Anda di halaman 1dari 17

Listrik Arus Searah

Fisika Dasar II
ANALOG

LAMPU
ARUS LISTRIK

BATEREI

R
I = q/t hambatan

KETERANGAN :
I = Arus listrik (coulomb/detik
atau ampere)
q = Muatan listrik(coulomb) e=ggl
t = Waktu (detik)

2
HUKUM OHM
V=IR V
KETERANGAN: R=V/I
V = Beda potensial (volt)
I = Arus litrik (ampere)
R = hambatan listrik (ohm)


I

R=V/I
Atau
R = tangen 

Catatan penting:
R tetap selama hambatan tidak mengalami perubahan suhu

3
BESARAN BESARAN YANG MEMPENGARUHI HAMBATAN
LISTRIK

PENAMPANG KAWAT

r l
R= A

Keterangan:
R = Hambatan Listrik kawat (ohm)
r = Hambatan jenis kawat (ohm.m)
l = Panjang kawat (m)
A = Luas penampang kawat (m2)

4
Rangkaian Hambatan
a. Hubungan Seri

Vab = IR1; Vbc = IR2 ; Vcd = IR3 ; Vad = IRs

Rs = R1  R2  R3

Hambatan yang dihubungkan seri akan mempunyai


arus yang sama.

I = I1 = I 2 = I 3
b. Hubungan Paralel

V V V V
I1 = ; I2 = ; I3 = ; I=
R1 R2 R3 Rp

1 1 1 1
=  
R p R1 R2 R3

Hambatan yang dihubungkan paralel, tegangan antara


ujung2 hambatan adalah sama, sebesar V.
c. Hambatan Jembatan Wheatstone
Bila harga R1R3 = R2R4, maka R5 tidak berfungsi, maka
1 1 1
Rs1 = R1  R4 Rs2 = R2  R3 = 
R p Rs1 Rs2
Sedangkan bila R1R3 ≠ R2R4, maka rangkaian tsb harus
diganti : R1, R2 dan R5 diganti menjadi Ra, Rb dan Rc.
R1.R2
Ra =
R1  R2  R5
R2 .R5
Rb =
R1  R2  R5
R1.R5
Rc =
R1  R2  R5
Contoh :
Tentukan hambatan pengganti dari a ke b, jika R1 = 1
Ω, R2 = 2 Ω, R3 = 8 Ω, R4 = 4 Ω dan R5 = 5 Ω.
Cara membaca nilai resistansiatau
hambatan pada resistor

Untuk resistor yang memiliki nilai resistansi 4 warna :


* Gelang warna urutan 1 , 2 adalah sebagai digit
* Gelang warna urutan 3 adalah sebagai nilai pengali
* Gelang warna urutan 4 adalah sebagai nilai
toleransi.
Tahanan Komersial

Sedangkan resistor yang memiliki nilai resistansi 5


warna :
* Gelang warna urutan 1 , 2, 3 adalah sebagai digit
* Gelang warna urutan 4 adalah sebagai nilai pengali
* Gelang warna urutan 5 adalah sebagai nilai
toleransi.
Hukum I Kirchhoff

“ Jumlah arus listrik yang masuk/menuju suatu titik percabangan sama


dengan Jumlah arus listrik yang keluar/meninggallkan titik
percabangan “

i masuk = ikeluar
i2 + i4 i1 + i3 + i5
=
i2 i3

i4
i1
i5
Rangkaian Listrik Sederhana
a. Rangkaian Terbuka

Vab = E  I ( R  r )
b. Rangkaian tertutup

E E
I=  I=
Rr R
Dalam kenyataannya, arus listrik (I) akan ada bila
rangkaian tsb merupakan rangkaian tertutup.
Sedangkan untuk rangkaian terbuka tidak ada
arus.
Contoh :
Tentukan Vab, Vac, Vbc.
Hukum II Kirchhoff
“ Jumlah aljabar ggl (sumber arus listrik) = jumlah aljabar penurunan
tegangannya (hasil kali antara I dengan R) “

ΣE = Σi .R
E = ggl sumber arus atau tegangan
= kuat arus listrik (A atau ampere)
i
R = hambatan listrik (Ω atau ohm)

Contoh penerapannya
ΣE = Σi .R
E3
E1 E2 E3 = i ( R 1 + R 2 + R 3 + R 4 )
Dari gambar disamping bila:
R1 R1 = 5Ω E1 = 18 volt
R3 R2 = 10Ω E2 = 10 volt
R3 = 5Ω E3 = 4 volt
R4 = 4Ω
E1 R4
Hitung kuat arus listrik yang
mengalir dalam rangkaian!!
E2 R2
i

E3

R1
R3

E1 R2

ΣE = Σi .R
E1 E2 E3 = i ( R 1 + R 2 + R 3 + R 4 )
Dari gambar disamping bila:
R1 = 5Ω E1 = 18 volt
R2 = 10Ω E2 = 10 volt
R3 = 5Ω E3 = 4 volt
R4 = 4Ω

Hitung kuat arus listrik yang


mengalir dalam rangkaian!!
Energi dan Daya Listrik
a. Energi Listrik
2
V
W = VIt = I Rt =
2
t
R
b. Daya Listrik
2
W V
P = = VI = I 2 R =
t R
Contoh :
1. Pada sebuah lampu pijar tertera 100 W, 220 V.
Tentukan hambatan lampu tsb !
2. Lampu pijar dari 60 W, 220 V, dipasang pada
tegangan 110 V, tentukan daya yg dapakai lampu
tsb !