Anda di halaman 1dari 22

Kelompok 1

Andi Alfira
Janis Khafidzul
Rizki Eka Bela
Sasqia Faradilla

Baterai dan Aki


Sejarah Singkat Baterai

Pada tahun 1799, fisikawan Italia Alessandro Volta menciptakan baterai pertama
dengan susunan lapisan seng, karton atau kain, dan perak yang direndam di air
garam. Pengaturan ini, yang disebut tumpukan volta, Namun, ada beberapa
kelemahan dari penemuan Volta. Ketinggian di mana lapisan bisa ditumpuk
terbatas karena berat tumpukan akan membuat air garam keluar dari karton atau
kain. Cakram logam juga cenderung cepat korosi, memperpendek umur baterai.
Meskipun begitu, satuan gaya gerak listrik yang digunakan hingga saat ini
adalah “Volt” untuk menghormati prestasi Volta
Fungsi Baterai

Sebagai media penyimpan dan penyedia energy listrik dalam kapasitas


yang rendah, yang dapat digunakan pada peralatan elektronik, yang membutuhkan
energy listrik kecil. Misalnya untuk menyalakan radio, laptop, jam dinding, senter,
handphone, dan lain-lain.
Prinsip Kerja Baterai

Baterai adalah perangkat yang mampu menghasilkan tegangan DC, yaitu dengan
cara mengubah energi kimia yang terkandung didalamnya menjadi energi listrik
melalui reaksi elektro kima, Redoks (Reduksi – Oksidasi).
Terdapat 2 cara :
1. Proses Pengisian : Proses pengubahan energi listrik menjadi energi kimia.
Reaksi kimia yang terjadi adalah sebagai berikut:
Anoda : Pb(s) + SO42-(aq) PbSO4(s) + 2e-
Katoda : PbO2(s) + 4H+(aq) + SO42-(aq) + 2e- PbSO4(s) + 2H2O(l)
Total : Pb(s) + PbO2(s) + 4H+(aq) + SO42-(aq) 2PbSO4(s) + 2H2O(l)
2. Proses Pengosongan: Proses pengubahan energi kimia menjadi energi listrik.
Proses ini adalah kebalikan dari proses pengosongan dimana arus listrik dialirkan
yang arahnya berlawanan dengan arus yang terjadi pada saat pengosongan.
– Pada proses ini setiap molekul air terurai. Ion oksigen yang bebas bersatu
dengan tiap atom Pb pada plat positif membentuk timah peroxida (PbO2).
Sedangkan tiap pasang ion hidrogen (2H+) yang dekat plat negatif bersatu
dengan ion negatif Sulfat (SO42-) pada plat negatif untuk membentuk asam
sulfat.
Jenis – Jenis Baterai

1. Baterai Primer adalah tipe baterai yang dapat disimpan dan menghasilkan
energi listrik, tetapi tidak dapat diisi kembali.contoh : Baterai Alkaline

