Anda di halaman 1dari 17

EFUSI

PLEURA
Choirun Nisa P. (P17220174047)
Riris Wahyu S. (P17220174050)
Wisnu Murtiadji (P17220174061)
Fella Aprilia V (P17220174062)
POKOK BAHASAN

ANATOMI FISIOLOGI ETIOLOGI EFUSI


DEFINISI EFUSI PLEURA
PLEURA PLEURA

KLASIFIKASI EFUSI PATOFISIOLOGI EFUSI Tanda dan gejala


PLEURA PLEURA EFUSI PLEURA

PEMERIKSAAN ASKEP PADA EFUSI


TATALAKSANA MEDIS PLEURA
PENUNJANG
ANATOMI
FISIOLOGI
PLEURA
Pleura merupakan membran serosa
Rongga pleura terisi sejumlah tertentu cairan
yang melingkupi parenkim paru,
yang memisahkan kedua pleura tersebut
mediastinum,diafragma serta tulang iga
sehingga memungkinkan pergerakan kedua
; terdiri dari pleura viseral dan pleura
pleura tanpa hambatan selama proses respirasi.
parietal.

Cairan pleura berasal dari pembuluh-


pembuluh kapiler pleura, ruang interstitial
paru,kelenjar getah bening intratoraks,
pembuluh darah intratoraks dan rongga
peritoneum
Definisi Efusi Pleura Efusi pleural adalah
pengumpulan cairan dalam
ruang pleura yang terletak
diantara permukaan visceral
dan parietal, proses penyakit
primer jarang terjadi tetapi
biasanya merupakan
penyakit sekunder terhadap
penyakit lain. Secara normal,
ruang pleural mengandung
sejumlah kecil cairan (5
sampai 15ml) berfungsi
sebagai pelumas yang
memungkinkan permukaan
pleural bergerak tanpa
adanya friksi (Smeltzer C
Suzanne, 2002).
ETIOLOG
I
Terjadi ketidakseimbangan antara :
1. Kekuatan hidrostatik dan onkotikdi pembuluh pleura visceral dan parietal
2. Drainse limfatik yang luas

Sedangkan penumpukan cairan pleura dapat terjadi akibat :


1. meningkatnya tekanan intravaskuler dari pleura
2. Tekanan intra pleura yang sangat rendah
3. Meningkatnya kadar protein di dalam cairan pleura
.4. Hipoproteinemia
5. Obstruksi dari saluran limfe dari pleura parietalis
Klaisifikasi Efusi EFUSI PLEURA
EKSUDAT
Pleura
EFUSI PLEURA jika faktor lokal yang
TRANSUNDAT mempengaruhi pembentukan dan
penyerapan cairan pleura
mengalami perubahan.
terjadi jika faktor sistemik yang
mempengaruhi pembentukan dan
penyerapan cairan pleura Disebabkan oleh :
mengalami perubahan. A. Pleuritis karena virus dan
mikoplasma
B. Pleuritis karena bakteri piogenik
disebabkan oleh : C. Pleuritis tuberkulosa
A. Gangguan kardiovaskular D. Efusi pleura karena neoplasma
B. Hipoalbuminemia E. Efusi parapneumoni
C. Hidrothoraks hepatik F. Efusi pleura karena penyakit
D. Meig’s Syndrom kolagen
E. Dialisis Peritoneal
Pada orang normal, cairan di rongga pleura sebanyak 10-20 cc. Cairan
di rongga pleura jumlahnya tetap karena ada keseimbangan
antara produksi oleh pleura parientalis dan absorbsi oleh pleura
viceralis. Keadaan ini dapat dipertahankan karena adanya
keseimbangan antara tekanan hidrostatis pleura parientalis sebesar 9
cm H2O dan tekanan koloid osmotic pleura viceraalis. Namun dalam
keadaan tertentu, sejumlah cairan abnormal dapat terakumulasi di
rongga pleura. Cairan pleura tersebut terakumulasi ketika
pembentukan cairan pleura lebih dari pada absorbsi cairan pleura,
misalnya reaksi radang yang meningkatkan permeabilitas vaskuler.
Selain itu, hipoprotonemia dapat menyebabkan efusi pleura
karena rendahnya tekanan osmotic di kapiler darah
Secara garis besar akumulasi cairan pleura
disebabkan karena dua hal yaitu :
1. Pembentukan cairan pleura berlebih
2. Penurunan kemampuan absorbsi sistem
limfatik
TANDA DAN GEJALA
Gejala-gejala timbul jika cairan bersifat inflamatoris atau jika
mekanika paru terganggu. Gejala yang paling sering timbul
adalah sesak (Davey., 2003), berupa rasa penuh dalam
dada atau dispneu (Ward et al., 2007). Nyeri bisa timbul
akibat efusi yang banyak (Davey., 2003), berupa nyeri dada
pleuritik atau nyeri tumpul (Ward et al., 2007). Adanya
gejala-gejala penyakit penyebab seperti demam, menggigil,
dan nyeri dada pleuritis (pneumonia), panas tinggi (kokus),
subfebril (tuberkulosisi), banyak keringat, batuk, banyak
riak.
Pemeriksaan Fisik didapati
:
• Inspeksi. Pengembangan
paru menurun, tampak sakit,
tampak lebih cembung
• Palpasi. Penurunan fremitus
vocal atau taktil
• Perkusi. Pekak pada
perkusi,
• Auskultasi. Penurunan bunyi
napas
PEMERIKSAAN
PENUNJANG

