Anda di halaman 1dari 13

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)
PERTEMUAN VII
D
I
S
U
S
U
N
OLEH :
Nama : ATIKA VEROMITA SIMANJUNTAK
NPM : 14150116
Mata Kuliah : STATISTIKA MATEMATIKA
Jurusan / Prodi : PMIPA / Pend. Matematika
Dosen Pengasuh : Drs. H. Simbolon, M.S

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN
PEMATANGSIANTAR
2017
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Mata Kuliah : STATISTIKA MATEMATIKA


Semester : VI
Bobot : 3 SKS
Pertemuan :7
Alokasi Waktu : 3 x 50 menit
Standart Kompetensi :Mahasiswa mampu memahami dan mengidentifikasi
beberapa sebaran peluang diskrit .
Kompetensi Dasar :Memahami dan mengidentifikasi beberapa sebaran
diskrit dan penggunaan distribusinya .
Indikator : - Menentukan peluang ,rataan dan varians dari sebaran
seragam diskrit .
- Menentukan peluang , rataan dan varians sebaran
binomial dan tehnik fungsi pembangit momen .
- Menentukan peluang , rataan dan varians sebaran
geometrik dan sebaran binomial negatif .
- Menentukan peluang , dan mengembangkan
sebaran hipergeometrik
- Menentukan peluang ,rataan dan varians sebaran
poisson
I. Tujuan Pembelajaran :- Mampu menentukan peluang ,rataan dan varians
dari sebaran seragam diskrit .
- Mampu menentukan peluang , rataan dan varians
sebaran binomial dan tehnik fungsi pembangit
momen .
- Mampu menentukan peluang , rataan dan varians
sebaran geometrik dan sebaran binomial negatif .
- Mampu menentukan peluang , dan mengembangkan
sebaran hipergeometrik
- Mampu menentukan peluang ,rataan dan varians
sebaran poisson

II. Materi Pembelajaran : Beberapa Sebaran Peluang Diskrit


7.1 Sebaran Seragam Diskrit
7.2 Sebaran Binomial dan Multinomial
7.3 Sebaran Binomial negative dan Geometrik
7.4. Sebaran hipergiometrik

7.5. Sebaran Poisson.

III. Metode Pembelajaran : - Ceramah


- Diskusi
- Tanya Jawab

IV. Langkah-Langkah Pembelajaran :


A. Kegiatan Awal : 1. Apersepsi
B. Kegiatan Inti : 1. Penyaji menyajikan isi dari materi
2. Menjelaskan materi sejelas mungkin
sehingga dapat dipahami dengan
jelas oleh anggota.
C. Kegiatan Akhir : Evaluasi
V. Sumber Bahan : Buku paket statistika I “Statistika Matematika I” oleh Drs.
Hotman Simbolon, MS
VI.Uraian Materi :
BEBERAPA SEBARAN PELUANG DISKRIT

7.1 SEBARAN SERAGAM DISKRIT


Sebaran seragam diskrit merupakan seragam yang paling sederhana, karena
memiliki nilai peluang yang sama untuk semua nilai peubahnya.

D.7.1 Defenisi : Jika peubah acak x untuk setiap xi , x berpeluang yang sama
dinamakan sebaran peluang seragam diskrit dibeikan oleh :
1
f ( x; k )  ; x = x1,x2,...,xk
k
T.7.1 Teorema : Rataan dan varians sebaran seragam diskrit f(x;k) adalah
k k

 Xi   Xi   
2

  i k dan  2
 i k

k k

Contoh :
Dalam suatu kelompok kursus keterampilan menjahit ada 5 orang peserta dengan
nilai kecakapan adalah 4,6,7,9,10 berturut. Carilah rata-rata dan varians kecakapan
menjahit dalam kelompok tersebut.
Penyelesaian:
1
Peluang masing-masing nilai kecakapan adalah
5
1
Sehingga 𝑓 𝑥 ; 5 = , 𝑥 = 4,6,7,9,10
5
𝑘 5
𝑖=𝑖 𝑥𝑖 𝑖=𝑖 𝑥𝑖
𝜇= =
𝑘 5
4+6+7+9+10
=
5
36
=
5

