Anda di halaman 1dari 9

REFERAT

MEI 2018

KARAKTERISTIK KESEHATAN
JIWA PADA MASYARAKAT
AGRARIA DAN MARITIM DI
WAKATOBI

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KEDOKTERAN JIWA


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALU OLEO
RSJ DR. SOEPARTO HARDJOHUSODO Wukhrifah Dewi Hanapi, S.Ked
KENDARI
2018
Pembimbing:
dr. Junuda RAF, M.Kes, Sp.KJ
SEJARAH  Sebelum menjadi daerah otonom wilayah Kabupaten
WAKATOBI Wakatobi lebih dikenal sebagai Kepulauan Tukang Besi.
Pada masa sebelum kemerdekaan Wakatobi berada di
bawah kekuasaan Kesultanan Buton. Setelah Indonesia
Merdeka dan Sulawesi Tenggara berdiri sendiri sebagai
satu provinsi, wilayah Wakatobi hanya berstatus
beberapa kecamatan dalam wilayah pemerintahan
Kabupaten Buton.
SEJARAH WAKATOBI
Selanjutnya sejak tanggal 18 Desember 2003
Wakatobi resmi ditetapkan sebagai salah satu
kabupaten pemekaran di Sulawesi Tenggara yang
terbentuk berdasarkan Undang–
Undang Nomor 29 tahun 2003 tentang
pembentukan Kabupaten Bombana, Kabupaten
Wakatobi dan Kabupaten Kolaka Utara.
KEADAAN DEMOGRAFI DAN TINGKAT
PENDIDIKAN
Kabupaten Wakatobi mempunyai penduduk
sebanyak95.157 jiwa yang terdiri dari laki-laki sebanyak
45.677 jiwa dan perempuan sebanyak 49.480 jiwa. Pada
tahun 2014 rata-rata jumlah jiwa/rumah tangga di
Kabupaten Wakatobi adalah 4,2 jiwa/RT dengan kepadatan
penduduk sebesar 115,6 jiwa/km2.
KEADAAN DEMOGRAFI DAN TINGKAT
PENDIDIKAN
Tingkat Pendidikan

Berdasarkan tingkat pendidikannya, penduduk di


Kabupaten Wakatobi yang tamat SD/MI sebanyak 2.263
orang, tamat SMP/MTs sebanyak 2.065 orang, tamat
SMA/MA sebanyak 1.553 orang. Salah satu masyarakat
etnis Bajo yang merupakan masyarakat minoritas memiliki
tingkat pendidikan yang masih rendah. Adapun jumlah
sekolah yang ada di Kabupaten Wakatobi tahun 2014
adalah TK sebanyak 56 buah, SD sebanyak 115 buah, SLTP
sebanyak 39 buah, SLTA sebanyak 15 buah dan Perguruan
Tinggi sebanyak 5 buah.
POTENSI PEREKONOMIAN KABUPATEN
WAKATOBI

 PERTANIAN DAN PETERNAKAN


Ubi kayu sebagai tanaman bahan makanan yang
memiliki luas areal produksi paling luas yaitu Tahun
2013 sebesar 1. 094 Ha sedangkan data bulan desember
luas areal tanaman Ubi Kayu sebesar 1.369 Ha atau
bertambah sebesar 25%, setelah ubi kayu tanaman
bahan makanan lain adalah jagung yaitu 378 Ha pada
tahun 2013,Sedangkan tanaman lainya setelah Ubi
Kayu dan Jagung adalah Ubi jalar dan Kacang Tanah.
 KELAUTAN DAN PERIKANAN
Produksi perikanan di Kabupaten Wakatobi pada tahun 2011
mengalami peningkatan dari 6.036,6 ton menjadi 6.859,4 ton pada
tahun 2013 (naik 6,81%) , sementara produksi perikanan laut
menurut jenisnya bervariasi yaitu untuk produksi Perikanan
Tangkap tahun 2010 meningkat dari 6.645,6 ton menjadi 7.298,2 ton
pada tahun 2013 (naik 3,27% pertahun) dan sementara produksi
budidaya mengalami penurunan yaitu dari 1.400 ton tahun 2010
menjadi 354 ton pada tahun 2013 atau turun 98.49% pertahun .
KELEMBAGAAN PETANI

Jumlah Gapoktan selama 2 tahun terakhir mengalami peningkatan dari


tahun 2011 ke tahun 2013 dengan rincian, untuk kecamatan Wangi-Wangi
sebanyak 15 Gapoktan meningkat menjadi 19 Gapoktan pada tahun 2013 ,
untuk kecamatan Wangi- Wangi Selatan dari 12 Gapoktan meningkat
menjadi 15 Gapoktan pada tahun 2013 ,untuk kecamatan Kaledupa dari
14 Gapoktan meningkat menjadi 15 Gapoktan pada tahun 2013 ,
untukkecamatan Kaledupa Selatan masih sama dengan tahun 2013, untuk
kecamatan Tomia sama dengan tahun 2013, untuk kecamatan Tomia
Timur dari 8 Gapoktan meningkat menjadi 9 Gapoktan pada tahun 2013,
untuk kecamatan Binongko dari 6 Gapoktan meningkat menjadi 7
Gapoktan pada tahun 2013, untuk kecamatan Togo Binongko dari 4
Gapoktan meningkat menjadi 5 Gapoktan pada tahun 2013.
Terima kasih