Anda di halaman 1dari 21

PERKEMBANGAN ARSITEKTUR 1

ARSITEKTUR KEBUDAYAAN KLASIK BAROK


Latar Belakang Munculnya Arsitektur Barok
Secara etimologis, Baroque, adalah bahasa perancis yang diambil dari bahasa Portugis “ba- rocca” yang berarti “a pearl of irregular
shape” atau dalam bahasa indonesia ; mutiara yang memiliki bentuk tidak sempurna (tidak beraturan)

Arsitektur Baroque adalah gaya bangunan pada era Baroque, era ini dimulai pada abad ke 16 di Italia dan negara-negara Katolik
sebagai reaksi dari reformasi Protestan (gerakan Protestant- ism). Era Baroque mengakhiri era renaissance, era ini berlangsung pada
abad ke 16. ada tiga tahap dalam periode tersebut diantaranya

• Early Baroque, 1590–c.1625

• High Baroque, 1625–c.1660

• Late Baroque (Rococo), 1660–c.1725

Arsitektur Baroque, yang muncul pertama kali di Roma, adalah gaya bangunan pada gereja, istana dan bangunan umum (yang
dirancang dalam skala besar). Pada hal tertentu, arsitektur Baroque dapat dikatakan sebagai perpanjangan dari arsitektur Renaissans.
Keduanya mem- punyai kubah (dome), kolom, pilaster, entablature dan komponen-komponen klasik lainnya. Yang berbeda pada
arsitektur Baroque adalah kebebasan, kebebasan dalam menggabungkan komponen-komponen tersebut, dimana saat Renaisans
kebebasan ini tidak dapat diterima (ada aturan-aturan baku).

Adalah Gian Lorenzo Bernini, pada era tersebut yang pemimpin dari gerakan arsitektur ba- roque yang menunjukan kemewahan
melalui rancangannya, menggabungkan gaya klasik re- naissance dengan interaksi dinamis dengan lingkungannya. Bisa dilihat dari
karyanya semisal St Peter’s, yang dibangun di Roma, dan juga Sant’ Andrea al Quirinale, yang di bangun di Roma pada tahun 1650an.
Arsitektur Baroque, yang muncul pertama kali di Roma,
adalah gaya bangunan pada gereja, istana dan bangunan
umum (yang dirancang dalam skala besar). Pada hal
tertentu, arsitektur Baroque dapat dikatakan sebagai
perpanjangan dari arsitektur Renaissans. Keduanya mem-
punyai kubah (dome), kolom, pilaster, entablature dan
komponen-komponen klasik lainnya. Yang berbeda pada
arsitektur Baroque adalah kebebasan, kebebasan dalam
menggabungkan komponen-komponen tersebut, dimana
saat Renaisans kebebasan ini tidak dapat diterima (ada
aturan-aturan baku).

Adalah Gian Lorenzo Bernini, pada era tersebut yang


pemimpin dari gerakan arsitektur ba- roque yang
menunjukan kemewahan melalui rancangannya,
menggabungkan gaya klasik re- naissance dengan
interaksi dinamis dengan lingkungannya. Bisa dilihat dari
karyanya semisal St Peter’s, yang dibangun di Roma, dan
juga Sant’ Andrea al Quirinale, yang di bangun di Roma
pada tahun 1650an.
Kemunculan langgam arsitektur baroque ini juga dikarenakan munculnya orang-orang kaya baru yang
bukan berdarah bangsawan (borjuis) akibat era renaissance, kesibukan mulai berges- er dari agama ke
aktivitas sekuler (keduniawian) seperti perdagangan. Uang sebagai modal memunculkan budaya
kapitalisme yang berakibat adanya kesenjangan sosial di masyarakat. Orang-orang kaya baru ini pun
kemudian menguasai masyarakat karena gelar dan kekuasaan kebangsawanan mulai ditinggalkan
(kehilangan kepercayaan karena korupsi di era sebelumn- ya).

Orang kaya-orang kaya baru tersebut menunjukan kekuasaannya mereka dengan bermegah- megahan
membuat karya arsitektur hasil dari imajinasi dan angan-angan mereka baik itu beru- pa tempat tinggal
pribadi sampai tempat peribadatan dengan mencampurkan seluruh gaya ar- sitektural yang ada sehingga
membuat karya arsitektur tersebut detail dan fantastis.

