Anda di halaman 1dari 10

HUBUNGAN

PANCASILA
DENGAN
UUD 1945

KELOMPOK :
LINA RAMADHANTI :1710111006
RIDWAN : 1710111217
UNDANG-UNDANG DASAR 1945

Pengertian Undang-Undang Dasar 1945


secara umum ialah hanya sebagian dari
hukumnya dasar Negara itu. Undang-
undang Dasar ialah hukum dasar yang
tertulis, sedang disampingnya Undang-
undang dasar itu berlaku juga hukum pengertian kata Undang-Undang
dasar yang tidak tertulis, ialah aturan- Dasar menurut UUD 1945,
aturan dasar yang timbul dan terpelihara mempunyai pengertian yang lebih
dalam praktek penyelenggaraan Negara sempit daripada pengertian hukum
meskipun tidak tertulis, ialah aturan- dasar, Karena yang dimaksud
aturan dasar yang timbul dan terpelihara Undang-undang Dasar adalah
dalam praktek penyelenggaraan Negara hukum dasar yang tertulis,
meskipun tidak tertulis. sedangkan pengertiann hukum dasar
mencakup juga hukum dasar yang
tidak tertulis.
FUNGSI UNDANG-UNDANG DASAR 1945

UUD 1945 juga mempunyai fungsi sebagai alat


kontrol, dalam pengertian UUD 1945 mengontrol apakah
norma hukum yang lebih rendah sesuai atau tidak dengan
norma hukum yang lebih tinggi. UUD 1945 juga berperan
sebagai pengatur bagaimana kekuasaan negara disusun,
dibagi, dan dilaksanakan. Selain itu UUD 1945 juga
berfungsi sebagai penentu hak dan kewajiban negara,
aparat negara, dan warga negara.
HUBUNGAN POKOK PIKIRAN UUD 1945
DENGAN PASAL-PASAL DALAM UUD 1945

