Anda di halaman 1dari 34

SISTEM RUJUKAN

BERJENJANG-ONLINE
PESERTA JKN-KIS
Filosofi
Mengapa Ada Sistem Rujukan?

1. Tidak semua penyakit dapat ditangani di


fasilitas kesehatan tingkat pertama (fktp)
RUJUKAN BERJENJANG

Pelayanan
2. Jumlah RS terbatas serta penyebarannya
tidak merata

RUJUK BALIK
Kesehatan
Sub Spesialistik
3. Kompetensi setiap rumah sakit tidak sama
(jumlah dokter spesialis dan sarana
Pelayanan prasarana tidak sama)
Kesehatan 4. Untuk memberikan pelayanan kesehatan
Spesialistik kepada peserta sesuai kebutuhan medis
berdasarkan fasilitas kesehatan yang
tersedia

Pelayanan Kesehatan
Dasar

Sistem rujukan memanfaatkan teknologi:


RUJUKAN ONLINE
3
Dasar Hukum

1. UU No 29 Th 2004 Tentang Praktek Kedokteran


2. UU Nomor 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial
Nasional
3. UU Nomor 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara
Jaminan Sosial
4. Perpres Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua atas
Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 Tentang Jaminan
Kesehatan
5. Permenkes Nomor 71 Tahun 2013 Tentang Pelayanan Kesehatan
pada Jaminan Kesehatan Nasional
6. Permenkes Nomor 1 Tahun 2012 Tentang Sistem Rujukan
Pelayanan Kesehatan Perorangan
7. Permenkes Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pelaksanaan
Program Jaminan Kesehatan Nasional
4
Landasan Hukum

UU No 29 Th 2004 Tentang Praktek Kedokteran Pasal 51


Dokter atau dokter gigi dalam melaksanakan praktik kedokteran mempunyai
kewajiban :
b. merujuk pasien ke dokter atau dokter gigi lain yang mempunyai keahlian
atau kemampuan yang lebih baik, apabila tidak mampu melakukan suatu
pemeriksaan atau pengobatan;

Perpres No 19 Tahun 2016 Pasal 29


(5) Dalam hal Peserta memerlukan pelayanan kesehatan tingkat lanjutan,
Fasilitas Kesehatan tingkat pertama harus merujuk ke Fasilitas Kesehatan
rujukan tingkat lanjutan terdekat sesuai dengan sistem rujukan yang diatur
dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.

5
Landasan Hukum

Permenkes No 71 Tahun 2013 Pasal 15


(1) Dalam hal Peserta memerlukan Pelayanan Kesehatan Rujukan Tingkat
Lanjutan atas indikasi medis, Fasilitas Kesehatan tingkat pertama harus
merujuk ke Fasilitas Kesehatan rujukan tingkat lanjutan terdekat sesuai
dengan Sistem Rujukan yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-
undangan.
(2) Pelayanan kesehatan tingkat kedua hanya dapat diberikan atas rujukan
dari Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama.
(3) Pelayanan kesehatan tingkat ketiga hanya dapat diberikan atas rujukan
dari pelayanan kesehatan tingkat kedua atau tingkat pertama.
(4) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) dikecualikan
pada keadaan gawat darurat, bencana, kekhususan permasalahan kesehatan
pasien, pertimbangan geografis, dan pertimbangan ketersediaan fasilitas.

6
Landasan Hukum

Permenkes No 28 Tahun 2014 BAB IV Pelayanan Kesehatan


5. Pelayanan kesehatan dilaksanakan secara berjenjang dimulai dari pelayanan
kesehatan tingkat pertama. Pelayanan kesehatan tingkat kedua hanya dapat
diberikan atas rujukan dari pelayanan kesehatan tingkat pertama. Pelayanan
kesehatan tingkat ketiga hanya dapat diberikan atas rujukan dari pelayanan
kesehatan tingkat kedua atau tingkat pertama, kecuali pada keadaan gawat
darurat, kekhususan permasalahan kesehatan pasien, pertimbangan geografis, dan
pertimbangan ketersediaan fasilitas.

6. Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) penerima rujukan wajib


merujuk kembali peserta JKN disertai jawaban dan tindak lanjut yang harus
dilakukan jika secara medis peserta sudah dapat dilayani di Fasilitas Kesehatan
Tingkat Pertama (FKTP) yang merujuk.

