Anda di halaman 1dari 22

MUDJISANTOSA LKPP

 Membangun integritas , kompetensi ,


runemerasi , dan aplikasi
 Pendampingan Probity advise LKPP, BPKP dan
TP4D
 Peran APIP dan Konsultasi
No. Uraian Keterangan
1 UANG MUKA Di Draf kontrak, tidak ada uang muka, kemudian
diberikan uang muka

2 PENYESUAIAN HARGA Di Draf kontrak, tidak ada penyesuaian harga (


eskalasi ), kemudian diberikan eskalasi harga

3 JENIS KONTRAK Dari kontrak lump sum menjadi harga satuan


4 PEMBAYARAN Dari pembayaran sekaligus menjadi bulanan/termin

5 PERPANJANGAN WAKTU Perpanjangan waktu tanpa ada perubahan ruang


lingkup dan tanpa denda

6 SUBKONTRAK Pengalihan semua pekerjaan ke penyedia lain


7 Denda Denda keseluruhan menjadi sebagian
PERHATIAN PEMBAYARAN
KONTRAK

!
1. Pahami aturan pembayaran dan ketentuan
pembayaran di kontrak
2. Berdasar prestasi kerja / jaminan
3. Sesuai dokumennya
4. tandatangan/paraf pihak terkait
5. Pemotongan PPN / PPh / Denda
6. Rekening penyedia sesuai kontrak
7. Di dokumentasi
8. Bila ragu audit teknis /keuangan (
apip/BPKP / LKPP / PUPR )
9. Tidak memiliki kepastian => pengadilan
Respon temuan audit ?

 Bila benar segera lakukan koreksi atau


adanya pengembalian kerugian negara

 Bila tidak sepakat segera memberi


penjelasan atau meminta pendapat ke
pihak yang kompeten atau LKPP (
konsultasi.lkpp.go.id )
Pasal 77 ayat 1

Masyarakat menyampaikan pengaduan kepada APIP


disertai bukti yang faktual, kredibel, dan autentik

Pasal 77 ayat 2
Aparat Penegak Hukum meneruskan pengaduan
masyarakat kepada APIP untuk ditindaklanjuti
Pasal 82
(1) Sanksi administratif dikenakan kepada PA/ KPA/ PPK/ Pejabat
Pengadaan/Pokja Pemilihan/ PjPHP/PPHP yang lalai melakukan
suatu perbuatan yang menjadi kewajibannya.
(2) Pemberian sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) dilaksanakan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian/ pejabat yang
berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.
(3) Sanksi hukuman disiplin ringan, sedang, atau berat dikenakan
kepada PA/ KPA/ PPK/ Pejabat Peng4daan/Pokja Pemilihan/
PjPHP/ PPHP yang terbukti melanggar pakta integritas berdasarkan
putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha, Peradilan Umum,
atau Peradilan Tata Usaha Negara.
Perlu ada SOP
Kompetensi APIP
Networking APIP
Respon APIP
SDM dan Anggaran APIP
Penetapan Tanda
Persiapan Penyedia
`
tangan Selesai
 Pengadaan Barang / kontrak kontrak
jasa

