Anda di halaman 1dari 22

PASIEN DENGAN VENTILATOR

NAMA KELOMPOK :
1. Efika Arza Ayu Farianty
2. Lis Syuwaibatul Islamiyatun
3. Ramadhan Andhika Putra
4. Yanuarius Beato Jaya
5. Yohanes Didimus Wika
PENGERTIAN
Ventilator mekanik adalah alat pernapasan bertekanan
negative atau positif yang dapat mempertahankan ventilasi
dan pemberian oksigen selama waktu yang lama.
PRINSIP FISIOLOGIS

 Efek Ventilasi Mekanis


Pada ventilasi mekanis, hubungan antara tekanan pada inspirasi dan
ekspirasi terbalik. Ventilator mengirimkan udara dengan memompakannya
ke pasien; selain itu tekanan selama inspirasi adalah positif. Tekanan positif
dipompakan kedalam paru menyebabkan peningkatan tekanan intratorakal
dan menurunkan aliran balik vena selama inspirasi.
 Komplain
Bila melihat dari komplainnya, paru seringkali dibandingkan dengan balon.
Pada awalnya ia sukar untuk mengembang sampai ia diregangkan. Setelah
mengembang berulang kali, elastisitasnya hilang , dan balon menjadi sangat
mudah untuk kembang kempis.
Con…
 Tekanan Statis
Satu pengukuran yang digunakan untuk mengetahui
komplain adalah tekanan statis(TS). TS didapat
dengan melipat jalur katup ekshalasi saat pasien pada
inspirasi maksimum. Ini dapat menahan aliran udara
dada pasien dengan mencegah ekshalasi.
BENTUK-BENTUK VENTILATOR
 Ventilator tekanan negative
Ventilator tekanan negatif mengeluarkan tekanan negatif pada dada
eksternal. Dengan mengurangi tekanan intratorak selama inspirasi
memungkinkan udara untuk mengalir ke dalam paru-paru, sehingga
memenuhi volumenya. (Smeltzer,2001:657)
 Ventilator tekanan positif
Ventilator tekanan positif menggembungkan paru-paru dengan
mengeluarkan tekanan positif pada jalan napas, dan dengan demikian
mendorong alveoli untuk mengembang selama inspirasi.
(Smeltzer,2001:657)
KONTROL-KONTROL VENTILATOR
 Fraksi Oksigen Inspirasi (FiO2)
 Frekuensi pernafasan
 Volume tidal
 Aliran puncak
 Batas tekanan
 Tekanan Akhie Ekspirasi Positif (TEAP)
 Sensitifitas
 Napas dalam
SISTEM PEMBAGIAN OKSIGEN
 Bila pernafasan internal atau eksternal terganggu,
penambahan oksigen adalah vital untuk mempertahankan
fungsi selular pasien. Terapi oksigen memperbaiki
hipoksemia, menurunkan kerja nafas, dan menurunkan
kerja otot jantung.
Alat pemberian oksigen

• Aliran rendah
 Kanul nasal
 Masker sederhana
 Rebreather
 Non-rebreather
 Aliran tinggi
 Masker venture
 Masker aerosol
 Collar trakeostomi
 T-piece
 Sungkup
PERAWATAN JALAN NAPAS
 Perawatan jalan napas terdiri dari pelembapan adekuat,
tindakan membuang secret, perubahan posisi, dan penghisapan.
Pelembaban dan penghangatan dilakukan dengan penambahan
mekanis pada ventilator untuk mencegah obstruksi jalan napas
karena sekresi kering dan perlengketan mukosa.
 Penghisapan dilakukan hanya bila perlu, karena tindakan ini
memajankanpasien pada resiko hipoksemia, atelektaksis, infeksi,
dan aspirasi. Penghisapan dilakukan bila ronkhi terdengar atau
sekresi terdengar saat pernapasan. Peningkatan tekanan
inspirasi puncak ventilator dapat menunjukkan adanya
perlengketan atau penyempitan jalan napas oleh sekret, juga
menunjukkan kebutuhan untuk dilakukan penghisapan.
KOMPLIKASI
 Kegagalan Kardiovaskular
 Barotrauma
 Factor resiko
 Dikompensasi respirasi
 Inhomogenitas
PELEPASAN VENTILATOR (Weaning)
Menghentikan pasien dari penggunaan ventilator harus
didasarkan pada beberapa pertimbangan, yakni :
 Fungsi hemodinamik telah berjalan baik dan tidak
memerlukan obat-obat vasopresi atau inotropik.
 Pasien harus mentrigger ventilator pada model mesin
ACV atau bernafas spontan pada model IMV.
 Idealnya pasien sudah dalam keadaan sadar dan siap
siaga apabila alat bantu ventilator ini diangkat.
 Status cairan elektrolit dan kadar gas darah harus
adekuat, disamping itu PO2 harus 60mmHg apabila
FiO2 sama dengan 0,5. (Tabrani, 1998: 217)
PNEUMONIA YANG BERKAITAN DENGAN ALAT
VENTILATOR (Ventilator-Associated pneumonia/VAP)

