Anda di halaman 1dari 47

Pertemuan IX

1. Profil Tanah
2. Pembentukan Horizon
Tanah
PROFIL
TANAH
• Proses pembentukan tanah (genesa)
dimulai dari pelapukan batuan induk
menjadi bahan induk tanah, diikuti
pencampuran bahan organik dengan
bahan mineral di permukaan tanah,
pembentukan struktur tanah,
pemindahan bahan-bahan tanah dari
bagian atas tanah ke bagian bawah, dan
berbagai proses lain yang dapat
menghasilkan horizon-horizon tanah.
• Horizon tanah adalah lapisan-lapisan
tanah yang tebentuk karena hasil proses
pembentukan tanah.
• Penampang tegak dari tanah
menunjukkan susunan horizon tanah
yang disebut dengan profil tanah.
SIFAT BIOLOGI TANAH
• Biologi tanah membahas tentang organisme yang
hidup di dalam tanah.
• Organisme tanah merupakan semua jasad hidup yang
terdapat di dalam tanah dengan peranannya dalam
pembentukan dan perkembangan tanah pada aspek
organik tanah.

Tabel Pengelompokan Organisme Tanah


Organisme Ukuran Jenis Peran

Hewan Mikrofauna Nematoda, Dekomposisi


Protozoa,
Ratifera
Makrofauna Tupai, tikus, Pelubang Tanah
cacing, rayap,
semut, lipan,
jangkrik
Tumbuhan Mikroflora Actinomisetes, Dekomposisi,
ganggang (alga), fiksasi, siklus
cendawan unsur
(fungi), bakteri
Makroflora Akar tanaman Pelubang tanah,
sumber organik
Mikrofauna Tanah

Protozoa merupakan
bentuk kehidupan hewan
yang paling sederhana,
namun ukurannya lebih
besar dari bakteri.
Protozoa berperan dalam
dekomposisi bahan
organik, pertukaran
nitrogen, menghambat
atau merangsang populasi
bakteri, dan juga
membatasai jumlah
organisme patogen tanah.
 Terdapat di horizon
permukaan (O)
Nematoda

Nematoda terdiri dari 3 jenis berdasarkan sumber


makanannya : (1) hidup pada bahan organik yang
telah membusuk; (2) hidup sebagai predator
nematoda lainnya, cacing tanah dan sejenisnya; (3)
hidup sebagai parasit, menyerang akar tanaman
tingkat tinggi, karena sebagian dalam siklus
hidupnya berada pada jaringan tumbuhan.
 Jenis 1 dan 2 merupakan jenis yang paling
mendominasi pada setiap jenis tanah.
Rotifera

Rotifera adalah jenis mikrofauna yang


biasanya terdapat di tanah lembab
terutama di daerah rawa. Manfaat rotifera
belum dikenal, namun diduga terlibat dalam
siklus penghancuran bahan organik di tanah
gambut dan tempat-tempat basah di tanah
mineral
Makrofauna Tanah
• Hewan : tupai, tikus, cacing, rayap ,
semut, lipan, jangkrik.
• Peran makrofauna tanah yaitu
sebagai hewan pengerat dan penggali
tanah yang berkontribusi untuk
menghaluskan, mengumpulkan dan
memindahkan tanah.
• Aktivitas hewan ini berpengaruh pada
sifat fisik tanah karena aerasi dan
drainase tanah.
• Cacing tanah juga berperan sebagai
pengurai bahan organik.
Mikroflora Tanah
• Bakteri : merupakan kelompok organisme yang
tidak memiliki membran inti sel. Berdasarkan
sumber energinya, dibedakan menjadi bakteri
autotropic yang mensintesis tubuhnya sendiri,
serta bakteri heterotropic yang energinya
bersumber dari perombakan bahan organik
• Cendawan (fungi) : merupakan organisme yang
tidak berklorofil, dan mendapatkan energi dari
perombakan bahan organik. Cendawan tanah
mengubah susunan tanah dengan melakukan
simbiosis mutualisme.
• Actinomisetes menduduki posisi antara bakteri
dan fungi dari segi morfologi. Banyak dari
organisme ini yang berkembang biak dengan
spora. Organisme ini jumlahnya sangat
melimpah dalam tanah. Peranannya mengubah
bahan organik menjadi senyawa yang lebih
sederhana seperti lignin.
• Ganggang (alga) : merupakan organisme
berklorofil dan hidup di bagian permukaan
tanah.
Bakteri Cendawan

