Anda di halaman 1dari 44

Pemeriksaan Dasar Orthopaedi

Total Musculoskeletal Assessment


• Patient history
• Observation
• Examination of movement
• Special tests
• Reflexes and cutaneous distribution
• Joint play movements
• Palpation
• Diagnostic imaging
Patient History
• Memerlukan kemampuan komunikasi yang efektif
dan efisien dari pemeriksa
– Istilah yang dimengerti pasien
– Dengarkan pasien (taking the time to listen)
– Empati
– Profesional
• Sumber informasi: pasien, keluarga, teman, tenaga
medis (pengantar pasien)
• Kadang-kadang diagnosis dapat ditegakkan dengan
mendengarkan keluhan pasien
Patient History
• Informasi yang diperoleh dari anamnese:
→ Berguna ↔ Terfokus dan terarah
– Informasi tentang penyakit sekarang
– Informasi tentang penyakit terdahulu
– Terapi dan tindakan yang pernah didapat pasien
– Alergi
– Gaya hidup
– Tipe orang
– Kemampuan berbahasa dan kognitif
– Harapan pasien terhadap kondisinya
– dll.
Patient History
1. Umur dan jenis kelamin
2. Pekerjaan
3. Keluhan utama dan alasan mencari pertolongan
4. Mekanisme trauma
5. Keluhan datang perlahan atau tiba-tiba
6. Dimana keluhan yang mengganggu
7. Dimana nyeri atau keluhan pertama kali dirasakan
8. Gerakan atau aktivitas tertentu yang menyebabkan
nyeri (tersebut)
9. Sudah berapa lama
10. Sudah pernah sebelumnya atau tidak
Patient History
11. Apakah intensitas, durasi, atau frekuensi nyeri / keluhan
semakin bertambah
12. Apakah nyeri / keluhan bersifat konstan, periodik,
episodik atau hilang timbul
13. Apakah nyeri berhubungan dengan istirahat, aktivitas,
postur tertentu, fungsi viseral, waktu tertentu
14. Apa tipe dan kualitas nyeri
15. Sensasi (abnormal) apa yang dirasakan pasien dan
dimana
16. Apakah pada sendi terasa locking, unlocking, twinges,
instabilitas atau giving away
Patient History
Deskripsi Nyeri dan Struktur yang Terlibat
Tipe Nyeri Struktur
Cramping, dull, aching Muscle
Kram, tumpul (tidak jelas), nyeri
Dull, aching Ligament, joint capsule
Tumpul (tidak jelas), nyeri
Sharp, shooting Nerve root
Tajam
Sharp, bright, lightning-like Nerve
Tajam (pedih)
Burning, pressure-like, stinging, aching Sympathetic nerve
Terbakar, seperti tertekan, menyengat
Deep, nagging, dull Bone
Dalam, mengganggu, tumpul
Sharp, severe, intolerable Fracture
Tajam, berat, tidak dapat ditolerir
Throbbing, diffuse Vasculature
Berdenyut, difus
Patient History
17. Apakah pasien merasakan gejala spinal cord bilateral, tidak
jelas (fainting), atau tiba-tiba terjatuh (drop attack)
18. Apakah ada perubahan warna pada kulit
19. Apakah pasien ada masalah kehidupan atau ekonomi
20. Apakah pasien memiliki penyakit kronis atau sistemik, atau
kebiasaan yang mengganggu orang banyak (merokok,
alkohol, dll) yang dapat mempengaruhi proses penyakit atau
pengobatan
21. Apakah ada kelainan pada keluarga atau kelainan bawaan
yang mungkin berhubungan dengan penyakit yang diderita
22. Apakah pasien sudah difoto polos (x-ray) atau pencitraan
lainnya
Patient History
Reaksi terhadap Stress
• Sakit dan nyeri
• Cemas
• Perubahan selera makan
• Lelah kronik
• Kesulitan berkonsentrasi
• Susah tidur
• Mudah tersinggung dan tidak sabar
• Kehilangan semangat hidup dan tidak menikmati hidup
• Muscle tension (sakit kepala)
• Tangan berkeringat
• Gemetar, menggigil
• Menarik diri
Patient History
23. Apakah pasien pernah mendapat analgetik, steroid, atau
obat-obatan lain? Sudah berapa lama?
24. Apakah pasien pernah dioperasi atau memiliki penyakit
tertentu