7
Landasan Hukum

Permenkes No 001 Tahun 2012 Pasal 4 dan Pasal 5


Pasal 4 (1) Pelayanan kesehatan dilaksanakan secara berjenjang, sesuai
kebutuhan medis dimulai dari pelayanan kesehatan tingkat pertama.
(2) Pelayanan kesehatan tingkat kedua hanya dapat diberikan atas rujukan
dari pelayanan kesehatan tingkat pertama. (3) Pelayanan kesehatan tingkat
ketiga hanya dapat diberikan atas rujukan dari pelayanan kesehatan tingkat
kedua atau tingkat pertama
(4) Bidan dan perawat hanya dapat melakukan rujukan ke dokter dan/atau
dokter gigi pemberi pelayanan kesehatan tingkat pertama.
(5) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), ayat (3), dan
ayat (4) dikecualikan pada keadaan gawat darurat, bencana, kekhususan
permasalahan kesehatan pasien, dan pertimbangan geografis.
Pasal 5 (1) Sistem rujukan diwajibkan bagi pasien yang merupakan peserta
jaminan kesehatan atau asuransi kesehatan sosial dan pemberi pelayanan

8
Sistem Rujukan
Pelayanan Kesehatan Perorangan (Permenkes No
1 Th 2012)

Sistem Rujukan pelayanan kesehatan merupakan penyelenggaraan pelayanan


kesehatan yang mengatur pelimpahan tugas dan tanggung jawab pelayanan
kesehatan secara timbal balik baik vertikal maupun horizontal

RUJUKAN

RUJUKAN TINGKAT III


Pelayanan kesehatan tk. III hanya
TINGKAT II dapat diberikan atas rujukan dari
pelayanan kesehatan tk. II
Pelayanan kesehatan tk.II hanya
dapat diberikan atas rujukan dari
*dikecualikan pada keadaan gawat darurat, bencana,
pelayanan kesehatan tk. I kekhususan permasalahan kesehatan pasien, dan
pertimbangan geografis
TINGKAT I
Tingkat Pelayanan Fasilitas Kesehatan
(Permenkes No 1 Th 2012)

Pelayanan kesehatan dasar yang diberikan oleh


dokter dan dokter gigi di puskesmas, puskesmas
perawatan, tempat praktik perorangan, klinik
TINGKAT I pratama, klinik umum di balai/Lembaga pelayanan
kesehatan, dan rumah sakit pratama.

Pelayanan kesehatan spesialistik yang


dilakukan oleh dokter spesialis atau dokter
gigi spesialis yang menggunakan pengetahuan
TINGKAT II dan teknologi kesehatan spesialistik.
FASILITAS
KESEHATAN

Pelayanan kesehatan sub spesialistik yang


dilakukan oleh dokter sub spesialis atau
dokter gigi sub spesialis yang menggunakan
TINGKAT III
pengetahuan dan teknologi kesehatan sub
spesialistik.
Sistem Rujukan Online JKN-KIS
Adalah Digitalisasi proses rujukan berjenjang untuk
kemudahan dan kepastian peserta dalam memperoleh
layanan di rumah sakit disesuaikan dengan kompetensi,
jarak dan kapasitas rumah sakit tujuan rujukan
berdasarkan kebutuhan medis pasien.
Mengapa Harus Rujukan Online ?

 Pelaksanaan rujukan berjenjang di masing-masing daerah merujuk


kepada Peraturan Daerah, Peserta yang tinggal pada daerah
perbatasan tidak dapat mengakses faskes terdekat apabila tidak
sesuai dengan pengaturan Pemerintah Daerah terkait pengaturan
rujukan berjenjang di wilayah setempat.

 Peserta yang dirujuk ke fasilitas penerima rujukan, tidak


mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan akibat keterbatasan
informasi terkait kebutuhan medis, sarana prasarana dan SDM
sehingga menyebabkan peserta harus kembali dirujuk ke fasilitas
kesehatan lainnya

 Antrian yang menumpuk pada Rumah Sakit akibat menjadi tumpuan


rujukan pada sebuah daerah

 Belum ada sistem informasi yang dapat mengatur pelaksanaan


rujukan secara online dan real time
Manfaat bagi Peserta

 Membantu peserta mendapatkan kepastian waktu pelayanan


dengan kompetensi dan radius terdekat

 Membantu peserta mendapatkan fasilitas kesehatan penerima


rujukan yang sesuai dengan kompetensi dan sarana prasarana
yang dibutuhkan sehingga meminimalisir adanya rujukan
berulang kepada peserta dengan alasan tidak adanya SDM dan
sarana yang dibutuhkan.

 Mengurai antrian yang menumpuk pada fasilitas kesehatan


penerima rujukan dengan memberikan beberapa opsi tujuan
kepada peserta (dengan tetap mempertimbangkan ketersediaan
sarana prasarana serta kompetensi SDM)
Manfaat bagi Fasilitas Kesehatan

 Membantu Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama dalam


melakukan rujukan yang tepat sesuai dengan kompetensi dan
sarana prasarana yang dibutuhkan.