Baterai ini memiliki kapasitas yang rendah, berat, dan bermasalah dalam
men-supply arus besar dalam waktu pendek. Selain itu, dikarenakan batterai ini
tidak dapat diisi ulang, pemakaian secara terus menerus dengan mengganti baterai
baru akan menguras biaya yang cukup besar.
– Baterai Sel Kering
yaitu sel tanpa komponen cairan, sel kering yang paling umum, ialah sel Leclanche
yang digunakan di lampu senter dan radio transistor, dll. Anoda selnya terbuat dari
sebuah kaleng atau wadah seng yang bersentuhan dengan Mangan dioksida (MNO2)
dan sebuah elektrolit. Reaksinya :
Anoda : Zn(s) Zn2+(aq) + 2e-
Katoda : 2NH4+(aq) + 2MnO2(s) + 2e- Mn2O3(s) + 2NH3(aq) + 2H2O(l)
Total : Zn(s) + 2NH4+(aq) + 2MnO2(s) Zn2+(aq) + 2NH3(aq) + H2O(l) + Mn2O3(s)
– Baterai Merkuri
Banyak digunakan dalam dunia pengobatan dan industry elektronik dan
lebih mahal dibanding sel kering biasa. Ditempatkan dalam sebuah silinder baja
antikarat, baterai merkuri terdiri atas anoda seng (diamalgamkan dengan melkuri)
yang bersentuhan dengan elektrolit alhali kuat yang mengandung seng oksida dan
merkuri(II) oksida. Reaksi selnya :
Anoda : Zn(s) + 2OH-(aq) ZnO(s) + H2O(l) + 2e-
Katoda : HgO(s) + H2O(l) + 2e- Hg(l) + 2OH-(aq)
Total : Zn(s) + HgO(s) ZnO(s) + Hg(l)
– Baterai Fuel Cell
Minyak fosil merupakan sumber energy utama, tetapi proses pengubahan minyak fosil
menjadi energy listrik sangat tidak effisien. Kita lihat pembakaran gas metana berikut
ini:
CH4(g) + 2O2(g) CO2(g) + 2H2O(l) + energy
Untuk menghasilkan listrik, kalor yang dihasilkan dari reaksi terlebih dahulu digunakan
untuk mengubah air menjadi uap air, yang selanjutnya menggerakkan turbin yang
menggerakkan generator. . Karena reaksi pembakaran adalah reaksi redoks, akan lebih
baik melakukannya langsung dengan cara-cara elektrokimia, dengan demikian akan
sangat meningkatkan effisiensi produk daya. Tujuan ini dapat dicapai dengan alat yang
dikenal sebagai Fuel Cell, yaitu sel galvanic yang memerlukan pasokan reaktan yang
kontinyu agar tetap berfungsi.
Dalam bentuknya yang paling sederhana, sel bahan bakar hydrogen-oksigen terdiri
atas larutan elektrolit, seperti larutan kalium hidroksida, dan dua elektroda inert.
Gas hydrogen dan oksigen dihembuskan lewat kompartemen anoda dan katoda,
dimana reaksi-reaksi berikut terjadi:
Anoda : 2H2(g) + 4OH-(aq) 4H2O(l) + 4e-
Katoda : O2(g) + H2O(l) + 4e- 4OH-(aq)
Total : 2H2(g) + O2(g) 2H2O(s) + Hg(l)
Baterai Fuel Cell adalah baterai dengan efisiensi energi tertinggi, yaitu 40 hingga 60
kali lipat Baterai Lithium Ion (Li-On) dan memiliki energi densitas 2-3 kali lipat Li-
Ion (Perbandingan antara volume zat dengan energi yang dihasilkan, dengan
demikian Baterai Fuel Cell dapat menghasilkan energi 2- 3 kali Li-On pada Volume
yang sama). Baterai ini menggunakan methanol atau ethanol sebagai energi
utamanya. Baterai ini tidak dapat diisi ulang
2. Baterai Sekunder
Baterai yang dapat disimpan dan menyalurkan energi listrik dan dapat diisi kembali
dengan memberikan arus dengan arah berlawanan pada saat baterai mengalirkan
arusnya. Macam-macamnya : Nickel Cadmium (NiCd).
cocok untuk bebean yang memerlukan arus sedang (2-3 Ampere). Baterai ini
relative lebih murah dibandingkan dengan baterai lainnya serta dapat di recharged
secara cepat. Namun proses recharge dari baterai ini memiliki kekurangan yang