 Informasi yang akurat dan dan detail → working diagnosis


 Working diagnosis + observation + examination → konfirmasi,
membantah / mengubah atau membuktikan diagnosa yang
mungkin
Observation
• Observasi = look, inspeksi
• Untuk memperoleh informasi yang dapat terlihat
• Dimulai dari ruang tunggu
• Di ruang pemeriksaan :
– Pada saat masuk → gait
– Penjelasan tatacara dan tujuan pemeriksaan look
– Laki-laki: celana pendek
– Perempuan: bra atau halter top dan celana pendek
• Temuan dari look → hubungannya dengan proses
patologis yang terjadi
Observation
Gait Cycle
Observation
Gait Cycle
Observation
Setelah pakaian pasien dilepas :
1. Kesegarisan tubuh pasien
‒ Anterior : hidung, xiphisternum dan umbilicus dalam satu
garis
‒ Samping : tip auricula, tip acromion, bagian tinggi dari iliac
crest, dan bagian anterior maleolus lateral dalam stu garis
2. Apakah terdapat deformitas
1) Deformitas struktural : terlihat bahkan pada saat istirahat
(malunion, tortikolis)
2) Deformitas fungsional : timbul akibat postur, berubah bila
postur ikut dirubah (postural skoliosis akibat LLD)
3) Deformitas dinamis : timbul bila otot berkontraksi atau
sendi bergerak
Observation
3. Apakah kontur tulang normal dan simetris atau terdapat
deviasi
‒ Tubuh tidak simetris sempurna
‒ Setiap deviasi harus diperhatikan
4. Apakah kontur jaringan lunak normal dan simetrik? Muscle
wasting?
5. Apakah posisi ekstermitas seimbang dan simetris?
6. Apakah warna dan tekstur kulit normal? Apakah tampilan
kulit di daerah nyeri / bergejala berbeda dengan tempat
lain?
7. Apakah terdapat scar? Sinus?
Observation
8. Apakah terdapat krepitus atau suara abnormal pada saat
sendi digerakkan?
9. Apakah terdapat rasa hangat, swelling, atau kemerahan pada
daerah yang diobservasi?
10. Apakah sikap tubuh pasien terlihat sehat, sakit, lelah,
khawatir?
11. Bagaimana ekspresi wajah pasien?
12. Apakah pasien mau menggerakkan anggota tubuhnya?
Apakah pergerakannya normal atau abnormal?
Apparent length : diukur dari umbilicus
Observation atau xiphisternum ke medial malleolus;
dapat menunjukkan adanya fraktur atau
subluksasi / dislokasi di sacroiliac joint,
pelvis, hip joint, femur (head, neck,
shaft), knee joint, atau tibia (plateau,
shaft)

True length : diukur dari anterior


superior iliac spine ke medial
malleolus; dapat menunjukkan adanya
fraktur atau subluksasi / dislokasi di
pelvis, hip joint, femur (head, neck,
shaft), knee joint, atau tibia (plateau,
shaft)

