Anda di halaman 1dari 9

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

SUB BAB 6.1 - 6.5

TRANSFORMASI PEUBAH

Oleh :

Nama : ATIKA VEROMITA SIMANJUNTAK

Npm : 14150116

Mata kuliah : STATISTIKA MATEMATIKA

Jurusan/Prodi : PMIPA / Pend. Matematika

Dosen Pengasuh : Drs. H. Simbolon,M.Si

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN

PEMATANG SIANTAR

2017
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

( RPP)

Mata Kuliah : Statistika Matematika

Semester : 6(genap)

Bobot : 3 sks

Alokasi waktu : 3 x 50’

Standar kompetensi : Mahasiswa mampu memahami transformasi peubah

Kompetensi dasar : Memahami transformasi peubah ,transformasi peubah


acak diskrit dan kontinu .

Indikator : - Mendefenisikan pengertian transformasi peubah .

- Menyelesaikan soal mengenai transformasi peubah


acak diskrit .
- Menyelesaikan soal mengenai transformasi peubah
acak kontinu .
- Mencari peluang peubah acak dengan
menggunakan transformasi peubah acak kontinu
tidak satu – satu .
- Menghitung peluang dengan tehnik fungsi
pembangkit momen .

I . Tujuan Pembelajaran : - Mengetahui pengertian transformasi peubah .

- Mampu menyelesaikan soal mengenai transformasi


peubah acak diskrit .
- Mampu menyelesaikan soal mengenai transformasi
peubah acak kontinu .

- Mampu mencari peluang peubah acak dengan


menggunakan transformasi peubah acak kontinu
tidak satu – satu .
- Mampu menghitung peluang dengan tehnik fungsi
pembangkit momen .

II. Materi Pembelajaran : 6.1 Pengertian Transformasi peubah

6.2 Transformasi peubah acak diskrit

6.3 Transformasi peubah acak kontinu

6.4 Transformasi Peubah acak tidak Satu - Satu

6.5 Transformasi Dengan Fungsi Pembangkit Momen

III. Metode Pembelajaran : Ceramah

Diskusi

Tanya jawab

IV. Langkah-Langkah Pembelajaran :

A. Kegiatan awal : Apersepsi


B. Kegiatan inti : menjelaskan materi pembelajaran

C. Keiagatan akhir : evaluasi,doa sebelum pulang


Uraian Materi

6 .1 Pengertian Tranformasi Peubah

Pengubahan peubah suatu fungsi peubah dengan fungsi lain sehingga terbentuk fungsi
peubah baru disebut transformasi peubah.

A X f(x) awal

Y = u(X)

B Y g(y) akhir

6.2 Tranformasi Peuah Acak Diskrit

Katakanlah X peubah acak diskrit dengan fungsi peluang f(x) dan misalkan X Y

oleh Y = u(X) sehingga X=v(Y) maka fungsi peubah baru adalah

y g(y)=P(Y=y)=P(X=v(y))=f=(v(y)).

T.6.1

Misalkan X peubah acak diskrit dengan sebaran peluang f(x).Misalkan Y=u(x) suatu
transformasi satu-satu antara nilai X dan Y sehingga persamaan Y=u(x) mempunyai jawaban
tunggal untuk x dinyatakan dalam y misalnya x=v(y).Maka sebaran peluang y adalah :
g(y)=f(v(y)).

T.6.2

Katakan X₁ dan X₂ adalah peubah acak diskrit dengan sebaran peluang bersama f(X₁,X₂).
Misalnya Y₁=u₁(X₁,X₂) dan Y₂=u₂(X₁,X₂)ditentukan transformasi satu-satu antara titik-titik
(x₁,x₂) dan (y₁,y₂) sehingga persamaan y₁=u₁(x₁ ,x₂ ) dan y₂ =u₂ (x₁ ,x₂ ) memberi jawaban

tunggal untuk x₁ dan x₂ dalam suku y₁ dan y₂ namakan x₁ =v₁ (y,y₂ ) dan
x₂ =v₂ (y₁ ,y₂ ) adalah g(y₁ ,y₂ ) = f[(v₁ (y₁ ,y₂ ),v₂ (y₁ ,y₂ )]

6.3 Transformasi Peubah Acak Kontinu

Katakan peubah X₁ ,X₂ ,...,Xk dengan masing-masing dinyatakan dengan hubungan

Y₁ =u₁ (X₁ ,X₂ ,...,Xk)

Y₂ =u₂ (X₁ ,X₂ ,...,Xk)

... ... ... ... ... ... ...

Yk=Uk(X₁ ,X₂ ,...,Xk)

Determinan Jacobi adalah

𝜕𝑋 ₁ 𝜕𝑋 ₁ 𝜕𝑋 ₁
....
𝜕𝑌 ₁ 𝜕𝑦 ₂ 𝜕𝑌𝑘

𝜕𝑋 ₂ 𝜕𝑋 ₂ 𝜕𝑋 ₂
J = .... .𝜕𝑌𝑘
𝜕𝑌 ₁ 𝜕𝑌 ₂

.... ..... .....