Actinomisetes Ganggang
Makroflora Tanah
• Makroflora tanah paling banyak
diperankan oleh akar tanaman tinggi.
• Akar tanaman tinggi berperan sebagai
penyedia bahan organik dari jaringan
yang mati.
• Peran terhadap pori tanah yaitu untuk
aerasi air dan udara tanah.
Peran Utama Organisme Tanah
• Dekomposisi bahan organik
• Perubahan anorganik > menghasilkan
amonium dan nitrat
• Fiksasi nitrogen > pengikatan N dari
udara yang masuk ke dalam tanah.
PERAN BAHAN ORGANIK DI DALAM
TANAH:

• pengaruh BO di dlm tnh mencakup gatra2 (aspect)


genesa dan kesuburan tanah.
• Pengaruhnya dpt bersifat jangka pendek maupun
jangka panjang. Pengaruh jangka pendek terutama
diperankan oleh bahan2 non-humus (non-humified
materials), sedangkan pengaruh jangka panjang
diberikan oleh bahan humus. Kedua pengaruh tsb
dpt memperbaiki pertumbuhan tanaman.
• Tersedianya BO dlm tanah berarti pula tersedianya
sumber karbon dan energi bg mikroorganisme tnh
yg perannya sangat dominan dlm proses
perombakan BO.
• Lewat proses mineralisasi, BO mampu menyediakan
unsur2 hara bg tanaman, terutama: N,P,S dan unsur2
hara mikro.
• BO memainkan peran utama dlm pembent agragat
dan struktur tanah yg baik, shg scr tak langsung akan
memperbaiki kondisi fisik tanah, dan pd gilirannnya
akan mempermudah penetrasi air, penyerapan air,
perkembangan akar, serta meningkatakan ketahan
thd erosi
Pembentukan Horizon Tanah

