Anda di halaman 1dari 19

refrat

Abses septum

Disusun oleh :
yoni puspita sari

Preceptor :
dr. Elfahmi, Sp THT-KL

EPANITRAAN KLINIK SENIOR


BAGIAN ILMU THT-KL RSUD MOHAMMAD NATSIR
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BAITURRAHMAH
BAB I
PENDAHULUAN
• hidung memiliki kavum nasi yang memiliki 4 buah dinding, yaitu
medial, lateral, inferior dan superior. Dinding medial hidung adalah
septum nasi yang dibentuk oleh tulang dan tulang rawan.
• Abses septum adalah nanah yang berada di antara tulang rawan
dan mukoperikondrium atau diantara tulang septum dengan
mukoperiosteum yang melapisinya.
• Abses septum biasanya didahului oleh trauma hidung
• abses septum yang besar, terasa nyeri dan mukosa mengalami
inflamasi dan ditutupi oleh eksudat
• Abses septum dapat berakibat serius pada hidung oleh karena
menyebabkan nekrosis kartilago septum yang kemudian menjadi
destruksi dan lambat laun menjadi hidung pelana
ANATOMI SEPTUM NASI
Septum membagi kavum nasi menjadi 2 ruang, kanan dan kiri. Septum
nasi dibentuk oleh tulang dibagian posterior dan tulang rawan dibagian
anterior. Septum nasi dilapisi oleh perikondrium pada bagian tulang rawan
dan periosteum pada bagian tulang, sedangkan diluarnya dilapisi oleh
mukosa hidung
Bagian tulang rawan adalah :
1) Kartilago septum nasi (lamina kuadrangularis)
2) Kolumela

Bagian tulang yang membentuk septum nasi :


1) Kartilago kuadrangularis
2) Lamina perpendikularis os ethmoid
3) Os vomer
4) Krista nasalis maksila
Title
 kaudal : kartilago septum nasi bebas bergerak dan berhubungan dengan
kolumela oleh membran septum nasi
 dorsal : bersatu dengan lamina perpendikularis os ethmoid
 Ventral : berhubungan dengan dua kartilago triangularis (kartilago lateral
atas), dan bersama-sama membentuk kartilago vault dan batang hidung
 Bagian tulang septum nasi terdiri dari lamina perpendikularis os ethmoid,
premaksilaris dan os vomer yang merupakan perluasan dari rostrum
sphenoid.
Vaskularisasi cavum nasi :
Plexus Kiesselbach (Little’s Area) :
 A. Sphenopalatina, A. Palatina mayor,
A. Labialis Superior, A. Etmoidalis Anterior
Plexus Woodruff : A. Sphenopalatina, A.
Faringeal Ascendens dari A. Carotis
Interna A. Sphenopalatina cabang dari A.
Maxillaris A. Etmoidalis Anterior cabang
dari A. Oftalmika
Vena tampak sebagai plexus yang
terletak di submukosa yang berjalan
bersama arteri.
DEFINISI ABSES SEPTUM NASI

Abses septum nasi adalah pus yang terkumpul di antara


tulang rawan dengan mukoperikondrium atau tulang
septum dengan mukoperiosteum yang melapisinya.
Biasanya terjadi pada kedua sisi rongga hidung, dan sering
merupakan komplikasi dari hematoma septum yang
terinfeksi bakteri piogenik
ETIOLOGI

 trauma (75%)
 akibat penyebaranya dari sinusitis etmoit dan sinusitis sfenoid
 akibat penyebaran dari infeksi gigi
EPIDEMIOLOGI