𝜕𝑋𝑘 𝜕𝑋𝑘 𝜕𝑋𝑘


𝜕𝑌 ₁ 𝜕𝑌 ₂
.... 𝜕𝑌𝑘

Katakanlah dalam suatu integral, suatu fungsi dengan peubah Xi,I=1,2,3,....,K yakni

f(x₁,x₂,...,xk).

* ʃ ʃA ...ʃ f (x₁,x₂,...,xk)dx₁dx₂...dxk ditransformasikan kedalam peubah baru Yi, i=1,2,...,k

dimana xi=vi(Y₁ ,Y₂ ,...,Yk), i=1,2,...,k maka diperoleh bentuk transformasi


** ʃ ʃв ....ʃf(V₁ ,V₂ ,...,Vk)|J| dY₁ dY₂ ....dYk (buktinya dalam kalkulus)

Dalam statistika namakanlah * menyatakan peluang yang dibatasi A(dengan fungsi


padat f(X₁ ,X₂ ,...,Xk) ditransformasikan menjadi ** yang menjadi B(dengan fungsi padat
g(Y₁ ,Y₂ ,....,Yk) yang memberi nilai yang sama satu atau * = ** ,jika dikembalikan pada
fungsi padatnya maka:

F(X₁ ,X₂ ,....,Xk) ditransformasikan kepada g(Y₁ ,Y₂ ,...,Yk)


=f[V₁ (y₁ ,y₂ ,...,yk)...,Vk(y₁ ,y₂ ,...,yk)|J|.

6.4 Transformasi Peubah Acak Kontinu Tidak Satu-Satu

Misalkan transformasi antara X dan Y bukan satu-satu maka teorema berikut dapat
digunakan :

T.6.5. Misalkan X peubah acak kontiniu dengan sebaran peluang f(x), misalkan Y = u(x)
transformasi antara nilai X dan Y yang tidak satu-satu. Bila selang tempat X
didefenisikan dapat disekat menjadi k himpunan yang saling terpisah sedemikian rupa
sehingga masing-masing fungsi kebalikan x1 v1  y  , x 2  v 2  y ,...., x1 v1  y  dari

y  ux  menyatakan hubungan satu-satu, maka sebaran peluang x adalah :

k
g  y    f v1  y  j1 dengan J 1  v1 I  1,2,..., k
i 1

6.5 Transformasi dengan teknik fungsi pembangkit momen

Misalkan sebaran peluang dari k peubah acak x1, x 2, ..., x k , adalah hx1 ,..., xk 

dan misalkan y1  u1 x1 ,..., xk ,..., y k  u k x1 ,..., xk  . Katakanlah fungsi padat yang akan dicari

g  y1  fungsi padat peluang dari y1 .

  
My1 t   E e ty1   e ty1 g  y1 dy1 dan
 
 
...  e tu1  x1 ,..., xk  hx1 ,..., xk dx1 ,..., dxk ada untuk –h<t<h.


Akan diperkenalkan integral dengan k peubah baru y1  u1 x1 ,..., xk ,..., y k  u k x1 ,..., xk 
dengan mana memberi transformasi satu-satu sehingga kebalikannya adalah :

x1  v1  y1 ,..., y k ,..., xk  vk  y1 ,..., y k  dan determinan Jacobi J.

Transformasi integral menjadi :


e ty1 J hv1 ,..., vk dy 2 ,..., dy k dy1 sehingga g  y   J hv1  y1 ,..., y k ,...vk  y1 ,... y k 
 

... 


Cara mencari hasil transformasi ke peubah baru dengan menggunakan fungsi pembangkit
momen ini yang dinamakan dengan teknik fungsi pembangkit momen.

Contoh :

Carlah sebaran peluang dari jumlah k peubah acak 𝑥1 , … 𝑥2 yang masing – masing
menyebar poisson dengan parameter 𝜆1 , … 𝜆𝑘

Jawab :

𝑡 −1
Telah dicari fpm sebaran poisson 𝑀𝑥 𝑡 = 𝑒 𝜆 1 (𝑒 ), sedangkan untuk 𝑌 = 𝑋1 + … + 𝑋𝑘

