Anda di halaman 1dari 12

REVITALISASI

PENDIDIKAN
MUHAMMADIYAH
MUHAMMADIYAH
SAAT INI
MUHAMMADIYAH CENDERUNG KE ARAH
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT, DIBANDINGKAN
RANAH POLITIK. ARTINYA, MUHAMMADIYAH BU-
KANLAH ORGANISASI POLITIK LAYAKNYA PARTAI
POLITIK, TETAPI GERAKAN SOSIAL KEAGAMAAN
BAGAIMANA PENDIDIKAN
MUHAMMADIYAH SAAT INI
 Saat ini, tanda-tanda “bergesernya”
kepercayaan masyarakat itu sedikit banyak
sudah mulai nampak. Dari sekian banyak gejala
yang telah menunjukkan tanda-tanda tersebut
adalah sikap masyarakat yang telah
menempatkan lembaga pendidikan Mu-
hammadiyah berada pada urutan nomor dua,
setelah sekolah negeri ataupun sekolah- sekolah
swasta berlabel Islam non Muhammadiyah.
Problem Pendidikan
Muhammadiyah
 terletak pada empat hal, yakni:
 problem ideologis
, problem paradigma-tik,
 profesionalisme manajemen,
 serta pengembangan pendidikan.
PROBLEM IDEOLOGIS

 Dengan begitu longgarnya ”kesempatan” para Muhammadiyah


dadakan tersebut, maka menjadi wajar jika banyak di antara
lembaga pendidikan Muhammadiyah yang cenderung menjadi
pasar ideologi. Adapun maksud istilah pasar ideologi ia-lah banyak
dan berlalu-lalangnya paham-paham keagamaan lainnya yang
tidak sevisi dengan Muhammadiyah. Kehadiran paham-paham
tersebut tentu saja disebabkan ka-rena begitu lemahnya daya
kontrol persyarikatan terhadap amal usaha pendidikan. Karena itu,
menjadi wajar apabila para Muhammadiyah dadakan dapat lebih
leluasa dalam membuka palang pintu masuknya paham-paham
keagamaan non Muhammad-iyah di lembaga pendidikan yang
dipimpinnya.
problem paradigmatik

 paradigmatik juga dapat dilihat pada hilangnya


orientasi para pimpinan amal usaha pendidikan
dalam menafsir ulang maksud dan tujuan Mu-
hammadiyah secara sinergis dengan visi
lembaga yang dipimpinnya. Hal ini yang ka-
dang kala menjadikan visi di antara keduanya
justru berlainan, dan bahkan juga ada yang
saling berseberangan.
problem profesionalisme
manajemen
 Reformasi
manajemen yang
dimaksud ialah suatu upaya untuk
merun-tuhkan budaya-budaya
pengelolaan sekolah
Muhammadiyah bersifat
konvensional dan dialihkan menjadi
manajemen mutu terpadu.
problem pengembangan
pendidikan
 Dalam hal ini, problem pengembangan pendidikan
Muhammadiyah lebih ditujukan kepada pihak
penyelenggara, yakni persyarikatan dan khususnya Ma-
jelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen).
Sampai saat ini, Majelis Dikdas-men belum memiliki blue
print yang jelas mengenai pola pengembangan
pendidikan Muhammadiyah. Kerja-kerja praktis (untuk
tidak dikatakan pragmatis) ad-ministratif dan birokratis
telah menjebak penyelenggara pendidikan
Muhammadiyah dalam menjalankan kegiatan-kegiatan
rutinan.
BAGAIMANA ME-REVITALISAI
PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH
 SALAH SATU IKHTIAR DENGAN:
 REVITALISASI AIK (AL ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN)
 Ahmad Dahlan bukanlah bermaksud mewariskan “system
pendidikan” tetapi mewariskan etos pembaharuan pendidikan
 Revitalisasi AIK diharapkan mampu menjadikan pendidikan
Muhammadiyah yang mengidupkan. Dua kerangka dasar dalam
penyusunan landasan dan praktis revitalisasi AIK mencakup :
 1. kesadaran visi-misi pendidikan Muhammadiyah
 2. Penguatan Sumber daya manusia
1. KESADARAN VISI-MISI

 Paradigma pendidikan Muhammadiyah harus dipahami oleh


semua kalangan. Empat pilar misi pendidikan
Muhammadiyah (pendidikan, pelayanan, dakwah, dan
perkaderan) harus benar-benar disosialisasikan sampai ke
tingkat paling bawah guru-dosen. Kesadaran ini yang nanti
akan membawa kerangka berjuang dalam mencapai tujuan
umum pendidikan Muhammadiyah.
 Sistem perkaderan utama yang dijalankan dalam bentuk
baitul arqom, menurutnya juga belum mampu menjangkau
anak didik secara keseluruhan dan luas. Maka kesadaran
dan kesepahaman visi misi pendidikan Muhammadiyah
mutlak dilakukan dalam rangka revitalisasi pendidikan
Muhammadiyah dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi,
dari pimpinan sampai pelaksana harian guru-dosen.
2.SUMBER DAYA MANUSIA

1.Pembinaan dan
SDM BARU refreshment (lama) Kesadaran
2.Penjaringan awal, kolektifSumber
peneguhan ediologi, daya yangunggul
SDM LAMA dan pembinaan dan berkomitmen
berkelanjutan(baru

Pendidikan
Muhammadiyah yang
Unggul dan
Berkemajuan
PENUTUP

 Muhammadiyah adalah organisi terbesar di Indonesia dengan


jumlah amal usaha dalam bidang pendidikan yang banyak.
Banyaknya perguraun Muhammadiyah ini menjadi peluang
sekaligus tantangan untuk mengelolanya. Pendidikan yang sudah
berjalan ini perlu dikuatkan kembali fungsinya. Pendidikan
Muhammadiyah memiliki empat dasar semangat yaitu, pendidikan,
pelayanan, dakwah, dan perkaderan. Empat semangat itu yang
tidak boleh padam. Pendidikan sebagai pelayanan dan
pendidikan dan juga tidak mengesampingkan fungsi dakwah dan
perkaderan. Revitalisasi AIK didasari oleh realitas yang
menganggap kurang begitu pentingnya AIK di pendidikan
Muhammadiyah. semangat yang kian melemah itu perlu segera
kita respon positif.