Anda di halaman 1dari 11

“STUNTING”

PENGANTAR DISKUSI
Meningkatkan Kapasitas Pendampingan, Mengoptimalkan Koordinasi, Peran dan Fungsi Sektor
dalam Rangka Pencapaian Prioritas Pelayanan Sosial Dasar dan Upaya Penanganan Stunting”

Hotel Papandayan
Tanggal 20 s/d 23 Desember 2017
Anis Yudyawati - SPTR Jabar
Pemilihan 10 Desa Prioritas di 100 Kabupaten/Kota
Prioritas Penanganan Kemiskinan dan Stunting
Metodologi yang Digunakan Dalam Memilih
100 Kabupaten/Kota Prioritas
Indikator yang Digunakan: Dengan menggunakan
• Jumlah Balita Stunting: jumlah balita pendek dan indikator-indikator
tersebut dihasilkan
sangat pendek. Data tersebut bersumber dari urutan Kabupaten/Kota
Riskesdas 2013 (Kemenkes). Prioritas Penanganan
Stunting.
• Prevalensi Stunting: Persentase jumlah balita pendek
dan sangat pendek. Kabupaten prioritas
tersebut memiliki rata-
Data tersebut bersumber dari Riskesdas 2013 (Kemenkes). rata jumlah penduduk
• Tingkat Kemiskinan: merupakan persentase jumlah Stunting, Prevalensi
Stunting dan tingkat
penduduk miskin kemiskinan lebih tinggi
Kabupaten/Kota. Susenas 2013 (BPS). dibandingkan dengan
rata-rata nasional
PROPINSI JAWA BARAT
Tingkat Jumlah
No Provinsi Kabupaten/Kota Jumlah Jumlah Penduduk 2016 Prevalensi Jumlah Balita
Kemiskinan 2016 Penduduk Miskin
(ribu jiwa) Stunting 2013 (%) Stunting 2013 (jiwa)
Kecamatan Desa (%) 2016 (ribu jiwa)
1 BOGOR 40 434 5.555,45 28,29 148.764 8,83 490,80

