Anda di halaman 1dari 43

ASSALAMUALAIKUM WR WB

 Klamidia merupakan bakteri obligat intraseluler, hanya


dapat berkembang biak di dalam sel eukariot hidup
dengan membentuk semacam koloni atau mikrokoloni
yang di sebut Badan Inklusi (BI).
 Klamidia disebabkan oleh bakteri yang berkembang baik di
selaput lender dari alat kelamin.
 peradangan saluran kencing, dubur dan leher Rahim. Ketika
infeksi terjadi pada anus, pasien biasanya tidak merasakan
gejala meskipun mungkin merasa tidak nyaman.
 Kadang-kadang ada lender, iritasi, gatal da nyeri.
 klamidia di tenggorokan juga mungkin tidak memberikan
gejala apapun.
 Jika mata anda terinfeksi bakteri dapat menyebabkan iritasi
dan keluarnya cairan dari salah satu atau kedua mata anda
(konjunktivitis).
 Klamidia adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh
bakteri clamidya trachomatis(klamidia trakomatis).
 urethritis non spesifik yakni radang saluran kemih yang
tidak spesifik yang dikenal salah satu infeksi penyakit,
akibat dari hubungan seksual yang terjadi pada pria.
 cervicitis yaitu infeksi leher Rahim dan penyakit
peradangan pelvis bahkan menyebabkan kematian.
Gejala klamidia pada perempuan:
 Keluarnya cairan tidak normal yang berbau
 Perdarahan di luar masa menstruasi
 Adanya rasa sakit ketika menstruasi
 Nyeri di bagian lambung bawah disertai dengan demam
 Adanya rasa sakit ketika berhubungan seksual
 Rasa panas dan gatal di sekitar vagina
 Sakit ketika buang air kecil
 Gejala klamidia pada laki-laki:
 Adanya sedikit cairan bening atau keruh yang
muncul di ujung penis
 Rasa sakit ketika buang air kecil
 Rasa panas dan gatal di lubang penis
 Munculnya rasa sakit dan bengkak di sekitar
testis
PENCEGAHAN
Menurut WHO :
 Penyuluhan kesehatan dan pendidikan
seks
 Pemeriksaan pada remaja putri yang aktif
secara seksual harus dilakukan secara
rutin.
CARA MENGURANGI RESIKO:
 Puasa melakukan hubungan seks.
 Batasi partner seksual.
 Gunakan kondom dengan benar.
 Cek kesehatan.
Pencegahan sekunder meliputi :
 Adanya siraman rohani yang dilakukan di lokalisasi.
 Peningkatan pengetahuan tentang penyakit menular
seksual meliputi penyuluhan dan dinas kesehatan.
Pencegahan Tersier meliputi :
 adanya peraturan dari pemerintah tentang larangan
prostitusi.
 Adanya usaha rehabilitasi dengan pelatihan
keterampilan pada wanita pekerja seksual yang
meninggalkan pekerjaan sebagai pekerja seksual.
PENGOBATAN:
 Untuk pengobatan dapat
diberikan :
 Tetrasiklin
 Azithomisin
 Gejala pada penderita pria biasanya timbul
dalam waktu 2-7 hari setelah terinfeksi.
 Mulanya penderita tidak enak pada uretra,
yang beberapa jam kemudian diikuti oleh
nyeri ketika berkemih dan keluarnya nanah
dari penis.
 Penderita sering berkemih dan merasakan
desakan untuk berkemih, yang semakin
memburuk ketika penyakit ini menyebar ke
uretra bagian atas
 Lubang penis tampak merah dan membengkak.
 Pada penderita wanita, gejala awal bisa timbul
dalam waktu 7-21 hari setelah terinfeksi.
 Penderita wanita seringkali tidak menunjukkan
gejala selama beberapa minggu atau bulan, dan
diketahui menderita penyakit ini hanya setelah
mitra seksualnya tertular.
 Kegagalan upaya pemberantasan penyakit ini antara lain
disebabkan oleh:
1. PSK wanita seringkali keluar dan masuk lokalisasi di
daerah lain tanpa pengawasan yang ketat, sehingga
menyulitkan pembinaan.
2. Buruknya kesadaran PSK wanita untuk
memperhatikan kesehatan reproduksinya.
