Anda di halaman 1dari 29

FRAKTUR FEMUR

OLEH
F I Q I Q U I N TA

P R E S E P TO R :
D R A D R I O K I R I S A , S P. B

B A G I A N I L M U B E DA H
FA K U LTA S K E D O K T E R A N U N I V E R S I TA S A N DA L A S
R S U P D R M . D J A M I L PA DA N G
2019
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
• Fraktur  diskontinuitas tulang atau
tulang rawan umumnya dikarenakan
rudapaksa.

• Tulang membentuk rangka penujang dan


pelindung bagian tubuh dan tempat untuk
melekatnya otot-otot yang menggerakan
kerangka tubuh.
PENDAHULUAN
• WHO  Tahun 2011 > 5,6 juta orang
meninggal dikarenakan insiden kecelakaan dan
sekitar 1.3 juta orang mengalami kecacatan
fisik.
• Salah satu insiden kecelakaan yang
memiliki prevalensi cukup tinggi  fraktur
ekstrimitas bawah (46,2%) dari seluruh
insiden kecelakaan yang terjadi.
• Dari 45.987 orang dengan kasus fraktur ekstremitas
bawah akibat kecelakaan, 19.629 (42,7%) orang
mengalami fraktur pada tulang femur.
PENDAHULUAN
• Fraktur Femur  diskontinuitas atau
hilangnya struktur tulang femur.

• Femur  tulang terbesar dan terkuat dalam tubuh orang


dewasa.

• Jenis Fraktur  fraktur tertutup


 fraktur terbuka
PENDAHULUAN
• Prinsip Penanganan Fraktur  tidak terlepas
dari primary survey untuk menemukan dan
mengatasi kondisi life threatening yang ada pada
pasien, terutama pada layanan primer.
• Penatalaksaan yang tepat pada pasien fraktur menentukan
outcome nya.

- Union - Non union


- Delayed union - Malunion
PENDAHULUAN
• Prinsip Penanganan Fraktur  tidak terlepas
dari primary survey untuk menemukan dan
mengatasi kondisi life threatening yang ada pada
pasien, terutama pada layanan primer.
• Penatalaksaan yang tepat pada pasien fraktur menentukan
outcome nya.

- Union - Non union


- Delayed union - Malunion
TINJAUAN PUSTAKA
Anatomi
Femur pada manusia terdiri dari
tiga bagian utama :
1. Bagian atas (caput, collum,
throcanter)
2. Bagian Batang
3. Bagian bawah (condylus,
epicondylus)

Vaskularisasi femur
1. a.iliaka komunis
2. a. Femoralis
3. v. femoralis
Definisi
Fraktur
Fraktur atau patah tulang -> terputusnya kontinuitas
jaringan tulang yang ditentukan sesuai dengan jenis dan
luasnya,

yang biasanya disebabkan oleh tekanan eksternal yang


datang lebih besar dari yang dapat diserap oleh tulang

Fraktur femur adalah terputusnya kontinuitas tulang femur


yang bisa terjadi akibat trauma langsung
Epidemiologi

71,5% 28,5%
Pria : Wanita
3:1
Klasifikasi fraktur menurut Rasjad (2007):

1. Berdasarkan etiologi:
a) fraktur traumatik
b) fraktur patologis
c) fraktur stress terjadi karena adanya
trauma terus menerus di suatu tempat

2. Berdasarkan klinis:
Klasifikasi a) Fraktur terbuka
b) Fraktur tertutup
Etiologi

Trauma
Trauma
tidak
langsung
langsung
Klasifikasi Fraktur Femur

Fraktur femur dapat terjadi mulai dari proksimal sampai ke distal


tulang. Berdasarkan letak patahannya, fraktur femur dikategorikan
sebagai:

a. Fraktur collum femur


b. Fraktur trokanterik
c. Fraktur subtrokanterik
d. Fraktur diafisis
e. Fraktur suprakondiler
f. Fraktur kondiler
Klasifikasi
fraktur collum
femur
Trokanter
subtrokanter
•Fraktur subtrokanter dapat terjadi pada setiap umur
•Akibat trauma yang hebat
• Anggota gerak bawah dalam keadaan rotasi
eksterna, memendek
•ditemukan pembengkakan pada daerah proksimal
femur
•disertai nyeri pada pergesekan.
Lokasi Fraktur
Fraktur Diafisis Femur

Gambaran Klinis
Klasifikasi Mekanisme Trauma
Pembengkakan,
Fraktur femur dapat bersifat Fraktur spiral terjadi apabila jatuh dengan posisi kaki
deformitas pada tungkai
tertutup atau terbuka, simpel, melekat erat pada dasar sambil terjadi putaran yang
atas berupa rotasi eksterna
komunitif, fraktur Z atau diteruskan pada femur. Fraktur yang bersifat transversal dan
dan pemendekan tungkai dan
segmental. oblik terjadi karena trauma langsung dan trauma
mungkin datang dalam
angulasi.
keadaan syok.
Supra kondiler
Derajat fraktur
Fraktur tertutup : 0,1,2,3,4
Fraktur terbuka : I, II, IIIa, IIIb, IIIc
Diagnosis

Anamnesis
Umum

diagnosis Pemeriksaan fisik Lokalis


- Look
- Fell
Pemeriksaan - Movement
penunjang
Penyembuhan Fraktur

Fase Penyembuhan Fraktur: (a)Hematoma; (b)Inflamasi;


(c) Kalus; (d)Konsolidasi; (e)Remodeling.
Penatalaksanaan
Tatalaksana umum
1. Primary Survey : ABCDE
2. Secondary survey
Konservatif
1. Debrideman
2. Penanganan nyeri
3. Traksi kulit/tulang
Operatif
4 Prinsip Penanganan Fraktur

Recognition
01 dengan mengetahui dan menilai keadaan fraktur dari
anamnesis, pemeriksaan klinis dan radiologis

Reduction
02 reduksi fraktur apabila diperlukan.

Retention
03 immobilisasi fraktur menggunakan Skin traction.

Rehabilitation
04 mengembalikan aktivitas fungsional semaksimal
mungkin
Tatalaksana Fraktur Tertutup

1. Konservatif
•Imobilisasi dengan bidai eksterna
•Reduksi tertutup dengan manipulasi dan imobilisasi eksterna
dengan
menggunakan gips.
•Reduksi tertutup dengan traksi kontinu dan counter traksi.

2. Reduksi terbuka dan fiksasi interna atau fiksasi eksterna


tulang

3. Eksisi fragmen tulang dan penggantian dengan protesis


Tatalaksana Fraktur Terbuka

1. Pembersihan luka
2. Eksisi jaringan yang mati dan tersangka
mati (debridemen)
3. Reduksi
4. Penutupan kulit
5. Pemberian antibiotik
6. Pencegahan tetanus
Segera
trauma kulit seperti kontusio
abrasi, laserasi, luka tembus

awal
nekrosis kulit-otot, sindrom

Komplikasi
kompartemen, trombosis,
infeksi sendi dan
osteomielitis

Lanjutan
malunion, delayed union,
osteomielitis kronik, gangguan
pertumbuhan, patah tulang rekuren
osteomielitis kronis, ankilosis,
penyakit degeneratif pasca trauma dan
kerusakan saraf
TERIMAKASIH