= 7,2
𝑘 5
𝑥 𝑖 −𝜇 2 𝑥 𝑖 −𝜇 2
𝜎2 = 𝑖=𝑖
𝑘
= 𝑖=𝑖
5
4−7,2 2 + 6−7,2 2 + 7−7,2 2 + 9−7,2 2 + 10−7,2 2
= 5
10,24+1,44+0,04+3,24+7,84
= 5
22,8
= 5
= 4,56

7.1 SEBARAN BINOMIAL DAN MULTINOMIAL


A. Sebaran Binomial
Suatu percobaan yang hanya terjadi dalam dua jenis kejadian saja dalam
setiap perlakuan disebut percobaan binomial. Misalkan lemparan sebuah uang
logam, dalam setiap lemparan hanya menunjukkan salah satu dari dua sisi yaitu
1
kepala dan ekor. Masing-masing peluang yang tidak berubah setiap lemparan,
2

sedangkan lemparan kedua mempengaruhi munculnya sisi pada lemparan kedua.


Ciri-ciri Percobaan binomial adalah:
a. Terdiri dari n percobaan berulang
b. Tiap percobaan memberi hasil yang terdiri dari sukses atau gagal
c. Nilai peluang sukses tetap dalam tiap percobaan.
d. Tiap percoban bebas dari percobaan lainnya.

D.7.2 Defenisi : Jika pada suatu percobaan binomial dapat menghasilkan


peluang sukses P dan peluang gagal q = 1 – p ,maka sebarannya disebut sebaran
peluang acak binomial X, dan untuk X sukses dari n percobaan adalah :
 n  X n X
b( x; n, p)    p q , X = 0,1,2,...,n
n  x
T.7.2 Teorema : Rata-rata dan varians sebaran binomial b(x;n,p) adalah
  np dan  2  npq

Bukti :
𝐸 𝑥 = 𝑥𝑓(𝑥)
= 𝑥 b(x; n, p)
n
= 𝑥 𝑃 𝑥 𝑞 𝑛 −𝑥
x
n!
= 𝑥 𝑃 𝑥 𝑞 𝑛 −𝑥
n−x !x!
(n−1) !
= 𝑛𝑝 𝑃 𝑥 −1 𝑞 n−1 − x−1
n−1 − x−1 ! x−1 !

n−1
𝐸 𝑥 = 𝑛𝑝 𝑃 𝑥−1 𝑞 n−1 − x−1
x−1
n−1
Catatan : 𝑃 𝑥−1 𝑞 n−1 − x−1
=1
x−1
Maka 𝐸 𝑥 = 𝜇 = 𝑛𝑝 .1
𝜇 = 𝑛𝑝

𝐸 𝑥2 = 𝑥 2 𝑓(𝑥)
= 𝑥 2 b(x; n, p)
n
= 𝑥2 𝑃 𝑥 𝑞 𝑛 −𝑥
x
n!
= 𝑥2 n−x !x!
𝑃 𝑥 𝑞 𝑛 −𝑥
(n−1) !
= 𝑛𝑝 𝑥 𝑃 𝑥 −1 𝑞 n−1 − x−1
n−1 − x−1 ! x−1 !

Misalkan : k = x-1 maka diperoleh :


(n−1) !
𝐸 𝑥2 = 𝑛𝑝 𝑘+1 𝑃𝑘 𝑞 n−1−k
n−1−k ! k !
= 𝑛𝑝 𝑘 + 1 b(x; n − 1, p)

= 𝑛𝑝 𝑘 b(x; n − 1, p) + b(x; n − 1, p)
= 𝑛−1 𝑝+1
= 𝑛𝑝 + 𝑞

𝐸 𝑥2 = 𝑛𝑝 𝑛𝑝 + 𝑞 = 𝑛𝑝 2
+ 𝑛𝑝𝑞
2 2 2 2
𝜎 =𝐸 𝑥 − 𝜇 = 𝑛𝑝 + 𝑛𝑝𝑞 − 𝑛𝑝
= 𝑛𝑝𝑞

B. Sebaran Multinomial
Jika hasil eksperimen bukan hanya dua macam tetapi lebih, eksperimen
binomial berubah menjadieksperimen multinomial.