Popularitas dan keberhasilan dari gaya Baroque didukung oleh keberadaaan Gereja Katolik Roma, yang
telah diputuskan pada saat Konsili Trent, sebagai tanggapan terhadap Reformasi Protestan, bahwa seni
harus mengkomunikasikan tema keagamaan dalam keterlibatan lang- sung dan emosional.
Tokoh-tokoh penting dalam pergerakan arsitektur Barok

• Michelangelo Merisi Dacaravagio

Lahir di Floencce, Italia 1457. Beliau adalah seiman pada


masa Renaissance, Detail ukiran yang dia ciptakan menandai
aal Baroque dan mengakhiri arsitektur klasik murni. Kara-
teristik seni design dari Michaelangelo adalah dengan
menganalogikan ukiran dengan simetris tubuh manusia.
• Francesso Borromini

Lahir di Italia pada abad 17. Karateristik dari


karyanya adalah florid, bergaya ekspansive,
designnya cenderung lebih memperhatikan
bentuk geometric daripada proporsi skala ma-
nusia. Barromini bermain dengan ruang dan
pencahayaan.Contoh hasil karyanya adalah
katerdal San Carlo Alle Quatro Fontane.
• Giovanni Lorenzo Bernini

Lahir di Naples, Italia pada tahun 1958.


Karateristik design berninimerupakan
gabungan antara arsitektur, lukisan dan ukiran
dengan bentuk yang dinamis. Salah satu
ranangannya adalah Piazza Navona di Roma,
Italia.
Perkembangan Arsitektur Barok

Dalam perkembangannya arsitektur baroque yang menjadi tren di era itu menyebar luas ke
berbagai belahan eropa diantaranya :

1. Spanyol

2. Perancis
1. Spanyol

Arsitektur baroque di spanyol bisa dilihat pada


fasad bangunan Granada Cathedral (oleh Alon-
so Cano) dan Jaén Cathedral (oleh Eufrasio López
de Rojas). Karya-karya tersebut menunjuk- kan
kefasihan seniman dalam menggabungkan motif
tradisional arsitektur katedral Spanyol dengan
chiaroscuro Baroque. Desain melibatkan
permainan elemen tektonik dan dekoratif dengan
sedikit hubungan dengan struktur dan fungsi.
2. Perancis

Perancis menjadi salah satu pusat arsitektur sekular


Baroque selain di Roma. Karya arsitektur Palais du
Luxembourg oleh Salomon de Brosse menjadi tanda
masuknya Baroque. De Brosse memadukan unsur-unsur
tradisional Perancis (misalnya atap mansard tinggi) dengan
nuki- lan/kutipan italianate (misalnya ubiquitous rustication,
berasal dari Palazzo Pitti di Florence). Langkah berikut
dalam pengembangannya arsitektur perumahan Eropa,
dimana melibatkan

integrasi kebun dalam komposisi istana, (seperti yang


dicontohkan oleh Vaux-le-Vicomte), di mana arsitek Louis
Le Vau, desainer Charles Le Brun dan tukang kebun André
Le Notre me- lengkapi keahlian masing-masing.
Karakteristik Arsitektur Barok

• Kecenderungan inspirasi religius masih berlanjut, terutama dengan patron dari kalangan
Gereja. Tema lain adalah lukisan potret, landscape dan still life.

• Tampilan gaya Barok cenderung penuh emosi dan gerak yang energik. Aspek gerak dan
ruang menjadi perhatian utama.

• Masih mengejar kesempurnaan bentuk yang naturalistik, namun digambarkan dengan


cara yang lebih dramatis, penuh emosi dengan beragam ekspresi.

• Untuk menghasilkan suasana dramatis, digunakan pencahayaan dan warna-warna kontras,


serta permukaan yang kaya tekstur.

• Arsitektur dan interior tampil sangat megah, berat yang melanjutkan masa klasik namun
lebih kaya akan ornamen.

• Ornamen diterapkan secara penuh dan diinspirasi dari masa klasik yang banyak mengolah
sulur-suluran, bunga-bunga, tetumbuhan dan lekukan-lekukan yang diterapkan secara
agak berlebih dan seolah bergerak dinamis.
Ciri Arsitektur Barok

• Denah lantai dasar biasanya juga oval, yang merupakan


bentuk geometris paling ‘bergerak’ (fluid) dan yang
menciptakan rasa pergerakan. Ruang tengah yang lebih
luas, terkadang berbentuk sirkuler dan terdapat kapel-kapel
di bagian samping sepanjang dinding.

