Anda di halaman 1dari 22

TINEA CRURIS

T R I S T I L U K I TA W E N I N G
112016238
IDENTITAS PENDERITA
• Nama : Ny. S
• Jenis kelamin: Laki-laki
• Umur : 28 tahun
• Pendidikan : SMA
• Pekerjaan : penjaga toko
• Suku : Jawa
• Status : Menikah
• Alamat : Jalan Deli
• Tgl pmx : 4 Januari 2019

2
• Gatal pada sekitar selangkangan 2
KU bulan yang lalu

• awalnya gatal pada selangkangan


sebelah kiri
• ketika berkeringat semakin
gatal
RPS • Pasien sering menggunakan
jeans ketat, ganti celana dalam
2x mandi teratur

3
• suami pasien sekitar 4 bulan yang lalu
R. punya keluhan yang sama seperti
Psikososial pasien gatal pada sekitar
selangkangan

• Alergi udang dan ikan tongkol


R. Alergi • Alergi jam tangan

• Pernah dirawat karena jantungnya


R. Penyakit berdebar kencang sekitar 5 hari
Dahulu • Asma +

4
REGIO
INGUINALDEXTRA

terdapat makula
hiperpigmentasi bebatas
tegas dengan berukuran
plakat. Dengan skuama
kasar dan krusta pada
pinggirannya
REGIO GLUTEUS
SINISTRA

terdapat makula
hiperpigmentasi bebatas
tegas dengan berukuran
plakat. Dengan krusta pada
pinggirannya
Diagnosis Tinea Cruris

Candidiasis
DD intertriginosa
Eritrasma

7
Planning

Monitoring 
Terapi
keluhan px

ketoconazole 2% cream dipakai


2x sehari setelah mandi

8
Edukasi
Menggunakan pakaian dalam atau baju yang menyerap keringat

Edukasi kepada pasien agar selalu menjaga higienitas diri

Kurangi menggunakan celana yang ketat

Pisahkan handuk dengan anggota keluarga

9
PEMBAHASAN KASUS :
DERMATOFITOSIS
DEFINISI SINONIM
• Penyakit pada jaringan yang mengandung • Tinea, ringworm, kurap, teigne, herpes
zat tanduk, misalnya stratum korneum sirsinata
pada epidermis
ETIOLOGI

microsporum
genus
Fungi impefecta trichophyton

epidemophyton
ETIOLOGI
1. Anthropophilic : spesies biasanya terbatas pada inang manusia dan ditularkan melalui
kontak langsung. Kulit atau rambut yang terinfeksi tetap berada dalam pakaian, sisir, topi, kaus
kaki, dan handuk
2. Zoophilic : spesies ditransmisikan ke manusia dari hewan. Kucing, anjing, kelinci, kelinci
percobaan, burung, kuda, sapi, dan hewan lainnya adalah sumber infeksi yang umum. Penularan
dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan itu sendiri, atau secara tidak langsung
melalui rambut hewan yang terinfeksi.
3. Geophilic : jamur menyebabkan infeksi manusia sporadis pada kontak langsung dengan
tanah. Microsporum gypseum adalah kultur dermatofit geofilik yang paling umum dari
manusia.
KLASIFIKASI
DERMATOFITOSIS DIBAGI MENJADI :
1. Tinea kapitis SELAIN 6 BENTUK TINEA
M A S I H D I K E N A L I S T I L A H YA N G
2. Tinea barbae
M E M P U N YA I A RT I K H U S U S :
3. Tinea kruris
4. Tinea pedis et manum • Tinea imbrikata : disebebkan oleh
5. Tinea unguium trichophyton concentrium
• Tinea favosa : disebebkan trichophyton
6. Tinea korporis
schoenleini
• Tinea fasialis, tinea aksilaris.Yang
menunjukan daerah kelainan
• Tinea sirsinata, arkuata yang merupakan
penamaan deskriptif morfologis
GEJALA KLINIS

TINEA PEDIS TINEA UNGUIUM


• Pada kaki terutama pada sela-sela jari dan 1. Bentuk subungual distalis : proses menjalar
telapak kaki : diantara jari IV dan V terlihat ke proksimal dan dibawah kuku
fisura dilingkari sisik halus dan tipis
2. Leukonikia trikofita atau lekonikia
• Bentuk lain disebut moccasin foot. Pada mikotika : keputihan di permukaan kuku.
seluruh kaki telihat menebal dan bersisik,
kronik dan sering resistent pada pengobatan Kelianan ini dihubungkan Trichophyton
mentagrophytes
• Betuk subakut telihat vesikel,vesikopustul
dan kadang bula 3. Bentuk subungual proksimalis : mulai dari
• Biasanya T. rubrum (paling sering) T. pangkal kuku bagian proksimal, terlihat
interdigitale, dan E. floccosum. kuku bagian distal masih utuh
GEJALA KLINIS

