Anda di halaman 1dari 29

Gambaran Kualitas Hidup

Pada Pasien Kanker


Payudara di Ruang
Kemoterapi RS dr
Soepraoen Malang

Aldys Rosalinda
161074
pendahuluan
Justification
Introdaction
• Di Asia 2012 ada 650.983
o Kanker payudara merupakan suatu
• Di Indonesia sebesar 1,4%
penyakit neoplasma yang ganas yang
• Di Jatim sebanyak 3.600
berasal dari epitel ductus lactiferous
payudara (Henderson, 2007). • Di Kota Malang 2016 sebanyak 2.28 %
Di RS dr Soepraoen pada Bulan Mei – Bulan
o Keberadaan penyakit yang
Oktober di Ruang Kemoterapi ada 579 pasien
mempengaruhi kondisi kesehatan fisik kanker payudara yang menjalani kemoterapi.
seseorang adalah salah satu aspek melalui wawancara yang saya dapatkan dari
yang menentukan kualitas hidup 5 orang yang menderita penyakit kanker
seseorang. Pada klien dengan kanker payudara. dua orang mengatakan bahwa
payudara sering di dapatkan klien pasrah akan penyakitnya. dua orang
penurunan kualitas hidup yang pasien mengatakan takut saat benjolan tiba
disebabkan perubahan kondisi fisik tiba nyeri dan mengeluarkan cairan serta
takut penyakitnya semakin tambah parah.
maupun psikologis
satu pasien selalu bersemangat ketika
melakukan pengobatan karena selalu di
dampingi oleh suami.
pendahuluan
Keronologi
Kanker payudara belum diketahui secara pasti, namun bersifat
multifaktorial atau banyak faktor yang memicu terjadinya kanker
payudara. Faktor risiko seseorang terkena kanker payudara, yaitu
pada wanita berusia lebih dari 50 tahun, riwayat kanker payudara
pada keluarga, obesitas, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol,
pemakaian alat kontrasepsi hormonal dalam jangka waktu yang
lama, paparan radiasi, tidak pernah melahirkan atau melahirkan
anak pertama pada usia lebih dari 35 tahun, tidak menyusui.
Menopause yang terlambat juga faktor resiko terjadinya kanker
payudara , serta menarche di usia dini yaitu saat menstruasi
pertama pada usia kurang dari 12. Perjalanan penyakit dan
dampak dari pengobatan akan mempengaruhi penilaian negatif
pasien terhadap dirinya sehingga terjadi penurunan kualitas
hidup.
pendahuluan
Konsep solusi
Kualitas hidup penderita kanker payudara sebenarnya adalah orang
yang mampu untuk bermanfaat bagi dirinya, keluarganya, dan
bahkan orang lain walaupun kondisinya yang tidak sehat (terkena
kanker payudara). Bila masyarakat memiliki pengetahuan dan akses
memperoleh informasi yang baik tentang kanker payudara serta cara
pencegahannya tentunya dapat menimbulkan sikap yang positif untuk
melakukan deteksi dini kanker payudara, hal ini karena pengetahuan
seseorang akan mempengaruhi sikap dan perilakunya
Berdasarkan latar belakang diatas peneliti tertarik untuk melakukan
penelitian mengenai “Gambaran Kualitas Hidup Pada Pasien Kanker
Payudara di Rumah Sakit dr. Soepraoen Malang
pendahuluan
Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti
RUMUSAN merumuskan suatu permasalahan, yaitu
MASALAH “Bagaimana kualitas hidup pada pasien kanker
payudara di Ruang Kemoterapi RS dr. Soepraoen?”