• Pada bangunan gereja, sumber pencahayaan sedikit,


umumnya dari kubah, baik kubah pusat ataupun kubah-
kubah kecil di sekelilingnya. Namum memiliki jumlah yang
tepat dan menyinari bagian yang tepat juga. Penggunaan
cahaya yang dramatis, dengan penggunaan cahaya yang
kuat dan bayangan yang kontras (chiaroscuro effects) atau
pencahayaan seragam dengan menggunakan beberapa
jendela.
• Penggunaan ornament yang mewah. Bentuk oval diterapkan pada
bingkai pahatan dinding (frame wall carving). Altar kaya dengan
dekorasi dan baldachin (Baldachin adalah semacam kanopi,
umumnya berbentuk kubah, yang disangga oleh empat kolom
yang juga kaya dengan dekorasi ukiran). Dekorasi dinding
menggunakan stucco (bahan yang fleksibel, sehingga membantu
menciptakan garis-garis lengkung).

• Langit-langit dengan lukisan yang besar. Efek Ilusi seperti trompe


l'oeil yang menyatu dengan lukisan dan arsitektur.

• Interior seringkali terdapat shell untuk lukisan dan patung


• Permainan dinding-dinding bergelombang cekung dan cembung pada
eksterior maupun interior yang memberikan kesan pergerakan. Pilar-pilar
dibentuk berpilin/memutar. Banyak terdapat ornamen pahatan pada eksterior
maupun interior, dan menggunakan warna-warna yang cerah.

• Fasad eksternal sering disertai dengan penonjolan sentral yang dramatis, order
raksasa, biasanya setinggi dua lantai, dan dinding raksasa. Tebing layar-nya bisa
berbentuk lengkung kurva, ataupun lengkung yang mengarah ke atas bertemu
pada puncaknya.

• Jendela-jendela besar berbentuk persegi panjang, dan jendela yang lebih kecil,
yang mempunyai lebih banyak ornament, berbentuk lingkaran, setengah
lingkaran, atau oval.

• Mempunyai kubah, pediment, kolom, pedestal, pilaster, entablature, dan


komponen-komponen klasik lainnya, namun bentuk segitiga/pedimenter tidak
berfungsi langsung sebagai bentuk segitiga atap, namun hanya sebagai
tambahan yang berfungsi langsung sebagai pintu utama atau pintu masuk
suatu bangunan
Ciri khas dari Arsitektur Baroque adalah bentuk-bentuk yang lebih lebar dan
sirkular, peng- gunaan cahaya secara dramatis, kaya akan ornamen, langit-langit
yang dipenuhi fresco (wall painting) dalam skala besar, facade eksternal yang
memiliki karakter proyeksi terpusat yang dramatis, interior seringkali tidak lebih
dari tempat bagi lukisan dan patung ukiran. Dinding bergelombang merupakan
fitur yang menakjubkan dari gereja-gereja Baroque. Order raksasa, biasanya
setinggi dua lantai, dan dinding raksasa mendominasi eksterior. Tebing layar-nya
bisa berbentuk lengkung kurva, ataupun lengkung yang mengarah ke atas
bertemu pada puncaknya.

Jendela-jendela besar berbentuk persegi pan- jang, dan jendela yang lebih kecil,
yang mem- punyai lebih banyak ornament, berbentuk lingkaran, setengah
lingkaran, atau oval (bulat telur). Bentuk oval juga diterapkan pada bing- kai
pahatan dinding (frame wall carving). De- nah lantai dasar biasanya juga oval,
yang mer- upakan bentuk geometris paling ‘bergerak’ (fluid) dan yang
menciptakan rasa pergerakan (movement). Bentuk oval digunakan di selu- ruh
bangunan.
Saat memasuki gereja kesan teater menjadi lebih kuat.
Para perancang gereja Baroque
menginginkan orang yang datang untuk beribadah
untuk merasakan bahwa mereka juga ikut dalam acara,
agar mereka dapat mendengar dan melihat si pendeta
dengan baik. Karena itu kebanyakan gereja Baroque
tidak mempunyai kolom-kolom yang mem- bagi gang
samping (aisle) dan lorong tengah (nave), namun
digantikan dengan kapel-kapel di bagian samping
sepanjang dinding.

