Anda di halaman 1dari 42

 1.

Definisi, masalah overweight, obesitas


 2. Pendekatan nonfarmakologik
 3. Pendekatan Farmakologik obat2
 4. Apisate
 Indeks massa tubuh (IMT)
Body Mass Index (BMI)

Berat badan ( kg)

{Tinggi badan (m)}2

 Normal : 18,5 – 24,9


 Overweight : 25 – 29,9
 Obese : > 30
Classification BMI (kg/m2) Risk of Co-morbidities

Underweight < 18.5 kg/m2 Low (but ↑risk of clinical problem)

Normal range 18.5 - 22.9 kg/m2 Average

Overweight: > 23

At Risk 23.0 – 24.9 kg/m2 Increased


Obese I 25.0 - 29.9kg/m2 Moderate
Obese II > 30.0 kg/m2 Severe
 Faktor genetik
 Faktor lingkungan & perilaku:
◦ Pola & kesenangan makan dini dipelajari dari ortu
◦ Kadar lemak makanan yang dikonsumsi
◦ Asupan Alkohol
◦ Energy expenditure  aktifitas fisik
◦ Pengaruh Sosio-ekonomi, pendidikan, budaya
◦ Mood & cooping strategies
 Proses menua
 Kehamilan pada wanita
 Peneliti dari Columbia University School of Public Health, Amerika Serikat: obesitas 18
persen --> kematian (Amerika), yang berusia 45 sampai 80 tahun.

 Menurut Science Recorder, 19 Agustus 2013, selama ini obesitas telah bertanggung
jawab atas peningkatan kematian di Amerika Serikat. menyebabkan penurunan harapan
hidup seseorang.

 Ryan Masters :Hperempuan kulit hitam memiliki risiko kematian akibat obesitas sekitar
27 persen, sedangkan perempuan kulit putih mencapai 21 persen.
 Pria kulit putih memiliki risiko kematian akibat obesitas mencapai 15 persen, lebih besar
dari pria kulit hitam yang hanya mencapai 5 persen.
 VIVAlife - Kegemukan selalu menjadi momok menakutkan
bagi banyak orang.
 Seperti diketahui kegemukan dapat menyebabkan berbagai
macam penyakit.
 Tetapi, dampak dari obesitas pada setiap individu berbeda.
 Obesitas bagi pria, biasanya berdampak pada kondisi klinis.
 Sedangkan bagi wanita dampak obesitas jauh lebih besar.
 Tidak hanya pada masalah kesehatan jantung, tetapi juga dapat
berefek pada psikologis.
 Menstruasi Tidak Teratur
Selain stres dan kebiasaan yang tidak sehat, menstruasi yang tidak teratur juga dapat
disebabkan karena terlalu banyaknya timbunan lemak di sekitar rahim. Hal tersebut
biasanya lebih banyak dialami oleh remaja, karena kebiasaannya mengonsumsi
makanan cepat saji.

Risiko Serangan Jantung


Terdapat mitos, bahwa wanita kurang rentan terhadap penyakit jantung dibanding pria.
Tetapi pada kenyataannya, ketika memasuki masa pasca-menopause, penyakit jantung
merupakan risiko yang nyata bagi wanita. Selain itu, jika Anda mengalami kegemukan,
 Degenerasi Otot
Degenerasi otot terjadi karena terlalu banyaknya penumpukan lemak di tubuh. Orang
gemuk biasanya tidak terlalu banyak melakukan aktivitas fisik. Karena itu, mereka
memiliki otot-otot yang lemah.

Tekanan Darah Tinggi


Obesitas juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Hal tersebut dikarenakan
terjadinya pengendapan kolesterol di dalam pembuluh darah.

Radang Sendi
Ketika sendi dalam tubuh sudah tidak dapat menerima tekanan dari berat badan yang
berlebihan maka seseorang akan mudah terkena penyakit inflamasi kronis seperti
arthritis.
 Tumit Retak
Ketika Anda memiliki berat badan yang berlebih maka tekanan pada tubuh akan
bertambah. Hal ini menyebabkan tumit pada kaki indah Anda mengalami pecah-pecah.

Batu Empedu
Batu empedu terbentuk karena metabolisme yang tidak tepat terhadap kantung empedu
Anda. Itulah mengapa wanita yang mengalami obesitas rentan mengalami penyakit batu
empedu.

