Anda di halaman 1dari 27

Kelompok 2 Interpretasi Data Lab

 Wahyu Apriyatulloh (1843700266)


 Nita Apri Paskalianti (1843700326)
 Lintang Ayu Trisna Pangesti (1843700356)
 Priska Wildiany (1843700475)
 Salwa Salsabila (1843700490)
 Ulfah Yasrizah Desmayani (1843700492)
DEFINISI LIMFOSIT

• Limfosit adalah jenis leukosit agranuler dimana sel ini berukuran kecil
dan sitoplasmanya sedikit.Salah satu leukosit yang berperan dalam
proses kekebalan dan pembentukan antibodi.

• Nilai normal: 20 - 40% dari seluruh leukosit atau sekitar 1,5-4,0 x 109
sel/L

• Limfosit adalah sel yang kompeten secara imunologik dan membantu


fagosit dalam petahanan tubuh terhadap infeksi dan invasi asing lain.
Limfosit lebih umum berada dalam limfa.
Darah mempunyai 3 jenis limfosit :

SEL B : Berfungsi membuat antibodi yang mengikat patogen lalu menghancurkannya


(sel B tidak hanya membuat antibodi yang dapat mengikat patogen tetapi
setelah adanya serangan, beberapa sel B akan mempertahankan
kemampuannya dalam menghasilkan antibodi sebagai layanan sistem
'memori').

Berfungsi mengkoordinir tanggapan ketahanan (yang bertahan dalam infeksi


 SEL T : HIV) serta penting untuk menahan bakteri intraseluler. CD+8 (sitotoksik)
dapat membunuh sel yang terinfeksi virus c.

Sel pembunuh alami (NK, Natural Killer ) dapat membunuh sel tubuh yang
SEL NK : tidak menunjukkan sinyal bahwa dia tidak boleh dibunuh karena telah
terinfeksi virus atau telah menjadi kanker.
LIMFOSITOSIS DAN LIMFOPENIA

LIMFOSITOSIS Penyebab
• Limfositosis adalah suatu keadaan • Infeksi virus (morbili,
dimana terjadi peningkatan jumlah mononukleosis, infeksiosa, hepatitis)
limfosit lebih dari 8000/µl pada bayi • infeksi kronik (tuberculosis, sifilis,
dan anak-anak serta lebih dari pertusis)
4000/µl darah pada dewasa. • kelainan limfoproliferatif (leukemia
limfositik kronik, limfoma dan
makroglobulinemia primer)
• Malnutrisi, hipertiroidisme, penyakit
autoimun.
LIMFOSITOSIS DAN LIMFOPENIA

LIMFOPENIA PENYEBAB

• Pada orang dewasa • Produksi limfosit menurun


limfopenia terjadi bila (Penyakit Hodgkin, Sarkoidosis)
jumlah limfosit kurang dari • Penghancuran yang meningkat
1000/µl dan pada anak-anak (Radiasi, kortikosteroid, dan
obat-obat sitotoksis)
kurang dari 3000/µl darah.
• Kehilangan yang meningkat
(thoracic duct drainage dan
protein losing enterophaty)
Makanan yang dapat meningkatkan jumlah limfosit

• Konsumsi protein tanpa lemak.


Apabila tubuh tidak mendapat
cukup protein, sel darah putih yang
dihasilkan akan berkurang.
Artinya, dengan makan protein
dalam jumlah yang tepat,
meningkatkan produksi limfosit .
• contoh : dada ayam atau kalkun
tanpa kulit, ikan, kerang, keju
cottage, putih telur, dan kacang-
kacangan.
DEFINISI PT (MASA PROTROMBIN atau
PROTHROMBIN TIME)
• Pemeriksaan masa protrombin atau disingkat PT merupakan pemeriksaan skrining digunakan
untuk menguji pembekuan darah melalui jalur ekstrinsik dan jalur bersama yaitu faktor
pembekuan VII, X, V, protrombin dan fibrinogen.

• Selain itu juga dapat dipakai untuk memantau efek antikoagulan oral karena golongan obat
tersebut menghambat pembentukan faktor pembekuan protrombin VII, X, dan V.

• Pemeriksaan PT juga sering dipakai untuk memantau efek pemberian antikoagulan oral.

