Anda di halaman 1dari 15

Group 2

1. Rahmawati Rahayu (1806197443)


2. Pasya Damadyakta (1806198484)
3. Muhammad Raja Amarullah (18061368313)
4. Sudhanta Dwitama (1806208314)
5. Almira Dhafia Syahendra (1806186995)
6. Septi Nurfadillah (1806136832)
7. Muhamad Fahlan Gusliawan (1806136510)
8. Ichwan Hanif (1806197960)
1.1 Pengertian Karakter

• Menurut KBBI, karakter adalah tabiat, watak, sifat kejiwaan, ahlak atau
budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain
(http//kbbi.web.id/karakter).
• Karakter merupakan kumpulan tata nilai yang terwujud dalam suatu
sistem daya dorong yang melandasi pemikiran, sikap, dan perilaku yang
dapat ditampilkan secara mantap (Arief dalam Saifuddin & Karim, 2011).
• Karakter juga merupakan internalisasi nilai-nilai yang berasal dari
lingkungan kemudian menjadi bagian dari kepribadian seseorang.
• Karakter menjadi salah satu faktor penting bagi mahasiswa ketika mereka
“bergelut” dalam kehidupan akademik, karena itu diperlukan pendidikan
dan pembentukan karakter yang baik sejak kecil.
• Pendidikan karakter merupakan kegiatan pengajaran yang membantu
mahasiswa untuk mengenali nilai-nilai universal sehingga mereka mampu
berpikir dan bertindak sesuai dengan prinsip kebaikan yang dianut oleh
lingkungannya. Oleh karena itu, pendidikan karakter harus pula
melingkupi keseluruhan ranah perilaku mahasiswa, baik secara kognisi,
afeksi, maupun perilaku.
1.2 Kekuatan Karakter
Kriteria yang dikemukakan oleh Peterson dan Seligmen, diantaranya :
• Kuat memberikan sumbangan terhadap pembentukan kehidupan.
• Bernilai sesuatu yang baik secara moral.
• Tampil dalam tingkah laku individu.
• Dapat dibedakan ciri-cirinya yang berlawanan.
• Diwadahi oleh kerangka pikir ideal
• Dapat dibedakan dari sikap positif dan terkait secara erat.
• Menjadi ciri yang mengagumkan.
• Tampil kuat pada individu yang bersangkutan.
• Memiliki akar psikososial
1.3 Kekuatan dan Keutamaan Karakter
Peterson dan Seligman mengemukakan tiga level konseptual dari
karakter, yakni keutamaan, kekuatan, dan tema situasional dari
karakter. Hubungan antara ketiga level tersebut bersifat hierarkis
dengan keutamaan berada di level atas, lalu kekuatan dilevel tengah,
dan tema situasional berada di level bawah. Ketika kita melihat
perilaku dalam situasi tertentu, kita dapat menamainya sebagai tema
situasional, dapat dikatakan telah memiliki kekuatan jika dia
menujukan perilaku-perilaku tema situasionak dalam beberapa situasi,
kemudian, jika dalam berbagai situasi dan dalam rentang waktu yang
relatif lama, seseorang menunjukkan berbagai kekuatan tertentu
secara konsisten, baru kita dapat mengenali keutamaan orang itu.
Para filsuf dan agamawan menjadikan keutamaan
sebagai nilai moral, oleh karenanya keutamaan
dianggap sebagai dasar dari tindakan yang baik.
Terdapat enam keutamaan yang muncul secara
konsisten dalam survei sejarah yang diesebut sebagai
keutamaan universal, yang akan dijelaskan di paragraf
berikut.
1.3.1 Kebijaksanaan dan pengetahuan

Berkaitan dengan fungsi kognitif tentang bagaimana mendapatkan dan


menggunakan ilmu pengetahuan, diantara cakupan kekuatannya adalah
sebagai berikut :
(1) kreativitas, orisionalitas, dan kecerdasan praktis,
(2) rasa ingin tahu atau minat terhadap dunia,
(3) cinta akan pembelajaran,
(4) pemikiran yang kritis dan terbuka,
(5) perspektif.
• Kemanusiaan dan cinta merupakan keutamaan yang mencakup
kemampuan interpersonal dan bagaimana menjalin pertemanan
dengan orang lain.

• Dalam mewujudkan keutamaan kemanusiaan dan cinta,


dibutuhkan pengembangan kekuatan, diantaranya :
1. Kekuatan Kemanusiaan
2. Kekuatan kebaikan hati
3. Kecerdasan sosial
Merupakan kekuatan emosional yang melibatkan kemauan kuat untuk
mencapai suatu tujuan meskipun mendapat halangan atau tentangan
secara eksternal maupun internal.

Mencakup 4 kekuatan, yaitu:


1. Kekuatan keberanian
2. Ketabahan atau kegigihan
3. Integritas
4. Vitalitas
1.3.4 Keadilan (Justice)
• Suatu dasar dalam membuat kehidupan
bermasyarakat yang sehat.
• Terdapat 3 kekuatan yang tercakup dalam karakter
keadilan :
1. Kewarganegaraan
2. Kesetaraan
3. Kepemimpinan
1.3.5 Pengelolaan Diri (Temperance)

• Keutamaan untuk melindungi diri dari segala akibat buruk yang


mungkin terjadi di kemudian hari karena perbuatan sendiri.
• 4 Keutamaan dalam karakter pengelolaan diri :
1. Pengampunan & belas kasihan
2. Pengendalian diri
3. Kerendahan hati, kesederhanaan
4. Kehati-hatian
1.3.6 Transendensi
• Keutamaan yang menghubungkan kehidupan manusia dengan
alam semesta dan memberi makna pada kehidupan

Kekuatan:
• Penghargaan terhadap keindahan dan kesempurnaan
• Rasa bersyukur (gratitude)
• Penuh harapan (optimis)
• Spiritualitas (religiusitas, keyakinan, tujuan hidup/memiliki tujuan)
• Menikmati hidup
1.4 Makna Nilai
• Nilai dapat dikatakan sebagai sesuatu yang dianggap berharga, penting, dan
memiliki kegunaan (utilitas).
• Nilai juga dapat diartikan sebagai sebuah prinsip atau tolak ukur perilaku
seseorang yang terkait dengan kehidupannya.

• Nilai memiliki tiga ciri :


1. Nilai berkaitan dengan subjek, apabila tidak memiliki subjek maka nilai tidak
ada
Contoh: Pemandangan matahari terbit di gunung Bromo sangat
indah (subjek : pemandangan matahari di gunung Bromo)
2. Nilai tampil dalam konteks praktis tempat subjek ingin membuat
sesuatu.
Contoh : Seorang arsitek telah menyelesaikan suatu desain
bangunan, dan si klien puas dengan rancangan tersebut.
3. Nilai menyangkut sifat yang ditambahkan oleh subjek pada sifat
yang dimiliki objek.
Contoh : Rumah diujung jalan tersebut sudah berusia 100
tahun, tetapi rumah itu memiliki nilai sejarah dan desain
yang indah.