Anda di halaman 1dari 39

Surviving the Early

Years – Screening The


Business Opportunity
Robert Aditjipto
8112417023
Content

• Knowing a winning business idea when you see one


• Startup business advice from business owners to would-be
entrepreneurs
• The essence of entrepreneurial success
Knowing a winning
business idea when you see
one
W. Chan Kim and Renee Maubergne
3 Alat Analisa

1. The buyer utility map


Menunjukkan kemungkinan customer akan tertarik dengan ide
baru.
2. The price corridor of the mass
Mengidentifikasi harga apa yang dapat menarik customer.
3. The business model guide
Menawarkan framework dan cara perusahaan dapat profitable
pada target harga yang sesuai.
The Buyer Utility Map

Dengan menempatkan produk


baru pada salah satu ruang
dari 36 ruang, manager dapat
dengan jelas bagaimana ide
baru dapat menciptakan
proposisi utilitas yang berbeda
dari produk yang sudah ada.
The Buyer Utility Map

Buyer Experience Cycle


Sebuah pengalaman produk akan melewati 6 tahapan basic. Dimana melalui 6
tahapan tersebut, membantu perusahaan menilai sebuah kualitas pengalaman
dari pembeli.
The Buyer Utility Map

Contoh:
Dell Dell
Using a new utility lever at the Starbucks Alto/Philips
same stage : Starbucks
Using the same utility lever in
a new stage : Dell
Using a new utility lever in a
new stage: Alto (Philips)

Starbucks

Alto/Philips
The Buyer Utility Map

Schwab
Merupakan perusahaan
trading yang melakukan
inovasi pertama kali untuk
trading melalui telepon dan
online. Dimana dalam proses
pembelian mengutamakan
kenyamanan & keamanan
customers.
Lalu Schwab melakukan
inovasi untuk membuat
system maintence lebih simple.
Setting a Strategic Price

Pada masa lalu, perusahaan dapat melakukan test dalam menetapkan harga,
bahkan dapat memberikan bonus, insentif harga dan diskon untuk dapat
menarik pembeli. Tetapi di ekonomi sekarang, seorang manager harus mampu
mengetahui harga awal yang dapat menciptakan “kolam” konsumen yang
besar.
Tetapi bukan hanya harga yang dapat menarik konsumen, harga juga harus
dapat menjadikan mereka menjadi konsumen yang loyal.
Ada 2 step penting dalam untuk melakukan strategic price :
1. Identifying the price corridor of the mass.
2. Specifying a level within price corridor.
Setting a Strategic Price
Building Business Model

Merupakan alat
ketiga yang berisi
rangkaian
pertanyaan, dimana
pertanyaan tersebut
bertujuan untuk
membuka wawasan
manger agar
memikirkan tentang
metode produksi &
distribusi, kapabilitas
perusahaan, dan
struktur harga.
Overcoming Adoption Hurdles

Dalam melakukan inovasi sering kali perusahaan dibayang-bayangi ketakutan.


Ada 3 pemangku keputusan dalam perusahaan yang mempengaruhi sebuah
perusahaan berinovasi, yaitu :
Karyawan
Mitra Bisnis
General Public
The essence of
entrepreneurial success
Richard L. Osborne
The essence of entrepreneurial success

Inti dari keberhasilan kewirausahaan adalah strategi yang


menghubungkan perusahaan dan lingkungannya.
Perusahaan Dell berhasil tumbuh menjadi $1.7 M dalam sepuluh
tahun karena menentang sebuah kebijakan konvensional, dimana
computer hanya bisa dijual dengan dilihat langsung. Pemikiran
marketing baru yang dipakai adalah menggunakan katalog.
Strategi kewirausahaan bukanlah fenomena abad ke 20. Ketika Marco
Polo melakukan rute perdagangan ke Timur, dia sedang
menunjukakan kebiasaan mengambil resiko, dimana ini berkatian
dengan kewirausahaan.
The essence of entrepreneurial success

Sebuah kondisi kunci dari strategi kewirausahaan adalah


kemampuan untuk menanggung risiko oleh orang atau orang yang
memiliki hak prerogatif untuk mengambil tindakan.
Pemilik atau manajer atau sekelompok manajer yang investasi dan
wewenang yang dilimpahkan emosional memungkinkan mereka
untuk menempatkan sumber daya perusahaan beresiko
How to devise an entrepreneurial strategy for the
start-up venture

1. Mempelajari lingkungan untuk mengidentifikasi kebutuhan pasar


yang belum terpenuhi.
2. Mengembangkan produk atau layanan untuk merespon
kebutuhan dan tren pasar.
3. Membuat pemasaran dan rencana keuangan untuk
menghidupkan konsep produk / layanan yang dipilih.
4. Memilah tingkat risiko pribadi dan bisnis yang sesuai dengan
kapasitas dan pasar potensial.
5. Menyusun sumber daya yang diperlukan untuk memulai bisnis.
Identify unmet marketplace needs