1. Horizon Organik
Horizon organik adalah lapisan
tanah yang sebagian besar
terdiri dari bahan organik, baik
masih segar maupun sudah
mengalami pembusukan dan
berada pada lapisan paling atas
(top soil)
2. Horizon Mineral
• Horizon mineral merupakan lapisan
tanah yang sebagian besar mengandung
mineral, terbentuk pada horizon A dan B.
Horizon ini memiliki ciri sebagai berikut:
a. Akumulasi basa, lempung basa,
alumunium, dan bahan organik.
b. Terdapat residu lempung karena
larutnya karbonat dan garam-garam.
c. Hasil perubahan (alterasi) dari bahan
asalnya.
d. Berwarna kelam
e. Teksturnya berat dan strukturnya lebih
rapat.
3. Regolith
• Regolith adalah lapisan batuan yang cukup
besar yang terbentuk akibat pelapukan
batuan induk, segmentasi, gleisasi,
sedimentasi, dll.
4. Lapisan O1
Adalah lapisan tanah yang mayoritas
berwarna kehitaman sesuai dengan vegetasi
penutup (pengaruh dari humus). Lapisan ini
sering juga dijumpai dengan bahan asal,
misalnya tulang daun, batang, sisa-sisa
hewan. Lapisan ini disebut juga dengan
mulsa.
5. Lapisan O2
Lapisan O2 adalah lapisan tanah sisa
organisme yang terurai melalui pelapukan
sehingga tidak terlihat bahan asalnya.
Lapisan ini disebut juga dengan humus.
6. Lapisan A1
• Lapisan A1 adalah lapisan tanah yang
strukturnya lemah, warna bagian atas masih
samar-samar dipengaruhi oleh kandungan
lapisan organik dan kandungan mineral
masih terlihat tercampur dengan bahan
organik.
7. Lapisan A2
Lapisan A2 adalah lapisan tanah yang sudah
ditemukan mineral silika tanah (SiO2). Tanah
agak gumpal, warna cerah (kepucatan)
karena mineral terlarut ke bawah, tekstur
kasar, struktur lebih longgar. Lapisan ini
disebut horizon eluviasi artinya banyak
mengalami pencucian.
8. Lapisan B1
Lapisan B1 adalah horizon peralihan dimana
mineral-mineral bahan induk masih nampak
dan proses pencucian tergolong sedikit.
9. Lapisan B2
• Lapisan B2 adalah horizon yang paling
maksimal, karena terjadi akumulasi
Fe+Mg+Al. Tekstur halus, struktur gumpal
dan warna coklat-merah.
10. Lapisan B3
Lapisan B3 adalah horizon peralihan dari B
ke C atau R. Butir-butir mineral dari batuan
induk masih nampak (campuran antara
lapisan B dan C).
11. Lapisan C
Lapisan C adalah horizon mineral yang
bukan dalam bentuk batuan, tetapi tersusun
dari bahan-bahan tersendiri dan relatif tidak
terpengaruh oleh proses perkembangan
tanah.
12. Lapisan R
Lapisan R adalah lapisan yang belum terurai,
masih dalam bentuk batuan induk yang
disebut juga parent rock atau bedrock.
13. Top Soil
• Top soil adalah lapisan tanah paling atas
yang subur dan banyak mengandung bahan
organik
14. Sub Soil
Sub soil adalah lapisan tanah di bawah
lapisan organik dan memiliki profil yang
masih jelas dan belum berkembang.
15. Solum tanah
Solum tanah adalah tubuh tanah yang
mengalami perkembangan secara genetik.
Tubuh tanah meliputi lapisan organik sampai
di atas lapisan C.
Pertemuan XI

Klasifikasi Tanah

• Klasifikasi tanah merupakan usaha


untuk mengelompokkan tanah
berdasarkan sifat-sifat tertentu yang
dimilikinya.
• Tujuan klasifikasi tanah : agar lebih
mudah mengenal, mengingat, dan
memanfaatkan tanah.
Klasifikasi Tanah
Klasifikasi Tanah Indonesia

