Anda di halaman 1dari 27

Perlindungan Anak

DR. SYAHRIAL, SP.KJ


BAGIAN/SMF ILMU KEDOKTERAN JIWA
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SYIAH KUALA/RSUDZA
RUMAH SAKIT JIWA
BANDA ACEH
PENDAHULUAN

Sistem perlindungan anak yang efektif melindungi


anak dari segala kekerasan, perlakuan salah, eksploitasi
dan penelantaran.
Sistem perlindungan anak yang efektif mensyaratkan
adanya komponen-komponen yang saling terkait.

Komponen-komponen ini meliputi :


 Sistem kesejahteraan sosial bagi anak-anak dan keluarga
 Sistem peradilan yang sesuai dengan standar internasional
 Mekanisme untuk mendorong prilaku yang tepat dalam
masyarakat
ASAS PERLINDUNGAN ANAK
(Pasal 2, UU No.23, Tahun 2002, Tentang Perlindungan Anak)

Penyelenggaraan Perlindungan anak


berasaskan Pancasila dan berlandaskan
Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945, serta
prinsip-prinsip dasar KHA (Konvensi
Hak Anak).
KHA mengemukakan 4 Macam Prinsip yang harus
dipedomani yakni:

1. Prinsip Non Diskriminasi, (Non


Discrimination)
2. Prinsip Yang Terbaik Bagi Anak, (Best
interest of the child),
3. Prinsip Kelangsungan Hidup dan
Perkembangan Anak (Survival and
development),
4. Prinsip Penghargaan Terhadap
Pendapat Anak (Respect for the views of the
child),
Riwayat Hak Anak
 Tahun 1923, Eglantyne Jebb, pendiri “Save the Children”
membuat rancangan Deklarasi Hak Anak (“Declaration of the
Rights of the Child’
 Tahun 1924, Deklarasi Hak Anak itu di adopsi untuk pertama
kalinya secara internasional oleh Liga Bangsa Bangsa; dikenal
sebagai “Deklarasi Jenewa”.
 Tahun 1948 setelah berakhirnya Perang Dunia ke II, Majelis
Umum PBB mengadopsi Deklarasi Universal mengenai Hak
Asasi Manusia. (Catatan: “Hak Anak bagian dari HAM”)
 Tahun 1959, Majelis Umum PBB mengeluarkan Pernyataan
mengenai Hak Anak, merupakan adopsi international ke dua.
 Tahun 1979, Tahun Anak International. Suatu kelompok kerja
dibentuk untuk membuat rumusan Konvensi Hak Anak.
 Tahun 1989, Konvensi Hak Anak diadopsi oleh Majelis Umum
PBB (20 November 1989).
 Tahun 1990; tanggal 2 September 1990; Konvensi Hak Anak
mulai berlaku sebagai hukum international.
TUJUAN
PERLINDUNGAN ANAK
(Pasal 3, UU No.23, Tahun 2002, Tentang Perrlindungan Anak)

Perlindungan anak ber-tujuan untuk menjamin


terpenuhinya hak-hak anak, agar dapat hidup,
tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara
optimal, sesuai dengan harkat dan martabat
kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari
kekerasan dan diskriminasi demi terwujudnya anak
Indonesia yang berkualitas, berakhlak mulia,
dan sejahtera.
Hak – HIDUP
Hak - TUMBUH KEMBANG
Hak - PERLINDUNGAN
Hak – PARTISIPASI
(Pasal 3 dan Pasal 4 Undang-Undang No.23 Tahun 2002
Tentang Perlindungan Anak)
Perlindungan Anak
dari bahaya-bahaya yang mengancam
di dalam dan di luar rumah:
Kelaparan, Penyakit, Penelantaran
Anak butuh pembelaan,
terhadap berbagai
Perlakuan Salah dan Kejahatan
yang melanggar ataupun mengabaikan Hak-Hak Anak
Demi
Perkembangan
Jasmani,  Rohani
 Mental,  Moral,
 Kejiwaan;
Anak membutuhkan
makanan yang Bergizi