Depresi
Wanita yang mengalami obesitas atau kegemukan, biasanya memiliki
ketidakseimbangan hormon. Hal tersebut yang menyebabkan efek psikologis dalam
tubuh. Selain itu, wanita yang memiliki berat badan berlebih kerap mengalami stres
terkait berat badannya dibanding wanita yang memiliki tubuh kurus.
PENYAKIT AKIBAT OBESITAS
 Berhubungan dengan berbagai penyakit
(faktor risiko) :
 Diabetes mellitus
 Hipertensi
 Hiperlipidaemia
 Osteoartritis
 Psikologis  depresi, tdk percaya diri
 Sosial  menarik diri, pekerjaan, diskriminasi
 Keluhan fisik : cepat lelah, sukar napas, nyeri-
punggung
 Modifikasi Perilaku: 1st line strategi
 Terapi Gizi Medis & Modifikasi Diit:
◦ 2 macam diit yg efektif turunkan BB
◦ LCD & VLCD
 Gaya Hidup Sehat: Aktifitas Fisik Reguler
 Strategi obat2an: penekan nafsu makan &
penghambat penyerapan lemak
 Operasi
 1. Nonfarmakologik
 2. Farmakologik

 Nonfarmakologik tdk berhasil  Farmakologik


 Mengurangi asupan kalori dan meningkatkan
aktivitas fisik

 Pengurangan 500-1000 Kcal / hari 


pengurangan BB 0,5 kg/ minggu

 Dengan exercise utk mempertahankan BB yg telah


berkurang

 Perilaku
 umumnya 4-6 bulan  BB menurun 5-10 %

 Cukupbaik untuk memperbaiki kondisi medis yg


menyertai obesitas
 disertai diet dan exercise
 Contoh :
phentermine
diethylpropion (ApisateR)
sibutramine (ReductilR)
orlistat ( XenicalR)
 Sejak 1930 gol. simpatomimetik spt amfetamin sbg
antiobesitas

 Derivat: phenylethylamine u/ mengurangi ES


cardiovascular, potensi abuse

 DEA Schedule IV: diethylpropion, phentermin, mazindol

 Umumnya menekan nafsu makan melalui mekanisme


sentral (SSP).

 orlistat menekan absorpsi lemak makanan


 Derivat phenylethylamine
 Simpatomimetik dan stimulan SSP lemah

 Menekan nafsu makan, menimbulkan anoreksia


 Melepaskan noradrenalin dr granule di sinaps
( spt phentermine)  juga efek samping
 Hipotalamaus :
lateral : pusat lapar
ventromedial : pusat kenyang

 Peningkatan kadar noradrenalin

menekan signal lapar dan nafsu makan


meningkatkan kadar leptin di otak
signal kenyang
Umumnya obat antiobesitas bekerja dgn
meningkatkan neurotransmitor di SSP:
noradrenalin
serotonin
dopamin

Sifat : anoreksigenik
Apisate
 Utk penurunan BB, jangka pendek (short- term)
kombinaasi dengan diet rendah kalori, exercise

 BMI
> 30 kg/m2
BMI > 25 kg/m2 dg faktor risiko kardiovaskuler:
hipertensi, hiperlipidaemia

 Dosis umumnya : 3 dd 25 mg
 Dibanding obat simpatomimetik lain: efek
stimulasi SSP plg kecil

 Tetapi tetap berpotensi utk menimbulkan :


insomnia, agitasi, gelisah

 Juga dpt efek CV akibat pelepasan noradrena-


lin pe TD, tachycardia, aritmia

 Diare, muntah, sakit kepala


 Tidak digunakan oleh pend. penyakit jantung

 Tidak dikombinasikan dgn obat gol. SSRI’S


(Selective Serotonin Receptor Inhibitors), MAOI’s
(Mono Amine Oxidase Inhibitors), dan TCA’s (Tricyclic
Antidepresessants)

 Kombinasi meningkatkan risiko efek CV :


hipertensi, tachycardia

 Berpotensi abuse
 Placebo-controlled trials:
penurunan BB vs placebo
11,7 kg vs 2,5 kg
7,8 kg vs 1,9 kg

 Long term pd 6 dan 12 bulan (double blind,pla-


cebo-controlled trial)weight loss < placebo
Kesimpulan :

manfaat utk short term,


 Diethylpropion
maksimum 3 bulan , kombinasi dg perubahan
lifestyle

 Toleransi thd efek anorectic relatif cepat

 Weight loss > 6 bln ?