Anatomical length : diukur dari greater


trochanter femur ke lateral malleolus;
dapat menunjukkan adanya fraktur atau
subluksasi / dislokasi di femur (head,
neck, shaft), knee joint, atau tibia
(plateau, shaft)
Observation Apparent length :
- Dari umbilicus atau
xiphisternum ke medial
malleolus
- Dapat menunjukkan adanya
fraktur atau subluksasi /
dislokasi di SI joint, pelvis,
hip joint, femur (head,
neck, shaft), knee joint,
tibia (plateau, shaft), atau
ankle joint
Observation True length :
- Dari anterior superior iliac
spine ke medial malleolus
- Dapat menunjukkan adanya
fraktur atau subluksasi /
dislokasi di pelvis, hip joint,
femur (head, neck, shaft),
knee joint, atau tibia
(plateau, shaft)
Observation Anatomical length :
- Dari greater trochanter
femur ke lateral malleolus
- Dapat menunjukkan adanya
fraktur atau subluksasi /
dislokasi di femur (head,
neck, shaft), knee joint,
atau tibia (plateau, shaft)
Examination of Movement
• Examination of movement → move
• Bisa menimbulkan rasa tidak nyaman → informed
consent sebelum memulai
• Examination → konfirmasi atau membantah working
diagnosis dari history dan observation
Examination of Movement
Beberapa prinsip examination
1. Bila diperlukan menguji pergerakan sendi bilateral, uji sendi
yang sehat terlebih dahulu
 Menambah rasa percaya diri pasien
 Mengurangui kekhawatiran pasien saat sisi yang sakit diuji
2. Pergerakan aktif dilakukan sebelum pergerakan pasif
3. Setiap pergerakan yang menimbulkan nyeri dilakukan terakhir
4. Jika gerakan aktif tidak penuh, gerakan pasif paksa dapat
dilakukan dengan hati-hati
5. Bila ROM penuh, gerakan aktif yang dilakukan dengan
overpressure boleh dilakukan dengan hati-hati untuk
menentukan end feel sendi; (end feel : sensasi pada sendi
yang “dirasakan” pemeriksa pada saat sendi mencapai akhir
ROM)
Examination of Movement
End Feel Normal dan Abnormal
End Feel Contoh
Normal
Bone to bone Ekstensi elbow
Aproksimasi jaringan lunak Fleksi knee
Peregangan jaringan Dorsifleksi ankle, rotasi lateral shoulder, ekstensi jari
Abnormal
Spasme otot dini Spasme protekstif setelah cedera
Spasme otot terlambat Spasme akibat instabilitas atau nyeri
“Mushy” tissue strain Otot ysng tegang
Spastisitas Lesi UMN
Hard capsular Frozen shoulder
Soft capsular Sinovitis, edema jaringan lunak
Bone to bone Formasi osteofit
Kosong Bursitis subakrmial akut
Springy / elastic block Meniscus tear
Examination of Movement
6. Setiap pergerakan aktif, pasif, atau resisted isometric
dapat dilakukan berulang untuk melihat apakah gejala
bertambah atau berkurang, ada pola pergerakan yang
berbeda, peningkatan kelemahan atau adanya
kemungkinan insufisiensi vaskular
7. Pergerakan resisted isometric dilakukan dengan sendi
dalam posisi netral atau istirahat untuk meminimalkan
stres pada bagian yang lemah
8. Dalam penilaian ROM pasif atau uji ligamen, hal penting
selain derajat ROM adalah kualitas derajat gerakan
tersebut; ROM = range of motion / movement
Examination of Movement
9. Dalam menguji ligamen, stres yang diberikan harus
dilakukan dengan perlahan dan dapat dilakukan
berulang
10. Dalam menguji myotom, setiap kontraksi ditahan
minimal 5 detik untuk melihat apakah terdapat
kelemahan atau tidak
11. Pada pemeriksaan movement, lakukan informed
consent pada pasien karena pemeriksaan ini dapat
memprovokasi nyeri
12. Bila dari kesimpulan pemeriksaan ternyata pada pasien
terdapat kelainan, pemeriksa tidak boleh segan merujuk
kepada yang lebih kompeten
Special Test
• Konfirmasi diagnosa yang meragukan
• Menentukan diagnosa banding
• Membedakan struktur
• Memahami tanda yang tidak biasa
• Memisahkan tanda dan gejala yang sulit
Joint Play Movements
• Active physiological movement / voluntary movement :