 Memberikan rujukan secara real time dan online dengan data


pada faskes perujuk yang langsung terkoneksi ke faskes
penerima rujukan (Digital Documentation)

 Mengurai antrian yang menumpuk pada fasilitas kesehatan


penerima rujukan
Konsep & Disain
Konsep Rujukan Online
Rujukan Rujuk Balik
Penyelenggaraan pelkes yang Penyelenggaraan pelayanan
mengatur pelimpahan tugas kesehatan yang mengatur
dan tanggung jawab pelimpahan tugas dan
pelayanan kesehatan secara tanggung jawab pelayanan
timbal balik baik vertikal 03 kesehatan vertikal ke
maupun horizontal tingkat yang lebih rendah
02 04
Berbasis kompetensi
Berdasarkan Indikasi Medis
01 05 Terintegrasi
Pasien dan Kompetensi Pcare–HFIS- Aplicares–
Fasilitas Kesehatan Vclaim– Lupis/Apotek
06 Online –Sisrute–
Vidi/Defrada
Berjenjang
Berdasarkan Tingkat Kekhususan
Terendah dan Jarak Terdekat Karakteristik Geografis
Tertentu
16
Pusat Informasi Dan Profil
Faskes
 Data dokter beserta
spesialisasi
Disain Integrasi Sistem  Data sarana pemeriksaan
penunjang (lab/radiologi)
 Data Ketersediaan TT
(ICU,HCU,kamar rawat
kelas)
 Data jam pelayanan poli
 Data jarak berdasarkan
koordinat GPS
 Masa berlaku PKS
 Masa berlaku SIP
Aplikasi
Aplikasi P-Care Informasi dan
di FKTP Profil Faskes
Faskes Perujuk FKTP: HFIS-
APLIKASI P-CARE APLICARES Faskes Perujuk FKRTL: APLIKASI
 Faskes memilih VCLAIM
spesialis/subspesial  Faskes memilih
is yang dibutuhkan spesialis/subspesialis
 Tampil data RS yang yang dibutuhkan
sesuai kompetensi  Faskes memilih pemeriksaan
dibutuhkan Aplikasi VCLAIM di Penunjang Radiologi
 Memilih nama RS FKRTL dan/atau laboratorium yang
dengan dibutuhkan
mempertimbangkan jam  Memilih RSdengan
praktek poli mempertimbangkan jam
 Kapasitas rumah praktek poli, ketersediaan
sakit TT

17
Sistem Rujukan Online
Rujuk Balik
 Surat Rujuk balik
 Kartu JKN-KIS / Kartu Digital Mobile JKN
 Resep Obat PRB
Antar RS
Aplikasi Vclaim

Kontak Pertama
Aplikasi P-Care
 Surat Rujukan / Kartu JKN-KIS /
 Data Peserta diinput ke dalam Aplikasi Pcare Kartu Digital Mobile JKN
 Surat Rujukan dapat dicetak  Bukti Identitas Tambahan
 Key : Edukasi Peserta JKN-KIS
terhadap tindak lanjut perawatan

Kontak Kedua dst Rawat Inap


Kontrol Ulang
Kontrol 1X  Surat Perintah Rawat Inap
 Surat Kontrol  Kartu JKN-KIS / Kartu Digital
 Surat Rujukan / Kartu JKN-KIS / Mobile JKN
Kartu Digital Mobile JKN  Bukti Identitas Tambahan
 Bukti Identitas Tambahan

Alur RJTL Alur RITL Alur Rujuk Balik


Mekanisme
Mapping FKTP-FKRTL

 prediksi jumlah F
peserta yg dirujuk K
 Akses menuju Faskes T
FKRTL penerima rujukan P

FKTP FKTP

FKRTL
 Pertimbangan kapasitas
pemberian pelayanan di masing-
FKRTL
FKRTL masing FKRTL
FKTP F
 Radius Jarak
K
FKRTL  Dapat dimasukkan Klinik Utama,
R
FKTP RS Kelas A,B,C, ataupun D
T
sesuai kebutuhan (termasuk
L
FKRTL rujukan provinsi/nasional)
 Dapat dipilih FKRTL diluar
wilayah KC