Phentermine

 Suatu simpatomimetik spt diethylpropion release


noradrenalin
 mel. sawar darah otak ES

 Dosis:
15 mg/hari, dpt ditingkatkan maksimum 40 mg /
hari selama 4-6 minggu, tidak >12 minggu
Cautions, kontraindikasi
spt diethylpropion
disfungsi tiroid  kontraindikasi

Efek samping
 terutama akibat stimulasi SSP: insomnia,
gelisah agitasi

 Releasenoradrenalin  efek samping CV


tachycardia, pe TD, aritmia

 Diare, muntah, sakit kepala, mulut kering


 Trials:

 umum utk short term


 studi plg lama 9 bulan ,continous / intermitten
 vs placebo : 12 kg vs 5 kg
 Free period penurunan BB lebih lambat
rapid weight loss bila dimulai lagi
 Inhibitor reuptake serotonin dan noradrenalin,
Menekan nafsu makan

 teutama krn hambatan reuptake noradrenalin

 Utk BMI > 30 kg/m2


> 27 kg/m2 dg faktor risiko
 Dosis: umumnya 10-15 mg/hari

 Efek samping
terutama stimulasi adrenergik .
ES mis.tachycardia, palpitasi, peningkatan TD,
sakit kepala, anxiety, insomnia, nausea , dan
konstipasi

 Cautions dan kontraindikasi


gangguan makan : anoreksia, bulimia
penderita bipolar ( mel. adrenalin, serotonin)
 Dgn antidepresi, terutama MAO inhibitor
(menghambat reuptake serotonin)  dpt serotonin
syndrome

 Karena dimetabolisme oleh enzim CYP3A4,


pemberian bersama inhibitor CYP3A4 mis.
ketokonazole, eritromisinkadar sibutramine 
 berpotensi ES tachycardia, palpitasi
 Multicenter, 6-18 bln

 >1000 pend., BM 27-40 kg/m2


 Weight loss > 5 %  67 % penderita
> 10 %  33 %

 Long term maintenance of weight loss


 Kel. sibutramine mempertahankan 80 % weight
loss setelah 2 tahun

 Kel. plasebo , setelah 18 bulan 


mempertahankan maks. 20 % weight loss
 Menghambat lipase pankreas dan lambung
 Menghambat absorpsi fat dari usus halus
( + 30-50%)

 Dosis 3 dd 120 mg
 Kerja lokal di usus halus gejala GIT
faeces berlemak / berminyak
sulit u/ menahan BAB
Dikurangi dg. diet rendah fat

 Menghambat absorpsi vitamin larut lemak


(tambahan vitamin mgk diperlukan)
 Cautions, kontraindikasi
Kontraindikasi : insufisiensi pankreas, sindroma
malabsorpsi

 Tdk makan, tdk ada fat  tdk obat


 Double blind, randomized, placebo-controlled
trial,12 bln  WL vs placebo : 8,4 % vs 5,4 %
( Finer et al)

 Studi 2 tahun, WL vs placebo : 10,3 kg vs 6,1 kg


(Sjostorm et al)

 Orlistat menurunkan cholesterol, TD, dan


glycaemic control
Selamat Belajar & Bekerja…..
 Untuk mengindari hal tersebut, American College of Sports Medicine menganjurkan kepada pemilik
tubuh gemuk berolahraga maksimal 60 menit, setiap lima kali dalam seminggu. Olahraga yang
dimaksud merupakan aktivitas atau latihan dengan intensitas ringan.
 Apa saja? Berikut empat olahraga tepat untuk pemilik tubuh gemuk seperti dilansir laman Livestrong.
 - Berjalan kaki
Berjalan kaki adalah salah satu cara terbaik membakar lemak. Olahraga ini juga mampu meningkatkan
kesehatan jantung, kadar kolesterol baik, menurunkan tekanan darah, serta menekan risiko diabetes
tipe 2.

- Berenang
 Ini adalah olahraga minim risiko cedera dan tidak perlu upaya keras dalam praktiknya. Saat berenang,
Anda dapat menggunakan kickboard untuk membantu agar tidak mudah lelah. Namun jangan lupa,
sebelum berenang sebaiknya lenturkan terlebih dahulu otot-otot Anda.

- Bersepeda
 Bosan berjalan kaki atau berenang? Anda bisa mencoba bersepeda keliling komplek atau taman. Saat
bersepeda, otot akan menekan secara bergantian. Seperti berjalan di atas bukit.
 Sesekali cobalah mengayuh dengan gigi atau beban yang berat. Karena tekanan di sekitar otot dan
persendian dapat membakar kalori lebih cepat.
 - Menari
 Tak banyak orang menyadari bahwa menari termasuk salah satu akivitas yang dapat membakar kalori.
Menari meningkatkan kebugaran setara dengan aerobik. Selain itu memangkas berat badan dengan
cara menari adalah cara mudah sekaligus menyenangkan. (eh)

Beri Nilai