Kebutuhan pasar yang belum terpenuhi adalah inspirasi utama


strategi kewirausahaan.
Mayoritas pengusaha meluncurkan bisnis yang memodifikasi yang
sudah ada produk atau jasa dengan cara yang memenuhi kebutuhan
sebelumnya belum terpenuhi.
Identifikasi kebutuhan pasar yang belum terpenuhi tergantung pada
pemahaman yang menyeluruh dari ekonomi, social, demografi,
teknologi dan politik yang membentuk kembali lingkungan.
Select the product or service

Pemilihan produk atau jasa yang menjadi dasar dari strategi


kewirausahaan adalah masalah mengintegrasikan kesempatan
kebutuhan yang belum terpenuhi dengan lingkungan dan persiapan
pengusaha.
A classic entrepreneurial strategy

Inovatif menghubungkan produk atau jasa perusahaan dengan


lingkungannya adalah strategi kewirausahaan klasik.
Create a marketing and financial plan

Ketika suatu kesempatan sudah teridentifikasi, entrepreneur harus


membuat rencana marketing dan financial untuk memanfaatkan ide,
mendapatkan kontrol atas sumber daya yang diperlukan, dan membangun
struktur yang sesuai.
Proses perencanaan dapat menyempurnakan konsep kreatif dan
memperkuat kapasitas pengusaha untuk mengeksekusi.
Rencana tersebut harus mencakup unsur-unsur berikut:
• Resolve
• Resource
• Response
• Results
Select suitable level of risk

Harus mahir mengkalibrasi tingkat resiko yang cocok dengan


potensial reward dan kapasitas pribadi mereka untuk mengelola
ketidakpastian.
Wirausaha baru harus jujur menilai tingkat pelatihan dan persiapan,
perilaku dalam mengambil resiko dan realistis dalam melakukan
perhitungan antara resiko dan rewards.
Memilah tingkat resiko pribadi dan bisnis merupakan kunci dalam
mengembangkan usaha baru.
Marshal financial resources

Satu fakta serius menonjol: penyebab langsung dari sebagian besar


kegagalan start-up adalah modal yang tidak memadai (meskipun
kelemahan mendasar dalam konsep bisnis dan eksekusi sering
menyebabkan disipasi modal).
Dalam hal apapun, strategi kewirausahaan dapat berhasil hanya jika
modal awal dan kemudian dihasilkan cukup.
Profil of an entrepreneur

Selalu ingin berprestasi.


Mau menerima konsekuensi dari tindakan yang diambil.
Selalu ingin mendapatkan reward yang besar.
Berani mengambil resiko, tetapi tetap menghindari kemungkinan
terjadinya kegagalan.
Berorientasi pada tujuan dan tugas terukur.
Startup business advice
from business owners to
would-be entrepreneurs
Robert N. Lussier
Responden Penelitian

Manajer yang telah kehilangan pekerjaan mereka karena down-sizing


dan tertarik untuk memulai bisnis mereka sendiri.
Manajer lelah bekerja untuk orang lain yang ingin memulai bisnis
mereka sendiri.
15 reasons for business success or failure

1. Capital.

Businesses that start undercapitalized have a greater chance of failure than those with adequate capital.

2. Record keeping and financial control.

Finns that do not keep updated accurate records and lack adequate financial controls have a greater
chance of failure than those that do.

3. Industry Experience.

Startups managed by people without prior industry experience have a greater chance of failure than those
managed by people with such experience.

4. Management Experience.

Startups managed by people without prior management experience have a greater chance of failure than
those with experienced management.

5. Planning.

Startups that do not develop specific business plans have a greater chance of failure than those with such
plans.
15 reasons for business success or failure

6. Professional Advisors.

Startups that do not use professional advisors have a greater chance of failure than those that use them.

7. Education.

People without any college education who start a business have a greater chance of failing than people
with one or more years of college education.

8. Staffing.

Organizations that cannot attract and retain quality employees have a greater chance of failure than those
that are more successful and retain quality in this regard.

9. Product/Service Timing.

Finns that select products or services that are too new or too old have a greater chance of failure than
firms that select products or services that are in the growth stage.