Gaya dramatis seni dan arsitektur Baroque juga


diperuntukan untuk membuat pengun- jung terkesan
dan mengekspresikan kemewa- han, kemenangan,
kekuasaan dan kontrol.
Jenis Dan Fungsi Bangunan

Church of Saint Andrew’s

Merupakan Gereja Katolik Roma. Berada di Roma, Italia. Merupakan contoh bangunan lain
yang menggunakan gaya arsitektur barok, didesain oleh Gian Lorenzo Bernini dan Giovanni
de’Rossi. Dibangun pada 1661 hingga 1670. Fasad utama gereja menghadap ke Via del
Quirinale. Ruang luar gereja tertutup oleh dinding melengkung kuadran rendah. Silinder oval
menutupi kubah, dan volutes besar mentransfer dorongan lateral. Fasad utama ke jalan
memiliki bingkai pedimented aedicular di pusat teras berbentuk setengah lingkaran
dengan dua kolom ionik menandai pintu masuk utama. Di atas entablature teras adalah mantel
heraldik senjata dari pelindung Pamphili. Di dalam, pintu masuk utama terletak pada sumbu
pendek gereja dan langsung menghadap altar. Bentuk oval ruang jemaat utama gereja
didefinisikan oleh dinding, pilaster dan entablature, frame kapel samping, dan kubah emas di
atas. Kolom besar mendukung pedimen melengkung membedakan ruang tersembunyi dari
altar dari ruang jemaat.
Istana Versailles, Perancis

Istana Versailles merupakan bangunan istana


terbesar dalam sejarah seni Arsitektur French
Baroque. Di areal seluas 18 km persegi di barat daya
Paris, kompleks istana ini berdiri megah dengan luas
250 meter persegi. Istana ini dibangun oleh Louis
XIV untuk mengenang ayahnya Raja Louis XIII
Berakhirnya Arsitektur Barok

Di ujung era baroque (abad ke-18) muncul gaya Rococo sebagai kelanjutan dari
pergerakan Baroque yang terkesan lebih ringan, lebih anggun yang juga merupakan
versi yang lebih rumit dari Baroque. Sementara itu arsitektur kembali mengalami
pertentangan khususnya karena dampak masa renaissance, rivalitas dan perbedaan. di
Prancis mulai ada gerakan seni yang kembali menjunjung bias klasik (arsitektur neo-
klasik) yang mengelaborasi arsitektur klasik dan penerapan-penarapan desain di luar itu
secara manerisme namun masih sesuai dengan ketentuan klasik. Gaya arsitektur neo-
klasik ini cukup berjaya, memunahkan arsitektur barok dan arsitektur rokoko, serta
banyak diterapkan di banyak negara bahkan di luar Eropa.
Kesimpulan

Arsitektur barok menjadi simbol pergerakan borjuis dalam mengakhiri era renaisans karena era tersebut cukup
mengekang kemerdekaan, keuntungan hanya berputar di golongan para bangsawan yang melupakan hidup rakyat
jelata. Era ini memperlihatkan munculnya ke- bebasan, bagaimana kaum borjuis (yang paling banyak menyebarkan
langgam ini) dengan mencampurkan banyak langgam yang ada sehingga menciptakan tampilan arsitektur yang
menunjukan kekuasan orang kaya-orang kaya baru yang megah, dramatis bahkan melebih- lebihkan. Nampak era
ini juga merupakan pengaruh bias arsitektur gotik yang juga banyak bereksperiman dengan langgam lain dan
dianggap melenceng dari kaidah keindahan sesuai dengan arsitektur klasik.

Penyebaran yang cukup luas menunjukan gaya arsitektur Baroque menjadi tren pada masan- ya, gerakan
Protestantism memiliki peranan penting dalam penyebaran langgam ini.

Kemunculan arsitektur Neo-Klasik yang menerapkan keindahan sesuai dengan arsitektur klasik menjadi lebih
populer di kemudian hari dan mengakhiri era pergarakan arsitektur Baroque.
Sekian Persentasi Dari Kelompok Kami