Anda di halaman 1dari 19

Kelompok 1

Nadia Anas Tasya


Nurul Widya Islamiah I
Salwa Hanifa Nurhadi
Siti Sarah Sakinah
• Konseling adalah suatu bentuk pendekatan yang digunakan dalam
asuhan gizi untuk menolong individu dan keluarga memperoleh
pengertian yang lebih baik tentang dirinya serta permasalahan
yang dihadapi.
• Konseling gizi diberikan oleh ahli gizi / nutritionist / dietitian yang
sudah sertifikasi dan disebut sebagai konselor gizi.
• Konselor akan membantu klien untuk mengenali masalah
kesehatan terkait gizi, memahami penyebab masalah gizi, dan
membantu klien memecahkan masalahnya sehingga terjadi
perubahan perilaku untuk dapat menerapkan rencana diet yang
telah disepakati bersama.
Tujuan konseling gizi:
• Memberikan bimbingan yang ahli dengan metode pengarahan.
• Memberikan edukasi untuk memahami perilaku diet yang
sesuai yang dianjurkan (Kemenkes 2004).
• Membantu klien untuk mengidentifikasi dan menganalisis
masalah klien serta memberikan alternatif pemecahan
masalah. (Penyuluhan dan Konsultasi, Yetti Wira Citerawati SY).
Manfaat konseling gizi:
• Dapat memberikan bantuan kepada seseorang atau orang lain dalam membuat
suatu keputusan atau memecahkan suatu masalah melalui pemahaman fakta –
fakta. (Kemenkes 2004).
• Dapat membantu klien untuk mengenali masalah kesehatan dan gizi yang dihadapi.
• Dapat membantu klien untuk memahami penyebab terjadinya masalah kesehatan
dan gizi yang dihadapi.
• Dapat membantu klien untuk mencari alternatif pemecahan masalah yang dihadapi.
• Dapat membantu klien untuk memilih cara pemecahan masalah yang paling sesuai
dengan kondisi pasien.
• Dapat membantu klien untuk membantu proses penyembuhan penyakit dan
perbaikan gizi.(Persagi,2010).
Prinsip konseling gizi:
• Konseling merupakan sebuah bentuk kerja yang kooperatif yang
membutuhkan partisipasi yang aktif dari konselor dan kilen.
• Konseling berorientasi pada tujuan. Yang dimaksud disini adalah
klien dapat menemukan jawaban atas masalah yang telah
teridentifikasi atau solusi yang spesifik dari permasalahannya.
• Konseling memiliki karakteristik yang baik karena terfokus pada
klien. (Nutrition Counseling, Ahmed A.).
• Memberi saran alternatif pemecahan masalah
• Meminta penjelasan
• Merumuskan pembicaraan
• Menjelaskan dengan bahasa yang mudah
• Menjaga kerahasiaan
Hal yang tidak boleh dilakukan dalam konseling :

