Anda di halaman 1dari 15

ASUHAN KEPERAWATAN DEBRIDEMENT

PADA PASIEN OPEN RAKTUR

Kelompok 1

 Widha widyaningrum  M. Mabrur


 Evi wardatil hasanah  Lukman satrio p
 Ary triwahyu  Arief mustofa
 Afrianti putri.w.  Norbertus klau seran
 Fifin hidayati  Febri eko wahyu
 Baskoro djalu  Agustinho mendoca
 Angga djalu  Lalu satria wijaya
 Sofil fahriz
 devi
 fransisco
PENGERTIAN DEBRDEMENT,,,

 Debridement merupakan suatu tindakan


eksisi pada luka bakar yang bertujuan
untuk membuang jaringan nekrosis maupun
debris yang menghalangi proses
penyembuhan luka.
TUJUAN,,,

 Untuk menghilangkan jaringan yang


terkontaminasi oleh bakteri dan benda
asing. Sehingga pasien dilindungi terhadap
kemungkinan invasi bakteri.
 Untuk menghilangkan jaringan yang sudah
mati
JENIS-JENIS DEBRIDEMEN...

 Debridemen alami
 Debridemen mekanis

 Debridemen bedah
DEBRIDEMEN ALAMI

 Pada peristiwa debridemen alami, jaringan


mati akan memisahkan diri secara spontan
dari jaringan viabel yang ada dibawahnya.
Namun, pemakaian preparat topical
antibakteri cenderung memperlambat
proses pemisahan eskar yang alami ini.
DEBRIDEMEN MEKANIS

 Debridemen mekanis meliputi penggunaan


gunting bedah dan forsep untuk memisahkan
dan mengangkat eskar.
 Debridemen dengan cara-cara ini dilaksanakan
sampai tempat yang masih terasa sakit dan
mengeluarkan darah.
DEBRIDEMEN BEDAH

 Debridemen bedah merupakan tindakan


operasi dengan melibatkan eksisi primer
seluruh tebal kulit sampai fasia (eksisi
tangensial) atau dengan mengupas lapisan
kulit yang terbakar secara bertahap hingga
mengenai jaringan yang masih viabel dan
berdarah.
Indikasi:

 Debridement luka bakar diindikasikan pada luka


bakar yang dalam misalnya luka bakar deep-
dermal dan subdermal.

Kontraindikasi Operasi:

 Kondisi fisik yang tidak memungkinkan


 Gangguan pada proses pembekuan darah

 Tidak tersedia donor yang cukup untuk menutup


permukaan terbuka (raw surface) yang timbul.
TEHNIK OPERASI DEBRIDEMENT

 Informed consent
 Posisi terlentang dalam pembiusan
 Cuci luka dengan Normal Saline (PZ) sambil
dilakukan nekrotomi & bullektomi hingga bersih
(debridement)
 Bilas dengan savlon, kemudian bilas kembali
dengan PZ
 Keringkan dengan kasa steril
 Beri betadine (kecuali daerah wajah), ditutup
tulle dan diatasnya diberi Silver Sulfadiazin
(SSD)
 Bebat tebal diseluruh area luka bakar
KOMPLIKASI

 Pembentukan kista.
 Stepping pada tepi graft, pada pertemuan graft
dan kulit normal
 Titik-titik kehitaman pada kulit.

 Epithelial bridging

 Perdarahan.

 Infeksi
KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN

A. Pengkajian Keperawatan
 Data Biografi

Identitas pasien seperti umur, jenis kelamin,


alamat, agama, penaggung jawab, status
perkawinan.
 Riwayat Kesehatan

 Riwayat medis dan kejadian yang lalu


 Riwayat kejadian cedera kepala, seperti kapan
terjadi dan penyebab terjadinya
 Penggunaan alkohol dan obat-obat terlarang
lainnya.
Pemeriksaan fisik

 Aktivitas/istirahat
Tanda: Keterbatasab/kehilangan fungsi pada bagian
yang terkena (mungkin segera, fraktur itu sendiri,
atau terjadi secara sekunder, dari pembengkakan
jaringan, nyeri).
 Sikulasi
Tanda: Hipertensi (kadang-kadang terlihat sebagai
respon terhadap nyeri/ansietas) atau
hipotensi (kehilangan darah).Takikardia (respon
stres, hipovolemia).Penurunan/tak ada nadi pada
bagian distal yang cedera, pengisian kapiler lambat,
pucat pada bagian yang terkena.Pembengkakan
jaringan atau massa hematoma pada sisi cedera.
CONT
 Neurosensori
Gejala: hilang gerakan/sensasi, spasme otot,
kebas/kesemutan (parestesis).
Tanda: deformitas lokal, angulasi abnormal,
pemendekan, rotasi, krepitasi (bunyi berderit),
spasme otot, terlihat kelemahan/hilang fungsi.
Agitasi (mungkin berhubungan dengan
nyeri/ansietas atau trauma lain).
 Nyeri/kenyamanan
Gejala : nyeri berat tiba-tiba pada saat cedera
(mungkin terlokalisasi padacarea
jaringan/kerusakan tulang, dapat berkurang pada
imobilisasi), tidak ada nyeri akibat kerusakan saraf.
Spasme/kram otot (setelah imobilisasi)
DIAGNOSA KEPERAWATAN
 Nyeri berhubungan dengan terputusnya jaringan
tulang, gerakan fragmen tulang, edema dan cedera
pada jaringan, alat traksi/immobilisasi, stress,
ansietas.
 Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan
tekanan, perubahan status metabolik, kerusakan
sirkulasi dan penurunan sensasi dibuktikan oleh
terdapat luka / ulserasi, kelemahan, penurunan
berat badan, turgor kulit buruk, terdapat jaringan
nekrotik.
 Resti Infeksi berhubungan dengan stasis cairan
tubuh, respons inflamasi tertekan, prosedur invasif
dan jalur penusukkan, luka/kerusakan kulit, insisi
pembedahan.
 Nyeri berhubungan dengan terputusnya jaringan
tulang, gerakan fragmen tulang, edema dan
cedera pada jaringan, alat traksi/immobilisasi,
stress, ansietas.
 Tujuan : nyeri dapat berkurang atau hilang.

 Kriteria Hasil : Nyeri berkurang atau hilang,


Klien tampak tenang.