Anda di halaman 1dari 20

SISTEM RUJUKAN

KEBIDANAN
KOMUNITAS

Kelompok 4

Pebi Ayuni M (311117044)


Deviena Octavia (311117046)
Rahmanisa K.P (311117050)
Sinta Rosfina.F (311117051)
Vera Maulidya M (311117052)
Apa itu sistem Rujukan?
 Sistemrujukan dalam mekanisme pelayanan
obstretic adalah suatu pelimpahan tanggung
jawab timbal balik atas kasus atau masalah
kebidanan yang timbal balik secara vertical
maupun horiontal. Rujukan vertical yaitu
rujukan dan komunikasi antara satu unit ke
unit yang telah lengkap. Rujukan horizontal
yaitu konsultasi dan komunikasi antar unit
yang ada dalam satu rumah sakit.
Tujuan sistem rujukan
 adalah untuk meningkatkan mutu,cakupan
dan efisiensi pelayanan kesehatan secara
terpadu. Dengan adanya system rujukan
diharapkan dapat meningkatkan pelayanan
kesehatan yang lebih bermutu karena
tindakan tujuan ditujukan pada kasus yang
tergolong beresiko tinggi. Oleh karena itu
kelancaran rujukan dapat menjadi factor
yang menentukan untuk menurunkan angka
kematian ibu dan perinatal, terutama dalam
mengatasi keterlambatan.
Tujuan rujukan
 Menjalin pelimpahan pengetahuan dan
keterampilan (transfer of knowledge and skil)
melalui pendidikan dan pelatihan antara pusat
dan daerah
 Setiap penderita mendapat perawatan dan
pertolongan yang sebaik-baiknya.
 Menjalin kerjasama dengan cara pengiriman
penderita atau bahan laboratorium dari unit
yang kurang lengkap ke unit yang lebih
lengkap.
Jenis Rujukan
Rujukan Rujukan
medis kesehatan

pengiriman,
Transfer of pemeriksaan bahan
specimen atau specimen ke
fasilitas yang lebih
mampu dan
lengkap.
Transfer of
patient

Transfer of
knowladge
Rujukan medis

Transfer of specimen:pengiriman bahan (specimen) untuk


pemeriksaan laboratorium lebih lengkap.

Transfer of patient:konsultasi penderita untuk keperluan


diagnosa, pengobatan, tidakan operatif dan lain-lain

Transfer of knowledge/personel:pengiriman tenaga yang lebih


kompeten atau ahli untuk meningkatkan mutu layanan
pengobatan setempat.
Jenjang Pelayanan Kesehatan

PUSKESMAS
PUSKESMAS/BKIA PUSKESMAS
PEMBANTU/
SWASTA RAWAT INAP
BIDAN

RUMAH SAKITTIPE RUMAH SAKIT RUMAH SAKIT


A TIPE B TIPE C/D
Menurut
(Hierarki)
Tingkat rumah
tangga

Fasilitas pelayanan
Tingkat
professional tingkat masyarakat
III

Fasilitas
Fasilitas pelayanan
pelayanan kesehatan
professional
tingkat II professional
tingkat 1
Jalur Rujukan
1. Dari Kader
 Dapat langsung merujuk ke:
 Pondok bersalin atau bidan di desa
 Puskesmas pembantu
 Puskesmas dengan rawat inap
 Rumah sakit pemeritah/swasta bergantung
fasilitas mana yang terdekat.
2. Dari Posyandu
 Dapat langsung merujuk ke:
 Pondok bersalin atau bidan di desa
 Puskesmas pembantu
 Puskesmas dengan rawat inap
 Rumah sakit pemeritah/swasta
3. Dari Puskesmas pembantu
 Dapat langsung merujuk ke rumah sakit tipe
D atau C atau rumah sakit swasta.

4. Dari pondok bersalin atau bidan di desa


 Dapat langsung merujuk ke rumah sakit tipe
D atau C atau rumah sakit swasta.

