Anda di halaman 1dari 19

BESARAN FISIKA DAN

PENGUKURANNYA

FA Z L I A N A S A M A U N
BESARAN
• Besaran adalah sesuatu yang memiliki besar (nilai) dan dapat
diukur, serta hasilnya dinyatakan dengan angka-angka.

BESARAN POKOK DAN BESARAN TURUNAN

• Besaran Pokok adalah besaran yang satuannya


didefinisikan sendiri.
• Yang termasuk Besaran Pokok: panjang, massa, waktu,
suhu, kuat arus, intensitas cahaya, dan jumlah zat.
• Besaran Turunan adalah besaran yang diturunkan dari
satu atau lebih besaran pokok.
• Contohnya: luas, volume, kecepatan, tekanan, gaya,
percepatan, usaha, energi, daya, dll.
SATUAN

Satuan adalah suatu besaran dengan nilai tertentu yang dijadikan


sebagai pembanding dalam pelaksanaan pengukuran.

Contohnya:

• Besaran volume dgn nilai satu liter,  disebut satuan


liter.

Untuk menyeragamkan nama dan nilai satuan maka disepakati oleh


para ilmuwan dunia agar menggunakan satuan standar interasional
(sistem internasional).
DIMENSI
Dimensi merupakan suatu lambang untuk besaran.

Lambang Dimensi:
dicirikan dgn menggunakan kurung siku ( [ ] ).
Dimensi Besaran Pokok:
besaran pokok dimensinya sudah ditetapkan atas kesepakatan internasional.

Dimensi Besaran Turunan:


disusun berdasarkan dimensi dari besaran-besaran pokok yang
membentuknya.

FUNGSI DIMENSI
1. Untuk mengetahui suatu besaran turunan
tersusun atas besaran pokok apa saja.
2. Untuk menentukan satuan besaran turunan
Besaran Pokok, Dimensi, dan Satuan
Besaran Pokok Satuan SI
Nama Lambang Dimensi Nama Lambang
panjang l [L] meter m
massa m [M] kilogram kg
waktu t [T] sekon s
suhu T [Ө] Kelvin K
kuat arus listrik I, i [I] Ampere A
intensitas cahaya I [J] candela cd
jumlah zat n [N] mol mol
sudut datar Ө - radian rad
sudut ruang Ө - steradian sr
Dimensi dan Satuan Besaran Turunan
Besaran Turunan Satuan
No Dimensi
Nama Lambang Rumus Nama Lambang

1 Volum (balok) V V=p.l.t [L3] meter pangkat m3


tiga
2 Kecepatan v v=s/t [L T-1] meter sekon m.s-1
pangkat
min satu

3 Percepatan a a=v/t [L T-2] meter sekon m.s-2


pangkat
min dua
4 Gaya F F=m.a [M L T-2] kilogram kg.m.s-2
meter sekon
pangkat
min dua
Alat ukur panjang

Contoh:

Jangka Sorong Penggaris Mikrometer Sekrup


Alat Ukur Massa

Contoh:
Neraca Pegas
Neraca Dua Lengan

Neraca Elektronik
Neraca Ohaus
Alat Ukur Waktu

Contoh:

Jam Dinding

Jam Matahari Stop Watch


KESALAHAN – KESALAHAN DALAM
PENGUKURAN
Kesalahan Kalibrasi
Belum ada yang diukur, tapi
kok angkanya tidak nol ???
KESALAHAN – KESALAHAN
DALAM PENGUKURAN
Kesalahan Paralaks / Kesalahan Pengamatan
Kesalahan pembacaan alat ukur karena
posisi mata yang tidak tepat.
KESALAHAN – KESALAHAN
DALAM PENGUKURAN
Kesalahan Pengguna (Human Error)
ANGKA PENTING
Aturan Angka Penting
1. Semua angka bukan nol adalah angka penting.
Contoh : 145,789 mempunyai 6 angka penting.
2. Angka nol yang terletak diantara angka – angka bukan nol adalah angka penting.
Contoh : 2008 mempunyai 4 angka penting
3. Angka nol disebelah kanan angka bukan nol termasuk angka penting, kecuali ada
penjelasan lain.
Contoh : 1000 mempunyai 4 angka penting.
4. Angka nol di belakang koma adaah angka penting.
Contoh : 1,0000 mempunyai 5 angka penting
5. Angka nol yang terletak disebelah kiri angka bukan nol bukan angka penting.
Contoh : 0,0006 mempunyai 1 angka penting dan 0,0005100 mempunyai 4 angka penting.
ATURAN PEMBULATAN
1. Angka lebih dari 5 dibulatkan ke atas.
Contoh : 6,427 dibulatkan menjadi 6,43
2. Angka kurang dari 5 dibulatkan ke bawah.
Contoh : 6,423 dibulatkan 6,42
3. Angka tepat sama dengan 5 dibulatkan ke atas jika angka
sebelumnya ganjil dan dibulatkan ke bawah jika angka
sebelumnya genap.
Contoh : 5,475 dibulatkan menjadi 5,48 dan 5,645 dibulatkan
menjadi 5,64
OPERASI ANGKA PENTING
1. Hasil penjumlahan atau pengurangan angka penting hanya
boleh mengandung satu angka taksiran (bila lebih harus
dibulatkan sesuai dengan aturannya).

2,234 485,78
2,0343 + 362 -
4,2683  4,268 123,78  124
OPERASI ANGKA PENTING

2. Pada perkalian atau pembagian, banyaknya angka penting

hasil operasi tsb sama dgn angka penting yang paling

sedikit, selebihnya dibulatkan.

5,24
2,5 x 38 : 0,05 = 760  800  8,0 x102
13,100  13
OPERASI ANGKA PENTING

3. Pada pemangkatan atau penarikan akar, banyaknya angka


penting hasil operasi tsb sama dgn angka penting yang
dipangkatkan atau diakarkan, selanjutnya dibulatkan.

a. 252 = 625  620  6,2 x 102


b. 1232 = 15129  15100  1,51 x 104
c. 57 = 7,55  7,6
NOTASI ILMIAH

ax10n • Aturan penulisan


1 ≤ a < 10 1. Pindahkan koma desimal sampai
• 𝑛 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑏𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑡 hanya tersisa satu angka di kiri
• 𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑢𝑛𝑗𝑢𝑘𝑘𝑎𝑛 𝑏𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎 2. Hitunglah banyaknya angka yang
𝑝𝑒𝑛𝑡𝑖𝑛𝑔 dilewati koma desimal dan gunakan
• 10n menunjuk orde angka tersebut sebagai pangkat dari
10.
Contoh : 0,00000013 menjadi 1,3x10−7
6.370.000.000.000.000.000.000.000
menjadi 6,37x1024
KETIDAKPASTIAN HASIL PENGUKURAN

Setiap pengukuran harus dilaporkan dalam


bentuk hasil pengukuran.

𝑥 = 𝑥0 ± ∆𝑥
Keterangan :
𝑥0 = hasil pengukuran tunggal
∆𝑥 = ketidakpastian hasil pengukuran