• Membuat keputusan
• Menilai, menegur, mencemooh, memarahi, menertawakan,
memojokkan, melecehkan.
• Menggunakan kata/istilah yg tdk dimengerti
• Tidak punya waktu dan tergesa-gesa
• Mengungkapkan rahasia pribadi
• Membicarakan dengan pihak lain
• Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), spesifikasi
merupakan proses, perincian, dan pernyataan tentang hal-hal yang
khusus.
• Konseling adalah suatu bentuk pendekatan yang digunakan dalam
asuhan gizi untuk menolong individu dan keluarga memperoleh
pengertian yang lebih baik tentang dirinya serta permasalahan
yang dihadapi.
• Jadi, spesifikasi program konseling gizi merupakan suatu proses
atau perincian yang digunakan untuk membantu atau
mempermudah asuhan gizi pada klien. Berikut urutan yang harus
ada dalam spesifikasi, antara lain:
1. Bidang :
Bidang dapat diisi dengan kesehatan karena ini merupakan
konseling gizi yang masih menjadi lingkup kesehatan.
2. Pokok Pembahasan :
Pokok pembahasan dapat diisi dengan gizi karena dari bidang
kesehatan, pekerjaan ini sudah mengerucut atau spesifik
membahas permasalahan gizi dan kesehatan.
3. Topik :
Berbeda dengan penyuluhan, penyuluhan dapat membuat
spesifikasi bergantung pada sasaran yang akan dituju sedangkan
konseling gizi lebih kompleks topiknya.
• Diet Rendah Energi • Diet Gastroesdophageal
• Diet Rendah Garam Reflux Disease (GERD)
• Diet Tinggi Energi Protein • Diet Gastritis (DISPEPSIA)
• Diet Dislipidemia • Diet Diabetes Mellitus
• Diet Rendah Purin • Diet Sirosis Hati
• Diet Rendah Protein • Diet Hepatitis
• Diet Penyakit Ginjal Kronis • Diet Osteoporosis
dengan Hemodialysis • Diet Penyakit Kanker
• Diet Nefrotik Sindrom • Diet Hyperemesia Gravidarum
• Diet Penyakit Jantung Koroner
4. Tujuan
Tujuan dalam spesifikasi dibagi menjadi dua, tujuan umum dan tujuan khusus.
Tujuan konseling adalah membantu klien mengidentifikasi dan menganalisis masalah
klien serta pemecahan masalah. Sedangkan tujuan penyuluhan adalah menyadarkan
masyarakat.
5. Sasaran
Sasarankonseling biasanya individu, berbeda dengan penyuluhan yang
sasarannya tidak hanya individu namun masyarakat juga termasuk.
6. Waktu
Waktu konseling gizi berkisar antara 15 menit hingga 30 menit. Apabila klien
terkesan menyimpang dari pembicaraan konseling sebaiknya konselor mengingatkan
untuk kembali pada pembahasan awal. Begitu juga ketika waktu konseling sudah habis
konselor mengingatkan secara sopan pada klien serta membuka kesempatan pada
klien untuk tindak lanjut atau kembali bila diperlukan.
7. Tempat
Tempat yang dipakai harus tertutup karena konseling bersifat
privasi atau rahasia. Tempat harus jauh dari kebisingan agar konselor
dapat berkonsentrasi mendengarkan keluhan klien dan klien dapat
menceritakan masalahnya secara runtut. Konseling dapat dilakukan
di rumah sakit, puskesmas, bahkan pameran gizi.
8. Waktu
Hari, tanggal pada konseling gizi harus selalu dicatat agar
konselor memiliki catatan kunjungan klien dan dapat memantau
perkembangan diet yang dilakukan berjalan dengan efektif atau
tidak.
9. Materi
Materi yang diberikan konselor harus relevan dengan
masalah yang dihadapi klien. Konselor dalam memberikan
masukan atau pengetahuan pada klien harus menguasai betul
setiap masalah gizi yang dialami klien.
10. Metode
Metode dalam konseling gizi adalah saling berdiskusi dan
melakukan tanya jawab antara konselor dengan konseli.
Sehingga suasana dalam konseling dapat saling terbuka.
11. Media
Media dibutuhkan untuk
mempermudah konseli dalam
memahami permasalahan gizi yang
dialami dan juga mempermudah
konselor dalam menjelaskan.
Berikut beberapa contoh media :
• Leaflet adalah berisi gambar atau
foto, tabel, grafi, dan tulisan dalam
bentuk lembaran kertas yang dilipat
serta menjelaskan tentang topik
tertentu.
• Booklet adalah salah satu
media layanan yang
diberikan kepada para
konseli atau pembaca
agar mampu untuk
memahami masalahnya
serta mempunyai
referensi dalam
menyelesaikan masalah
tersebut.
• Lembar balik biasanya
dalam bentuk buku
gambar dimana tiap
lembar (halaman) berisi
gambar peragaan dan
lembar baliknya berisi
kalimat sebagai pesan
atau informasi yang
berkaitan dengan gambar
tersebut.
• Poster adalah berisi
pesan – pesan atau
informasi kesehatan
di tempel ditembok –
tembok atau tempat
umum atau
kendaraan umum.
12. Evaluasi
Evaluasi merupakan salah satu upaya untuk menilai sejauh
mana klien memahami mengenai masalah yang di keluhkan.
Untuk mengetahui keberhasilan intervensi yang sudah
diberikan, maka konselor harus menetapkan hasil yang
diharapkan pada kunjungan berikutnya.