Mengetahui gambaran kualitas hidup


pada pasien kanker payudara di Ruang
Kemoterapi RS dr. Soepraoen.
Manfaat Teoritis
Di harapkan penelitian ini mampu
mengembangkan ilmu keperawatan serta
dapat memberikan informasi tambahan bagi
pendidik untuk mengintegrasikannya dalam
pembelajaran terkait dengan ilmu
keperawatan
Manfaat Praktisi
• Bagi Peneliti
• Bagi Institusi Penelitian
• Bagi Tempat Penelitian
• Bagi Responden
Konsep
Payudara
payudara dikenal dengan nama
Pengertian dan mammae
Fungsi Payudara berfungsi sebagai produsen ASI
Hormon Esterogen, progesteron, prolaktin,
payudaradan
terdirihormon pertumbuhan
atas dua jenis jaringan, yaitu
Pembentuk jaringan glandular (kelenjar) dan jaringan stromal
Payudara (penopang). Jaringan kelenjar meliputi kelenjar
Anatomi dan susu (lobus) dan salurannya (ductus). Sedangkan
jaringan penopang meliputi jaringan lemak dan
Fisiologi jaringan ikat. Selain itu, payudara juga memiliki
Payudara aliran limfe. Aliran limfe payudara sering
dikaitkan dengan timbulnya kanker maupun
penyebaran (metastase) kanker payudara. Setiap
payudara terdiri atas 15-20 lobus yang tersusun
radier dan berpusat pada papilla mamma. Saluran
utama tiap lobus memiliki ampulla yang
membesar tepat sebelum ujungnya yang
bermuara ke papilla. Tiap papilla dikelilingi oleh
daerah kulit yang berwarna lebih gelap yang
disebut areola mammae. Pada areola mammae,
Definisi Kanker Kanker payudara adalah
Payudara gangguan pertumbuhan dalam
sel normal payudara dimana sel
abnormal muncul dari sel-sel
normal, berkembang biak dan
menginfiltrasi jaringan limfe dan
pembulu darah
Jenis kelamin
Faktor usia
Riwayat keluarga
Etiologi dan Faktor
Riwayat adanya tumor jinak payudara
Resiko sebelumnya
Faktor genetik
Faktor hormonal
Usia menarche
Menopause
Usia pada saat kehamilan pertama >30
tahun
Nulipara/belum pernah melahirkan
Tidak Menyusui
Pemakaian kontrasepsi oral
Lobular carcinoma in situ Duktal carcinoma in situ (
(LCIS, lobular neoplasma). DCIS). merupakan tipe kanker
kaker yang tidak menyebar dari payudara yang paling umum
area munculnya kanker. Pada terjadi. DCIS terdeteksi pada
LCIS pertumbuhan jumlah sel mammogram sebagai
jelas terlihat berada di dalam microcalcifications (tumpukan
kelenjar susu. kalsium dalam jumlah kecil).

Infiltrating lobular Infiltrating ductal


carcinoma (ILC). terjadi di carcinoma (IDC) terjadi di
kelenjar susu, tapi sering saluran susu payudara,
menyebar ke bagian tubuh menjebol didnding saluran
lain. ILC terjadi 10 – 15% dari penyeang jaringan lemak
seluruh kejadian kanker payudara, danjuga terjadi di
payudara. bagian tubuh lainnya.
Teraba benjolan pada payudara.
Bentuk dan ukuran payudara berubah, berbeda dari
sebelumnya.
Luka pada payudara sudah lama tidak sembuh walau
diobati.
Eksim pada puting susu dan sekitarnya.
Keluar darah, nanah, atau cairan encer dari puting atau
keluar air susu pada wanita yang tidak sedang hamil
atau tidak sedang menyusui.
Puting susu tertarik kedalam.
Kulit payudara mengerut seperti kulit jeruk (peau
d’orange).
Klasifikasi Kanker Payudara

Pada kanker payudara, penilaian TNM sebagai berikut:


T (Tumor size), ukuran tumor:
T 0: tidak ditemukan tumor primer
T 1: ukuran tumor diameter 2 cm atau kurang
T 2: ukuran tumor diameter antara 2-5 cm
T 3: ukuran tumor diameter > 5 cm
T 4: ukuran tumor berapa saja, tetapi sudah ada penyebaran ke kulit atau dinding
dada atau pada keduanya , dapat berupa borok, edema atau bengkak, kulit
payudara kemerahan atau ada benjolan kecil di kulit di luar tumor utama
N (Node), kelenjar getah bening regional (KGB):
N0: tidak terdapat metastasis pada kgb regional di ketiak/aksilla
N1: ada metastasis ke kgb aksilla yang masih dapat digerakkan
N2: ada metastasis ke kgb aksilla yang sulit digerakkan
N3: ada metastasis ke kgb di atas tulang selangka (supraclavicula) atau pada
kgb di mammary interna di dekat tulang sternum
M (Metastase), penyebaran jauh:
M x : metastasis jauh belum dapat dinilai
M 0 : tidak terdapat metastasis jauh
M 1 : terdapat metastasis jauh
Mastektomi adalah oprasi pengangkatan
payudara.

