Anda di halaman 1dari 19

REFRESHING

DEMAM TIFOID

Dokter Pembimbing
dr. H. Lukman A. H, Sp.PD

Disusun oleh :
Taufiq Zulyasman
2014730089

Kepaniteraan Klinik Stase Ilmu Penyakit Dalam


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
KEPANITERAAN KLINIK STASE OBSTETRI DAN GINEKOLOGI
RSIJ SUKAPURA
RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA CEMPAKA PUTIH
PERIODE 25 JULI 2019
– 02 OKTOBER 2016
Demam Tifoid
DEMAM TIFOID

DEFINISI

Demam tifoid disebut juga dengan typhoid fever. Demam tifoid ialah penyakit
infeksi akut yang biasanya terdapat pada saluran pencernaan (usus halus)
dengan gejala demam satu minggu atau lebih disertai gangguan pada saluran
pencernaan dan dengan atau tanpa gangguan kesadaran

Demam Tifoid adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi
yang dapat ditularkan melalui konsumsi makanan atau minuman yang
terkontaminasi oleh tinja atau urin orang yang terinfeksi.
DEMAM TIFOID

EPIDEMIOLOGI

• Di negara berkembang, kasus demam tifoid


dilaporkan sebagai penyakit endemis
dimana 95% merupakan kasus rawat jalan
sehingga insidensi yang sebenarnya adalah
15-25 kali lebih besar dari laporan rawat
inap di rumah sakit.
• Indonesia mengalami peningkatan jumlah
kasus tifoid dari tahun ke tahun dengan
rata-rata kesakitan 500/100.000 penduduk
dan kematian diperkirakan sekitar 0,6–5%.
DEMAM TIFOID

ETIOLOGI
Salmonella typhi
• Bakteri gram (-)
• Bergerak dengan rambut getar,
• Tidak berspora. Berkapsul dan
mempunyai flagela
• Mempunyai sekurang-
kurangnya 3 macam antigen :
Antigen O
Antigen H
Antigen Vi
PATO F I S I O L O G I
MANIFESTASI KLINIS
• Masa inkubasi rata-rata bervariasi antara 7 – 20 hari, dengan masa inkubasi
terpendek 3 hari dan terpanjang 60 hari.

Minggu pertama
Minggu kedua
Keluhan dan gejala menyerupai
penyakit infeksi akut pada
umumnya, seperti demam Minggu kedua, gejala/ tanda
dengan pola intermitten dan klinis menjadi makin jelas,
kenaikan suhu step-ladder, nyeri berupa demam continue,
kepala, anoreksia, mual, muntah, lidah tifoid, pembesaran hati
diare, konstipasi. Pada dan limpa, perut kembung,
pemeriksaan fisik, hanya mungkin dapat disertai
didapatkan suhu badan yang ganguan kesadaran dari
meningkat yang ringan sampai berat.
PERJALANAN

Masa inkubasi Fase invasif Fase tifoid Penyembuhan


Asimtomatik Demam intermiten Demam menetap Karier
Nyeri kepala Bradikardi Relaps
Lesu,lelah Hepatomegali
Tidak nyaman di perut Splenomegali
Konstipasi Konstipasi
Diare Diare
Rose spot
Komplikasi
400C
370C

Hari -7 s/d -20 Hari 0 Hari 7 Hari 21

Mulai demam
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Darah perifer :
• Leukopenia/leukositosis/jumlah leukosit normal
• Limfositosis relatif
• Trombositopenia (biasanya ringan)
• Anemia
• Peningkatan LED
• Peningkatan enzim transaminase
Pemeriksaan Penunjang
Uji Widal adalah uji Uji widal adalah untuk menentukan adanya aglutinin
serologi standar yang dalam serum penderita tersangka demam tifoid yaitu;
rutin digunakan • Aglutinin O (dari tubuh kuman)
untuk mengukur titer • Aglutinin H (flagel kuman)
antibodi aglutinasi • Aglutinin Vi (kapsul kuman).
terhadap antigen O Dari ketiga aglutinin tersebut hanya aglutinin O dan H
dan H. (tidak yang digunakan untuk diagnosis demam tifoid.
direkomendasikan) Semakin tinggi titernya semakin besar kemungkinan
terinfeksi kuman ini.
Keterbatas
Negatif Palsu
an
Kultur darah
Positif Palsu
Reaksi silang dengan jenis bakteri lainnya
Yang positif kuman non S. typhi (bukan tifoid)
Pemeriksaan Penunjang
Tes Tubex
Pemeriksaan ini Interpretasi hasil :

dilakukan untuk • Nilai < 2 = Negatif .Tidak menunjukkan infeksi


tifoid aktif.
mendeteksi serum
• Nilai 3 = Border line. Pengukuran tidak dapat
antibody IgM disimpulkan. Ulangi pengujian, bila masih
Salmonella typhi. meragukan ulangi beberapa hari kemudian.
• Skala 4-5 = Positif. Menunjukkan infeksi tifoid
aktif.
• Skala > 6 = Positif. Indikasi kuat infeksi tifoid.
Pemeriksaan Penunjang

Bisa dilakukan pada spesimen :


a. Darah : pada minggu pertama sampai akhir
Kultur Salmonella
minggu ke-2 sakit, saat demam tinggi
typhi
b. Feses : pada minggu ke-2 sakit
(gold standard) c. Urin : pada minggu ke-2 atau ke-3 sakit
d. Cairan empedu : untuk mendeteksi carrier
typhoid
Tatalaksana
PENGOBATAN NONFARMAKOLOGIS

Istirahat dan perawatan

Diet dan Nutrisi

• Bubur saring kemudian ditingkatkan menjadi bubur


kasar dan akhirnya diberikan nasi.
• Hindari sayuran yang berserat
Tatalaksana FARMAKOLOGIS

Simptomatik Pemilihan
Pemilihan Antimikrobal
Antibiotik padaKonas
Menurut Demam Tifoid
PETRI Menurut
2010 WHO 2011
pada Kondisi Khusus
 Antipiretik
 Antiemetik Pemilihan Antibiotik Menurut Konas PETRI 2010
KOMPLIKASI

– Perdarahan
Komplikasi Intestinal – Perforasi usus

– Hepatitis tifosa
– Pankreatitis tifosa
Komplikasi Ekstra-
Intestinal – Miokarditis
– Osteomielitis tifosa
– Nefritis tifosa
– Pericarditis tifosa
Indikasi vaksinasi

• Hendak mengunjungi daerah endemik, risiko terserang demam tifoid


semakin tinggi untuk daerah berkembang
• Orang yang terpapar dengan penderita karier tifoid
• Petugas laboratorium

Jenis Vaksin

• Vaksin parenteral : ViCPS (Typhim Vi/Pasteur Merieux)  Tersedia dalam


alat suntik 0,5 mL yang berisi 25 ug antigen Vi dalam buffer fenol isotonik.
(IM)

Efek Samping Vaksinasi

• Demam 6,7-24%, nyeri kepala 9-10% dan reaksi lokal nyeri, dan edema 3-
35% bahkan reaksi berat termasuk hipotensi, nyeri dada, dan syok
PROGNOSIS

Gejala biasanya membaik dalam waktu 2 sampai


4 minggu pengobatan. Hasilnya akan baik
dengan pengobatan lebih awal, tetapi akan
menjadi lebih buruk apabila timbulnya
komplikasi. Gejala dapat kembali jika pengobatan
ini tidak sepenuhnya sembuh dari infeksi.
TERIMAKASIH