3. Ketidakmauan lelaki untuk menggunakan kondom
saat melakukan hubungan seksual dengan PSK wanita.
4. Kebiasaan penderita gonorrhea (PSK wanita dan
konsumennya) membeli dan menggunakan antibiotika
secara sembarangan yang memicu timbulnya resistensi
bakteri Neisseria gonorrhoeae terhadap beberapa
antibiotika (Penicillin, Tetrasiklin, Ciprofloxacin).
PENYEBAB
Treponema pallidum subspecies pallidum adalah
bakteri yang berbentuk spiral, gramnegatif yang
bergerak lincah.
 Tanda gejala
Gejala sipilis tahap 1:
Gejala raja singa tahap pertama muncul 2-4
minggu setelah terjadi infeksi, dalam bentuk
luka yang tidak terasa sakit (chancre) di mana
bakteri masuk ke dalam tubuh. Luka jenis ini
sering terasa pada alat kelamin tetapi juga
dapat dilihat di mulut atau anus jika bagian-
bagian ini terlibat dalam aktivitas seksual
dengan orang yang terinfeksi. Umumnya,
gejala ini akan sembuh dengan sendirinya
dalam kurun waktu 1 hingga 5 minggu.
Gejala sipilis tahap 2:
Jika infeksi tidak diobati, gejala raja singa tahap
dua dimulai sejak 6-12 minggu kemudian. Ciri-
ciri sifilis tahap 2 adalah demam, sakit kepala,
nyeri sendi, kehilangan nafsu makan, muncul
ruam (kecil, benjolan bersisik merah pada penis,
vagina, atau mulut, terutama pada telapak
tangan dan kaki), sakit tenggorokan, kelenjar
limpa membengkak (pada ketiak, pangkal paha,
leher), serta kelelahan.Tahap laten (tersembunyi)
ini dapat berlangsung selama bertahun-tahun
tanpa adanya gejala.
Gejala sipilis tahap 3:
Tahap 3 dari gejala sifilis muncul 10 sampai 40
tahun setelah infeksi awal. Cirinya adalah timbulnya
kerusakan pada otak dan jantung, daya ingat
menurun, mengalami kelumpuhan, dan terjadi
masalah pada keseimbangan tubuh. Beberapa
penderita yang sudah berada pada stadium dua atau
tiga mungkin tidak menunjukkan adanya gejala
penyakit sipilis. Mungkin ada beberapa tanda atau
gejala yang tidak tercantum di atas. Jika Anda
memiliki kekhawatiran terhadap gejala tertentu,
silakan berkonsultasi dengan dokter Anda.
 Pencegahan
Penggunaan kondom bisa dilakukan
sebagai langkah pengamanan alternatif
dalam upaya mengurangi risiko penularan
sifilis, terutama di kalangan pekerja
seksual. Meski begitu, alat kontrasepsi ini
terbatas dalam mencegah penularan. Sifilis
masih bisa menular lewat seks oral. Hal ini
terjadi ketika mulut bersentuhan langsung
dengan luka pada organ intim seksual yang
sudah terinfeksi
obat pilihan untuk terapi sifilis adalah
penisilin :
1. Tidak dianjurkan pemberian penisilin oral
2. Prinsip therapy sifilis adalah kadar obat
harus dapat bertahan dalam serum selama
10-14 hari u sifilis dini dan lanjut,21 u hari u
neurosifilis dan sifilis kardiofaskular.
3. Kadar penisilinyang dilakukan cukup 0,03
unit/ml selama 10-14 hari
 4. Cara dan dosis pemberian penisilin dalam
kepustakaan masih berbeda.
Dosis total yang dianjurkan :
S1 :4,8 juta unit
SII :6 juta unit
SIII :9 juta unit
Dosis yang dianjurkan olehh WHO (1982 yaitu :
Stadium dini (menular) :dosis total 30
gram/15 hari
Stadium lanjut (tidak menular) :dosis total 60
gram/30 hari
1. Sebelum terapi diberikan,harus pemeriksaan
STS
2. Pemeriksaan STS ini diulang kembali setelah
terapi selesai
3. Pemeiksaan STS pasca therapi dilakukan
secara cermat 1,3,6, dan 12 bulan sampai 2
tahun setelah therapy selesai.
4. Pemeriksaan ini dilakukan dengan tujuan
untuk menilai hasil terapi dan kemungkinan
adanya terapi tidak adekuat atau adanya relaps
penyakit.