Anda di halaman 1dari 44

HERNIA INGUINALIS

OLEH
FIQI QUINTA

PRESEPTOR:
DR ADRIOKI RISA, SP.B

BAGIAN ILMU BEDAH


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS
ANDALAS
RSUD PROF. DR. MA. ALI HANAFIAH
2019
Definisi

• Protrusi / penonjolan
• Isi suatu rongga
• Defek atau bagian lemah dari dinding rongga
bersangkutan.
• Cincin, kantong dan isi hernia.
• Hernia diberi nama menurut letaknya.
Epidemiologi
• Tidak diketahui secara pasti, tetapi angka kejadian
berkisar antara 1-5%.

• 50% hernia terjadi di sisi sebelah kanan.

• Bayi prematur meningkatkan risiko untuk hernia


inguinal dengan angka kejadian rata-rata adalah 2%
pada perempuan dan 7-30% pada laki-laki.

• Hernia inguinal lebih sering pada laki-laki dengan


rasio 4-8: 1 dibandingkan dengan perempuan. 2,3
Etiologi

• Tidak tertutupnya beberapa lubang yang pernah ada


semasa bayi dalam kandungan.

• Hernia pada anak adalah kondisi medis dimana


jaringan atau struktur atau bagian dari organ yang
mencuat melalui jaringan otot atau membran.

• Risiko terjadinya hernia meningkat pada bayi yang


lahir prematur atau memiliki ayah/ibu yang
memiliki hernia sewaktu bayi.
Penyebab hernia pada anak

• Kelemahan otot atau jaringan


• Kongenital
Pada beberapa kasus, beberapa lubang salah
satu contoh kanalis inguinalis tidak dapat
ditutup dengan benar
• Faktor genetik
Hernia umbilical dapat diturunkan melalui
genetik.
Klasifikasi
• Pada anak-anak, hernia paling sering terjadi
disekitar pusar atau di daerah selangkangan atau
skrotum.
• Hernia yang terjadi di daerah pusar disebut hernia
umbilikal
• hernia di daerah selangkangan atau skrotum disebut
hernia inguinal.

• Hernia pada bayi adalah kelainan perkembangan


embriologik. Hernia dapat berkembang dalam
beberapa bulan pertama setelah bayi lahir karena
adanya kelemahan di otot perut
Hernia • Masih dapat keluar dan masuk
Reponibel • Masuk kembali : berbaring, reposisi

Hernia • Tidak dapat keluar dan masuk


Irreponibel
Hernia • obstruksi secara total atau parsial
• gejala ileus obstruksi
Inkarserata • mual., muntah

• tekanan meningkat, darah arteri tidak


Hernia dapat masuk ke hernia
Strangulata • isi hernia menjadi iskemik bahkan infark
• Nyeri hebat
Hernia Inguinal

Definisi
• sebagian usus masuk melalui sebuah lubang
pada dinding perut kedalam kanalis inguinalis.

• Kanalis inguinalis adalah saluran yang


berbentuk tabung, yang merupakan jalan tempat
turunnya testis dari perut kedalam skrotum
sesaat sebelum bayi dilahirkan.
Faktor Predisposisi

 Prosesus vaginalis yang tetap terbuka


 Prematuritas
 Peninggian tekanan intra abdomen: batuk kronik,
mengejan.
 Penyakit tertentu : Hidrocephalus dengan shunt
ventrikulo-peritoneal, disebut-sebut sebagai faktor
yang berperan dalam hal timbulnya hernia
inguinalis pada bayi dan anak.
Embriologi dan Patogenesis

• testis berkembang di perut dan kemudian bergerak


turun ke dalam skrotum melalui kanalis inguinalis

• kanalis inguinalis menutup, mencegah berpindah


kembali ke perut

• Jika daerah ini tidak menutup sepenuhnya, sebuah


lekukan usus dapat masuk ke dalam kanalis
inguinalis melalui area lemah dinding perut bagian
bawah
MANIFESTASI KLINIS