Pada rujukan penderita gawat darurat, batas


wilayah adminstrasi (geografis) dapat
diabaikan karena yang penting penderita
mendapat pertolongan yang cepat dan
tepat.
Mekanisme Rujukan
Menentukan kegawatdaruratan penderita

Menentukan tempat tujuan rujukan

Memberikan informasi kepada penderita dan


keluarganya

Mengirimkaninformasiketempatrujukan

Persiapanpenderitak

Pengiriman penderita tindak lanjut penderita

Tindak lanjut penderita


1. Menentukan kegawatdaruratan penderita

a. Pada tingkat kader


Bila ditemukan penderita yang tidak dapat
ditangani sendiri oleh keluarga atau kader, maka
segera rujukke fasilitas pelayanan kesehatan
terdekat.

b. Pada tingkat bidan desa.


puskesmas pembantu dan puskesmas Tenaga
kesehatan yang ada pada fasilitas pelayanan
kesehatn tersebut harus dapat menentukan tingkat
kegawatdaruratan kasus yang ditemui. Sesuai
dengan kewenangan dan tanggung jawabnya
mereka harus menentukan kasus mana yang boleh
ditangani sendiri dan kasus mana yang harus
dirujuk.
2. Menentukan tempat tujuan rujukan
 Pilih tempat pelayanan kesehatan yang
terdekat termasuk fasilitas pelayanan swasta
dengan tidak mengabaikan kesediaan dan
kemampuan penderita.

3. Memberikan informasi kepada penderita dan


keluarganya
 Penderita dan keluarganya perlu diberi
informasi tentang perlunya penderita segera
dirujuk untuk mendapatkan pertolongan pada
fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih
mampu.
4. Mengirimkan informasi ke tempat rujukan
 Tujuan mengirimkan informasi ke tempat rujukan
adalah:
 Meminta petunjuk apa yang perlu dilakukan dalam
rangka persiapan dan selama dalam perjalanan ke
tempat rujukan
 Memberitahukan bahwa akan ada penderita yang
dirujuk
 Meminta petunjuk cara penanganan untuk
menolong penderita bila penderita tidak mungkin
dikirim.

5. Persiapan penderita
 Perbaiki keadaan umum terlebih dahulu, infuse
maupun obat-obatan yang diperlukan untuk
mempertahankan keadaan umum perlu disertakan
pada waktu pasien dirujuk
 Surat rujukan perlu disiapkan sesuai formatnya
 Bidan perlu mendampingi untuk menjaga keadaan
6. Pengiriman penderita tindak lanjut penderita
 Perlu diupayakan kendaraan/ sarana
transportasi yang nyaman dan tepat untuk
mengangkut penderita.

7. Tindak lanjut penderita


 Bagi penderita yang memerlukan tindak lanjut
tapi tidak melapor, maka perlu dilakukan
kunjungan rumah
 Untuk penderita yang telah dikembalikan dan
memerlukan tindak lanjut dilakukan tindakan
sesuai saran yang diberikan.
Persiapan melakukan
Rujukan
B • (bidang)pastikan ibu/bayi/klien didampingi oleh tenaga kesehatan yang kompeten dan
memiliki kemampuan untuk melaksanakan kegawatdaruratan.

A •(alat) bawa perlengkapan dan bahan-bahan yang diperlukan seperti spuit,


infus set, tensimeter, dan stetoskop.

• (keluarga)beritahu keluarga tentang kondisi terakhir klien dan


K alasan mengapa ia dirujuk. Anggota keluarga yang lain
harus menemani klien ke tempat rujukan.

• (surat)beri surat ke tempat rujukan yang berisi identifikasi


S klien, alasan dirujuk, uraian hasil rujukan, asuhan atau obat-
obatan yang telah diterima klien

O •(obat)bawa obat-obatan essensial diperlukan


selama perjalanan merujuk.

K •(kendaraan)siapkan kendaraan yang cukup baik


untuk membawa klien ke tempat rujukan

U
(uang) ingatkan keluarga untuk membawa uang yang cukup untuk
membeli obat dan bahan kesehatan yang diperlukan di tempat
rujukan.
Kendaraan merujuk
 Kendaran yang dipakai untuk merujuk ibu
dalam rujukan tepat waktu harus
disesuaikan dengan Medan dan kondisi
lingkungan menuju tujuan rujukam. Berikut ini
adalah contoh tampilan desain ambulans
sederhana dapat digunakan untuk merujuk
ibu .
Lanjutan

Lemari dan
penumpang Lemari
obat

Tenaga
Pengemudi Perlengkapan kesehatan dan
penumpang

Tenaga Tempat tidur


Meja
kesehatan dan pasien
THANK YOU AND ANY
QUESTIONS??

Anda mungkin juga menyukai