D.7.3 Defenisi : Secara umum jika percobaan menghasilkan k macam keluaran


𝐸1 , 𝐸2 , . . , 𝐸𝑘 dengan peluang 𝑃1 , 𝑃2 , 𝑃3 , … , 𝑃𝑘 maka sebaran binomial
menyatakan peluang peristiwa 𝐸1 terjadi x1 kali, 𝐸2 terjadi x2 kali, ......,
𝐸𝑘 terjadi xk kali dalam percobaan saling bebas dimana 𝑥1 + 𝑥2 + 𝑥3 + … +
𝑥𝑘 = 𝑛. Maka kita tuliskan sebaran peluang multinomial sebagai :
𝑛
𝑓 𝑥1 , 𝑥2 , 𝑥3 , … , 𝑥𝑘 ; 𝑃1 , 𝑃2 , 𝑃3 , … , 𝑃𝑘 , 𝑛 = 𝑥 , 𝑥 , 𝑥 , … , 𝑥 𝑃𝑥 1 , 𝑃𝑥 2
1 2 3 𝑘
𝑘 𝑘
Dimana 𝑖=1 𝑥𝑖 = 𝑛 𝑑𝑎𝑛 𝑖=1 𝑃𝑖 =1

Istilah sebaran multinomial karena suku-suku ekspansi multinomial


2
𝑃1 , 𝑃2 , 𝑃3 , … , 𝑃𝑘 berkaitan dengan semua nilai yang mungkin dari
𝑓 𝑥1 , 𝑥2 , 𝑥3 , … , 𝑥𝑘 ; 𝑃1 , 𝑃2 , 𝑃3 , … , 𝑃𝑘 , 𝑛 .
7.1 SEBARAN BINOMIAL NEGATIF DAN GEOMETRIK
A. Binomial Negatif
Percobaan binomial negative bersifat mirip dengan percobaan binomial (biasa),
kecuali percobaan dilakukan berulang sampai jumlah tertentu sukses tercapai. Jadi,
yang dihitung adalah peluang terjadinya sukses ke-k pada percobaan ke-x.
Jumlah percobaan x yang menghasilkan k sukses dalam eksperimen binomial
negative disebut sebagai peubah acak binomial negative.
D.7.4 Defenisi: Jika percobaan yang saling bebas dapat menghasilkan sukses dengan
peluang P dan gagal dengan peluang q = 1-p, maka sebaran peluang dari peubah acak
x, yakni banyaknya percobaan yang menghasilkan sukses ke-k ditentukan oleh:
𝑥 − 1 𝑥 𝑥−𝑘
𝑏 ∗ 𝑥 ; 𝑘, 𝑝 = 𝑃 𝑞 ; 𝑥 = 𝑘, 𝑘 − 1, 𝑘 − 2, ….
𝑘−1
Contoh:
Tentukan Peluang seseorang yang melantunkan 3 keping uang logam (koin)
mendapatkan semua A atau semua G untuk kedua kalinya dalam 5 kali lantunan.
1
Jawab: 𝑥 = 5 ,𝑘 = 2 ,𝑝 =
4
𝑥 − 1 𝑥 𝑥−𝑘
𝑏 ∗ 𝑥 ; 𝑘, 𝑝 = 𝑃 𝑞
𝑘−1
1 4 1 2 3 2
𝑏 ∗ 5 ; 2, =
4 1 4 4
4!
= 0,0625 0,5625
3! 1!