• Protrombin disintesis oleh hati dan merupakan prekursor tidak aktif dalam proses pembekuan

• Nilai normal prothrombin time : 11-12.5 detik (85-100%)


FAKTOR YANG DAPAT
MEMPENGARUHI HASIL PRINSIP PENGUKURAN PT
PEMERIKSAAN PT
• Sampel darah membeku, membiarkan • Menilai terbentuknya bekuan bila ke
sampel darah sitrat disimpan pada dalam plasma yang telah diinkubasi
suhu kamar selama beberapa jam, ditambahkan campuran tromboplastin
diet tinggi lemak (pemendekan PT) jaringan dan ion kalsium.
dan penggunaan alkohol
(pemanjangan PT)
MASALAH KLINIS

PEMANJANGAN PT PEMENDEKAN PT
• Dijumpai pada penyakit hati (sirosis hati, • Dijumpai pada tromboflebitis
hepatitis, abses hati, kanker hati), (inflamasi atau pembekakan
fibrinolis, gangguan reabsorbsi usus.
pada vena) , infark miokardial,
• Pada penyakit hati PT memanjang
karena sel hati tidak dapat mensintesis
embolisme pulmonal.
protrombin • Pengaruh Obat : barbiturate,
• Dapat disebabkan juga oleh obat-obatan : digitalis, diuretik,
antibiotik (penisilin, streptomisin, difenhidramin, kontrasepsi oral,
kloramfenikol, tetrasiklin, kanamisin),
antikoagulan oral (warfarin, dikumarol) rifampisin dan metaproterenol.
APTT (Activated Partial Thromboplastine Time)

DEFINISI :
• Tes masa protrombin teraktivasi adalah tes dalam kaitannya
dengan proses pembekuan darah dengan menggunakan reagen
yang mengaktivasi faktor pembekuan XII dengan cepat.
• Tes ini merupakan bentuk modifikasi dari PT (Prothrombin
Time) yang hasilnya lebih teliti. Test dilakukan untuk keperluan
memantau terapi anti koagulan dan resiko perdarahan.
Nilai Normal :
• 21-45 detik (dapat bervariasi antar laboratorium)
• Rentang terapeutik selama terapi heparin biasanya 1,5-2,5 kali
nilai normal (dapat bervariasi antar laboratorium)
PRINSIP APTT

• Prinsip dari uji APTT adalah menginkubasikan plasma sitrat


yang mengandung semua faktor koagulasi intrinsik kecuali
kalsium dan trombosit dengan tromboplastin parsial (fosfolipid)
dengan bahan pengaktif (mis. kaolin, ellagic acid, mikronized
silica atau celite koloidal). Setelah ditambah kalsium maka akan
terjadi bekuan fibrin. Waktu koagulasi dicatat sebagai APTT.
APTT memanjang dijumpai pada :
Defisiensi didapat dan kondisi
Defisiensi bawaan abnormal seperti :

Jika PPT normal kemungkinan kekurangan : • Penyakit hati (sirosis hati)


• Faktor VIII • Leukemia (mielositik, monositik)
• Penyakit von Willebrand (hemophilia vaskular)
• Faktor IX
• Malaria
• Faktor XI
• Koagulopati konsumtif, seperti pada
• Faktor XII disseminated intravascular coagulation (DIC)
• Jika faktor-faktor koagulasi tersebut • Circulating anticoagulant (antiprothrombinase
normal, kemungkinan kekurangan HMW atau circulating anticoagulant terhadap suatu
kininogen (Fitzgerald factor) Defisiensi faktor koagulasi)
vitamin K, defisiensi protrombin, • Selama terapi antikoagulan oral atau heparin
hipofibrinogenemia.
DEFINISI LED (LANJUT ENDAP DARAH)

• Adalah ukuran kecepatan endap eritrosit,


menggambarkan komposisi plasma serta perbandingan
eritrosit dan plasma.
• LED dipengaruhi oleh berat sel darah dan luas
permukaan sel
nilai normal LED :
• Pria < 15 mm/1 jam
• Wanita < 20 mm/ 1 jam
IMPLIKASI KLINIK

• NILAI MENINGKAT :
Infeksi akut dan kronis misalnya, tuberkulosis, arthritis
reumatoid, infark miokard akut, kanker, penyakit Hodkin's
gout, penyakit tiroid, luka bakar dan kehamilan trisemester II
dan III.

