Anda di halaman 1dari 21

ANALISA KEJADIAN BANJIR

SUB DAS KALI MADIUN

Rabu, 6 Maret 2019

BPDASHL SOLO
2019
Analisis Kejadian Banjir Kali Madiun
KABUPATEN MADIUN
• Hujan deras mulai tanggal 5 sampai 7 Maret 2019 selama rata-rata 3 sampai 8 jam per hari. Hal ini
menyebabkan hujan pada tanggal 6 dan 7 relatif telah jenuh air, sehingga menyebabkan kapasitas
infiltrasi rendah dan hujan cenderung cepat menjadi run off meluapnya Kali Jeroan yang
menyebabkan banjir. Kondisi ini diperparah dengan dominasi penggunaan lahan berupa sawah
dan permukiman yang cenderung memperbesar run off.
• Hasil perhitungan menunjukkan bahwa kapasitas pengaliran lebih kecil dari debit puncak.
• Daerah terdampak banjir 35 desa di 7 Kecamatan : Kecamatan Pilangkenceng, Saradan, Balerejo,
Wungu, Mejayan, Wonoasri dan Madiun, merendam 3.639 rumah warga dan 3.518 mengungsi ±
253 hektar sawah terendam.
• Penggunaan Lahan didominasi oleh sawah sebesar 33,89%, hutan tanaman 25,42% dan
permukiman 17,05%.

Laporan Banjir BPDASHL Solo 2019


Laporan Banjir BPDASHL Solo 2019
Peta Penggunaan Lahan 2012

Laporan Banjir BPDASHL Solo 2019


Peta Penggunaan Lahan 2017

Laporan Banjir BPDASHL Solo 2019


Trend Perubahan Penggunaan Lahan

Laporan Banjir BPDASHL Solo 2019


Peta Tanah Sub DAS Kali Madiun

Laporan Banjir BPDASHL Solo 2019


Peta Lahan Kritis

Laporan Banjir BPDASHL Solo 2019


Peta Sebaran Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Laporan Banjir BPDASHL Solo 2019


Profil Penampang Sungai

Lebar: 38.1 m, Panjang: 695 m, Kedalaman: 1.33 m

Laporan Banjir BPDASHL Solo 2019


Lokasi Daerah Terdampak Banjir

Daerah terdampak Bencana banjir Desa Kecamatan Madiun 8


Desa, Kecamatan Saradan 8 Desa, Kecamatan Pilangkenceng 7
Desa, Kecamatan Balerejo 11 Desa, Kecamatan Sawahan 1 Desa
Kecamatan Mejayan 1 Desa Kecamatan Wungu 2 Desa,
Kecamatan Wonoasri 1 Desa
Profil 3 Dimensi DAS Kali MAdiun

Laporan Banjir BPDASHL Solo 2019


Kapasitas Pengaliran

Laporan Banjir BPDASHL Solo 2019


05 - March - 2019
Manual Harian (24
Pos Hujan Waktu (WIB) Total Telemetri
jam)
07.01 - 13.00 13.01 - 19.00 19.01 - 01.00 01.01 - 07.00

Waduk Kedung Brubus


0.5 0.5 0.0 4.0 5.0 150.0
(Kab. Madiun)

Waduk Dahuan (Kab.


3.0 4.5 10.0 0.0 17.5 47.0
Madiun)

Waduk Pondok *) (Kab.


0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 41.5
Ngawi)

Waduk Sangiran (Kab.


0.0 0.0 56.0 0.0 56.0 61.0
Ngawi)

Sumber: bbwsbengawansolo.net

Laporan Banjir BPDASHL Solo 2019


Debit Puncak Banjir Q = 0.278.C.I.A
Sub DAS Kali Madiun, DAS Solo 371.591,58 Koefesien Limpasan (C) C*A
Bandara/Pelabuhan 300,67 0,08 0,7 210,47 Q = Debit Puncak Banjir (m3/detik)
Hutan Lahan Kering Sekunder/Bekas Tebangan 7.847,43 2,11 0,3 2.354,23 C = koefisien aliran
Hutan Tanaman 94.453,60 25,42 0,24 22.668,86 I = Intensitas hujan (mm/jam)
Pemukiman/Lahan Terbangun 63.361,10 17,05 0,8 50.688,88
A = Luas daerah pengaliran (Ha atau km2)
f = faktor konversi agar satuan menjadi m3/detik.
Pertanian Lahan Kering 35.589,51 9,58 0,5 17.794,76
Hujan selama 1 jam dengan intensitas 1 mm/jam
Pertanian Lahan Kering Campur Semak/Kebun Campur 35.892,06 9,66 0,45 16.151,43
di daerah seluar 1 km2, maka debit banjirnya
Sawah 125.921,09 33,89 0,6 75.552,65
0,278 m3/detik, dan akan melimpas selama 1 jam.
Semak Belukar 6.525,46 1,76 0,35 2.283,91
Tanah Terbuka 305,52 0,08 0,6 183,31
Tubuh Air 1.395,14 0,38 0,001 1,40
Rerata C 0,51
Ch 47,0 s/d 150
Hasil clip tutupan lahan
durasi 3 – 4 jam
pada Sub DAS daerah
Ket : Hujan intensitas rata-rata 37,5 mm/jam banjir dengan
Sumber : perhitungan alat manual bbwsbengawansolo.net/ pendekatan nilai C