• Klasifikasi tanah di Indonesia dikenal


dengan sistem Klasifikasi Dudal-
Soepraptohardjo (1957-1961) > dirujuk
untuk bidang pertanian.
• Sistem klasifikasi ini sudah
dimodifikasi oleh Pusat Penelitian
Tanah dan Agroklimat pada tahun
1978 dan 1982.
Satuan Greatgroup (jenis) Tanah di
Indonesia
• Regosol
Tanah muda, karena horison belum
berkembang, bahan induk masih jelas dari
piroklastik vulkanik atau pasir pantai, tekstur
pasiran, struktur butir tunggal, konsistensi
lepas.
• Litosol
Sedikit mengalami perkembangan profil,
menumpang langsung di bahan induk,
berkembang pada relief berbukit bergunung,
tekstur beragam, umumnya didominasi
pasir, struktur remah.
> Tanah jenis ini biasanya terdapat pada daerah
yang memiliki tingkat kecuraman tinggi
seperti di Bukittinggi, Nusa Tenggara Barat,
Jawa Tengah, Jawa Barat dan Sulawesi.
Tanah Litosol
• Latosol
Telah berkembang sehingga terbentuk
profil, bahan induk dari material abu
vulkanik, tuff, batuan beku intrusif, solum
dalam, tekstur lempung, struktur lemah
sampai gumpal, konsistensi gembur
hingga teguh.
• Persebaran tanah latosol di Sulawesi
Lampung, Kalimantan Timur dan Barat,
Bali dan Papua.
• Grumusol
Profil telah berkembang dan terdapat bidang kilir
(asah) pada kedalaman > 60 cm, bahan induk
gampingan, lempung dan vulkanis basa, solum tebal,
tekstur lempung berat, struktur gumpal, konsistensi
lekat.
• Persebaran tanah ini yaitu di Jawa Tengah, Jawa
Timur, dan Nusa Tenggara Timur. Karena teksturnya
yang kering maka akan bagus ditanami vegetasi kuat
seperti kayu jati.
• Podsolik Merah Kuning
Bahan induk lapukan kuarsa, tuff, bersifat asam,
solum tebal, tekstur lempung hingga lempung
berpasir, struktur gumpal, konsistensi lekat.
• Tanah ini dapat digunakan untuk perkebunan dan
persawahan serta ditemukan di Sumatera, Sulawesi,
Papua, Kalimantan, dan Jawa terutama Jawa bagian
barat.
• Podsol
Bahan induk pasir dengan kandungan kuarsa
yang tinggi, lempung dan tuff bersifat asam,
berkembang pada daerah pegunungan,
solum tebal, tekstur lempung sampai pasir,
struktur gumpal, konsistensi lekat.
• Tanah ini tersebar di Kalimantan Utara,
Sulawesi Utara dan Papua serta daerah lain
dengan curah hujan tinggi
• Andosol
Bahan induk vulkanik pada puncak sampai lereng
atas, solum tebal, tekstur geluh (liat) berdebu,
struktur remah, konsistensi gembur.
• Tanah ini sangat kaya dengan mineral, unsur hara, air
sehingga sangat baik untuk tanaman. Tanah ini
banyak terdapat di Jawa, Bali, Sumatera dan Nusa
Tenggara.
• Mediteran Merah Kuning
Bahan induk dari pegunungan lipatan,
lereng bawah gunungapi, karst, solum
sedang sampai dangkal, tekstur geluh
hingga lempung, struktur gumpal
bersudut, konsistensi teguh dan lekat
bila basah.
• Tanah muda, berkembang dari
endapan sungai, endapan marin,
tekstur beragam, struktur remah,
konsistensi basah lekat.
• Aluvial
Tanah muda, berkembang dari endapan
sungai, endapan marin, tekstur beragam,
struktur remah, konsistensi basah lekat.
• Tanah ini sangat cocok untuk pertanian.
Tersebar di Sumater, Kalimantan, Sulawesi,
Papua dan Jawa.
• Gleisol (Aluvial Hidromorf)
Berkembang dalam kondisi anaerob, tekstur
geluh hingga lempung, struktur masif,
konsistensi lekat.
• Organosol (gambut)
Bahan induk, hutan atau rumput rawa, horison
kabur, tekstur debu lempung, konsistensi tidak
lekat, bahan orgnik > 30%.
• Gambut obrogen : dataran pantai berawa;
gambut topogen : cekungan; gambut
pegunungan : sisa tumbuhan yang terbenam.
• Memiliki pH tinggi, miskin unsur hara, drainase
jelek dan kurang subur. Tersebar di Kalimantan
Selatan, Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan
Tengah, Kalimantan Barat, Jambi, Kalimantan
Timur, dan Papua bagian Selatan
Organosol (gambut)