TORAKOSENTE
SIS

FOTO
THORAKS

PEMERIKSAAN
RADIOLOGI

BIOPSI
B. Torasentesis dilakukan untuk
membuang cairan, untuk mendapatkan
specimen guna keperluan analisis dan
untuk menghilangkan disneu.

A. Tujuan pengobatan adalah untuk


menemukan penyebab dasar, untuk C. Bila penyebab dasar malignansi, efusi
mencegah penumpukan kembali dapat terjadi kembali dalam beberapa
cairan, dan untuk menghilangkan hari tatau minggu, torasentesis berulang
ketidaknyamanan serta dispneu. mengakibatkan nyeri, penipisan protein
Pengobatan spesifik ditujukan pada dan elektrolit, dan kadang
penyebab dasar (co; gagal jantung pneumothoraks. Dalam keadaan ini
kongestif, pneumonia, sirosis). kadang diatasi dengan pemasangan selang
dada dengan drainase yang dihubungkan
ke system drainase water-seal atau
pengisapan untuk mengevaluasi ruang
D. Agen yang secara kimiawi
pleura dan pengembangan paru.
mengiritasi, seperti tetrasiklin
dimasukkan kedalam ruang pleura
untuk mengobliterasi ruang pleural E. Pengobatan lainnya untuk
dan mencegah akumulasi cairan lebih efusi pleura malignan termasuk
lanjut. radiasi dinding dada, bedah
plerektomi, dan terapi diuretic.
ASUHAN KEPERAWATAN
PADA EFUSI PLEURA
1. PENGKAJIAN PRE TIDAKAN
A. Riwayat Keperawatan
1. kaji adanya penyakit yang mendasari terjadinya efusi pleura
2. kaji apakah klien pernah kontak langsung dengan penderita TB dan infeksi lain
yang mendasari efusi pleura
3. kaji tempat kerja klien
4. kaji pola makanan misal makanan yang mengandung bahan karsinogenik
5. kaji keluhan utama yang paling dirasakan klien.
B. B1 (Breathing)
C. B2 (Boold)
D. B3 (Brain)
E. B4 (Bladder)
F. B5 (Bowel)
G. B6 (Bone/musculoskeletal/integumen)
H. Aktivitas/Istirahat
I. Pemeriksaan laboratorium dan diagnostic
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Ketidakefektifan pola pernafasan yang berhubungan dengan
menurunnya ekspansi paru sekunder terhadap penumpukan cairan
dalam rongga pleura ditandai dengan sesak nafas
2. Ansietas berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang
tindakan medis pemasangan WSD ditandai dengan palpitasi,
gemetar, gelisah, gugup, ketakutan, terkejut
3. Nyeri berhubungan dengan inflamasi sekunder terhadap efusi
pleura ditandai dengan klien mengeluh nyeri, wajah tampak
menahan nyeri, menangis dan merintih
4. Gangggun pola tidur berhubungan dengan sering terbangun
sekunder terhadap efusi pleura ditandai dengan kesulitan untuk
jatuh tertidur
5. Resiko terhadap perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
yang berhubungan dengan anoreksia akibat nyeri
6. Ansietas berhubungan dengan prosedur pemeriksaan diagnostic
ditandai dengan klien menghindar, pucat, palpitasi dan gemetar
no RENCANA
TINDAKAN
RASIONAL
1. Posisikan fowler. ekspansi paru dan
Duduk tinggi memudahkan
memungkinkan pernapasan

2. Dorong atau bantu Dapat meningkatkan


pasien dalam banyaknya sputum
melakukan nafas dimana gangguan
dalam.
3. Siapkan untuk bantu Ventilasi dan ditambah
pemasangan WSD ketidak nyamanan upaya
bernafas.