• NILAI MENURUN :
Polisitemia, gagal jantung kongesti, anemia sel
sabit,hipofibrinogenemia, serum protein rendah interkasi obat
dengan hasil laboratorium : etambutol, kuinin, aspirin dan
kortison
DEFINISI INR (INTERNATIONAL NORMALLIZED
RATIO)
• Adalah rasio normal berstandar internasional yang
direkomendasikan oleh WHO yang sering digunkan untuk
pengukuran masa protrombin dan sebagai pedoman
terapi antikoagulan.
• nilai normal : 0,8-1,2 detik
Implikasi klinik

• Nilai meningkat pada defisiensi faktor tromboplastin ekstrinsik,


defisiensi vitamin K, DIC (disseminated intravascular
coagulation), hemorrhagia pada bayi baru lahir, penyakit hati,
obstruksi bilier, absorbsi lemak yg buruk, lupus, intosikasi
salisilat. obat yg perlu diwaspadai : antikoagulan ( warfarin,
heparin)

• Nilai menurun apabila konsumsi vitamin K meningkat


Amonia

• Definisi : neurotoksin yang pada dosis tinggi menimbulkan


kejang dan kematian.
• Amonia dimetabolisme di hati (bila hati normal)
• Nilai normal : < 54 μmol/L
Implikasi klinik

• Kadar amonia meningkat : menyebabkan gangguan


kesadaran yang disebut ensefalopati atau koma
hepatikum.
• Peningkatan amonia juga menimbulkan deplesi glutamat
otak.
Asam laktat

• Asam Laktat adalah senyawa kimia penting dalam


beberapa proses biokomia dan dikenal dengan asam susu
yang merupakan produk akhir glikolisis yang menghasilkan
energi anaerob pada otot rangka selama latihan fisik yang
berat.
• Tes asam laktat merupakan sebuah tes yang menggunakan
sampel darah untuk mengukur kadar asam laktat dalam darah.
• Nilai normal : 4,5-19,8 mg/dL atau 0,5-2,2 mmol/L
Implikasi klinik

• Kenaikan kadar asam laktat yang sangat tinggi dapat


menyebabkan keadaan yang disebut asidosis laktat.
Asidosis laktat dapat terjadi pada orang-orang yang
mengkonsumsi obat antidiabetes seperti metformin saat
sedang menderita gagal jantung atau ginjal.
Definisi T3 (TRIIODOTIRONIN)

• Salah satu hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar tiroid. T3


merupakan salah satu dari hormon tiroid pleiotropik yang
dibentuk oleh proses proteolisis intraseluler dari tiroglobulin.

• Fungsi utama T3 : mengatur metabolisme karbohidrat dan


protein didalam semua sel.

• Nilai normal : 0,8-2,0 ng/mL


Implikasi klinik :

• Meningkat : hipertiroidisme, T3 tirotoksikosis, tiroiditis akut,


peningkatan TBG, obat-obatan : T3 dengan dosis 20 mg/hari
atau lebih dan obat T4 300 mg/hari atau lebih, dextrotiroxine,
kontrasepsi oral
• Menurun : hipotiroidisme (walaupun dalam beberapa kasus
kadar T3 normal), starvasi, penurunan TBG, obat-obatannya :
heparin, iodida, phenylbutazone, PTU, litium, propanolol,
reservin, steroid.
Definisi T4 (THYROXINE)

• L-THYROXINE atau T4 merupakan hormon yang disintesis


dan disimpan dalam kelenjar tiroid. Proses pemecahan
proteolisis thyroglobuline akan melepaskan T4 ke dalam aliran
darah.
• Nilai normal : 64-164 nmol/L atau 4,8-12,7 microgram/mL
dengan batas deteksi terendah adalah 5,40 nmol/L atau 0,420
ng/mL
Implikasi Klinik

• Peningkatan kadar T4 ditemukan pada hipertiroidisme karena


grave's disease dan plummers disease pada akut dan sub akut
tiroiditis.

• Kadar T4 yang rendah berhubungan dengan hipotiroidisme


kongenital, myxedema, tiroiditis kronis (hashimoto's disease)
dan beberapa kelainan genetik .
Definisi TSH atau THYROTROPIN (Tyroid
Stimulating Hormone)
• TSH (Tyroid Stimulating Hormone)

Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofise otak bagian


anterior yang berfungsi untuk memelihara pertumbuhan dan
perkembangan tiroid dan merupakan stimulator bagi sekresi
hormon T4 dan T3 yang dihasilkan oleh kelenjar tersebut.

• Nilai normal : 0,4-5,5 μ/L


Implikasi klinik

• Meningkat : hipotiriodisme primer, tiroiditis (penyakit


autoimun hashimoto), terapi anti tiroid pada hipertiroidiesme,
hipertiroidisme sekunder karena heiperaktifitas kelenjar
hipofisis, stress emosional berkepanjangan, obat-obatan
misalnya : litium karbonat dan iodium potassium.
• Menurun : hipertiroidisme primer, hipofungsi kelenjar, hipofisis
anterior, obat-obatan misalnya : aspirin, kortikosteroid, heparin,
dan dopamin