsi di saluran cerna 
dimetabolisme bakteri usus  asam laktat &
sedikit asam format & asetat  osmolalitas
lumen usus meningkat & pergerakan cairan
terjadi karena tekanan osmotik.
• KI: pasien dengan diet bebas galaktosa.
• ES: meningkatkan pembentukan gas
intraluminal & distensi abdomen.
c. LAKSANSIA SALINE
• Garam non organik yang mengandung kation
atau anion.
• Bertahan di saluran cerna  volume saluran
cerna ditingkatkan  kolon distensi
merangsang peristaltik.
• KI: CHF karena ada ion Na, dan RF karena ion
fosfat atau Mg
d. Enema (pempemasukan cairan ke dalam kolon
melalui anus. Enema dapat ditujukan untuk
merangsang peristaltik kolon supaya dapat BAB
• ES: iritasi mukosa dan menghasilkan mukus
berlebihan pada tinja.
• Penggunaan berlebihan menyebabkan intoksikasi
cairan dan hiponatremia.

CAIRAN BILAS KOLON ELEKTROLIT ISO-OSMOTIK


Golytely dan colyte
• Mengandung: polietilenglikol, Na sulfat, Na
bikarbonat, NaCl, dan KCl.
• KI: obstruksi usus atau kegagalan refleks
muntah.
• I: prosedur radiologis atau endoskopis.
e. PELEMBUT TINJA
• Meningkatkan ukuran tinja & melembutkan tinja.

Parafin cair
• melarutkan vitamin yang larut lemak
• dapat menyebabkan radang seperti pneumonia
lipoid inhalasi.
• I: pasien yang harus mengedan saat berak
(hemoroid dan lesi anus lain).

Na dokusat (dulu disebut dioktil Na sulfosuksinat)


• Efek lambat
• memungkinkan air memasuki dan melembutkan
isi kolon merangsang sekresi air dan elektrolit ke
lumen usus.
f. OBAT YANG BEKERJA PADA MUKOSA
• Mekanisme: ??? Diduga merangsang peristaltik baik
karena iritasi maupun memicu fleksus myenterikus.
• Antraquinon, minyak jarak, dan beberapa senyawa
kimia termasuk fenolftalin dan bisakodil.
• Tidak berefek jika diberikan parenteral.

Derivat antraquinon (Fenolftalin)


• Dapat menghambat absorpsi aktif Na dan glukosa di
usus.

Minyak jarak
• Dihidrolisis di usus menghasilkan asam risinolik zat
aktif untuk mengeluarkan tinja.

Bisakodil
 kontraksi kolon dan menghambat absorpsi air.