Anda di halaman 1dari 15

KELOMPOK

1. Vina Alviolanita B12.2017.03399


2. Shefina Putri Saqina B12.2017.03401
3. Erlinda Rahajeng P B12.2017.03408
4. Dyah Ayu Retno I B12.2017.03416
AUDIT TAHAP 2
SELAYANG PANDANG
Proses audit tahap 2 yaitu Menanggapi Risiko(Risk Response)

Mutakhirkan strategi
meneyeluruh
Rancangan tanggapan Buat tanggapan Tanggapan Menyeluruh
Menanggapi Resiko

menyeluruh dan tepat terhadap Rencana audit yang


prosedur audit RSSM yang mengaitkan RSSM yang
selanjutnya dinilai dinilai ke prosedur

Turunkan risiko Pekerjaan yang


Implementasikan audit ke tingkat dilaksanakan
tanggapan terhadap rendah yang Temuan audit
RSSM yang dinilai dapat diterima Supervisi staf
Reviu kertas kerja
RENCANA AUDIT YANG DITANGGAP

ISA 330.6
ISA 330.5
Auditor Wajib merancang dan
Auditor Wajib merancang dan
melaksanakan prosedur audit
mengimplementasikan tanggapan
selanjutnya yang sifat,waktu,dan
menyeluruh atas risiko salah saji
luasnya didasarkan atas dan bersifat
material yang dinilai, pada tingkat
menanggapi salah saji material
laporan keuangan.
yang dinilai, pada tingkat Asersi
Rencana Audit yang Tanggap
 Menangani setiap risiko yang dinilai secara bergantian
sesuai dengan sifatnya dan dengan merancang tahapan
audit yang tepat dalam bentuk prosedur audit
selanjutnya.
 Menangani setiap risiko yang dinilai, sesuai dengan
materialitas dari area laporan keuangan/disclosure
yang terkena dampak dari risiko tersebut. Auditor
kemudian merancang tanggapan dalam bentuk
prosedur audit selanjutnya yang tepat.
 Memulai dengan daftar prosedur audit baku untuk
setiap area laporan keuangan dan asersi yang material
dan membuat penyesuaian untuk merancang tanggapan
yang tepat terhadap risiko yang dinilai.
Tahap awal
Langkah pertama yang efektif adalah membuat daftar
semua risiko yang dinilai dan dikembangkan apda akhir
tahap penilaianan Risiko.

Tahap ini risiko sudah diidentifikasi dan dinilai pada:


 Tingkat laporan keuangan
 Tingkat Asersi untuk area laporan keuangan dan
disclosure
TANGGAPAN MENYELURUH (OVERALL RESPONSE)
Risiko pervasif pada tingkat laporan keuangan ditangani melalui rancangan dan
implementasi tanggapan menyeluruh oleh auditor
Lingkup lingkungan Lingkup lingkungan Tidak
efektif efektif

Lingkungan ini memungkinkan Kondisi ini mengharuskan


auditor lebih yakin mengenai auditor melaksanakan pekerjaan
pengendalian internal dan tambahan seperti:
keandalan bukti audit internal •Tugaskan staf yang lebih
berpengalaman
yang dihasilkan entitas.
•Laksanakan lebih banyak prosedur
Tanggapan menyeluruh dapat audit pada akhir periode bukan pada
terdiri atas beberapa prosedur tanggal interim
audit yang dilaksanakan pada •Peroleh bukti audit secara ekstensif
tanggal interim dan bukan pada melalui prosedur substansif
akhir periode. •Lakukan perubahan atas sifat,
jadwal pelaksanaan,/luasnya
prosedur audit yang dilaksanakan
Materialitas dalam merancang
pengujian
Perfomance materiality(materialitas
pelaksanaan) di tetapkan pada laporan keuangan
secara keseluruhan dan dimodifikasi untuk
memperhitungkan risiko tertentu berkenaan saldo
akun, transaksi,/disclosure dalam laporan keuangan.
Umumnya luasnya prosedur audit akan meningkat
dengan meningkatnya RSSM. Namun, hal itu baru
akan efektif jika prosedur audit tersebut relevan
dengan risiko khusus yang dihadapi.
Kotak Peralatan Kantor