Wilayah Hukum Wilayah hukum Perdata


Administrasi (Pengadilan Negeri/
(PTUN)  eksepsi arbitrase)
 PN Perdata

-- Kerugian negara ?
-Wilayah hukum tindak pidana korupsi bila ada suap, fiktif, markup, pemalsuan, dan
kolusi
-- wilayah hukum persaingan usaha bila ada persengkokolan atau pengaturan yang
` menghilangkan persaingan (KPPU)
Yurisprudensi Mahkamah Agung RI
o Putusan Nomor 252 K/TUN/2000 tanggal 13
November 2000 menggariskan kaidah hukum bahwa
segala Keputusan Tata Usaha Negara yang
diterbitkan dalam rangka untuk menimbulkan
perjanjian a quo maupun diterbitkan dalam
kaitannya dengan pelaksanaan isi bunyi perjanjian
an sich, atupun menunjuk pada suatu ketentuan
dalam perjanjian (kontrak) yang menjadi dasar
hubungan hukum antara kedua belah pihak,
haruslah dianggap melebur (oplossing) ke dalam
hukum perdata, karenanya merupakan Keputusan
Tata Usaha Negara dalam arti Pasal 2 huruf a
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang
Peradilan Tata Usaha Negara yaitu Keputusan Tata
Usaha Negara yang merupakan perbuatan hukum
perdata (saat ini menjadi Pasal 2 angka 1 UU
9/2004), yang menjadi kompetensi pengadilan
perdata untuk menilianya sesuai dengan
kewenangan dalam rangka penilaian terhadap suatu
perbuatan hukum pemerintahan (vide teori
Yurisprudensi Diikuti oleh Putusan MA lainnya
o Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 245
K/TUN/1999 tanggal 30 Agustus 2001;
o Putusan Nomor 448 K/TUN/2007 tanggal 22
September 2008;
o Putusan Nomor 111 K/TUN/2008 tanggal 9
Juli 2008;
o Putusan Nomor 189 K/TUN/2008 tanggal 24
September 2008; dan
o Putusan Nomor 296 K/TUN/2008 tanggal 3
Desember 2008.
o Kesemua Putusan itu pada pokoknya
menggariskan kaidah hukum: “Perbuatan
lelang merupakan suatu rangkaian perbuatan
yang bersifat keperdataan yang bukan
merupakan obyek Sengketa Tata Usaha
Negara”;
Kewenangan Pengadilan Negeri

Dari Yurisprudensi dan berbagai


putusan Mahkamah Agung di
atas, maka sengketa terkait
pelelangan atau pengadaan
barang dan/atau jasa pemerintah
bukan wewenang Peradilan Tata
Usaha Negara tetapi wewenang
Peradilan Umum (Pengadilan
Negeri) untuk memeriksa dan
mengadilinya.
GRATIS ?
ALTERNATIF PENYELESAIAN
SENGKETA

UU NO 2 TAHUN 2017
PEPRES 16 TAHUN 2018
PERATURAN LKPP NO 18 TAHUN 2018

KONSULTASI, MUSYAWARAH, MEDIASI, KONSILIASI,


ARBITRASE, DEWAN SENGKETA

PENGADILAN ?
Pasal 84
UU No. 30 tahun 2014 mengenai
Administrasi Pemerintahan.
Pasal 6
(1) Pejabat Pemerintahan memiliki hak untuk
menggunakan Kewenangan dalam mengambil
Keputusan dan/ atau Tindakan.
(2) Hak sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
meliputi:

j. memperoleh bantuan hukum


dalam pelaksanaan tugasnya;
 Kesalahan dicegah jangan sampai terjadi :

Diupayakan
Kerugian negara pengembalian
kerugian negara

Penegakan
Tindak Pidana Korupsi hukum
Tindak Pidana Dalam Pengadaan

1) Tindak pidana korupsi :

a) Suap.
b) Mark-up harga.
c) Fiktif.
d) Gratifikasi.
e) Pengaturan pelelangan

2) Tindak pidana umum :

a) Pemalsuan dokumen.
b) Penipuan
Peran Biro Bagian Hukum
1.Kompetensi
2.Anggaran
3.SOP
PERMASALAHAN HUKUM

1. Jangan ada merekayasa kontrak dan menerima sesuat


2. Kerugian negara segera kembalikan
3. Diselesaikan tidak perlu ke pengadilan
4. Pendampingan biro hukum / pengacara s.d.
berkekuatan hukum tetap
5. Menjawab yang ditanyakan saja ( bukan pendapat )
MEMILIH PENGACARA

1.Secara seleksi
2.Pengadaan langsung
3.Penunjukan langsung
4.Kontrak payung

Pengacara sesuai kompetensinya


Semoga bermanfaat