= 4 0,035 = 0,14

B. Sebaran Geometrik
Kasus dimana bahwa binomial negative memiliki k-1 menghasilkan sebaran
peluang dari banyaknya percobaan yang menghasilkan sukses-sukses.
Contoh : pelantunan uang hingga muncul H. sebaran yang demikian disebut sebagai
sebaran geometric g(x; p).
`D.7.5 Defenisi : Bila kejadian yang paling bebas dan terdiri dari sukses dengan
peluang P dan gagal dengan peluang q=1-p. dilakukan berulang kali dan berakhir
pada sukses yang pertama maka sebaran peluangnya dinamakan sebaran geometrik
dan ditandai dengan:
𝑔 𝑥; 𝑝 = 𝑝𝑞 𝑥 ; 𝑥 = 1,2,3, …
Contoh :
Dalam suatu proses manufaktur, diketahui bahwa rata-rata 1 dari 100 item (bagian
produk) cacat. Berapakah peluang bahwa 5 item teramati sebelum suat cacat
ditemukan ?
Penyelesaian : 𝑥=5 ; 𝑝 = 0,01
𝑥
𝑔 𝑥; 𝑝 = 𝑝𝑞 ; 𝑥 = 1,2,3, …
4
𝑔 𝑥; 0,01 = 0,01 0,99
= 0,0096
7.4. Sebaran Hipergiometrik

Suatu contoh sebaran hipergiometrik,apabila banyak kelereng ditandai


dengan N,banyak kelereng yang diambil ditandai dengan banyak kelereng merah
dengan k , sedangkan peubah menyatakan banyak kelereng merah yang terdapat
dalam pengambilan n ,kelereng ditandai dengan x maka peluang untuk mendapatkan
x x adalah :

𝑘 𝑁−𝑘
( )
𝑥 𝑛 −𝑘
f (x) = p( X = x ) = 𝑁
( )
𝑛

Sebaran peluang acak x , yaitu banyaknya sukses x dalam sampel acak


ukuran n yang diambil dari N benda yang mengandung k sukses dan N – k gagal
dinamakan sebaran hipergiometrik dan dinyatakan dengan :

𝑘 𝑁−𝑘
( )
𝑥 𝑛 −𝑘
h ( x ; N,n,k ) = 𝑁 , x = 0,1,2……n
( )
𝑛
𝑛𝑘 𝑁𝑘
Rataan dan varians sebaran hipergiometrik h ( x ; N,n,k ) adalah 𝜇 = 𝑛
dan 𝜎 2 = 𝑁−1
𝑘 𝑘
.n (1- )
𝑛 𝑛

7.5. Sebaran poisson

Sebaran ini umumnya digunakan untuk menyatakan kejadian yang jarang terjadi.
Percobaan poisson dan sebaran peluangnya disebut sebaran poisson.

Sifat sebaran poisson :

a. Bebas
Banyak sukses terjadi dalam suatu selang waktu atau daerah tertentu lain yang
terpilih.
b. Kesebandingan
Peluang terjadinya sukses tunggal dalam suatu selang waktu yang amat
pendek atau daerah yang amat kecil sebanding dengan panjang selang waktu
atau besarnya daerah , dan tergantung pada banyaknya sukses yang terjadi
diluar selang atau daerah tersebut.
c. Pengabdian
peluang terjadinya lebih dari satu sukses dalam selang waktu yang pendek
atau daerah yang sempit tersebut dapat diabaikan.
Sebaran poisson ditandai dengan :
𝑒 −𝑛
p(x;𝜇) ,x=1,2,3
𝑥!

𝜇 = Rata – rata banyaknya sukses yang terjadi dalam selang waktu atau daerah
tertentu dan e = 2,7182. Rata –rata dan varians sebaran poisson adalah 𝜇x = , 𝜎2 = 𝜇
EVALUASI:

1. Carilah peluang memperoleh angka 5empat kali dalam pelemparan sebuah dadu
bermata enam sebanyak 8 kali.

Penyelesaian:
1
Peluang memperoleh angka 5 dalam sekali lemparan sebuah dadu adalah 6
1 5
Maka 𝑝 = , 𝑞 = 1−𝑝 =
6 6