biasa disebut memory effect. Memory effect menyebabkan pengurangan kapasitas
baterai apabila di-recharge dalam keadaan masih terisi muatan. Hal ini yang
menyebabkan baterai NiCd harus benar-benar dikosongkan bila akan diisi ulang.
– Nickel Metal Hydride (NiMH).
Baterai NiMH memiliki kekurangan dimana dischare factor-nya cukup besar,
sehingga bila baterai ini dibiarkan begitu saja selama beberapa waktu, muatan
yang terdapat dalam baterai akan lebih cepat berkurang dibandingkan baterai
lainnya. Namun dalam segi siklus recharge, baterai ini memiliki kelebihan dimana
dapat di recharg lebih sering dibandingkan dengan baterai NiCd.
– Lithium Ion (Li-Ion).
Baterai ini memiliki rapat energy lebih tinggi dibandingkan dengan baterai lainnya.
Hal ini memungkinakan baterai Li-Ion memiliki volume lebih kecil untuk kapasitas
yang sama. Selain itu, bater Li-Ion tidak memiliki memory effect sehingga dapat di
recharge kapan pun kita mau. Terdapat pula baterai Lithium yang bersenyawa
dengan senyawa polymer atau biasa disebut Lithium Polymer. Baterai Li-Po sangat
baik untuk pemakaian dalam arus besar karena dapat memberikan arus hingga 30
Ampere.
– Baterai Aki
Setiap sel mempunyai anoda timbal dan katoda yang terbuat dari timbal dioksida
(PbO2) yang dikemas pada sebuah pelat logam. Baik katoda maupun anoda
dicelupkan dalam larutan asam sulfat, yang berfungsi sebagai elektrolit. Reaksi
selnya sebagai berikut:
Anoda : Pb(s) + SO42-(aq) PbSO4(s) + 2e-
Katoda : PbO2(s) + 4H+(aq) + SO42-(aq) + 2e- PbSO4(s) + 2H2O(l)
Total : Pb(s) + PbO2(s) + 4H+(aq) + SO42-(aq) 2PbSO4(s) + 2H2O(l)
Tidak seperti sel Leclanche dan baterai merkuri, aki dapat diisi ulang. Pengisian
ulang baterai berarti membalik reaksi elektrokimia normal dengan menerapkan
voltase eksternal pada katoda dan anoda. (Jenis proses ini dinamakan elektrolisis).
Reaksi pengisian material awalnya ialah:
Anoda : PbSO4(s) + 2e Pb(s) + SO42-(aq)
Katoda : PbSO4(s) + 2H2O(l) PbO2(s) + 4H+(aq) + SO42-(aq) + 2e-
Total : 2PbSO4(s) + 2H2O(l) Pb(s) + PbO2(s) + 4H+(aq) + SO42-(aq)
– Baterai Li-Po
baterai isi ulang (baterai sel sekunder). Biasanya baterai ini terdiri dari beberapa sel
sekunder yang identik di samping paralel untuk meningkatkan kemampuan debit
saat ini.
Keuntungan dari polimer Li-ion atas desain lithium-ion berpotensi lebih rendah
termasuk biaya pembuatan, kemampuan beradaptasi terhadap berbagai bentuk
kemasan, dan kekasaran. Lithium-ion baterai polimer mulai muncul dalam
peralatan elektronik konsumen sekitar tahun 1996.
Kelemahan Li-po justru mengharuskan kita mengisi ulang baterai jangan sampai
menunggu ponsel mati dengan sendirinya.
Aki

Aki adalah salah satu komponen utama dalam kendaraan bermotor,


baik mobil atau motor, semua memerlukan aki untuk dapat menghidupkan
mesin mobil (mencatu arus pada dinamo stater kendaraan).
Komponen Aki

1. Plat positif dan plat negatif


2. Separator dan lapisan serat gelas
3. Cairan elektrolit
4. Penghubung antara sel dan terminal Aki
5. Sumbat pada Aki
6. Perekat bak dan tutup
Fungsi Aki

1. Aki mampu mengubah tenaga kimia menjadi tenaga listrik


2. sebagai pemasok arus listrik untuk kebutuhan lampu-lampu ketika
kendaraan berhenti atau parkir ketika mesin mati.
3. sebagai media penyimpan dan pensuplay arus listrik pada waktu
kendaraan di starter.
Prinsip kerja
Jenis-Jenis Aki

1. Aki basah
2. Aki kering