Hak HIDUP
&
Hak TUMBUH KEMBANG
Hak - TUMBUH KEMBANG
Anak
“berhak mendapat pendidikan”
membutuhkan peluang dan kesempatan,
dari lingkungan hidupnya yang
‘kondusif’
untuk belajar dan berlatih,
agar menjadi pintar,
berpengetahuan, berketrampilan
serta berkepribadian yang baik.
Anak Berkembang
jasmani-nya dan rohani-nya,
Intelektual, mental, dan spiritual.
Bertumbuh dalam Iman,
ber- Moral, dan ber–Akhlak mulia
Maka, marilah kita:
Peduli Terhadap Anak
dan Lingkungan Hidupnya
Hak Perlindungan:

Mencakup hak anak untuk dilindungi


dari segala bentuk diskriminasi,
perlakuan salah dan penelantaran; dan
perlindungan bagi anak yang tidak
mempunyai orang tua dan anak dalam
pengungsian.
4 Macam Perlakuan Salah Terhadap Anak

1. Emotional Abuse: Orang dewasa / Ortu mengacuhkan anak,


ketika anak sungguh memerlukan perhatian.
Misalnya:  Anak menangis dibiarkan,
 anak bertanya tidak dijawab.

2. Verbal Abuse: Orang tua memperlakukan anaknya dengan


kata-kasar, memaki-maki.
Misalnya:  Bodoh, Tolol, Goblog!
 ”Penghuni Kebun Binatang”, Dsb.

3. Physical Abuse:Orang tua memperlakukan anak dengan


kasar, kekerasan fisik.
Misalnya:  Memukul, mencubit.

4. Sexual Abuse:Orang tua memperlakukan dengan kasar,


kekerasan fisik: melakukan pelecehan seksual pada anak.
Hak Partisipasi:

Mencakup hak anak untuk menyatakan


pandangan-nya akan segala hal yang
berdampak pada dirinya.
Hak Partisipasi: Mencakup hak anak untuk menyatakan pandangan-nya
akan segala hal yang berdampak pada dirinya.

Berikan Kesempatan Dan Peluang


Kepada Anak,
untuk melakukan kegiatan
sesuai minat dan bakatnya
(Antara lain dalam bidang
olahraga, kesenian, dll.)

Hak Kebebasan
berekspresi
(pasal 13 KHA 
pasal 6 UU 23/2002)
Perlindungan Khusus bagi Anak
Dalam Situasi Khusus
 Anak dalam situasi darurat – pengungsian;
(sekelompok anak dalam situasi tertentu)
 Anak dalam situasi ”konflik bersenjata” (semua
anak dalam situasi tertentu)
 Anak berkonflik dengan hukum (sekelompok anak
dalam situasi tertentu)
 Anak korban kekerasan/ eksploitasi ekonomi
 Anak penyalahgunaan NAPZA, seksual
 Anak: penjualan/perdagangan, penculikan
 Anak di-eksploitasi dalam bentuk lain
 Anak dari kelompok minoritas/ masyarakat adat
(indigenous groups)
ANAK-ANAK YANG MEMBUTUHKAN
PERLINDUNGAN KHUSUS
• Anak Jalanan
• Pekerja Anak
• Eksploitasi Seksual Komersialisasi Anak
(ESKA)
• Anak-Anak yang Berkonflik dengan Hukum
PERAN MASYARAKAT
Pasal 72 ayat (1),
UU No.23 Th.2002, Tentang Perlindungan Anak:
Masyarakat berhak memperoleh kesempatan seluas-
luasnya untuk berperan dalam perlindungan anak.
Pasal 72 ayat (2):
Peran masyarakat dilakukan oleh orang perseorangan,
lembaga perlindungan anak, lembaga sosial
kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat, lembaga
pendidikan, lembaga keagamaan, badan usaha, dan media
masa.
Pasal 73:
Peran masyarakat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Kewajiban dan Tanggung Jawab
Keluarga dan Orang Tua:
Pasal 26 ayat (1) UU 23 / 2002, Tentang Perlindungan
Anak:
Orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab
untuk:
 mengasuh, memelihara, mendidik, dan melindungi
anak;
 menumbuhkembangkan anak sesuai dengan
kemampuan, bakat dan minatnya; dan
 mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak-
anak.
Pasal 26 ayat (2) UU 23 / 2002, Tentang Perlindungan Anak:
Dalam hal orang tua tidak ada, atau tidak diketahui keberada-
annya, atau karena suatu sebab, tidak dapat melaksanakan
kewajiban dan tanggung-jawabnya, maka kewajiban dan
tanggung- jawab sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat
beralih kepada keluarga yang dilak-sanakan sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Kewajiban Anak