2 SUKABUMI 47 386 2.442,09 37,1 85.651 8,13 198,66

3 CIANJUR 32 360 2.249,20 41,76 95.023 11,62 261,39

4 BANDUNG 31 280 3.581,24 40,7 137.156 7,61 272,65

5 GARUT 42 442 2.564,52 37,83 100.964 11,64 298,52

6 TASIKMALAYA 39 351 1.740,74 41,73 69.401 11,24 195,61

7 KUNINGAN 32 376 1.060,29 42 36.672 13,59 144,07


JABAR
8 CIREBON 40 424 2.138,91 42,47 71.712 13,49 288,49

9 SUMEDANG 26 283 1.140,86 41,08 37.970 10,57 120,60

10 INDRAMAYU 31 317 1.698,50 36,12 52.636 13,95 237,00

11 SUBANG 30 253 1.541,83 40,47 55.360 11,05 170,37

12 KARAWANG 30 309 2.290,28 34,87 80.891 10,07 230,60

13 BANDUNG 16 165 1.643,66 52,55 76.148 11,71 192,48


BARAT
Daftar 1.000 Desa
Dipilih dari 100 Kabupaten/Kota Prioritas
(Masing-masing 10 Desa)
Metodologi yang Digunakan Dalam
Memilih 10 Desa di Masing-masing
100 Kabupaten/Kota Prioritas
• Jumlah Penduduk Desa: merupakan jumlah populasi dalam satu desa
pada tahun 2015.
Data tersebut bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan
Kementerian Dalam Negeri
(Kemend agri).
• Jumlah Penduduk Miskin Desa: merupakan 25% penduduk dengan
kondisi sosial ekonomi terendah yang bersumber dari Basis Data
Terpadu BPS/T N P 2 K. Digunakannya Basis Data Terpadu
BPS/TNP2K dikarenakan tidak tersedianya angka jumlah penduduk
miskin sampai tingkat desa dari Susenas BPS.
• Tingkat Kemis kin a n Desa: merupakan persentase jumlah
penduduk miskin desa terhadap jumlah penduduk dalam satu
desa. Data tersebut merupakan hasil perhitungan BPS dan TNP2K
secara proporsional terhadap tingkat kemiskinan kabupaten/kota
tahun 2014.
• Penderita Gizi Buruk Desa: merupakan jumlah kejadian warga
penderita gizi buruk, baik marasmus maupun kwashiorkor selama 3
Metodologi yang Digunakan Dalam Memilih 10 Desa
di Masing-masing 100 Kabupaten/Kota Prioritas
• Indikator-indikator tersebut juga merupakan indikator yang digunakan oleh
Kementerian Keuangan dalam mengalokasikan dana desa (kecuali Indikator
penderita gizi buruk).
• Dengan menggunakan indikator-indikator tersebut dihasilkan urutan desa dengan
kondisi “terburuk” sampai kondisi “terbaik”. Desa prioritas tersebut memiliki
rata-rata jumlah penduduk miskin dan tingkat kemiskinan, serta kejadian gizi
buruk lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional.
• Desa terpilih merupakan 10 desa dengan Indeks terburuk di setiap Kab/Kota
Prioritas Stunting
• Mencakup seluruh desa di kabupaten Kepulauan Seribu (6 desa)
• Dilakukan realokasi ke wilayah lain sejumlah 4 desa, dimana Kabupaten yang
mendapatkan tambahan alokasi desa (masing-masing 1) adalah:
Timor Tengah Selatan, Alor, Lembata, dan Tambrauw

11
DESA-DESA DI JAWA BARAT
KABUMI CIANJUR GARUT KUNINGAN SUMEDANG SUBA

sirsuren Kamurang Lembang Sagaranten Cimarga Ked


ri
argadung Cikancana Leuwigoong Citundun Malaka Kotas
ri
ngunjaya Ciwalen Wanakerta Pakembangan Ungkal Mulya

nggaling Rawabelut Sukarasa Kadurama Mekarsari Bunih

snunggal Kertaraharja Padamukti Ciputat Cijeruk Kawung

argebang Kertamukti Simpang Sukaraja Cilembu Sukad

yongsari Cibuluh Pasirlangu Cikeusik Mekarbakti Majas


ri

Kaso Tengah Sukabungah Jayamekar Cisantana Sukahayu Legonk

Cidahu Puncakwangi Girimukti Ciasih Margamukti Mayan

onpedes Pusakajaya Karangsewu Bunigeulis Kebonkalapa Cintam


DESA-DESA DI JAWA BARAT
CIREBON SUMEDANG INDRAMAYU SUBANG KARAWANG BANDUNG BARAT

Serang Kulon Cimarga Jayamulya Kediri Mulyajaya Ciptagumati

Bojonggebang Malaka Karangmulya Kotasari Kutagandok Jatimekar

Kudumulya Ungkal Wirapanjunan Mulyasari Sindangkarya Cimerang

Kudukeras Mekarsari Ilir Bunihayu Baturaden Ciburuy

Cipeujeuh Wetan Cijeruk Eretan Wetan Kawungluwuk Srikamulyan Cipatik

Astanajapura Cilembu Cilandak Sukadana Sukakerta Pataruman

Sinarancang Mekarbakti Mekarjaya Majasari Kamurang Tanjungwangi

Sarabau Sukahayu Karanganyar Legonkulon Ciptamarga Sindangkerta

Gempol Margamukti Karangkerta Mayangan Gembongan Jati

Walahar Kebonkalapa Mekarsari Cintamekar Pamekaran Saguling


DISKUSI KELOMPOK
DISKUSI BERSAMA PER-KABUPATEN
• PENYELARASAN DATA-DATA DI LOKASI
STUNTING YANG BERIRISAN DENGAN RANCANGAN/RUMUSAN
LOKASI GSC? STRATEGI
• REGULASI
DAERAH/PERDA/PERBUP/PERDES?
PENURUNAN STUNTING
• DANA DESA UNTUK DUKUNGAN STUNTING?
DI KABUPATEN
• HASIL KEGIATAN PKD YANG BERKAITAN
DENGAN PERMASALAHAN STUNTING? LOKASI GENERASI SEHAT CERDAS
• KOMITMENT LOKAKARYA KEMITRAAN? PROVINSI JAWA BARAT
• RAD KABUPATEN? TA.2018
• DLL….. DATA LAINNYA
TERIMA KASIH