Anda di halaman 1dari 53

CASE REPORT

HEMOROID

Pembimbing : dr. Tjatur Budi W, Sp.B

Ester Marcelia Anastasia P – 11.2017.167


I. Identitas

• Nama Lengkap : Tn. Z


• Jenis Kelamin : Laki-laki
• Tanggal lahir : 06/01/1992
• Suku Bangsa : Jawa
• Status Pernikahan : Belum menikah
• Agama : Islam
• Pekerjaan : Pegawai swasta
• Pendidikan : S1
• Alamat : Kali malang
II. Anamnesis

Diambil dari :
Autoanamnesis tanggal 12 Februari 2019 jam 14.00
WIB
Keluhan Utama
• Pasien datang dengan keluhan keluar darah dari anus
saat BAB.
II. Anamnesis

Riwayat Penyakit Sekarang


Seorang laki-laki datang ke IGD RS. TNI AU dr. Esnawan Antariksa dengan
Keluhan keluar darah dari anus saat BAB, serta adanya benjolan yang keluar
dari anus. Benjolan tersebut dialami sejak ± 7 tahun yang lalu yang benjolan
awalnya kecil yang semakin lama semakin membesar dan masih bisa keluar
masuk dengan sendirinya. Benjolan terasa sakit dan tidak nyaman saat jalan
maupun duduk. Pasien juga mengeluh ketika BAB terasa nyeri disekitar anus.
Sejak kurang lebih 3 bulan ini, setiap buang air besar disertai dengan rasa
nyeri dan darah segar menetes di akhir BAB disertai dengan keluarnya
benjolan dari anusnya yang tidak dapat masuk dengan sendirinya. Pasien
seringkali dalam seminggu buang air besarnya tidak teratur dan bila buang
air besar harus berlama-lama jongkok dan harus mengejan karena BAB nya
keras. Tidak ada demam, tidak ada mual, tidak ada muntah, tidak ada nyeri
perut, tidak ada nyeri ulu hati, tidak mengeluh nafsu makan menurun dan
tidak ada penurunan berat badan. BAK : Kesan lancar¸ warna kuning
II. Anamnesis
Riwayat Penyakit Dahulu
• (-) Wasir/haemoroid
• (-) Tumor
• (-) Batu Empedu
• (-) Batu ginjal/saluran kemih
• (-) Penyakit Prostat
• (-) Hepatitis
• (-) Tuberkulosis
• (-) Colitis
• (-) Hipertensi
• (-) Appendisitis
• (-) ISK
• (-) DM
II. Anamnesis

Riwayat Penyakit Keluarga


• Alergi : (-)
• Hipertensi : (-)

Riwayat Hidup
Riwayat Kelahiran
• Tempat lahir : (+) Rumah sakit
• Ditolong oleh :( +) Dokter
II. Anamnesis

Riwayat Makanan
• Frekuensi/hari : 3x/hari
• Jumlah/hari : cukup
• Variasi/hari : bervariasi
• Nafsu makan : baik
Berat Badan
• Berat badan rata-rata (Kg) : -
• Berat badan tertinggi (kg) : -
• Berat badan sekarang (Kg) : 73 kg
III. Status Generalis

Keadaan Umum : Tampak sakit ringan


Kesadaran : Composmentis
Tanda-tanda Vital :
• TD : 130/90, HR : 71x/menit, T : 36,9o C, RR : 20x/menit
Kepala : normocephaly, tidak ada deformitas
Mata : (-) konjunctiva anemis, (-) sklera ikterik, pupil isokor
Telinga : MAE lapang, tidak ada sekret
Hidung : (-) sekret, (-) deformitas
Tenggorokkan : T1-T1 tenang, faring tidak hiperemis
Leher : KGB dalam batas normal
III. Status Generalis

Thoraks
Paru-paru :
• Inspeksi : kedua paru simetris
• Palpasi : tidak ada nyeri tekan
• Perkusi : sonor di kedua lapang paru
• Auskultasi : (+/+) suara nafas vesikuler, (-/-) wheezing, (-/-) rhonki
Jantung :
• Inspeksi : ictus cordis tidak terlihat
• Palpasi: tidak ada nyeri tekan
• Perkusi : jantung dalam batas normal
• Auskultasi : BJ I dan II reguler, (-) gallop, (-) murmur
III. Status Generalis
Abdomen
• Inspeksi : (-) lesi, benjolan (-)
• Palpasi :
• Dinding abdomen : (-) nyeri tekan
• Hati : tidak teraba
• Limpa : tidak teraba
• Ginjal :ballotement (-), nyeri ketok CVA (-)
• Perkusi : timpani
• Auskultasi: bising usus (+)
Ekstremitas (lengan dan tungkai) :
• Edema : superior (- / -), inferior (- / -)
• Sensorik : superior (+ / +), inferior (+ / +)
• Motorik : superior (5 / 5), inferior (5 / 5)
IV. Status Lokalis Regio Anorektal