BATAS WILAYAH KANTOR


FKRTL CABANG

Mapping dilakukan oleh masing2 Kantor Cabang melibatkan Dinas Kesehatan dan Asosiasi
Faskes dengan mempertimbangkan jumlah rujukan FKTP dan kompetensi serta kapasitas
pelayanan FKRTL.
Skema Rujukan Online
FASKES TK.I
Input dalam aplikasi
eligibilitas di Faskes Tk I Terdapat daftar Faskes Tk II yang dapat dipilih sesuai
sesuai kriteria kebutuhan dengan kriteria yang ditentukan
kompetensi SDM dan Sarana
/prasarana

Dokter umum melakukan


pemeriksaan dan memberikan
penilaian kebutuhan rujukan
pasien

Informasi tampilan:
1. Nama faskes penerima rujukan dengan kelas ketetapan
Kemenkes
Kasus yang
2. Jumlah rujukan yang ditujukan pada faskes tsb (dalam
dikecualikan: pengembangan)
• Thalassemia 3. Kapasitas pelayanan di faskes (dengan pertimbangan
• Hemofilia jumlah ketersediaan dokter per poli) (dalam
• Kanker pengembangan)
Pemetaan Fasilitas • HD 4. Jadwal praktek poli
Kesehatan *dengan kriteria 5. Keterangan jarak faskes tujuan rujukan
tertentu
mempertimbangkan
kebutuhan faskes pada
daerah perbatasan

FASKES TK.III
FASKES TK.II
Pada aplikasi
eligibilitas di Faskes
Tk II dapat dilakukan
rujukan
Horizontal/Vertikal
Sistem Rujukan Online

1. Uji Coba implementasi rujukan online di FKRTL akan dilaksanakan mulai


tanggal 15 (lima belas) Agustus 2018.
2. Dalam implementasi rujukan online di FKRTL pelayanan kesehatan
Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL) di Fasilitas Kesehatan Rujukan
Tingkat Lanjutan (FKRTL) menggunakan rujukan online dengan data
Peserta diinput ke dalam Aplikasi Primary Care (Pcare) BPJS Kesehatan.
3. Peserta dapat hanya membawa kartu JKN-KIS atau kartu JKN-KIS digital
melalui Aplikasi Mobile JKN karena data rujukan akan diakomodir pada
Aplikasi Vclaim BPJS Kesehatan dan berlaku maksimal 90 (sembilan
puluh) hari.
4. Penggunaan kartu JKN-KIS atau kartu JKN-KIS digital dilakukan dengan
verifikasi yaitu membandingkan kesesuaian data KIS digital dengan
identitas pendukung Peserta berupa NIK yang akan mengakses
pelayanan kesehatan.
5. Surat Eligibilitas Peserta (SEP) tidak dapat diterbitkan tanpa adanya
nomor rujukan untuk kunjungan RJTL pertama atau nomor surat kontrol
untuk kunjungan RJTL berikutnya di FKRTL.

22
Sistem Rujukan Online

6. Surat kontrol diberikan apabila Peserta masih memerlukan perawatan di


FKRTL tersebut. Peserta dapat langsung datang ke FKRTL (tanpa harus
ke FKTP terlebih dahulu) dengan membawa surat kontrol dari dokter
tersebut. Surat kontrol berlaku 1 (satu) kali untuk kunjungan berikutnya
kecuali untuk Poliklinik Hemodialisa, Kemoterapi dan Rehabilitasi Medik
dapat menggunakan nomor surat keterangan (surat kontrol) yang sama
selama satu bulan.
7. Surat kontrol hanya dapat dipergunakan dan diinput pada Aplikasi Vclaim
BPJS Kesehatan apabila mempunyai nomor numerik. Ketentuan tentang
surat kontrol mengacu pada surat Deputi Direksi Bidang JPKR nomor
7319/III.2/0618 tanggal 8 Juni 2018 tentang persiapan implementasi
rujukan online dan kelola kasus kontrol di FKRTL.
8. Apabila dokter spesialis/subspesialis tidak memberikan surat kontrol,
maka pada kunjungan berikutnya pasien harus melalui FKTP.
9. Dalam hal peserta membutuhkan pemeriksaan dari dokter spesialis/sub-
spesialis lainnya, maka dokter spesialis/sub-spesialis dapat
mengeluarkan surat konsultasi internal.

