Anda di halaman 1dari 12

BAHAYA PSIKOLOGI DI TEMPAT

KERJA
 Benny Christian Sembiring
 Cindy Avrilta Sembiring
 Denny Prayogi
 Gracia Anjelina Aritonang
 Khoirul Bahri Nasution
 Loren br Ginting
 Rumiris Sinambela
 Ruth Laura Br Tarigan
 Sri Rejeki
 Supriyatik

PSKM II
Bahaya Psikologis

Bila seseorang sedang mempunyai masalah


dalam keluarganya,kemudian ketika dia
sedang bekerja ,dia selalu memikirkan
masalah tersebut dan tidak fokus , sehingga
ada kemungkinan dia akan mendapatkan
kecelakaan atau kejadian yang tidak
diinginkan.
Bahaya Psiko-Sosial

Bahaya Psikosial yaitu potensi bahaya yang


berasal atau ditimbulkan oleh kondisi aspek-aspek
psikologi ketenagakerjaan yang kurang baik atau
kurang mendapatkan perhatian.
Seperti :
1. penempatan tenaga kerja yang tidak sesuai
dengan bakat atau minat ,kepribadian dan
pendidikannya.
2.Sistem seleksi dan klasifikasi tenaga kerja
yang tidak sesuai.

3.Kurangnya keterampilan tenaga kerja dalam


melakukan pekerjaannya sebagai akibat
kurangnya latihan kerja yang diperoleh.

4.Hubungan antara individu yang tidak harmonis


dan tidak serasi dalam organisasi kerja.
 Pentingnya mempelajari bahaya psikososial
dan strees kerja adalah agar produktivitas kerja
dapat tetap terjaga .
 Bahaya ini secara langsung atau tidak langsung
akan berpengaruh terhadap kondisi fisik dan
psikis karyawan sehari-hari.
 Jika seseorang karyawan tidak dapat mengatasi
beban bahaya ini dengan baik ,maka karyawan
tersebut akan jatuh dalam kondisi bosan dan
jenuh sertah mempengaruhi produktivitas kerja
karyawan .
STRESS
Stress adalah tanggapan tubuh (respon)yang
sifatnya non spesifik terhadap setiap
tuntutan atasanya.manakala tuntutan
terhadap tubuh itu berlebihan maka hal ini
dinamakan stress.
Jenis-jenis Stress
Quick dan Quick (1984) mengkategorikan
jenis stress menjadi dua yaitu :
1.Eustress yaitu hasil dari respon terhadap
stress yang bersifat sehat,positif dan
konstruktif (bersifat membangun).hal
tersebut termasuk kesejahteraan individu
juga organisasi yang diasosiasiakan dengan
pertumbuhan ,kemampuan adaptasi dan
performance yang tinggi.
2.Distress yaitu hasil dari respon terhadap stress
yang bersifat tidak sehat,negatif dan destruktif
( bersifat merusak ) .hal tersebut termasuk
konsekuensi individu dan juga organisasi seperti
penyakit jantung dan tingkat ketidakhadiran
yang tinggi .
Gejala Stress

 Kepuasaan kerja rendah


 Kinerja yang menurun
 Semangat dan energi menjadi hilang
 Komunikasi tidak lancar
 Pengambilan keputusan jelek
 Kreativitas dan inovasi kurang
 Bergulat pada tugas-tugas yang tidak produktif
Solusi :
Pengolahaan stress dapat dilakukan dengan
pendekatan individu atau organisasi .
Gangguan emosional yang timbul

 Cemas
 Gelisah
 Gangguan Kepribadian
 Penyimpangan Seksual
 Ketagihan Alkohol dan Psikotropika
TERIMAKASIH