C rata mm/jam A (Ha) A (km2) Q m3/dtk

0,51 37,5 38947,22 38,947 847,09725


Debit Banjir 847,0973 m3/detik Debit Puncak > Kapasitas Pengaliran
Kapasitas pengaliran 393 m3/detik
Sumber template : Direktorat Pepdas

Laporan Banjir BPDASHL Solo 2019


FAKTOR- FAKTOR KONDISI SAAT INI

A. FAKTOR ALAM

1. Kondisi Sungai
a. Kapasitas Pengaliran 393 M³/Detik
b. Debit Sungai Banjir 847,09725 M³/Detik
c. C rata-rata (Koefiesien Aliran Permukaan) 0,51
d. Jumlah Belokan Sungai Sedikit, Sedang, Banyak
e. Sumbatan Sungai Sedikit, Sedang, Banyak
f. Pendangkalan Sungai Ringan, Sedang, Berat
g. Sodetan Sungai Ada, Tidak Ada

2. Karakteristik DAS
a. Curah Hujan 150 mm/hari
b. Intensitas Curah Hujan 3 hari,
c. Topografi Datar, Bergelombang, Berbukit, Bergunung
d. Bentuk DAS Bulat, Panjang, Alpukat, Segitiga
e. Jenis Tanah Porus, Sedang, Liat
f. Penurunan Muka Tanah Ada,Tidak Ada

3. Bencana Alam
a. Tanah Longsor Ada, Tidak Ada
b. Pasang air laut Ada, Tidak ada
c. Jenis Banjir Limpasan, Genangan, Bandang

Laporan Banjir BPDASHL Solo 2019


B FAKTOR MANUSIA

1. Aktifitas Penggunaan Lahan


a. RPDAST Ada , Tidak Ada
b. Pertambangan Ada, Tidak Ada
c. Perkebunan Ada, Tidak ada
d. Tanaman Holtikultura -
e. HPH/HTI Tidak ada
f. Penebangan Liar/Perambahan Hutan Ada, Tidak ada
g Kegiatan RHL Yang telah dilaksanakan KBR, Hutan Kota, RHL Konservasi Seluas 35546,36 Ha (2010 – 2017)

2. Land Use
a) Tata ruang Buruk, Sedang, Baik
b) Drainase Buruk, Sedang, Baik
c) Vegetasi <30% , >30%
d) Konservasi tanah dan air Diterapkan, Tidak diterapkan
e) Penggunaan lahan Sesuai, Sedang, Tidak Sesuai

KESIMPULAN
PENYEBAB BANJIR :
a) Curah hujan tinggi mencapai 150 mm/hr merata pada bagian DAS Kali Madiun
b) Terjadi hujan 3 hari berturut-turut dengan intensitas tinggi
c) Topografi bagian hulu relatif datar
d) Kerapatan aliran DAS bagian hulusedang.

SOLUSI :
a) Penghijauan pada lahan kritis dalam kawasan di bagian hulu dan tengah DAS Kali Madiun.
b) Penghijauan lingkungan atau skema agroforestry pada kawasan budidaya pada penggunaan lahan pertanian lahan kering dan lahan kering campur.
c) Penerapan Konservasi tanah dan air terutama sipil terutama sumur resapan di daerah permukiman dan Dpn, Dpi, Gully plug pada lahan pertanian.

Laporan Banjir BPDASHL Solo 2019


Rekomendasi
• Rehabilitasi Hutan dan Lahan berupa vegetatif (penanaman pohon)
seluas 78312 Ha dengan biaya kurang lebih sebesar Rp 59,76 M.
• Pembuatan bangunan Sumur resapan dikawasan permukiman
sebanyak 2685 unit dengan biaya sebesar kurang lebih Rp 10,74 M.
• Untuk mengendalikan sedimentasi agar kapasitas pengaliran badan
sungai tidak semakin berkurang diperlukan bangunan pengendali
sedimen berupa DPn, Dpi, dan Gully plug.

Laporan Banjir BPDASHL Solo 2019


Peta Rencana RHL di Wilayah Sub DAS Kali Madiun

Laporan Banjir BPDASHL Solo 2019


koranmemo.com

tempo.co bonsaibiker.com

Laporan Banjir BPDASHL Solo 2019


suara.com

tempo.co tribunnews.com

Laporan Banjir BPDASHL Solo 2019