Anda di halaman 1dari 10

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU ORANG TUA

DALAM MENGHADAPI SIBLING RIVALRY PADA ANAK USIA


3-5 TAHUN DI DESA KWASENREJO

PROPOSAL PENELITIAN

PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KARYA HUSADA
SEMARANG
2018
2

Dukungan keluarga dalam


Dampak positif sibling
menghadapi sibling rivalry
rivalry
Puskesmas Gunungpati
1. memberikan pengalaman belajar memberitahu kepada anak yang lebih tua
Desa Kwasen Rejo yang berharga bagi anak bahwa anak yang lebih tua bisa
2. menyelesaikan perselisihan dengan menerima adiknya
Balita umur 3-5 tahun baik (melalui bimbingan orangtua)
Desember 2017 = 1789 anak
Agustus 2018 =1728 anak Balita umur 3-5 tahun 22% (233
Perilaku orang tua dalam
balita)
menghadapi sibling rivalry
Dampak negatif sibling
rivalry Memberikan asuhan yang lebih kepada
Wawancara 4 ibu yang memiliki anak umur 3-5 tahun mempunyai anak bahwa dengan mempunyai adik dia
adik tidak akan kehilangan kasih sayang dari
1. 3 ibu mengatakan bahwa balita sering terjadi persaingan anak merasa tidak memiliki harga diri di mata
orangtuanya karena merasa terus menerus orangtuanya
serta pertengkaran dalam kesehariannya
2. 1 ibu mengatakan bahwa balita tidak menunjukkan disalahkan dan kakak akan menyimpan dendam
persaingan dan pertengkaran yang sering karena mereka kepada sang adik karena orang selalu membela
cenderung memiliki karakter yang berbeda dan satu sama adiknya
lain akan saling melengkapi.
3

Rumusan Masalah
1 Untuk mengetahui distribusi frekuensi dukungan keluarga dalam menghadapi sibling rivalry pada
anak usia balita di Desa Kwasenrejo Kecamatan Gunungpati Tahun 2018

“Bagaimanakah Hubungan dukungan keluarga dengan Untuk mengetahui distribusi frekuensi perilaku orangtua dalam menghadapi sibling rivalry pada
2
perilaku orang tua dalam menghadapi sibling rivalry anak usia balita di Desa Kwasenrejo Kecamatan Gunungpati Tahun 2018
pada anak usia balita di Desa Kwasenrejo Kecamatan
Gunungpati Tahun 2018”
3 Untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan perilaku orangtua dalam menghadapi
sibling rivalry pada anak usia balita di Desa Kwasenrejo Kecamatan Gunungpati Tahun 2018

6
BAB III
Jenis dan Desain Penelitian
Kuantitatif  cross sectional
(Dalam penelitian cross sectional setiap responden hanya diobservasi satu kali saja dan pengukuran variabel
responden).
DO
Populasi, Sampel dan Teknik Sampling
7

Sampel
Populasi Seluruh ibu yang memiliki balita umur 3-5
tahun mempunyai adik memenuhi kriteria
Seluruh ibu yang memiliki balita umur inklusi dan tidak termasuk kriteria eksklusi,
3-5 tahun mempunyai adik di desa yang berjumlah 36 orang
Kwasen Rejo

Kriteria Eksklusi
1. Ibu yang mempunyai
Teknik Sampling Kriteria Inklusi anak balita dengan
Total Sampling 1. Ibu yang mempunyai balita umur keterbatasan petumbuhan
3 -5 tahun dan memiliki adik di dan perkembangan
desa Kwasen Rejo 2. Ibu yang mengundurkan
2. Ibu yang bersedia menjadi diri menjadi responden
responden
8

Instrumen Penelitian
kuesioner = 1. dukungan keluarga dalam menghadapi sibling rivalry
2. perilaku orang tua dalam menghadapi sibling rivalry

1. Pengajuan ijin kepada UP3M institusi STIKES Karya Husada Semarang


2. Meminta surat izin penelitian dari Badan Kesbangpol kota semarang untuk diberikan kepada Dinas Kesehatan Kota Semarang.
3. Meminta surat izin penelitian dari Dinas Kesehatan Kota Semarang untuk diberikan kepada Kepala Puskesmas Gunungpati Kota Semarang.
4. Penulis mengajukan ijin pada instansi atau orang yang berwenang ditempat yang akan dilaksanakan penelitian untuk melakukan penelitian ditempat tersebut.
5. Menjelaskan tujuan dan manfaat penelitian kepada responden
6. Peneliti meminta kepada responden untuk berpatisipasi dalam penelitian
7. Setelah memahami tujuan penelitian responden yang setuju diminta menandatangani surat pernyataan kesediaan menjadi responden. Subyek yang berpartisipasi akan memberikan
informed consent
8. Peneliti membagi kuesioner dan menjelaskan kepada responden untuk mengisi lembar kuesioner sesuai petunjuk kuesioner
9. Setelah kuesioner diisi, mengambil kuesioner kembali
10. Memeriksa kembali kuesioner yang telah diisi oleh responden
11. Mengumpulkan lembar kuesioner yang telah diisi, kemudian dilakukan pengoreksian kelengkapan pengisian identitas dan jawaban
12. Data yang telah dikoreksi kelengkapannya kemudian diiput dan diolah
9

Editing skoring coding Data Entry

menghitung banyaknya lembaran Tahap Coding dilakukan dengan cara Entri data adalah kegiatan
Scoring merupakan kegiatan
daftar pertanyaan yang telah diisi memberikan kode pada masing- memasukkan data yang telah
pemberian nilai berupa angka pada
untuk mengetahui apakah sesuai masing variabel yang telah diteliti. dikumpulkan ke dalam master table
jawaban pertanyaan untuk
dengan jumlah yang telah ditentukan Pemberian kode dalam penelitian ini atau database komputer
memperoleh data kuantitatif.
dan membenarkan atau
menyelesaikan hal – hal yang salah
atau kurang jelas. Penyusunan data merupakan
pengoorganisasiian data sedekimian
Penyusunan Data rupa agar dengan mudah dapat
dijumlah, disusun dan ditata untuk
disajikan dan di analisi.
Thank you! 

Selasa, Oktober 2018


Ruang BUK 2: Stikes Karya Husada Semarang