Anda di halaman 1dari 7

RENCANA PELAKSANA PEMBELAJARAN

(RPP)

Mata Kuliah : STATISTIKA MATEMATIKA


Pokok Bahasan : Dasar-dasar Tehnik Perhitungan
Semester : VI
Pertemuan : II (dua)
Alokasi Waktu : 3 x 50’
Standar Kompetensi : Mahasiswa mampu memahami dan mengidentifikasi dasar dasar perhitungan
dengan perhitungan.
Kompetensi Dasar : Memahami konsep koefisien binomial dan polynomial ,partisi
berturut dan fungsi himpunan .
Indikator : 1. Memilih dengan tepat diantara rumus permutasi atau kombinasi untuk digunakan
dalam suku binomial ,multinomial atau kehidupan sehari-hari .
2.Menghitung partisi kejadian
3.menyelesaikan soal berkaitan dengan fungsi himpunan .

I. Tujuan Pembelajaran : - Anggota kelompok dapat menggunakan koefisien dan multinoial


- Anggota kelompok dapat menggunakan partisi berurut
- Anggota kelompok dapat memahami fungsi himpunan
II. Materi Pelajaran : 1.6. Koefisien Binomial dan Polynomial
1.7. Partisi Berurut
1.8. Fungsi Himpunan
III. Metode Pembelajaran : - Ceramah
- Tanya jawab
- Diskusi kelompok.
VI. Langkah – langkah Kegiatan :
a. Kegiatan Awal : - Apersepsi
- Tanya jawab tentang pokok pembahasan
b. Kegiatan Inti : -Membahas materi pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran.
c. Kegiatan Akhir : - Evaluasi
V. Sumber Belajar : - Buku Paket Statistika Matemati I oleh Drs.Hotman , Simbolon,M.S
VI. Uraian Materi :

Dasar- dasar teknik berhitung


1.6. Koefisien Binomial dan Multinomial
Perhatikan binomial (a + b), suku a + b mempunayai koefisien masing-masing 1, sedangkan (a + b)2 = a2+2ab+b2, koefisien
masing-masing suku terurut 1, 2, dan 1.

Teorema: (a + b)n =
Beberapa ciri binomial berpangkat n:
Banyak suku = n + 1
Jumlah pangkat faktor a dan b pada tiap suku adalah n.
Pangkat a menurun dari n pada suku pertama hingga pada suku terakhir
Koefisien sembarang suku nCk dimana k adalah pangkat salah satu faktor a atau b
Koefisien suku-suku yang berarah sama dari kedalam yang adalah sama.
1.7 . Partisi Berturut

Misalkan A1, A2, A3, … partisi himpunan A, pengurutan (A1, A2, A3) berbeda dengan (A4, A1, A3, A2), pasangan demikian
disebut partisi berurut.

Misalkan dalam suatu kotak terdapat 11 buah kelereng, dari dalamnya diambil kelereng berturut-turut sebagai berikut:
pengambilan pertama 2 buah, pengambilan kedua 4 buah, pengambilan ketiga 3 buah dan pengambilan ke empat 2 buah.
Pada pengambilan pertama sebanyak cara, pengambilan kedua sebanyak cara, pengambilan ketiga sebanyak cara dan
pengambilan ke empat sebanyak cara, sehingga diperoleh sebanyak cara partisi berturut A ke dalam A1 dengan 2 kelereng,
A2 dengan empat kelereng, A3 dengan tiga kelereng dan A4 dengan dua kelereng.
EVALUASI :

1. Tentukan permutasi lima manik-manik dalam benang yang terdiri dari dua manik-manik dalam benang yang terdiri dari dua
manik-manik merah dan tiga manik-manik kuning. Katakanlah manik-manik merah dengan P dan manik-manik kuning
dengan L maka permutasi tersebut.
Penyelesaian:
Dalam permutasinya adalah
PPLLL
PLPLL
PLLPL
PLLLP
LPPLL
LPLPL
LPLLP
LLPPL
LLPLP
LLLPP
Dengan menggunakan rumus nPk =

2 .Dua mata dadu dilantunkan, sebutkan pasangan mata dadu yang jumlahnya kurang dari 10.
Penyelesaian:
(1,1),(1,2),(1,3),(1,4),(1,5),(1,6),(2,1,),(2,2),(2,3),(2,4),(2,5),(2,6),(3,1),(3,2),(3,3),
(3,4),(3,5),(3,6),(4,1),(4,2),(4,3),(4,4),(4,5),(5,1),(5,2),(5,3),(5,4),(6,1),(6,2),(6,3).