Anda di halaman 1dari 32

Identifikasi DNA Babi menggunakan


Next Generation Sequencing (NGS)


Disusun oleh Kelompok 4
1. Hilli Kamilia 1511012024
2. Nur Elida 1511012033
3. Rielenda Fadhilah 1511014002
Ayat Al-Quran mengenai makanan
Haram
Allah berfirman.
ُ ‫ّل َما اض‬
ْ‫ط ِررتُمْ ِإلَي ِه‬ َّْ ‫علَي ُكمْ ِإ‬
َ ‫ل لَ ُكمْ َما َح َّر َْم‬ َّ َ‫َوقَدْ ف‬
َْ ‫ص‬
• “Sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu
apa yang diharamkanNya atasmu, kecuali apa yang
terpaksa kamu memakannya” [Al-An’am : 119]
Perincian penjelasan tentang makanan haram, dapat kita
temukan dalam surat Al-Maidah ayat 3 sebagai berikut ;

ُ‫ّللا ِب ِْه َوال ُمن َخنِقَ ْة‬


َِّْ ‫ل ِلغَي ِْر‬ َّْ ‫ير َو َما أ ُ ِه‬ ِْ ‫علَي ُك ُْم ال َميتَ ْةُ َوال َّد ُْم َولَح ُْم ال ِخنْ ِز‬
َ ْ‫ُح ِر َمت‬
ْ‫ّل َما َذ َّكيتُم‬َّْ ‫سبُ ُْع ِإ‬
َّ ‫ل ال‬ َْ ‫َوال َموقُو َذْة ُ َوال ُمت َ َر ِديَ ْةُ َوالنَّ ِطي َح ْةُ َو َما أ َ َْك‬
• “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging
babi (daging hewan) yang disembelih atas nama selain
Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang
ditanduk dan diterkam binatang buas, kecuali yang
sempat kamu menyembelihnya” [Al-Maidah : 3]
Beberapa jenis makanan yang haram
menurut agama Islam adalah
1. Bangkai
• Al-Munkhaniqoh yaitu hewan yang mati karena tercekik baik secara
sengaja atau tidak.
• Al-Mauqudhah yaitu hewan yang mati karena dipukul dengan
alat/benda keras hingga mati olehnya atau disetrum dengan alat
listrik.
• Al-Mutaraddiyah yaitu hewan yang mati karena jatuh dari tempat
tinggi atau jatuh ke dalam sumur sehingga mati
• An-Nathihah yaitu hewan yang mati karena ditanduk oleh hewan
lainnya
2. Darah 6. Binatang Buas Bertaring
3. Daging babi. 7. Burung Yang Berkuku
Tajam
Baik babi peliharaan
maupun liar, jantan maupun 8. Khimar Ahliyyah (Keledai
betina. Dan mencakup Jinak)
seluruh anggota tubuh babi
9. Al-Jalalah
sekalipun minyaknya.
Maksud Al-Jalalah yaitu
4. Sembelihan Untuk Selain setiap hewan baik hewan
Allah
berkaki empat maupun
5. Hewan Yang Diterkam berkaki dua yang makanan
Binatang Buas pokoknya adalah kotoran-
kotoran seperti kotoran
manusia/hewan dan
sejenisnya.
10.Ad-Dhab (Hewan Sejenis Baiawak) Bagi Yang Merasa
Jijik Darinya
11.Hewan Yang Diperintahkan Agama Supaya Dibunuh
12.Hewan Yang Dilarang Untuk Dibunuh
13.Binatang Yang Hidup Di Dua Alam.
Untuk mendeteksi cemaran dari protein babi pada produk
pangan dapat dilakukan dengan beberapa cara :

• Metode PCR (polymerase chain reaction)


merupakan suatu teknik atau metode perbanyakan (replikasi) DNA secara
enzimatik tanpa menggunakan organisme.

• ELISA (enzyme linked immunosrobant assay)


Adalah suatu teknikbiokimia yang terutama digunakan dalam bidang
imunologi untukmendeteksi kehadiran antibodi atau antigen dalam suatu
sampel.

• Porcine Detection Kit


(Tanaka, 2010)
Konsentrasi lemak Babi

• Analisis Kuantitatif Menggunakan Spektroskopi UV-


Vis
Pada metoda ini memungkinkan untuk mengetahui
konsentrasi lemak babi secara pasti. Lemak babi
mengandung gugus yang dapat mengabsorpsi cahaya
C=C yang dapat dengan mudah dideteksi oleh
Spektroskopi UV-Vis.

(Ardilla D, et.al 2018)


Metode Identifikasi
Polymerase
Chain
Reaction
(PCR)

Real-Time
Polymerase
Sekuensing
Chain
Gen
Reaction
(RT-PCR)
Metode
Identifikasi

High-
Loop- Resolution
Mediated Melting
Isothermal Curve
Amplification Analysis (Hartawan, 2015)
(HRM)
NGS (Next Generation Sequencing)

Next Generation Sequencing (NGS) juga dikenal sebagai


Massively-Parallel Sequencing, atau Deep Sequencing.

(Behjati, 2013)

Merupakan jenis teknologi sekuensing DNA yang menggunakan


sekuensing paralel dari beberapa fragmen kecil DNA untuk
menentukan sekuens.
(Attia, 2016)

Next Generation Sequencing (NGS) adalah platform kuat yang


telah memungkinkan pengurutan ribuan hingga jutaan molekul
DNA secara bersamaan
NGS merupakan generasi kedua teknologi sekuensing setelah
generasi pertama Sanger. Filosofi dasar pembentukan mesin NGS
diadaptasi dari metode sekuensing shotgun.