23
PELAYANAN RUJUK BALIK
Penyelenggaraan Rujuk Balik

Faskes penerima rujukan, wajib merujuk kembali pasien yang telah dirujuk jika
secara medis keadaan stabil atau sudah dapat ditangani di faskes perujuk

Penyelenggaraan pelayanan rujuk balik dapat berupa Program Rujuk Balik (PRB)
untuk penyakit kronis tertentu atau pelayanan rujuk balik penyakit kronis atau akut
lainnya

Melampirkan: Surat pengantar rujuk balik yang dibuat dokter spesialis/sub


spesialis

Fasilitas kesehatan memastikan bahwa obat PRB mengacu kepada daftar obat
Formularium Nasional untuk Program Rujuk Balik JKN

Pelayanan program rujuk balik dilakukan 3 (tiga) kali berturut-turut selama 3 (tiga)
bulan di FKTP, setelah 3 (tiga) bulan peserta dapat dirujuk ke FKRTL untuk
dilakukan evaluasi oleh dokter spesialis/sub-spesialis apabila dibutuhkan

Pelayanan Obat PRB harus diberikan oleh apotek atau instalasi farmasi klinik
pratama yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan berdasarkan resep yang
diberikan dokter di FKTP
ALUR PELAYANAN
Tahap Transisi

SRB
Resep 7 hari

Peserta Selesai dari Petugas PRB RS IFRS memberikan Peserta diminta ke FKTP
PoliKlinik mengirimkan data Obat 7 hari untuk obat 23 hari
peserta PRB
WA
Google Doc
Telegram
Data Flagging dan Potensi
Data dikirim ke P-Care
Potensi
PRB

PMP melakukan Flagging di LUPIS Dokter FKTP menuliskan resep


dan menetapkan Apotek referensi atau mempersuasi potensi PRB

Apotik Online PIO


Selanjutnya selama 3 bulan/selama peserta Apotek PRB memberikan Home Pharmacy Care
Meso
setuju/kondisi baik peserta mengambil obat Obat 23 hari dan MTM TeleFarma 23
atau diantar dengan bantuan TeleFarma
ALUR PELAYANAN
Tahap Integrasi Aplikasi

SRB
Resep 7 hari

Peserta Selesai dari Petugas PRB RS IFRS memberikan Peserta diminta ke FKTP
PoliKlinik melakukan Flagging Obat 7 hari untuk obat 23 hari
Di V-Claim

Data
Potensi
PRB
Peserta dengan riwayat 3
bulan diagnosa PRB dengan P-Care
sediaan obat yang sama Dokter FKTP menuliskan resep
atau mempersuasi potensi PRB
Alur Pelayanan untuk PRB
Alur Integrasi Data

Apotik Online PIO


Selanjutnya selama 3 bulan/selama peserta Apotek PRB memberikan Home Pharmacy Care
setuju/kondisi baik peserta mengambil obat Obat 23 hari dan MTM Meso
atau diantar dengan bantuan TeleFarma TeleFarma 24
ALUR PRB DI FKRTL

1 2 3
Peserta dengan penyakit
Peserta Datang dan
Pelayanan di Poliklinik kronis cakupan PRB
Administrasi SEP di FKRTL
dinyatakan stabil oleh DPJP

4 SRB dapat diperoleh pada dua titik 5 6


al;
DPJP menuliskan resep a.Pasien ke petugas entry SEP Petugas Entri SEP/Petugas
dengan menambahkan (tersedia aplikasi Vclaim) IFRS melakukan Flagging PRB
note : pada Aplikasi Vclaim dan
b.Pasien ke petugas IFRS (tersedia
PRB-Diagnosa aplikasi Vclaim dengan akses mencetak SRB luaran Vclaim
terbatas hanya pada fitur Flaging
dan SRB

Petugas mengisi kelengakapan 7 8


DPJP memberikan form SRB, yaitu dengan
Note ͞PRB-Diagnosa͟ menuliskan jenis Obat yang Peserta kembali ke FKTP
diberikan kepada Peserta atau dengan membawa SRB
pada Resep sebagai cukup melampirkan copy
resep pada SRB
pengganti SRB
Terima Kasih

Kini Semua Ada


Dalam Genggaman!

Download Aplikasi Mobile JKN

www.bpjs-kesehatan.go.id
Terima Kasih

25
Kini Semua Ada
Dalam Genggaman!

Download Aplikasi Mobile JKN

www.bpjs-kesehatan.go.id
Terima Kasih

Kini Semua Ada


Dalam Genggaman!

Download Aplikasi Mobile JKN

www.bpjs-kesehatan.go.id
Terima Kasih

25 Kini Semua Ada


Dalam Genggaman!

Download Aplikasi Mobile JKN

www.bpjs-kesehatan.go.id
Terima Kasih
25 Juli 2018
Kini Semua Ada
Dalam Genggaman!

Download Aplikasi Mobile JKN

www.bpjs-kesehatan.go.id
Terima Kasih

25 Kini Semua Ada


Dalam Genggaman!

Download Aplikasi Mobile JKN

www.bpjs-kesehatan.go.id