Anda di halaman 1dari 9

Bupivakain

Oleh:
Grecia Sintya D. Sunur

Pembimbing

Dr. Budi Yulianto Sarim Sp.An (K)


Anestesi berasal dari bahasa yunani yaitu “An” yang artinya
“tidak” dan “Aesthesia” yang artinya “rasa atau sensasi nyeri”
Sehingga secara harafia anestesi dapat diartikan “Ketiadaan rasa
atau sensasi nyeri”

Anestesi dibagi menjadi 3 bagian yaitu: general anestesi,


regional anestesi dan lokal anestesi.
Bupivakain merupakan salah satu obat anestesi yang
termasuk dalam long acting dimana obat ini akan
menghambat generasi dan konduksi implus dari saraf.

Pendahuluan
Pembahasan
– Definisi
Bupivakain (Rinn) adalah obat anestetik golongan amino
amida yang memiliki masa kerja panjang (long-acting) yang
sering digunakan untuk blok saraf, persalinan, anestesi
epidural dan anastesi subdural.
– Indikasi
Bupivakain diindikasikan untuk anestesi lokal termasuk
infiltrasi, blok saraf, epidural, dan intratekal anestesi.
Bupivakain sering diberikan melalui suntikan epidural
sebelum artroplasti pinggul
Kontraindikasi
– Pada pasien dengan alergi terhadap obat golongan amino-
amida dan anestesi regional IV (IVRA) karena potensi risiko
dari kesalahan tourniket dan adanya absorpsi sistemik dari
obat tersebut, hati-hati terhadap pasien dengan gangguan
hati, jantung, ginjal, hipovolemik, hipotensi, dan pasien
usia lanjut
Farmakologi

Secara umum berikut mekanisme


anestesi dari bupivakain:
Farmakokinetik

– Absorbsi
– Distribusi
– Metabolisme & Ekskresi
Lama Kerja & Dosis
Obat
– Lama kerja bupivakain adalah 2-4 jam
– Bentuk sediaan: 0,25%, 0,5%, 0,75% injeksi. Dosis
Maksimal 2 mg/kgBB atau 175 mg/dosis, atau 150 – 225
mg/3 jam atau 400 mg/24 jam
Efek Samping
Bupivakain
– Kecemasan, gelisah
– Penglihatan kabur
– Kesulitan bernapas
– Pusing, mengantuk
– Detak jantung tidak teratur (palpitasi)
– Mual, muntah
– Kejang (konvulsi)
– Ruam kulit, gatal-gatal
– Pembengkakan pada wajah atau mulut
– Tremor