10. Economic Timing.

Finns that start up during a recession are more apt to fail than those launched during expansion period.
15 reasons for business success or failure

11. Age.
Younger entrepreneurs are more likely to fail than older ones.
12. Partners.
A business started by one person has a greater chance of failure than a business started by
more than one person.
13. Parents.
Startup owners whose parents did not own a business have a greater chance of failure than
those whose parents owned a business.
14. Minority.
Minorities have a greater chance of failure than non-minorities.
15. Marketing.
Startup owners without marketing skills have a greater chance of failure than those with
marketing skills.
Sample

Penelitian ini berasal dari 160 pemilik bisnis dari enam negara bagian
New England, dengan sekitar 20% dari Connecticut, 5% dari Maine,
44% dari Massachusetts, 19% dari New Hampshire, 9% dari Rhode
Island, dan 6 % dari Vermont.
Berdasarkan industri, sekitar 2% dari sampel dari pertanian, 15% dari
konstruksi, 18% dari keuangan, asuransi, dan real estate, 10% dari
manufaktur, 22% dari ritel, 3% dari grosir, 6% dari transportasi dan
komunikasi, dan 25% dari layanan.
Berdasarkan ukuran, sekitar 35% mempekerjakan 0-5 pekerja, 25%
mempekerjakan 5-15, 15% mempekerjakan 16-25, 17%
mempekerjakan 26-50, 5% mempekerjakan 51-99, dan 5%
mempekerjakan 100-300 pekerja. Mean, median, modus, dan deviasi
standar adalah 24, 11, 4, dan 40, masing-masing.
Hal-hal yang perlu diperhatikan saat start-up bisnis

• Harus memiliki pengetahuan tentang industry yang digeluti.


• Memiliki semangat juang dan tidak mudah menyerah.
• Meneliti pasar untuk memastikan ada permintaan untuk produk
atau layanan.
• Melakukan pencatatan kas dengan baik serta membayar pajak
tepat waktu.
• Pastikan untuk memiliki modal awal yang cukup.
• Memiliki rencana pengembangan bisnis.
• Mengeset goal untuk sales, profit, market share, new product and
service.
Hal-hal yang perlu diperhatikan saat start-up bisnis

• Merekrut karyawan yang baik.


• Selalu memperhatianya biaya tetap dan overhead.
• Memiliki kemauan untu belajar sesuatu yang baru, dan melanjutka
pendidikan.
• Menyediakan produk dan jasa yang berkualitas.
• Sebaiknya memulai bisnis disaat kondisi ekonomi berjalan dengan
baik.
• Melakukan diversifikasi produk.
Kesimpulan

1. Start a business in which you have industry knowledge


2. Work long hours being persistent; don't give up
3. Get professional help
4. Research the market
5. Keep good records
6. Get adequate starting capital
7. Develop a business plan
8. Set goals
9. Hire good employees
10. Watch overhead and fixed cost
Summary
Business Opportunity

peluang usaha adalah sebuah kesempatan untuk menjalankan


sebuah kegiatan bisnis untuk mendapatkan royalty maupun
keuntungan dengan cara strategi yang telah ditetapkan.
Kesempatan usaha yang terbuka lebar ini tidak boleh dilewatkan
oleh mereka yang memiliki jiwa berwirausaha. Seorang pengusaha
baik pengusaha muda ataupun pengusaha yang sudah lama
berkecimpung dalam dunia bisnis ketika ia akan memanfaatkan
peluang usaha yang ada pada waktu tertentu seorang pengusaha itu
harus memiliki sikap dan mental yang percaya diri.
Ciri-ciri Entrepreneur

• Memiliki mimpi besar


• Pandai mengatasi ketakutannya
• Mempunyai cara pandang yang berbeda
• Pemasar sejati atau penjual ulung
• Menyukai tantangan
• Mempunyai keyakinan yang kuat
• Selalu mencari yang terbaik
• Disiplin waktu untuk pemenuhan target
• Memiliki kemampuan untuk memimpin
• Pantang menyerah
Screening Business Opportunity

Dalam memastikan apakah bisnis tersebut layak untuk dijalankan


butuh dilakukan beberapa analisa, antara lain :
• Analisa industry untuk produk tersebut.
• Kondisi harga yang harus diprovide.
• Bisnis model yang ingin di bentuk.
Screening Business Opportunity

Apabila hasilnya memungkinkan untuk dijalankan bisnis tersebut,


juga harus dipikirkan inovasi untuk produk-produk yang ada karena
perlu diingat setiap produk memiliki life cycle yang beda-beda.
Setelah itu juga harus memastikan kondisi permodalan yang yang
ada, apabila kondisi permodalan kondisinya kurang memungkinkan
sebaiknya dapat ditunda.
Kondisi perekonomian nasional juga butuh dilakukan analisa, karena
bila kondisi perekonomian kurang baik, maka akan membuat start
up menjadi berat.
Kesimpulan

1. Start a business in which you have industry knowledge


2. Work long hours being persistent; don't give up
3. Get professional help
4. Research the market
5. Keep good records
6. Get adequate starting capital
7. Develop a business plan
8. Set goals
9. Hire good employees
10. Watch overhead and fixed cost
Terima Kasih