Anda di halaman 1dari 23

Penggunaan Unit Dosis Obat

dan Pencegahan Injury


Pengobatan
Oleh :
Bambang Kamiwarno, S.Kep MH.Kes
Pendahuluan
• Jumlah obat yang diberikan kepada penderita dalam satuan berat
(gram, mgram, µgram) atau satuan isi (mililiter, liter) atau unit-unit
lainnya (unit international) utk memperoleh efek terapeutik yg
diharapkan.
• Obat atau medikasi adalah zat yang digunakan dalam diagnosis,
terapi, penyembuhan, penurunan atau pencegahan penyakit.
Dalam dunia kedokteran dan farmasi dikenal istilah beberapa jenis
dosis, yaitu :
• Dosis lazim yaitu jumlah dosis acuan pemakaian obat.
• Dosis ini akan memberikan khasiat sesuai dengan yang diharapkan
• Dosis maksimal yaitu dosis terbesar yang masih bisa digunakan oleh
seorang pasien baik dalam setiap kali pemakaian ataupun setiap
harinya.
• Dosis toksik/ racun yaitu dosis obat yang melampui dosis
maksimalnya.
• Seperti kita ketahui bahwa dalam dunia pengobatan beda antara obat dan
racun hanya terletak pada jumlah dosisnya.
• Jika obat digunakan dibawah dosis lazimnya, maka suatu obat tidak
akan cukup memberikan khasiat sedangkan apabila dosis yang
diberikan melebihi dosis maksimalnya maka efek racun dari suatu
obat akan terjadi pada penggunanya.
• Ketepatan jumlah dosis menjadi salah satu bagian yang paling
penting dalam memperoleh khasiat dari obat tersebut.
• Informasi mengenai dosis obat dapat diperoleh dari etiket atau brosur yang
disertakan pada suatu produk obat atau dengan menanyakannya pada
apoteker anda.
• Keracunan obat bisa terjadi karena dosis yang diminum melebihi
dosis anjuran.
• Misalnya karena merasa ingin cepat sembuh, dosis obat yang seharusnya satu
tablet diminum menjadi 2 tablet.
BATASAN OBAT
• Sebagai bahan kimia, obat identik dengan racun. Yang
membedakan adalah cara pemberian dan dosisnya.
• Bila indeks terapinya sempit, seperti digoksin dan xantine,
tingkat toksisitasnya akan semakin tinggi.
• Berdasarkan Permenkes RI No. 242/1990, OBAT JADI :
• merupakan sediaan atau paduan bahan-bahan yang siap
digunakan untuk mempengaruhi/menyelidiki sistem
fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan
diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan,
peningkatan kesehatan dan kontrasepsi.
Kegunaan obat, antara lain:
• Diagnosis
• Contohnya barium sulfat (BaSO4) yang digunakan sebagai cairan
kontras dalam pemeriksaan radiology untuk melihat fungsi organ
tertentu.
• Pencegahan
• Misalnya Vaksin yang diberikan pada adik bayi.
• Mengurangi/menghilangkan gejala
• Untuk menghilangkan gejala simtomatis ada golongan analgetika
yang udah kita kenal seperti Antalgin, Paracetamol.
• Menyembuhkan penyakit
• Diantaranya antibiotic, yang harus kita tegaskan aturan minumnya
agar tak terjadi resistensi.
PEMBERIAN OBAT
Sebuah obat memiliki empat nama berbeda :
• Nama kimia memberi gambaran pasti komposisi obat.
• Nama generic diberikan oleh pabrik yang pertama kali memproduksi
obat tersebut
• Nama resmi obat adalah nama obat yang terdaftar dalam publikasi
resmi
• Nama dagang,nama merek,atau nama pabrik adalah nama yang
digunakan pabrik dalam memasarkan obat. Sebuah obat generic
dapat memiliki nama dagang yang berbeda. Nama dagang memiliki
symbol ® disebelah kanan atas nama obat, yang mengindikasikan
bahwa obat terdaftar
Bentuk obat
• Obat tersedia dalam berbagai bentuk atau preparat,
bentuk obat menentukan rute pemberian obat.
• Komposisi obat dibuat untuk meningkatkan absorbsi
dan metabolisme di dalam tubuh.
• Ada beberapa bentuk obat misalnya tablet, kapsul,
eliksir dan supositoria.
• Ketika memberi obat, perawat harus yakin bahwa ia
memberikan obat dalam bentuk yang benar.
KLASIFIKASI
• Klasifikasi obat mengindikasikan efek pada system tubuh, gejala yang
dihilangkan, efek yang diinginkan
• Setiap golongan berisi obat yang diprogramkan untuk jenis masalah
kesehatan yang sama
• Komposisi fisik dan kimia obat dalam satu golongan tidak selalu sama
• Perawat harus mengetahui karakteristik umum obat dalam setiap
golongan
• Setiap golongan obat memiliki implikasi keperawatan untuk
pemberian dan pemantauan yang tepat
• Implikasi keperawatan untuk semua obat dalam suatu golongan
memandu perawat dalam memberikan perawatan yang aman dan
efektif.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
DOSIS OBAT
1. FAKTOR OBAT:
• Sifat Fisika : Kelarutan obat (air/lipid); Bentuk (Kristal/Amorf)
• Sifat Kimia : Asam, Basa, Garam, Ester, PH
• Toksisitas
2. FAKTOR CARA PEMBERIAN:
• Oral : Dimakan / Diminum
• Parenteral : Subkutan, im, iv Rektal, Vaginal, Uretral Lokal, Topikal
3. FAKTOR PENDERITA:
• Umur : Anak, dewasa, geriatric
• BB : Normal, obesitas
• Ras : Metabolisme obat
• Sensitivitas individual
•Dalam menentuklan dosis anak, ada
beberapa masalah yang harus kita
perhatikan.
•Organ (hepar, ginjal, SSP) belum berfungsi
secara sempurna, metabolisme obat belum
maksimal.
Distribusi cairan tubuh berbeda dengan orang dewasa:
• Perbedaan absorpsi (perbedaan kepadatan sel)
• Perbedaan distribusi (% cairan ekstrasel & cairan
tubuh total
• Perbedaan metabolisme (ensimatik yang belum
sempurna)
• Perbedaan ekskresi (glomerulus belum berkembang
lengkap)
INDIKASI DAN PATOFISIOLOGI PENYAKIT