(Tasma, 2015)
pengurutan basa DNA,
bertujuan untuk
Sekuensing menentukan urutan basa
DNA nitrogen (adenin,
guanin,sitosin, dan timin)
suatu sampel DNA.

(Tasma, 2015)
Teknologi NGS membaca templat DNA secara acak (random)
sepanjang seluruh genom dengan membuat potongan-potongan
pendek DNA genom, kemudian menyambungkannya dengan
adapter (potongan DNA pendek yang didesain khusus untuk
tujuan ini) agar dapat dibaca oleh mesin NGS secara random
selama proses sintesis DNA.

Sequen yang dihasilkan NGS akan lebih pendek, sehingga


sekuensing setiap fragmen DNA mesti dilakukan lebih dari
sekali ukuran genom (genome sequence coverage).

(Tasma, 2015)
NGS dapat digunakan untuk
mengurutkan setiap nukleotida
dalam DNA individu, atau
terbatas pada bagian genom
yang lebih kecil seperti exome
atau subset gen yang dipilih
sebelumnya.

(Attia, 2016)
Berbeda dengan Sanger
Sekuensing generasi ketiga
sequencing, kecepatan
menggunakan sekuensing
sekuensing dan jumlah data
paralel yang mirip dengan
sekuens DNA yang
NGS, tetapi tidak seperti
dihasilkan dengan NGS yang
NGS, sekuensing generasi
dianggap sebagai "high-
ketiga menggunakan molekul
throughput technology",
DNA tunggal dan bukan
secara eksponensial lebih
DNA yang diamplifikasi
besar, dan diproduksi dengan
sebagai template.
biaya yang sangat kecil.

(Attia, 2016)
Desain beberapa studi telah berguna untuk menguji efisiensi NGS
untuk identifikasi spesies daging, tanpa informasi sebelumnya
tentang spesies yang mungkin ditemukan dalam sampel daging

Bahan awal sebagai template untuk NGS klinis adalah DNA


nuklear beruntai ganda dan dapat diperoleh dari berbagai jenis sel.

Dengan hadirnya teknologi NGS di pasar industri, telah mampu


mengubah cara pendekatan ilmiah dalam penelitian dasar, terapan
dan klinis.

(Attia, 2016)
Kegunaan Potensial NGS
Clinical genetic
• NGS menangkap spektrum mutasi yang lebih luas dari pada
Sanger sequencing.
• Genom dapat diinterogasi tanpa bias.
• Meningkatnya sensitivitas NGS memungkinkan deteksi mutasi
mosaik.
Microbiology
• Kegunaan utama NGS dalam mikrobiologi adalah
menggantikan karakterisasi patogen konvensional secara
morfologi, pewarnaan sifat dan kriteria metabolik dengan
definisi genom dari patogen.
(Behjati, 2013)
Oncology

• Premis dasar dari genomik kanker adalah bahwa kanker


disebabkan oleh mutasi secara somatik, dan akibatnya
berupa penyakit genom. Dengan adanya NGS, genom
kanker dapat dipelajari secara sistemik dan menyeluruh.

(Behjati, 2013)
Kelemahan NGS
Dalam hal infrastruktur yang diperlukan, seperti kapasitas dan
penyimpanan komputer.

Keahlian personel yang diperlukan untuk menganalisis dan


menginterpretasikan data secara komprehensif.

Tingkat kesalahan untuk pembacaan NGS individu lebih


besar.

Volume data perlu dikelola dengan terampil untuk mengekstraksi


informasi yang penting secara klinis dengan jelas dan kuat.
(Behjati, 2013)
Next Generation Sequencing
Technologies

(Tinning, 2013)
(Tinning, 2013)
Illumina sequencing

EBI: Next Generation Sequencing course


EBI: Next Generation Sequencing course
454 Sequencing

EBI: Next Generation Sequencing course


EBI: Next Generation Sequencing course
Ion Torrent: Proton / PGM sequencing

EBI: Next Generation Sequencing course


DAFTAR PUSTAKA
Al-Atsari, Abu Ubaidah. Makanan Haram. Diakses tanggal 14 Februari
2019 dari https://almanhaj.or.id/2062-makanan-haram.html
Ardilla D, Taufik M, Tarigan DM, Thamrin M, Razali M, Siregar HS.
Analisis Lemak Babi Pada Produk Pangan Olahan Menggunakan
Spektroskopi UV – Vis. Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian.
2018;1(2):111-16
Attia TH, Saeed MA. 2016. Next Generation Sequencing Technologies: A Short
Review. Next Generat Sequenc & Applic S1: 006.
Behjati S, Patrick S Tarpey. 2013. What is next generation sequencing?. Arch
Dis Child Educ Pract. 98:236–238.
Hartawan, Risza dan NLPIDharmayanti. 2015. Pendekatan Molekuler untuk
Identifikasi dan Karakterisasi Virus Marek Serotipe 1. Wartazoa. Vol 25.
No 1.
Tanaka. 2010. Easy to Use Pork Detection Kits for the Detection of Pork
in Food . Tokyo (JP): Tanaka Kikinzoku Kogyo K.K.

Tasma, I Made. 2015. Pemanfaatan Teknologi Sekuensing Genom untuk


Mempercepat Program Pemuliaan Tanaman. J. Litbang Pert. Vol 34. No 4.

Tinning, Matthew. 2013. Next-Generation Sequencing: An Overview of


Technologies and Applications. AGRF.