ilmugeografi.com
SISTEM KLASIFIKASI TANAH USDA
• United States Departement of
Agriculture (USDA) mengusulkan
bahwa dasar yang digunakan untuk
pemetaan tanah menggunakan
morfologi tanah tanpa faktor genesa
tanah. Sistem ini disebut juga dengan
SOIL TAXONOMY.
Ordo
• Ordo tanah dibedakan berdasarkan
ada tidaknya horison penciri serta
jenis (sifat) dari horison penciri
tersebut.
• Contoh :
Horison penciri : argilik, KB > 35% =
ordo Alfisol.
Horison penciri : argilik, KB < 35% =
ordo Ultisol
Subordo
• Subordo tanah dibedakan berdasarkan
perbedaan genetik tanah, misal: ada
tidaknya sifat2 tanah yang berhubungan
dengan air, kelembaban, vegetasi.
• Khusus Histosol, subordo dibedakan atas
tingkat pelapukan bahan organiknya
(febris, hemis, safris).
• Contoh:
Subordo : Udult
berasal dari Udus/udic = tanah yang
pernah lembab, singkatannya Ud.
Ud ditambah dg ordo Ultisol (disingkat
Ult), sehingga subordo = Udult
Group (great group)
• Dibedakan berdasarkan perbedaan :
(1) jenis; (2) tingkat perkembangan; (3)
susunan horizon; (4) kelembaban; (5)
ada tidaknya lapisan-lapisan penciri
lain : plinthite, fragipan, duripan
• Contoh: Grup Fragiudult
Lapisan tersebut memiliki lapisan
padas Fragipan maka disingkat fragi.
Sehingga kata fragi ditambah pada
subordo Udult jadi Fragiudult.
Subgroup
• Dibedakan berdasarkan : (1) sifat inti
grup dan diberi nama khas; (2) sifat2
tanah peralihan ke grup lain, sub ordo
lain atau ordo lain.
• Contoh:
Subgrup: Aquic Fragiudult
tanah tersebut memiliki sifat
peralihan ke subordo Aquult, karena
kadang-kadang adanya pengaruh air,
sehingga termasuk subgrup Aquic.
Family
• Dibedakan berdasarkan sifat-sifat
yang penting untuk pertanian atau
teknik (1) sebaran butir; (2) mineral
liat ; (3) regim temperatur pada
kedalaman 50 cm.
• Contoh : Aquic Fragiudult, berliat
halus, kaolonit, isohipertermik.
• Penciri famili, susunan butir berliat
halus dan jenis liat yaitu kaolinit,
regim temperatur isohipertermik (>22 ̊
C dengan perbedaan suhu tanah
musim panas dan dingin < 5° C
Seri Tanah
• Seri tanah menunjukkan nama lokasi
tanah tersebut pertama kali
ditemukan
• Contoh :
• Aquic Fragiudult, berliat halus,
kaolinit, isohipertermik, Sitiung.
• Sitiung : lokasi pertama kali
ditemukan tanah pada kategori seri
tersebut.
Praktikum dan Kuliah Lapangan
Geografi Tanah
• Pada praktikum dan kuliah lapangan
akan diamati morfologi tanah :
kenampakan, ciri-ciri dan sifat tanah
yang dimiliki oleh suatu profil tanah
• Unit morfologi yang akan diamati berupa
:
1. Profil tanah
2. Kedalaman profil tanah
3. Tekstur tanah
4. Struktur tanah
5. Warna
6. Perakaran
7. Konsistensi tanah
8. Jenis vegetasi penutup lahan
Peralatan yang dibutuhkan
1. Cangkul (2 per kelompok)
2. Parang (2 per kelompok)
3. Pisau lipat (2 per kelompok)
4. Pita ukur ( 2 per kelompok)
5. Plastik ½ kilo sebanyak 1 ons
6. Muncell color chart (dilaminating) > 3 per
kelompok
7. Alat tulis (masing-masing anggota harus
punya) > pena, pensil, spidol, kertas hvs /
folio
8. Papan abo
9. GPS
10. Kamera (untuk dokumentasi)
11. Jas hujan
Pembentukan Tim Persiapan :
• Survey dan Humas
• Dokumen
• Perlengkapan
• Konsumsi
• Bendahara
• Ketua
Pemilihan Lokasi Survey