Anal : Inspeksi : Tampak benjolan arah jam 1, 4, 7 dan jam 11. Ulkus
(-), hiperemis (-), darah(-)
Palpasi : Teraba benjolan konsistensi lunak, batas tegas, permukaan
rata
Rectal Touche :
• Jepitan sfingterani kuat
• Teraba massa yang menonjol keluar anus pada arah jam 1, 4, 7,
11. Nyeri tekan (+), konsistensi lunak, permukaan rata
• Ampulla : kolaps (-)
• Handschoen : darah (-),lendir (-), feses (+)
V. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Laboratorium Klinik
Darah Rutin
HB : 13,1 gr/dl
HT : 40%
Leukosit : 5700 mm3
Trombosit : 332.000 mm3
Waktu Perdarahan : 3 menit
Waktu Pembekuan : 5 menit
Kimia
Glukosa Sewaktu : 78 mg/dL
Imunoserologi
HbS Ag : Non Reaktif
Anti HIV : Non Reaktif
Foto Rontgen Thorax PA
Kesan : Pulmo dan cor normal, tak tampak proses spesifik maupun
pneumonia
VI. Resume

Laki-laki 27 tahun datang ke IGD RS. TNI AU


dr.Esnawan Antariksa dengan keluhan keluar darah dari
anus saat BAB, serta terdapat benjolan yang keluar dari
anus. Benjolan pada anus yang dialami sejak ± 7 tahun
yang lalu, benjolan awalnya kecil yang semakin lama
semakin membesar, benjolan masih dapat masuk dengan
sendirinya. Benjolan terasa sakit dan tidak nyaman saat
jalan maupun duduk. Nyeri disekitar anus saat BAB.
Sejak kurang lebih 3 bulan terakhir, setiap buang air
besar disertai dengan rasa nyeri dan darah segar menetes
di akhir BAB disertai dengan keluarnya benjolan dari
anusnya yang tidak dapat masuk dengan sendirinya.
Tidak ada riwayat febris, nausea dan vomit, nyeri
abdomen, anoreksia dan penurunan berat badan.
VI. Resume

Dari pemeriksaan fisis pada anal ditemukan dari


Inspeksi : Tampak benjolan arah jam 1, 4, 7 dan jam 11.
Ulkus (-), hiperemis (+), darah (-), Palpasi: Teraba
benjolan konsistensi lunak, batas tegas, permukaan rata.
Dari pemeriksaan Rectal Touche didapatkan:
• Spinchteani : jepitan kuat
• Teraba massa yang menonjol keluar anus pada arah
jam 1, 4, 7, 11. Nyeri tekan (+), konsistensi lunak,
permukaan rata
• Ampulla : kolaps (-)
• Handschoen : darah (-),lendir (-), feses (+)
VII. Diagnosis Kerja

Hemorrhoid interna grade III


VIII. Penatalaksanaan

A. Operative
• Hemoroidektomi
• Post operative :
Ceftriaxone 2x1
Ketorolac 30 mg 2x1
IX. Prognosis

Ad Vitam : Bonam


Ad. Functionam : Bonam
Ad. Sanationam : Bonam
PENDAHULUAN
Pendahuluan

Hemoroid adalah pembengkakan submukosa pada


lubang anus yang mengandung pleksus vena, arteri
kecil, dan jaringan areola yang melebar. Hemoroid
timbul akibat kongesti vena yang disebabkan
gangguan aliran balik vena hemoroidalis
Pendahuluan