2. Dalam UUD 1945 pasa-pasal yang berhubungan dengan


1. Dalam UUD 1945 pasal-pasal yang berhubungan Kemanusiaan yang adil dan beradab yaitu:
dengan Ketuhanan Yang Maha Esa yaitu:
1) Pasal 29 ayat (1) UUD 1945 berbunyi: “Negara 1) Pasal 27 (1) Segala warga negara bersamaan kedudukannya
berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa.“ dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung
Ayat (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap- hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.
tiap penduduk untuk memeluk agamanya (2) Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan
masing-masing dan untuk beribadat menurut penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
agamanya dan kepercayaannya itu. “ 2) Pasal 28 Kemerdekaan berserikat dan berkumpul,
2) Pasal 28 UUD 1945 berbunyi: “Kemerdekaan mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan
berserikat dan berkumpul, mengeluarkan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang.
pikiran dengan lisan dan tulisan dan
sebagainya ditetapkan dengan undang- 3) Pasal 30 (1) Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut
undang.“ serta dalam usaha pembelaan negara.(2) Syarat-syarat
3) Pasal 33 UUD 1945 tentang pembelaan diatur dengan undang-undang.
4) Pasal 34 UUD 1945 4) Pasal 31(1) Tiap-tiap warga negara berhak mendapat
pengajaran. (2) Pemerintah mengusahakan dan
menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional, yang
diatur dengan undang-undang.
3. Dalam UUD 1945 pasal-pasal yang berhubungan 4. Dalam UUD 1945 pasal-pasal yang berhubungan
dengan Persatuan yaitu: dengan Kerakyatan yaitu:
1) Pasal 1 ayat (1) UUD 1945, bahwa Negara 1) Pasal 2 ayat (1) UUD 1945 berbunyi: “Majelis
Indonesia adalah Negara Kesatuan yang Permusyawaratan Rakyat terdiri ats anggota Dewan
berbentuk Republik. Perwakilan Rakyat an anggota Dewan Perwakilan
2) Pasal 25A UUD 1945 berbunyi: “Negara Daerah yang dipilih melalui pemilihan umum, dan
kesatuan republik Indonesia adalah sebuah diatur lebih lanjut dengan UU“. Ayat (2) UUD 1945
berbunyi: “Majelis Permusyawaratan Rakyat
Negara kepulauan yang berciri Nusantara bersidang sedikitnya sekali dalam 5 tahun di ibukota
dengan wilayah yang batas-batas dan hak- negara“. Ayat (3) UUD 1945 berbunyi: “Segala
haknya ditetapkan dengan undag-undang“ putusan Majelis Permusyawaratan rakyat ditetapkan
3) Pasal 30 ayat (1) UUD 1945 berbunyi: “tiap- dengan suara yang terbanyak“
tiap Warga Negara berhak dan wajib ikut 2) Pasal 1 Ayat (2) UUD 1945 berbunyi: “Kedaulatan
serta dalam usaha pembelaan Negara“ adalah di tangan Rakyat, dan dilakukan sepenuhnya
4) Pasal 32 UUD 1945 berbunyi: “Pemerintah oleh MPR “
Indonesia memajukan Kebudayaan Nasional“ 3) Pasal 5 ayat (1) UUD 1945
5) Pasal 35 UUD 1945 berbunyi: “Bendera
4) Pasal 5 ayat (2) UUD 1945
Negara Indonesia ialah Merah Putih“.
6) Pasal 36 UUD 1945 berbunyi: “Bahasa 5) Pasal 18 UUD 1945
Negara ialah Bahasa Indonesia“ 6) Pasal 20 UUD 1945
7) Pasal 37 ayat (5) UUD 1945 berbunyi: 7) Pasal 22 UUD 1945
“Khusus tentang bentuk Negara Kesatuan
8) Pasal 6A UUD 1945
Republik Indonesia tidak dapat dilakukan
perubahan“
5. Dalam UUD 1945 pasal-pasal yang berhubungan dengan Keadilan Sosial yaitu:
1) Pasal 14 ayat (1) UUD 1945 berbunyi: “Presiden memberi grasi dan rehabilitasi dengan
memperhatikan pertimbangan Mahkamah Agung.“ Ayat dua Presiden memberi amnesti dan
abolisi dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat.“
2) Pasal 18B ayat (2) UUD 1945 berbunyi: “Negara mengakui dan menghormati kesatuan-
kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup
dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik
Indonesia, yang diatur damam undang-undang“
3) Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 berbunyi: “Segala warga Negara bersamaan kedudukannya di
dalam hokum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan dan wajib
menjunjung hokum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.“ Ayat (2) Tiap-tiap
warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.“
4) Pasal 28 UUD 1945 berbunyi: “Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan
pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang.“
5) Pasal 28A-28J UUD 1945 tentang Hak Asasi Manusia
6) Pasal 29 Ayat (2) UUD 1945 berbunyi: “Negara menjamin kemerdekaan tiap tiap penduduk
untuk memeluk agamanya masing masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan
kepercayaannya itu. “
7) Pasal 31 ayat (1) UUD 1945 berbunyi: “Tiap-tiap warga Negara berhak mendapat
pendidikan.“
8) Pasal 34 UUD 1945 berbunyi: “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara.“
STRUKTUR PEMERINTAHAN DAN KELEMBAGAAN
NEGARA INDONESIA BERDASARKAN UUD 1945

Struktur pemerintahan terdiri dari:


1. MPR
2. PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN
3. DPR
4. DPD
5. BPK
6. MA
7. MK
8. KY
KASUS TKI DI LUAR NEGERI