•Benjolan hilang timbul di skrotum

Timbul: Mengedan, megangkat benda berat


Hilang: tidur berbaring

•Inkarserata: Mual dan Muntah

•Strangulata: Rasa tegang, bengkak, panas, tanda-tanda


inflamasi
DIAGNOSIS

Anamnesis

Pemeriksaan Pemeriksaan
Penunjang Fisik
DIAGNOSIS

ANAMNESIS PEMERIKSAAN FISIK

• Benjolan di skrotum yang • Inspeksi: Asimetris pada


muncul waktu berdiri, batuk, kedua sisi lipat paha, skrotum
bersin atau mengedan dan atau labia dalam posisi berdiri
menghilang setelah berbaring dan posisi berbaring
• Mual dan Muntah • Palpasi: Finger test, Silk Golve
• Nyeri Sign, Tes Visibel
• Perkusi: Pekak jika usus isinya
• Auskultasi: Bising usus (+)
Pemeriksaan Fisik

FINGER TEST
Pemeriksaan Fisik

SILK GOLVE SIGN


Pemeriksaan Fisik
TES VISIBEL
Pemeriksaan penunjang

• Strangulasi, sebagai berikut: Leukocytosis


dengan shift to the left yang menandakan
Laboratorium strangulasi
• Elektrolit, BUN, kadar kreatinine yang tinggi
akibat muntah-muntah dan menjadi dehidrasi

Pemeriksaan • Ultrasonografi dapat digunakan untuk


Radiologis membedakan adanya massa pada lipat paha
DIANGNOSIS BANDING

Diagnosis banding

• Encysted hydrocele of the


cord,
• Spermatokel,
• Hernia Femoralis,
• Lipoma of the cord
• Orkitis
PENATALAKSANAAN

KONSERVATIF DEFENITIF
KOMPLIKASI

infeksi

Pada pemulaan terjadi bendungan vena sehingga


terjadi udem organ atau struktur didalam hernia
dan transudasi kedalam kantong hernia

isi hernia tercekik oleh cincin hernia sehingga


terjadi HERNIA STRANGULATA
PROGNOSIS

• Tergantung dari umur penderita,


ukuran hernia serta kondisi dari isi
kantong hernia. Prognosis baik jika
infeksi luka, obstruksi usus segera
ditangani
LAPORAN KASUS

23
24 IDENTITAS PASIEN

▹ Nama : By. R
▹ Jenis kelamin :laki laki
▹ Usia : 21 bulan
▹ Alamat : Tabek Patah
▹ Tanggal masuk : 08 Februari 2019
▹ Tanggal pemeriksaan : 08 Februari 2019
KELUHAN UTAMA
• Benjolan pada kantong kemaluan kanan sejak usia 2
bulan

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


▹ Benjolan pada kantong kemaluan sejak usia 2 bulan
▹ Benjolan bersifat hilang timbul
▹ Benjolan semakin terlihat jelas saat menangis
▹ Orang tua pasien mengatakan tidak ada keluhan BAB
▹ Mual (-), Muntah (-)
▹ Demam (-)
▹ BAK tidak ada keluhan
26

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU


▹ Pasien telah didiagnosis dengan hernia inguinalis lateral dextra sejak usia 2
bulan, dan dokter menyarankan untuk dilakukan operasi herniotomi ketika
pasien telah mencapai usia 10 bulan.
RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA

Tidak ada anggota keluarga lain


yang menderita kelainan
kongenital seperti pasien

27
28 PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan Umum Tampak sakit


sedang
Kesadaran aktif
Tekanan Darah
Nadi 124 x/I
Nafas 23 x/I
Suhu 36,7ºC
Kepala Normochepal
29
Kulit Tidak ada kelainan
Mata Konjungtiva tidak anemis,
sclera tidak ikterik
Telinga Tidak ada kelainan