Hemoroid dapat mengenai segala usia, bahkan


kadang-kadang dapat dijumpai pada anak kecil.
Walaupun hemoroid tidak mengancam keselamatan
jiwa, tetapi dapat menyebabkan perasaan yang
tidak nyaman. Gejala yang dirasakan, yaitu rasa
gatal, terbakar, pendarahan, dan terasa sakit. Hanya
apabila hemoroid menyebabkan keluhan atau
penyulit, maka dilakukan tindakan
ANATOMI
Anatomi regio anorectal
• Mukosa paruh atas canalis ani berasal dari ektoderm usus
belakang (hind gut). Gambaran anatomi yang penting
adalah : 4
• Dibatasi oleh epitel selapis thoraks.
• Mempuyai lipatan vertikal yang dinamakan collum analis
yang dihubungkan satu sama lain pada ujung bawahnya
oleh valvula analis .
• Persarafannya sama seperti mukosa rectum,berasal dari
saraf otonom pleksus hypogastricus.
• Arteri yang memasok, yaitu arteri rectalis superior, suatu
cabang dari arteri mesenterica inferior. Aliran darah vena
terutama oleh vena rectalis superior, suatu cabang v.
Mesenterica inerior.
• Aliran cairan limfe terutama ke atas sepanjang arteri
rectalis superior menuju nodi lympatici para rectalis dan
akhirnya ke nodi lympatici mesenterica inferior.
Anatomi regio anorectal
• Mukosa paruh atas canalis ani berasal dari ektoderm usus
belakang (hind gut). Gambaran anatomi yang penting
adalah : 4
• Dibatasi oleh epitel selapis thoraks.
• Mempuyai lipatan vertikal yang dinamakan collum analis
yang dihubungkan satu sama lain pada ujung bawahnya
oleh valvula analis .
• Persarafannya sama seperti mukosa rectum,berasal dari
saraf otonom pleksus hypogastricus.
• Arteri yang memasok, yaitu arteri rectalis superior, suatu
cabang dari arteri mesenterica inferior. Aliran darah vena
terutama oleh vena rectalis superior, suatu cabang v.
Mesenterica inerior.
• Aliran cairan limfe terutama ke atas sepanjang arteri
rectalis superior menuju nodi lympatici para rectalis dan
akhirnya ke nodi lympatici mesenterica inferior.
DEFINISI
Definisi
Hemoroid adalah pembengkakan submukosa pada
lubang anus yang mengandung pleksus vena, arteri
kecil, dan jaringan areola yang melebar.2 Hemoroid
timbul akibat kongesti vena yang disebabkan
gangguan aliran balik vena hemoroidalis.
ETIOLOGI
• Anatomik : vena daerah anorektal tidak mempunyai katup dan
pleksus hemoroidalis kurang mendapat sokongan dari otot dan fascia
sekitarnya.
• Umur : pada umur tua terjadi degenerasi dari seluruh jaringan
tubuh, juga otot sfingter menjadi tipis dan atonis.
• Keturunan : dinding pembuluh darah lemah dan tipis.
• Pekerjaan : orang yang harus berdiri , duduk lama, atau harus
mengangkat barang berat mempunyai predisposisi untuk hemoroid.
• Mekanis : semua keadaan yang menyebabkan meningkatnya
tekanan intra abdomen, misalnya penderita hipertrofi prostat,
konstipasi menahun dan sering mengejan pada waktu defekasi.
• Endokrin : pada wanita hamil ada dilatasi vena ekstremitas dan
anus oleh karena ada sekresi hormone relaksin.
• Fisiologi : bendungan pada peredaran darah portal, misalnya pada
penderita sirosis hepatis.7
KLASIFIKASI
PATOFISIOLOGI
Patofisiologi
Konstipasi, Kehamilan, Obesitas

1
Tekanan yang tinggi didalam rektum

2
Pleksus hemoroidalis dan m.sphincter ani meregang

3
Penipisan mukosa dan pembesaran di mukosa anus

4
Penonjolan (HEMOROID)

Interna Eksterna

V. hemoroidalis superior V. hemoroidalis inferior


Manifestasi Klinis
Manifestasi klinis
Hemoroid internal Hemoroid eksternal
• Prolaps dan keluarnya • Rasa terbakar.
mukus. • Nyeri ( jika mengalami
• Perdarahan. trombosis).
• Rasa tak nyaman. • Gatal.
• Gatal.
DIAGNOSIS
Diagnosis

• Hemoroid interna grade III


DIAGNOSA BANDING
Diagnosa banding

• Karsinoma kolorektum
• Prolapse rekti
Anamnesis

• Anamnesis harus dikaitkan dengan faktor obstipasi, defekasi yang


keras, yang membutuhkan tekanan intra abdominal meninggi (
mengejan ), pasien sering duduk berjam-jam di WC, dan dapat
disertai rasa nyeri bila terjadi peradangan.
Pemeriksaan fisik

• Inspeksi
• Dilihat kulit di sekitar perineum dan dilihat secara teliti adakah
jaringan / tonjolan yang muncul.
Pemeriksaan fisik

• Palpasi
• Pada pemeriksaan colok dubur, hemoroid interna stadium awal tidak
dapat diraba sebab tekanan vena di dalamnya tidak terlalu tinggi dan
biasanya tidak nyeri. Hemoroid dapat diraba apabila sangat besar.
Apabila hemoroid sering prolaps, selaput lendir akan menebal.
Trombosis dan fibrosis pada perabaan terasa padat dengan dasar
yang lebar.
Pemeriksaan Penunjang
• Anoskopi
• Proktosigmoidoskopi
PENATALAKSANAAN
Penatalaksanaan
Penatalaksanaan Non-
Bedah Penatalaksanaan Bedah
1. Terapi obat-obatan 1. Hemoroidektomi
dan modifikasi diet 2. Hemorroidektomi
2. Skeloterapi Stappler
3. Ligasi dengan benang
karet (Ikatan Barron)
Bedah Konvensional

1. Teknik Milligan-Morgan
Paling popular dan sebagai gold standart
2. Teknik Langenbeck
Cara yg mudah dan tidak ada resiko pembentukan jaringan parut
sekunder yg bisa menimbulkan stenosis
Komplikasi Hemoroid

• Perdarahan
• Infeksi
• trombosis
PROGNOSIS
Prognosis

• Ad Vitam : Bonam
• Ad Functionam : Bonam
• Ad Sanationam : Bonam