Seorang TKI bernama Ruyati binti Satubi (54) meregang nyawa di tangan algojo pemerintah Arab Saudi.
Ruyati dijatuhi hukuman pancung setelah ia divonis bersalah membunuh Khairiya Hamid binti Mijlid majikannya.
Ironisnya, hukuman pancung itu dilakukan hanya empat hari setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berpidato
tentang perlindungan pemerintah terhadap TKI di luar negeri, di sidang ILO ( International Labour Organization) ke-
100, 14 Juni lalu. Dalam pidatonya SBY bertutur tentang perlindungan TKI yang bekerja sebagaipembantu rumah
tangga (PRT). Kasus pembunuhan yang akhirnya menjerat Ruyati sebagai tervonis itu dimulai pada 10 Januari 2010.
Ruyati, dituduh membunuh majikannya dengan menggunakan sebilah pisau dapur. Persidangan perdana kasus
pembunuhan tersebut digelar pada Mei 2010. Selanjutnya, sidang pembacaan vonis digelar pada Mei 2011. Hakim
pengadilan setempat menjatuhkan hukuman qisas kepada Ruyati sesuai dengan kejahatan yang telah diperbuat.
Ruyati dijatuhi vonis hukuman mati karena dia telah membunuh. Sebenarnya, Ruyatibisa mendapatkan
pengampunan. Syaratnya, ia memperoleh ampunan dari keluarga yang telah dibunuh. Sayang, hingga pembacaan
vonis, pihak keluarga belum maumemafkan Ruyati. Ruyati sebelumnya pernah bekerja di Arab Saudi sebanyak dua
kali. Pada September 2008 lalu, dia berangkat lagi ke Arab Saudi menggunakan jasa Perusahaan Pengerah Tenaga
Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) PT Dana Graha Utama. Sejatinya, pada waktu itu secara syarat administrasi
Ruyatisudah tidak bisa bekerja sebagai TKI. Tapi, oleh pihak PPTKIS, keterangan umur dalam paspor Ruyati
dimudakan sembilan tahun.
Sejatinya ia lahir pada 7 Juli 1957 kemudian dirubah menjadi 12 Juli1968. Dalam laporannya ke Migrant Care,
Een Nuraeni, anak sulung Ruyati, mengatakan jika pada awal-awal bekerja ibunya tidak pernah mengeluh. Gaji sering
dikirim setelah dirapel beberapa bulan. Tapi akhirnya muncul keluhan jika pembayaran gaji kerap telat hingga tujuh
bulan. “Kalaupun mau bayar gaji, harus direbut dulu,” kata perempuan 36 tahun itu. Selain itu, Een juga mengatakan
ibunya kerap dipukuli majikannya. Sejak penghujung Desember 2009, komunikasi Ruyati dengan keluarga di Bekasi
terputus. Kabar Ruyati tersangkut pidana pembunuhan dan terancam hukuman pancung sampai juga ke keluarga.
Pihak keluarga diwakili Een melapor ke pemerintah. Mulai dari Kementerian Luar Negeri hingga Kementerian Tenaga
Kerja dan Transmigrasi. Dia juga melapor kasus ini ke Migrant Care. Een mengatakan mendapatkan kabar kematian
ibunya akibat divonis pancung. “Kabar itu resmi, diberitahukan Kementerian Luar Negeri,” tandasnya.
Penyebab terjadinya pelanggaran HAM yang terjadi di Daerah, yaitu sebagai berikut : Salah satu faktor penyebab
kompleksitas permasalahan yang terus silih berganti menimpa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) adalah penipuan, tindak
kekerasan, over worked, pelecehan seksual/pemerkosaan dan sebagainya.
Alasan Banyak Orang yang Menjadi TKI Termasuk Menjadi TKI Ilegal:
Dasar hukum keberadaan TKI di luar negeri adalah pasal 27 ayat (1) dan (2) UU No. 39
Tahun 2004 tentang penempatan dan perlindungan TKI di luar negeri. Dalam ayat (1)
ditegaskan bahwa penempatan TKI di luar negeri hanya dapat dilakukan ke negara
tujuan yang pemerintahannya telah membuat perjanjian tertulis dengan pemerintah
Republik Indonesia atau kenegara tujuan yang mempunyai peraturan perundang-
undangan yang melindungi tenaga kerja asing. Jadi secara legal formal (hukum)
keberadaan TKI di luar negeri sah adanya. Artinya hal tersebut diketahui dan diterima
oleh kedua belah pihak baik si pemasok tenaga kerja maupun si pengguna tenaga kerja
tersebut. Adapun kemudian terjadi berbagai kasus yang menimpa TKI, misalnya adaTKI
melarikan diri dari tempat kerja, majikan menyiksa TKI, bahkan memperkosanya atau
sebaliknya TKI membunuh majikan, istri majikan atau anak majikan. Hal itu sebenarnya
tidak perlu terjadi manakala kedua belah pihak saling mematuhi perjanjian yang mereka
buat dan sepakati bersama.