 VAP adalah komplikasi yang umum terjadi pada penderita


pengguna ventilator mekanis, dengan prevalensi yang
diperkirakan 6-52 kasus per 100 penderita. Tiga faktor penting
pada pathogenesis VAP adalah kolonisasi mikroorganisme
pathogen dari orofarings, aspirasi organism ini ke saluran
pernapasan bawah dan penurunan mekanisme pertahanan tubuh
normal. Bakteri penyebab yang potensial termasuk pathogen
MDR dan pathogen non-MDR. Pneumonia akibat ventilator
(ventilator-associated pneumonia[VAP]) merupakan penyebab
kedua infeksi didapat dirumah sakit dan penyebab utama
kematian akibat infeksi nosokomial
CON…

Pneumonia akibat penggunaan ventilator (VAP, ventilator


associated pneumonia) ditetapkan sebagai pneumonia
nasokomial pada pasien yang telah dipasang ventilasi mekanis
(dengan selang endotrakeal dan trakeostomi) selama
sedikitnya 48 jam pada saat diagnose ditetapkan
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN
DENGAN VENTILATOR
 Keluhan utama
Komunikasi menyebabkan frustasi dan menimbulkan
ansietas karena pasien intubasi tidak dapat bicara.
(Hudak, 1997: 536)
 Riwayat Penyakit Sekarang
Kondisi pascaoperatif bedah thoraks atau abdomen,
penyakit neuromuscular, cedera inhalasi, PPOM,
trauma multipel, syok, kegagalan multisystem,
semuanya dapat mengarah pada gagal napas dan
perlunya ventilasi mekanis. (Smeltzer, 2001: 657)
Con…
 Riwayat Psikososialspiritual
Unit perawatan kritis, ventilator mekanis, dan intubasi
bersifat menimbulkan stress psikologis. Komunikasi
menyebabkan frustasi dan menimbulkan ansietas karena
pasien intubasi tidak dapat bicara. Tiap pasien harus
diberitahu bahwa selang menyebabkan tak bisa bicara dan
tidak ada masalah dengan suaranya. Mungkin saja pasien
dapat menulis atau menggunakan bahasa tanda untuk
menunjukan pesan, dan perawat dapat lebih mengenal
komunikasi nonverbal dan bahasa tubuh. (Hudak, 1997: 536)
Con…
 Activity Day Life (ADL)
 Aktifitas: Mobilitas pasien terbatas karena dihubungkan dengan ventilator.
Pasien yang kondisinya menjadi stabil harus dibantu untuk turun dari
tempat tidur dan ke kursi segera saat memungkinkan.(Smeltzer, 2001: 663)
 Nutrisi : Bila saluran gastrointestinal utuh, nutrisi dapat diberikan melalui
selang makanan. Banyak pasien dengan penyaki kronis, seperti PPOM,
mengalami malnutrisi protein/kalori jangka panjang. Konsentrasi pemberian
pada awalnya encer, dan kecepatan lambat. Pasien diobservasi terhadap
efek samping seperti diare atau dehidrasi hiperosmolar. (Hudak, 1997: 536)
 Pemeriksaan Fisik
 Sistem pernapasan: Pernapasan labored(Smeltzer, 2001: 663)
 Sistem kardiovaskular: takikardi, takipnea, sianosis, hipertensi,
disritmia.(Smeltzer, 2001: 663)
 Sistem saraf: kacau mental, delirium, somnolen.
 Sistem integumen: berkeringat.
 Sistem muskuloskeletal: kelelahan berat, penurunan toleransi
aktifitas.(Smeltzer, 2001: 658)
DIAGNOSA KEPERAWATAN