•Penyebab penyakit
•Keadaan patofisiologis
BERAT DAN KOMPOSISI BADAN
• Ada hubungan langsung antara jumlah obat yang diberikan dan
jumlah jaringan tubuh tempat obat didistribusikan.
• Kebanyakan obat diberikan berdasarkan berat dan komposisi tubuh
dewasa.
• Perubahan komposisi tubuh dapat mempengaruhi distribusi obat
secara bermakna, misalnya pada klien lansia.
• Semakin kecil berat badan klien, semakin besar konsentrasi obat di
dalam jaringan tubuhnya, dan efek obat yang dihasilkan makin kuat.
PENCEGAHAN INJURY PENGOBATAN
• Kesalahan pengobatan adalah suatu kejadian yang
dapat membuat klien menerima obat yang salah atau
tidak mendapat terapi obat yang tepat.
• Dalam risiko cedera sebagai hasil dari interaksi kondisi
lingkungan dengan respon adaptif individu dan
sumber pertahanan.
Faktor resiko
1. Eksternal
a. Mode transpor atau cara perpindahan
b. Manusia atau penyedia pelayanan kesehatan (contoh : agen
nosokomial)
c. Pola kepegawaian : kognitif, afektif, dan faktor psikomotor
d. Fisik (contoh : rancangan struktur dan arahan masyarakat,
bangunan dan atau perlengkapan)
e. Nutrisi (contoh : vitamin dan tipe makanan)
f. Biologikal ( contoh : tingkat imunisasi dalam masyarakat,
mikroorganisme)
g. Kimia (polutan, racun, obat, agen farmasi, alkohol, kafein nikotin,
bahan pengawet, kosmetik, celupan (zat warna kain)
2. Internal
a. Psikolgik (orientasi afektif)
b. Mal nutrisi
c. Bentuk darah abnormal, contoh : leukositosis/leukopenia,
perubahan faktor pembekuan, trombositopeni, sickle cell,
thalassemia, penurunan Hb, Imun-autoimum tidak berfungsi.
d. Biokimia, fungsi regulasi (contoh : tidak berfungsinya sensoris)
e. Disfugsi gabungan
f. Disfungsi efektor
g. Hipoksia jaringan
h. Perkembangan usia (fisiologik, psikososial)
i. Fisik (contoh : kerusakan kulit/tidak utuh, berhubungan dengan
mobilitas)
UPAYA PENCEGAHAN INJURY PEMBERIAN
OBAT
1. Tepat obat
• Sebelum mempersiapkan obat ke tempatnya
petugas medis harus memerhatikan kebenaran
obat sebanyak tiga kali, yakni :
• ketika memindahkan obat dari tempat penyimpanan
obat,
• saat obat diprogramkan, dan
• saat mengembalikan obat ke tempat penyimpanan.
2. Tepat dosis
• Untuk menghindari kesalahan dalam pemberian obat,
maka penentuan dosis harus diperhatikan dengan
menggunakan alat standar seperti obat cair harus
dilengkapi :
• alat tetes,
• gelas ukur,
• spuit atau sendok khusus;
• alat untuk membelah tablet; dan lain-lain.
• Dengan demikian, perhitungan dosis benar untuk
diberikan ke pasien.
3. Tepat pasien
• Obat yang akan diberikan hendaknya benar pada
pasien yang diprogramkan.
• Hal ini dilakukan dengan mengidentifikasi identitas
kebenaran obat, yaitu
• mencocokkan nama, tanggal lahir
• nomor register, alamat,
• dan program pengobatan pada pasien.
4. Tepat jalur pemberian
• Kesalahan rute pemberian dapat menimbulkan efek
sistemik yang fatal pada pasien.
• Untuk itu, cara pemberiannya adalah dengan
melihat cara pemberian/ jalur obat pada label yang
ada sebelum memberikannya ke pasien.
5. Tepat waktu
• Pemberian obat harus benar-benar sesuai dengan
waktu yang di programkan, karena berhubungan
dengan kerja obat yang dapat menimbulkan efek
terapi dari obat.
•Terima kasih