Penatalaksanaan Radiasi adalah proses penyinaran pada daerah yang terkena kanker
Kanker Payudara dengan sinar X dan sinar gamma

Kemoterapi adalah proses pemberian obat – obatan anti kanker


dalam beentuk pil cair atau kapsul atau melalui infus yang
bertujuan membunuh sel kanker
Pemeriksaan Penunjang

• Scan (mis: MRI,CT,gallium) dan ultrasound. Di


lakukna untuk diasnotik, identifikasi metastik
dan evaluasi
• Biopsi : untuk mendiagnosis adanya BRCA1 dan
BRCA2
• Penanda tumor
• Mammografi
• Sinar x dada
Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker
Payudara
Tata cara SADARI ( periksa payu dara sendiri)
• Berdiri di depan cermin da perhatikan apa ada kelainan di payudara.
Biasanya kedua payudara tidak sama, puting juga tidak semetris.
Perhatikan apakah ada keriput, lekukan, atau puting susu tertarik ke
dalam. Bila ada kelainan itu di tambah ada cairan atau darah yang
keluar dari puting segeralah periksa ke dokter.
• Letakan kedua lengan di atas kepala dan perhatikan kembali ke dua
payudara, kemudian bungkukkan badan sehingga payudara
menggantung ke bawah dan periksa lagi.
• Barbaringlah di tempat tidur dan letakan tangan kiri di belakang
kepala, dan sebuah bantal dibawah bahu kiri. Rebahlah payudara kira
dengan telapak jari kanan. Periksa apakan ada benjolan pada
payudara, kemudian periksa juga pada daerah ketiak apa ada
benjolan atau pembangkakan.
• Periksa dan rabahlah puting di sekitarnya. Pada umumnya kelenjar
susu bila di raba dengan jari – jari akan terasa kenyal dan mudah di
Konsep Kualitas Hidup

persepsi diri sendiri


mengenai posisi individu
dalam hidup, konteks
Kualitas budaya dan sistem nilai
Hidup dimana individu hidup dan
hubungannya dengan
tujuan, harapan, standar
yang ditetapkan dan
perhatian seseorang.
Kesehatan Fisik
Kesehatan fisik dapat mempengaruhi kemampuan
individu untuk melakukan aktivitas. Kesehatan fisik
Aspek Kualitas
mencakup aktivitas sehari-hari, ketergantungan pada
Hidup
obat-obatan dan bantuan medis, energi dan kelelahan,
mobilitas (keadaan mudah bergerak), sakit dan
ketidak nyamanan, tidur dan istirahat, kapasitas kerja.
Psikologis
Aspek psikologis yaitu terkait dengan keadaan mental individu. Aspek
psikologis juga terkait dengan aspek fisik. Kesejahteraan psikologis
mencakup bodily image dan appearance, perasaan positif, perasaan negatif,
self esteem, spiritual/agama/keyakinan pribadi, berpikir, belajar, memori dan
konsentrasi.
Hubungan sosial
Aspek hubungan sosial yaitu hubungan antara dua individu atau lebih dimana
tingkah laku individu tersebut akan saling mempengaruhi, mengubah, atau
memperbaiki tingkah laku individu lainnya. Hubungan sosial mencakup hubungan
pribadi, dukungan sosial, aktivitas seksual.

Lingkungan
Aspek lingkungan yaitu tempat tinggal individu, termasuk di dalamnya keadaan,
ketersediaan tempat tinggal untuk melakukan segala aktivitas kehidupan, termasuk
di dalamnya adalah saran dan prasarana yang dapat menunjang kehidupan.
Faktor – faktor yang mempengaruhi kualitas hidup