 Ketidakefektifan bersihan jalan nafas yang


berhubungan dengan obstruksi jalan napas (sekret).
(Wilkinson,38:2014)
 Resiko infeksi yang berhubungan dengan
peningkatan pemajanan lingkungan terhadap
patogen. (Wilkinson,423:2014)
 Ansietas berhubungan dengan perubahan status
kesehatan. (Wilkinson,45:2014)
 Defisiensi pengetahuan berhubungan dengan kurang
familier dengan sumber-sumber informasi.
(Wilkinson,441:2014)
INTERVENSI
Ketidakefektifan bersihan jalan nafas yang berhubungan dengan
obstruksi jalan napas (sekret). (Wilkinson,38:2014)
Tujuan: menunjukan pembersihan jalan napas yang efektif, yang
dibuktikan oleh kepatenan jalan napas dan ventilasi tidak
terganggu. (Wilkinson,39:2014)
I : observasi kepatenan jalan napas.
R : obstruksi dapat di sebabkan oleh akumulasi sekret,
perlengketan mukosa, perdarahan, spasme bronkus, dan atau
masalah dengan posisi trakeostomi atau selang endotrakeal.
I : Evaluasi gerakan dada dan auskultasi untuk bunyi napas bilateral
R : gerakan dada simetri dengan bunyi napas melalui area paru
menunjukkan letak slang tepat/ tak menutup jalan napas.
Obstruksi jalan napas bawah menghasilkan perubahan pada bunyi
napas seperti ronki, mengi.
Con…

I : Observasi letak selang endotrakeal. Amankan selang


dengan hati-hati dengan plester atau penahan selang.
R : selang endotrakeal dapat masuk ke bronkus kanan,
sehingga menghambat aliran udara ke paru kiri dan pasien
beresiko untuk pneumotorak.
I : Catat batuk berlebihan, peningkatan dispnea, bunyi
alaram tekanan tinggi pada ventilator, secret terlihat pada slang
endotrakeal/trakeostomi, peningkatan ronki
R : pasien intubasi biasanya mengalami reflek batuk tak efektif, atau
pasien dapat mengalami gangguan neuromuscular atau
neurosensori. Gangguan kemampuan untuk batuk. Pasien ini
tergantung pada pilihan seperti pengisapan untuk membuang
secret.
Con…

I : Priksa selang terhadap obstruksi, contoh terlipat atau akumulasi air.


Alirkan slang sesuai indikasi, hindari aliran ke pasien atau kembali
kedalam wadah.
R : lipatan slang mencegah pengiriman volume adekuat dan meningkatkan
tekanan jalan napas. Air mencegah distribusi gas dan pencetus
pertumbuhan bakteri.
I : Priksa fungsi alaram ventilator. Jangan matikan alaram, meskipun untuk
pengisapan. Pindahkan dari ventilator dan beri ventilasi secara manual
bila sumber alaram ventilator tak dapat dengan cepat diidentifikasi dan
diralat.
R : ventilator mempunyai berbagai alaram visual dan audible, putar off/ gagal
untuk menyusun letak alaram pasien pada resiko kegagalan ventilator
yang tak terlihat atau distress pernapasan/henti napas.
Con…
I : Ubah posisi/berikan cairan dalam kemampuan pasien.
R : meningkatkan drainase sekret dan ventilasi pada semua
segmen paru, menurunkan resiko atelektasis.
I : Hisap sesuai kebutuhan, batasi pengisapan 15 detik atau kurang.
Pilih kateter pengisap yang tepat.
R : pengisapan tidak harus rutin, dan lamanya harus dibatasi untuk
menurunkan bahaya hiposia. Kateter pengisap diameternya harus
kurang dari 50% diameter dalam endotrakeal/trakeostomi untuk
mencegah hipoksia.
Kolaborasi
I : Berikan fisioterapi dada sesuai indikasi
R : meningkatkan ventilasi pada semua segmen paru dan alat drainase
sekeret. (Doenges, 2010:178-179)