𝑥=4 , 𝑛=8
𝑛
𝑃 𝑥 = 4 = 𝑏 𝑥 ; 𝑛, 𝑝 = 𝑃 𝑥 𝑞 𝑛−𝑥
𝑥
8
𝑏 𝑥 ; 𝑛, 𝑝 = 𝑃4 𝑞 4
4
8 1 4 5 4
𝑏 𝑥 ; 𝑛, 𝑝 =
4 6 6

8! 1 4 5 4
=
4!4! 6 6
8𝑥7𝑥6𝑥5
= 1𝑥2𝑥3𝑥4
0,000772 0,482

= 70 (0,00037)
= 0,0259.
2 . Dalam suatu kelompok kursus keterampilan merangkai bunga ada 4 orang peserta
dengan nilai kecakapan adalah 6,7,8,9 berturut. Carilah rataan dan varians kecakapan
dalam merangkai bunga di kelompok tersebut.

Penyelesaian:
1
Peluang masing-masing nilai kecakapan adalah 4
1
Sehingga 𝑓 𝑥 ; 4 = , 𝑥 = 6,7,8,9
4
𝑘 4
𝑖=𝑖 𝑥𝑖 𝑖=𝑖 𝑥𝑖
𝜇= =
𝑘 𝑘
𝟔+𝟕+𝟖+𝟗
= 𝟒
𝟑𝟎
= 𝟒

= 𝟕, 𝟓

𝒌 𝟒
𝒙𝒊 −𝝁 𝟐 𝒙𝒊 −𝝁 𝟐
𝝈𝟐 = 𝒊=𝒊
𝒌
= 𝒊=𝒊
𝟒
𝟔−𝟕,𝟓 𝟐 + 𝟕−𝟕,𝟓 𝟐 + 𝟖−𝟕,𝟓 𝟐 + 𝟗−𝟕,𝟓 𝟐
= 𝟒
𝟐,𝟐𝟓+𝟎,𝟐𝟓+𝟎,𝟐𝟓+𝟐,𝟐𝟓
=
𝟒
𝟓
= 𝟒

= 𝟏, 𝟐𝟓
3. Menurut pendapatan DPRD TK I di daerahnya ada 15 orang pejabat yang
memenuhi syarat menjadi calon kepala daerah, 5 orang diantaranya wanita. Untuk
menentukan calon diperlukan seleksi hingga 6 kali, berapa peluang bahwa dalam
seleksi tersebut terdapat 4 kali pria dan seleksi terakhir calon kepala daerah adalah
wanita.
Penyelesaian:
5 1
Peluang terpilihnya wanita dalam tiap seleksi adalah 𝑃 = = dan terpilihnya
15 3
2
pria adalah 𝑃 = 1 − 𝑝 =
3

X = 6 dan k = 2.
Maka peluang bahwa dalam seleksi terakhirnya terdapat wanita sebagai calon
kepala daerah adalah:
𝑥 − 1 𝑥 𝑥−𝑘
𝑏 ∗ 𝑥 ; 𝑘, 𝑝 = 𝑃 𝑞
𝑘−1
5 1 6 2 4
𝑏 ∗ 𝑥 ; 𝑘, 𝑝 =
1 3 3

= 5 0,00137 (0,1975)
= 5 0,000271
= 0,0001355

3. Dalam pelemparan sebuah dadu bermata enam sebanyak 4 kali. Carilah rattan dan
varians tidak munculnya angka 3.
Penyelesaian :
1
Karena dalam sekali lemparan peluang munculnya angka 3 adalah 6
5
Maka untuk yang bukan angka 3 adalah 𝑝 =
6
5 1
Jika = 6
, maka 𝑞 = 6
dan n = 4

Rataan adalah :
𝜇 = 𝑛𝑝
20
𝜇=4 6
10
𝜇= 3

Varians adalah :
𝜎 2 = 𝑛𝑝𝑞
5 1
𝜎2 = 4
6 6
20
𝜎 2 = 36

20
𝜎 = 36

2
𝜎 = 5
6