• Usia
• Pendidikan
• Pekerjaan
• Status pernikahan
• Siklus keluarga
• Bentuk keluarga
• Pelayanan kesehatan
• Faktor sosial
• Penghasilan/status ekonomi
KERANGKA KONSEP
Desain Penelitian
Desain penelitian yang digunakan
dalam penelitian ini adalah deskriptif yaitu
suatu penelitian yang dilakukan untuk
mendiskripsikan atau menggambarkan
suatu fenomena yang terjadi di dalam
masyarakat . Metode penelitian deskritif
dilakukan pada variabel mandiri tanpa
membuat perbandingan atau
menghubungkan dengan variabal lain.
Kerangka Kerja
Kriteria inklusi
Klien dengan jenis kelamin perempuan
Lama mengidap kanker payudara 5 bulan sampai 3 tahun
Usia 30 tahun sampai usia 50 tahun
Kriteria ekslusi
Ibu yang mempunyai penyakit komplikasi kronis
Ibu yang tidak kooperatif dan tidak bersedia menjadi
responden
Ibu yang mengalami gangguan kognitif berat
Sampling yang digunakan pada penelitian
ini adalah consecutive sampling.
sampling Consecutive sampling yaitu pemilihan
sempel dengan menetapkan subjek yang
memenuhi kriteria penelitian, dimasukan
dalam penelitian sampai kurun waktu
tertentu, sehingga jumlah klien yang
Variabel tunggal
diperlukan
variabel terpenuhi
adalah objek penelitian yang
Identifikasi dijadikan sebagai sasaran penelitian.
Variabel Variabel tunggal sering digunakan dalam
metode penelitian deskripsi. Pada metode
ini penelitihanya fokus mengeksplorasi
satu variabel saja
Variabel dalam penelitian ini adalah :
kualitas hidup penderita kanker payudara
Definisi Definisi
di Ruangoperasional adalah uraian tentang
Kemoterapi.
Operasional batasan variabel yang dimaksud atau
tentang apa yang diukur oleh variabel
yang bersangkutan
Definisi Operasional
Pengumpulan
Data
Proses pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan
tahapan-tahapan sebagai berikut:
• Peneliti mengajukan ijin penelitian kepada Direktur RS. dr.
Soepraoen Malang.
• Setelah mendapat ijin dari Direktur RS. dr. Soepraoen Malang
kemudian peneliti memberikan surat permohonan ijin
melakukan penelitian kepada Kepala Rumkit Tk II dr.
Soepraoen Malang.
• Setelah itu dilanjutkan ke Ruang Instaldik, Ruang Watnap dan
Ruang Kemoterapi Rumkit Tk II dr. Soepraoen Malang.
• Kemudian peneliti melakukan penelitian dan pemilihan
pasien sesuai dengan kriteria.
• Peneliti melakukan penjelasan tentang prosedur penelitian
dan menanyakan kesediaannya menjadi responden
penelitian dengan tanda tangan dan infont consent.
• Setelah itu peneliti membagi lebar koesioner untuk di isi
Instrumen pengumpulan data
Instrumen atau alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini
berupa: Lembar Angket (Questionnaire) yaitu Alat yang digunakan
untuk mengukur kualitas hidup yaitu lembar koesioner WHO QOL.
Waktu dan Tempat Penelitian
Waktu dan tempat penelitian dilakukan di Ruang Kemoterapi RS
dr Soepraoen
Analisa Data Bulan Januari 2019
Editing
Analisa Data
Memeriksa
Editing kembali lembar kuesioner yang telah terkumpul
mengenai identitas
Memeriksa kembali pasien,
lembar dan jika
kuesioner ada
yang data
telah yang belum
terkumpul lengkap
mengenai identitas
serta
pasien,pertanyaan
dan jika ada yang belum
data yang terjawab
belum lengkapatau
sertajawaban meragukan
pertanyaan yang belumdari
pasien maka
terjawab denganmeragukan
atau jawaban proses inidari
tidak adamaka
pasien isiandengan
dalam proses
kuesioner yang
ini tidak
ada
tidakisian dalam kuesioner yang tidak diisi.
diisi.
Coding
Codingdata data
Pemberian kode yang terkumpul pada lembar observasi untuk memudahkan
Pemberian kode yang terkumpul pada lembar observasi untuk
proses pengumpulan data. Dalam penelitian ini dilakukan coding untuk variabel
memudahkan
kualitas hidup yangproses pengumpulan
dikategorikan menjadi:data.
sangatDalam
burukpenelitian ini 1,
di beri coding
dilakukan
coding 2 untuk coding
buruk,untuk variabel
coding 3 untukkualitas
sedang, hidup
coding yang
4 untukdikategorikan
baik, dan coding
menjadi:
5 sangat
untuk sangat buruk di beri coding 1, coding 2 untuk buruk,
baik.
Scooring
Data yang telah di coding diringkas dan dimasukkan kedalam tabel-tabel yang telah
disiapkan. untuk scoring kualitas hidup untuk setiap soal adalah sebagai berikut :
5 : sangat baik, sangat memuaskan, berlebihan, sepenuhnya dialami, tidak pernah
4 : baik, memuaskan, sangat sering, jarang
3 : biasa saja, sedang, cukup sering
2 : buruk, tidak memuaskan, sedikit, sangat sering
1 : Sangat buruk, sangat tidak memuaskan, tidak sama sekali, sangat buruk, selalu
Semua pertanyaan berdasarkan pada skala likert lima poin (1-5) dan empat macam
pilihan jawaban. Kemudian dari tiap-tiap jawaban dijumlah dan diklasifikasi sebagai
berikut:
0-20 = Sangat buruk
21-40 = Buruk
41-60 = Sedang
61-80 = Baik
81-100 = Sangat Baik
Tabulasi (tabulating)
Data yang telah di coding diringkas dan dimasukkan kedalam tabel-tabel yang telah
disiapkan dan menyajikan data dalam bentuk tabel yang berisi data dasar yang
dianalisis baik data karakteristik responden maupun data inti mengenai hasil
pengukuran kualitas hidup pasien kanker payudara
Cleaning
Data yang telah di entry dicocokkan dan diperiksan kembali dengan data yang
didapatkan pada lembar koesioner Kemudian data dapat disajikan dalam bentuk
Etika Penelitian / Ethical
Clearance

Prinsip self determination


Prinsip privacy dan dignity
Prinsip anonymity
Prinsip confidentiality
Prinsip protection from discomfort