Hidung Tidak ada kelainan

Mulut Tidak ada kelainan

Leher Tidak ada pembesaran


limfonodi pada regio colli
30 KGB Tidak ada pemebesaran
KGB
Paru Inspeksi :
normochest
Perkusi :
kiri : sonor, kanan : sonor
Palpasi :
Kiri = kanan
Auskultasi :
kiri : suara napas vesikular,
wheezing (-), rhonki (-)
kanan : suara napas vesikular,
wheezing (-), rhonki (-)
Jantung : Inspeksi: iktus kordis tidak terlihat
Palpasi : iktus kordis teraba 1 jari medial
LMCS RIC V
31 Perkusi : tidak dilakukan
Auskultasi: bunyi jantung reguler, S1 S2
normal, murmur (-), gallop (-)

Abdomen Inspeksi : distensi (-) stoma (+)


Palpasi : supel, NT (-), NL(-), hepar dan
lien tidak teraba
Perkusi : timpani
Auskultasi : bising usus (+) normal

Regio anorektal Tidak ada kelainan

Vertebrae Dalam batas normal


Genital Dalam batas normal
Ekstremitas Edema (-) refilling kapiler < 2 detik, akral hangat
Sensorik : baik pada ke-4 ekstremitas
Motorik :
555 555
555 555
Status Lokalis
Regio genital

▹ Inspeksi : Massa di kantong


kemaluan (-)

▹ Palpasi : Tidak teraba ada massa


Diagnosis
kerja

▹ Hernia inguinalis Lateralis dextra


reponibel.
FOTO KLINIS
Pemeriksaan
35
penunjang

▹ Usg skrotum bilateral

Kesan :
Dapat sesuai dengan hernia
scrotalis dextra
PEMERIKSAAN
36 LABORATORIUM
▹ Hb : 10,9 gr%
▹ Leukosit : 10.650 /mm3
▹ Trombosit : 319.000 mm3
▹ Hematokrit : 31,3%

Kesan : dalam batas normal


DIAGNOSIS

Hernia inguinalis Lateralis


dextra reponibel.
38 RENCANA TERAPI

Pro Herniotomi dan hernioplasty


39 PROGNOSIS

Quo Ad vitam : Dubia


ad bonam

Quo Ad sanam : Dubia


ad bonam

Quo Ad functionam : Dubia


ad bonam
DISKUSI
Seorang pasien bayi laki-laki berusia 21 bulan datang ke
RSUD Prof. DR. MA. Ali Hanafiah, dengan keluhan terdapat
benjolan pada skrotum kanan, bersifat hilang timbul, dan telah
dikenal dengan hernia inguinal lateral dekstra reponibel pada
usia 2 bulan.

Pada anamnesis didapatkan bahwa terdapat benjolan


pada skrotum kanan pasien, bersifat hilang timbul, dan semakin
jelas pada saat menangis. Pasien tidak ada keluhan kembung,
mual dan muntah, BAB dan BAK tidak ada kelainan.

41
Diskusi
•Benjolan pada kantong kemaluan yang bisa dimasukkan lagi
disebut dengan hernia reponibel.
0
•Hernia menurut sifatnya bisa dibagi menjadi dua macam, yaitu
4
hernia reponibel bila isi hernia dapat keluar-masuk rongga perut

•Hernia irreponibel bila hernia tidak bisa direposisi lagi ke


dalam rongga perut. Hernia disebut inkarserata atau strangulata
apabila isi hernia terjepit oleh cincin hernia sehingga isi kantong
terperangkap dan tidak dapat kembali ke dalam rongga perut.
0 terjadi gangguan pasase atau vaskularisasi.
Akibatnya,
3
Diskusi
• Dari anamnesis dan pemeriksaan fisik, pasien didiagnosis dengan
hernia inguinalis lateralis dekstra reponible dan pasien direncanakan untuk
Herniotomy dan Hernioplasty .
0
• 4 dengan herniotomi dan
Terapi defenitif pada pasien hernia adalah
hernioplasty atau gabungan keduanya.

• Herniotomi adalah pembebasan kantong hernia sampai ke lehernya.


Kantong dibuka, dan isi hernia dibebaskan kalau ada perlengketan, kemudian
direposisi. Kantong hernia dijahit-ikat setinggi mungkin lalu dipotong.


0 Hernioplasti, dilakukan tindakan memperkecil anulus inguinalis
internus dan memperkuat dinding belakang kanalis inguinalis.
3
Thank you