 Abses septum nasi jarang ditemui


 Lokasi yang paling sering ditemukan adalah pada bagian anterior
tulang rawan septum
 avei mendapatkan 3 kasus abses septum nasi dalam waktu 10
tahun terakhir di Children’s hospital Los Angeles
 Fearon mendapatkan 43 kasus abses septum nasi dalam periode 8
tahun di Hospital for Sick Children di Toronto
PATOFISIOLOGI

trauma pada hidung yang menyebabkan pembuluh


darah di mukoperitoneum↓

darah akan berkumpul diantara tulang rawan


dan mukoperitoneum

mudah terinfeksi

terjadi proses supurasi

terbentuk abses
GEJALA KLINIS

 Gejala abses septum nasi adalah hidung tersumbat yang progresif


disertai rasa nyeri yang hebat. Rasa nyeri terutama dirasakan di
daerah dorsum nasi terutama dipuncak hidung. Disamping itu,
dijumpai gejala sistemik berupa demam dan menggigil serta nyeri
kepala dibagian frontal. Kulit di sekitar hidung dapat berwarna
merah dan membengkak
PEMERIKSAAN PENUNJANG
• Abses septum nasi memiliki penampakan yang khas pada
pemeriksaan CT scan sebagai akumulasi cairan dengan peninggian
pinggiran yang tipis yang melibatkan septum nasi. Hasil
pemeriksaan CT scan pada pemeriksaan abses septum nasi
adalah kumpulan cairan yang berdinding tipis dengan perubahan
peradangan didaerah sekitarnya, sama dengan yang terlihat pada
abses dibagian tubuh yang lain
Pemeriksaan CT scan pada kavum nasi yang memperlihatkan pengumpulan cairan yang berdinding tipis dan
seperti kista yang melibatkan kartilago septum nasi (tanda panah besar). Perhatikan pembengkakan pada
jaringan nasi disekitarnya (panah kecil)
DIAGNOSIS
• hidung tersumbat
• rasa nyeri hebat terutama terasa di puncak
hidung
anamesis • demam
• sakit kepala
• pembengkakan hidung

• inspeksi:tampak hidung bagian luar(apex nasi)


yang hiperemis,eodem,dan kulit mengkilat
pemeriksaan • palpasi:nyeri pada sentuhaan
• rhinoskopi anterior:tampak tumor pada septum
fisik berwarna merah ke abu-abuan
DIAGNOSA BANDING

1. hematom septum
2. septum deviasi
3. frunkulosis dan vestibulitis
PENATALAKSANAAN
Insisi dan drainase abses septum nasi dapat
dilakukan dalam anestesi lokal atau anestesi
umum. Sebelum insisi terlebih dahulu dilakukan
insisi aspirasi abses dan dikirim ke laboratorium untuk
pemeriksaan kultur dan tes sensitifitas.

• Dilakukan pemasangan tampon anterior yang


tampon tiap hari diganti dan dipertahankan selama 2
sampai 3 hari dan pemasangan salir untuk
anterior mencegah rekurensi.

antibiotik • antibiotik spektrum luas untuk gram positif,dan


kuman anaerob
spektrum luas
KOMPLIKASI
• destruksi→perforasi septum,hidung
pelana→retraksi kolumela→ pelebaran
dasar hidung.
. PENCEGAHAN
• Abses septum dapat dikenali dengan mengenali dan
menangani hematoma septum pada tahap awal. Ini
merupakan alasan dilakukannya inspeksi dan palpasi
pada septum (setelah dekongesti dan anastesi mukosa)
pada pasien yang baru saja mengalami trauma,
terutama pada anak-anak. Hal yang sama dilakukan
pada pasien yang telah menjalani operasi septal dan
tidak dapat bernafas melalui hidung setelah pelepasan
perban dibagian dalam hidung
KESIMPULAN
• Abses septum
terkumpulnya nanah diantara kartilago atau septum
tulang,Abses septum nasi sering didahului oleh hematoma
septum nasi yang kemudian terinfeksi bakteri dan menjadi
abses. Gejala yang paling sering muncul adalah obstruksi
nasal bilateral atau hidung tersumbat yang progresif
disertai rasa nyeri yang hebat pada hidung, malaise,
demam dan nyeri kepala dibagian frontal