Pasal 19, UU No.23 Th.2002:


Setiap Anak berkewajiban untuk:
a. Menghormati orang tua, wali dan guru
b. Mencintai keluarga, masyarakat, dan menyayangi
teman;
c. Mencintai tanah air, bangsa dan negara;
d. Menunaikan ibadah sesuai dengan ajaran
agamanya; dan
e. Melaksanakan etika dan akhlak yang mulia.
Perlindungan Anak
Sejak dalam kandungan s/d Anak usia 18 tahun
MELINDUNGI ANAK DARI:
Kejahatan, dan Penyakit,
Antara lain:
I. Dari bahaya ter – infeksi HIV
II. Dari bahaya PMS
III. Dari bahaya NARKOBA
Mari Kita Lebih Fokus Pada ”Anak”

 ”Anak” Dalam Kandungan


 ”Anak” Usia BALITA
 ”Anak” Usia Sekolah-SD
 ”Anak” Usia Sekolah-SLP
 ”Anak” Usia Sekolah-SMU
 ”Anak” yang Belum Bekerja !
”Anak” Dalam Kandungan

 Ibu Anak ybs menjadi “Sasaran Antara”


 Antara lain, dalam rangka program:
 pencegahan ter-infeksi HIV–AIDS
 pencegahan dari P M S
 perbaikan Gizi - Nutrisi
 pemberdayaan “Ekonomi Keluarga”
 aneka diklat dan penyuluhan
”Anak” Usia BALITA
 Ibu Anak ybs dan Guru serta Tutor KBA ybs,
menjadi “Sasaran Antara”
 Antara lain, dalam rangka program:
 Sosialisasi KHA dan UU.PA
 Pengembangan Kapasitas SDM
 perbaikan Gizi - Nutrisi
 pemberdayaan “Ekonomi Keluarga”
 aneka diklat dan penyuluhan
 Pengembangan kualitas dan kuantitas KBA
”Anak” Usia Sekolah-SD
 Ibu Anak ybs dan Guru serta Tutor KBA ybs,
menjadi “Sasaran Antara”
 Antara lain, dalam rangka program:
 Sosialisasi KHA dan UU.PA
 Pengembangan Kapasitas SDM
 perbaikan Gizi - Nutrisi
 pemberdayaan “Ekonomi Keluarga”
 aneka diklat dan penyuluhan
 Pengembangan kualitas dan kuantitas KBA
”Anak” Usia Sekolah-SLP
 Ibu Anak ybs dan Guru serta Tutor KBA ybs,
menjadi “Sasaran Antara”
 Antara lain, dalam rangka program:
 Sosialisasi KHA dan UU.PA
 Pengembangan Kapasitas SDM
 perbaikan Gizi - Nutrisi
 pemberdayaan “Ekonomi Keluarga”
 aneka diklat dan penyuluhan
 Pengembangan kualitas dan kuantitas KBA
  Penyuluhan Bahaya Napza,PMS,HIV-AID
”Anak” Usia Sekolah-SMU
 Ibu Anak ybs dan Guru serta Tutor KBA
ybs, menjadi “Sasaran Antara”
 Antara lain, dalam rangka program:
 Sosialisasi KHA dan UU.PA
 Pengembangan Kapasitas SDM
 perbaikan Gizi - Nutrisi
 pemberdayaan “Ekonomi Keluarga”
 aneka diklat dan penyuluhan
 Pengembangan kualitas dan kuantitas KBA
 Penyuluhan Bahaya Napza,PMS,HIV-AID
. Aneka Diklat Ketrampilan Wira-Usaha,
Terimakasih