𝑡 −1 𝑡 −1 𝑡 −1
𝑀𝑦 𝑡 = 𝑀𝑥1 , … 𝑀𝑥𝑘 = 𝑒 𝜆 1 (𝑒 ). 𝑒 𝜆 2 (𝑒 ) … 𝑒 𝜆 𝑘 (𝑒

𝑡−1
= 𝑒 (𝜆 1 + …+𝜆 𝑘 )𝑒

Menunjukkan fpm sebaran poisson dengan parameter 𝜆1 , … 𝜆𝑘

Maka

(𝜆 1 + …+𝜆 𝑘 ) (𝜆 1 ,…𝜆 𝑘 )𝑦
𝑒
𝑔 𝑦 = 𝑦!
, 𝑦 = 0,1, …

Contoh:
Tinjau dua peubah acak Poisson X1 dan X2 yang saling bebas dengan fungsi pembangkit
momen

MX1(t) = eμ1(exp(t) –1) dan MX2(t) = eμ2(exp(t) –1)


Maka, menurut Teorema fungsi pembangkit momen untuk peubah acak Y1 =
X1 + X2 adalah
MY1(t) = MX1(t) MX2(t)
= eμ1(exp(t) –1) eμ2(exp(t) –1)
= e(μ1+ μ2)(exp(t) –1)
Yang tak lain adalah fungsi pembangkit momen untuk peubah acak Poisson
dengan parameter μ1+ μ2.
Kita simpulkan sekali lagi bahwa jumlah dua peubah acak bebas yang masing-masing
tersebar Poisson dengan parameter μ1dan μ2, juga akan memiliki sebaran Poisson dengan 1+
parameter μ
EVALUASI

1. Ditentukan peubah acak dengan sebaran peluang

2𝑥², 0 < 𝑥 < 1


F(x) =
0, 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑦 𝑙𝑎𝑖𝑛𝑛𝑦𝑎

2. Ditentukan suatu peubah acak dengan sebaran peluang

3𝑥, 0 < 𝑥 < 1


F(x) =
0, 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑦 𝑙𝑎𝑖𝑛𝑛𝑦𝑎

Carilah sebaran peluang y = x³ !

1 2 2 2
𝑒 −𝑢 .𝜇 ₁ 𝑥 𝑒 −𝑢 .𝜇 ₂ 𝑥
3. Buktikanlah 𝑥1!
. 𝑥2!

4. Ditentukan suatu peubah acak dengan sebaran peluang

2𝑥, 0 < 𝑥 < 1


F(x) =
0, 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑥 𝑙𝑎𝑖𝑛𝑛𝑦𝑎

Carilah sebaran peluang y = x²


PENYELESAIAN

1. Invers dari y = 2x + 1 adalah x = (y + 1)/ 2 sehingga


𝑑𝑦 1
2= 𝜕𝑥
= 2
maka
𝑦 +1 2 1
G(y) = 2 2
.2 =
2𝑦 ²+4𝑦 +2
8
0, 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑦 𝑙𝑎𝑖𝑛𝑛𝑦𝑎

𝑦 ²+2𝑦 +1
-1 < y < 1 = 4 , −1 < 𝑦 < 1
0, 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑦 𝑙𝑎𝑖𝑛𝑛𝑦𝑎
3
2. Invers dari y = x³ adalah x = 𝑦
𝑑𝑥
Sehingga J= 𝑑𝑦
1
= 3
𝑦

Maka fungsi padat peluang untuk sebaran y adalah


3 1
3 𝑦 . 33 .0 < 𝑦 < 1
G(y) = 𝑦
0, 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑦 𝑙𝑎𝑖𝑛𝑛𝑦𝑎
1,0 < 𝑦 < 1
G(y) =
0, 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑦 𝑙𝑎𝑖𝑛𝑛𝑦𝑎

1 2
𝑒 −𝑢 ₁ .𝜇 ₁ 𝑥 ₁ 𝑒 −𝑢 ₂ 𝜇 ₂ 𝑥 ₂ 𝑒 −(𝜇 +𝜇 ) .𝜇 ₁ 𝑥 ₁ 𝜇 ₂ 𝑥 ₂
3. 𝑥1!
. 𝑥2!
= 𝑥 1 !𝑥 2 !

1 2 1
𝑒 −(𝜇 +𝜇 ) 𝜇 ₁𝜇 −𝜇 ₂ 𝜇 ₂𝑢 ₂
= 𝑦 1 −𝑦 2 !𝑦 2 !

𝜇 1 +𝜇 2 𝑦 1! 1 −𝑦 2 ) 1
= 𝑒− . 𝑦 1 −𝑦 2 !𝑦 2 !
𝜇₁(𝑦 . 𝜇₂ 𝑦 ₂ 𝑦 1 !

4.Invers dari y = x² adalah x = 𝑦

1
Sehingga J = dxdy = 2 𝑦
, maka fungsi padat peluang atau sebaran y adalah

2 𝑦, 1
g(y) = ,0<y<1
0, 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑦 𝑙𝑎𝑖𝑛𝑛𝑦𝑎 2 𝑦

1, 0 < 𝑦 < 1
g(y) =
0, 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑦 𝑙𝑎𝑖𝑛𝑛𝑦𝑎