T I N E A K RU R I S TINEA CORPORIS
• Pada lipat paha daerah perineum dan • Pada kulit tubuh tidak berambut(glabrous skin)
kecuali telapak tangan, telapak kaki, dan
sekitar anus. Lesi kulit dapat terbatas pada
selangkangan
daerah genitokrural saja atau meluas ke
• Lesi bulat atau lonjong, berbatas tegas terdiri dari
daerah sekitar anus daerah gluteus dan eritema,skuama, kadang dengan vesikel dan papul
perut bagian bawah di tepi. Dengan daerah di tengahnya tenang kadang
terlihat erosi dan krusta
• Biasanya disbebkan oleh t. rubrum dan E.
• Bentuk khas tinea korporis yang disebekan oleh
floccosum Trichophyton concentrium disebut dengan tinea
imbrikata
GEJALA KLINIS
• Tinea kapitis
1. Gray patch ringworm : disebakan oleh genus
Microsporum. Dimulai dengan papul merah kecil
disekitar rambut. Melebar dan membentuk bercak
yang menjadi pucat dan bersisik. Warna rambut
menjadi abu-abu dan tidak berkilat lagi, rambut
mudah patah. Pada pemeriksaan lampu wood
flourensi hijau kekuningan
2. Kerion adalah reaksi peradangan yang berat,
berupa pembengkakan yang menyerupai sarang
lebah disebabkan oleh microsporum canis dan
microsporum gypseum
3. Black dot ringworm disebebkan trichophyton
tonsurans dan trichophyton violaceum.Tepat pada
muara folikel rambut yang penuh spora
PEMERIKSAAN PENUNJANG
L A M P U WO O D
• Lampu wood (365nm)
• Mikroskopik (KOH 10%-20%)
• Kultur (agar Sabouraud’s dextrose)
• Histopatologi (biopsi kulit)
PEMERIKSAANPENUNJANG
1. kerokan dari tepi lesi yang meninggi
Dermatofitosis : Jamur sebagai hifa
atau aktif . Larutan KOH 10%-20%
panjang, bersekat dan
menunjukkan hifa yang bercabang atau
bercabang,putih kehijauan. Hifa
artospora yang khas pada infeksi
kadang putus membentuk artrospora
dermatofita

• Kandida
1. Spora bulat atau lonjong (blastospora),
kadang ada yang menonjol di dinding
spora (budding blastospora)
2. pseudohifa
DIAGNOSIS BANDING

C A N D I D O S I S I N T E RT R I G I N O S A ERITRASMA
• Pada pemeriksaan KOH 205 atau dengan • Disebabkan oleh Corynebacterium
pewarnaan gram terlihat sel ragi minutissimum bakteri batang pendek gram
blastospora atau hifa semu positif
• Lesi dikelilingi oleh satelit berupa vesikel • Lesi lebih merah ,batas tegas kering tidak
dan pustul kecil bila pecah meninggalkan ada lesi satelit pemeriksaan dengan lampu
erosi, dengan pinggir kasar wood berwarna merah coral akibat adanya
porifin
PENATALAKSANAAN

• Sistemik:
1. Griseofulvin = anak : 10 - 25 mg/ kgBB(max.1 g/ hr), dewasa :500-1000mg/hari
2. ketokonazol : pada kasus resisten griseofulvin
1. 200mg/ hari selama 10 hari-2minggu
2. KI : kelainan hepar

3. Itrakonazol : cukup 2 X 100-200 mg sehari dalam kapsul 3 hari


1. Metabolisme oleh P450 = rifampisin, simetidin
2. Pengobatan 2-4minggu

4. terbinafin : diberikan sebagai pengganti griseofulvin selama 2-3minggu dosis 62,5mg-250 mg


• Topikal :
1. Asam salisilat 2-4%
2. Asam benzoat 6-12%
3. Sulfur 4-6%
PENCEGAHAN DAN EDUKASI
1. Selalu menjaga higienitas perseorangan.
2. Menghindari kontak langsung denganpenderita.
3. Mengeringkan bagian-bagian lipatan tubuh setiap kali selesai mandi guna
menghindari
kelembaban.
4. Gunakan pakaian yang bersih dan menyerap keringat serta hindari
penggunaan pakaian ketat.
5. Memperhatikan keadaan kucing dilingkungansekitar
6. Jika berkeringat sebaiknya segera ganti dengan pakaian yangkering.
7. Hindari bertukar pakaian dengan teman atau orang lain karena tidak
menutup kemungkinan jamur ditularkan melalui pakaian.
8. Usahakan mencuci tangan dan kaki dengan bersih secara rutin, dan pas
9. tikan sela-selapada
bagian tubuh kering agar tidak menjadi tempat tumbuhnyajamur.
PROGNOSIS
• BAIK (SEMBUH)
• bila pengobatan dilakukan
menyeluruh, tekun, dan
konsisten.
• Hindari faktor predisposisi dan
selalu menjaga kelembapan dan
kebersihan kulit.