ROM aktif yang dapat dilakukan sendi hingga derajat
tertentu
• Joint play movements :
– Definisi : ROM tambahan dengan derajat yang kecil
yang hanya dapat dilakukan secara pasif oleh
pemeriksa
– Bukan gerakan volunter
– Diperlukan untuk pergerakan fungsional sendi yang
komplit-tanpa nyeri dan ROM penuh pada sendi
Joint Play Movements
• Joint play movement dapat menyerupai atau sama
dengan ROM pasif
– Terutama pada sendi dengan pergerakan minimal
– Sendi yang tidak mendapat aksi dari otot
– Sacroiliac joint dan superior tibiofibular joint
• Disfungsi sendi : menandakan gangguan pada joint play
movement
Joint Play Movements
Sacroiliac Joint
Joint Play Movements
Superior Tibiofibular Joint
Palpation
• Palpation = feel
• Dilakukan bila jaringan terletak superfisial dan
mudah digapai oleh jari
• Lokasi yang dipalpasi harus rileks
• Harus dilatih dengan baik agar dapat
digunakan dengan efektif
Palpation
1. Perbedaan antara tissue tension dan muscle tone
2. Tekstur kulit
3. Identifikasi bentuk, struktur, dan tipe jaringan untuk
mendeteksi abnormalitas
4. Tentukan ketebalan dan tekstur jaringan → pliable, soft,
resilient, atau terdapat swelling
5. Cari nyeri tekan pada sendi dengan melakukan
penekanan yang lembut
6. Variasi suhu
7. Pulsasi, termor dan fasikulasi
8. Tentukan bagian yang patologis di dan sekitar sendi
Palpation
9. Kekeringan atau lembab yang berlebihan pada kulit
10. Sensasi yang abnormal
Lokasi Pulsasi
Arteri Lokasi
Carotis Anterior m. Sternocleidomastoideus
Brachial Bagian medial lengan atas di pertengahan antara bahu dan siku
Radial Di pergelangan tangan, lateral dari tendon flexor carpi radialis
Ulnar Di pergelangan tangan, antara tendon flexor digitorum superfisialis
dan tendon flexor carpi ulnaris
Femoral Di femoral triangle (sartorius, adductor longus dan inguinal ligament)
Popliteal Bagian posterior lutut (letaknya dalam dan sulit dipalpasi)
Posteior tibial Bagian posterior maleolus medial
Dorsalis pedis Di bagian superior antara tulang metatarsal satu dan dua
Palpation
Dermatom
Diagnostic Imaging
• Foto polos (x-ray)
• Arthrography
• CT-Arthrography
• Venogram & Arteriogram
• Myelography
• CT Scan
• Radionuclide Scanning (Scintigraphy)
• Discography
• Magnetic Resonance Imaging (MRI)
• Fluoroscopy
• Diagnostic Ultrasound
• Xeroradiography
Diagnostic Imaging
Hal-Hal yang Diperhatikan dari Foto Polos
• Ukuran dan bentuk tulang secara keseluruhan
• Ukuran dan bentuk tulang lokal
• Jumlah tulang
• Alignment (kesegarisan) tulang
• Ketebalan korteks
• Bentuk trabekular tulang
• Densitas dari seluruh tulang
• Perubahan densitas lokal
• Batas lesi lokal
Diagnostic Imaging
Hal-Hal yang Diperhatikan dari Foto Polos
• Ada tidaknya diskontinuitas tulang
• Perubahan pada periosteum
• Perubahan pada jaringan lunak (swelling, fat pad yang
terlihat, dll)
• Hubungan antar tulang
• Ketebalan cartilage (jarak cartilage dalam sendi)
• Lebar dan kesimetrisan celah sendi
• Kontur dan densitas tulang subkondral
Diagnostic Imaging
Hal-Hal yang Diperhatikan dari Foto Polos
Diagnostic Imaging
Hal-Hal yang Diperhatikan dari Foto Polos
Diagnostic Imaging
Hal-Hal yang Diperhatikan dari Foto Polos
Diagnostic Imaging
MRI (Magnetic Resonance Imaging)
• Bekerja bedasarkan atom hidrogen
• Keuntungan :
– Non-infasif
– Tidak menimbulkan nyeri
– Excellent tissue contrast
– Multiplanar
– Tidak memiliki efek merugikan
• Kerugian :
– Mahal
– Tidak spesifik
– Sulit pada penderita claustrofobia
– Tidak bisa pada pasien yang memiliki benda metal
(pacemaker)
Diagnostic Imaging
MRI (Magnetic Resonance Imaging)

• Spinal cord
• Intracranial
• CNS
• Diskus
• Otot, meniskus, ligamen
• Bone marrow
• Osteonecrosis
Diagnostic Imaging
MRI (Magnetic Resonance Imaging)
Diagnostic Imaging
MRI (Magnetic Resonance Imaging)