1 Prosedur Substansif Dasar

2 Prosedur Substansif diperluas

3 Prosedur Analitikal Substansif

4 Uji Pengendalian
Prosedur Substansif Di
Prosedur Substansif Dasar Perluas
ISA 330 Alinea 18

Prosedur substansif dasar wajib


dilaksanakan untuk setiap jenis
transaksi, saldo akun, dan disclosure
yang material tanpa memperhatikan Istilah diperluas ini menekankan
ARRM(Risiko salah saji material yang pada sifat dan luasnya pekerjaan
dinilai). audit tambahan(diatas prosedur
Prosedur ini mencermainkan bahwa: dasar) yang diwajibkan dalam
• Penilaian risiko oleh auditor bersifat menanggapi situasi dimana risiko
judgemental dan mungkin tidak dapat yang dinilai untuk suatu asersi
mengidentifikasi semua salah saji tertentu adalah moderat/tinggi.
material.
• Ada kendala bawaan dalam
pengendalian internal, termasuk
management override.
Prosedur Analitikal
Uji Pengendalian Substansif

. pengendalian inti berfungsi sangat


Jika
efektif, uji pengendalian dapat
dilaksanakan untuk memperoleh bukti Prosedur ini meliputi evaluasi atas
audit mengenai suatu asersi. Uji informasi keuangan melalui
pengendalian untuk menekan risiko ke analisis dari hubungan/korelasi
tingkat rendah(dengan Banyak yang mungkin ada diantara data
sampel) memberi bukti yang
keuangan dan non keuangan. Perlu
diperlukan untuk asersi tertentu. Uji
pengendalian untuk menekan risiko ke dibangunnya ekspetasi yang tepat
tingkat moderat(dengan sedikit untuk jumlah/angka yang
sampel). Dalam hal terakhir untuk diperiksa, ketika dibandingkan
peroleh bukti yang diperlukan, auditor dengan angka yang sebenarnya
dapat menambahkannya dengan dicatat.
prosedur substansif untuk tangani
asersi yang sama
Rencana Audit Responsif

1 Tanggapi Risiko yang dinilai pada tingkat laporan


keuangan

2 Identifikasi Prosedur tertentu untuk area yang


material

3 Tentukan prosedur audit dan luasnya


Menanggapi Risiko Fraud
Tanggapan spesifik terhadap fraud ditingkat
laporan keuangan

Tingkatkan kewaspadaan profesional ketika memeriksa dokumentasi tertentu,


1 ketika sedang berupaya menguatkan pernyataan manajemen yang signifikan.

2 Penggunaan tenaga ahli dengan keterampilan dan keahlian khusus.

Kembangkan prosedur audit khusus untuk identifikasi adanya kecurangan.


3

Masukan unsur pendadakan dalam memilih prosedur audit yang akan


4 digunakan.
Menanggapi Risiko Fraud
Tanggapan spesifik terhadap fraud ditingkat asersi

1 Mengubah sifat,waktu, dan luasnya prosedur audit mengenai risiko

Evaluasi kelayakan estimasi manajemen serta pendapat dan


2
asumsi yang mendasari asumsi tersebut

3 Tingkatkan Jumlah sampel / lakukan prosedur analitikal secara


lebih rinci

4 Gunakan teknik audit berbantuan komputer(CAATs)

5 Minta informasi tambahan dalam konfirmasi eksternal

Ubah waktu pelaksanaan prosedur substansif dari tanggal interim ke tanggal akhir
6 tahun. Namun jika ada salah saji/ manipulasi disengaja, prosedur audit yang
kesimpulannya digeser tanggalnya menjadi tidak efektif
Komunikasi mengenai rencana audit

ISA 260

Menetapkan beberapa hal yang harus dikomputer


dikomunikasikan auditor dengan TCWG. Kewajiban-kewajiban
ini dirancang agar dapat berkomunikasi dua arah secara efektif
diantara auditor, manajemen, dan TCWG