Anda di halaman 1dari 16

Kepemimpinan

dan budaya
organisasi
Kelompok V
KEPEMIMPINAN STRATEGIS : MENERIMA
PERUBAHAN
Perubahan telah menjadi satu bagian integral dari apa yang di
hadapi para pemimpin dan manajer dari waktu ke waktu.
Menjelaskan Tujuan Strategis
Para pemimpin membantu perusahaan mereka menerima
perubahan dengan menjelaskan tujuan strategis (strategic intent)
suatu kesadaran yang jelas akan ke mana mereka ingin memimpin
perusahaan dan hasil yang di harapkan untuk mencapai.
Visi
Seorang pemimpin perlu mengkomunikasikan secara jelas dan
langsung suatu visi dasar mengenai harus menjadi apa bisnis tersebut
nanntinya. Secara tradisonal, konsep sebuah visi merupakan
penjelasan atau gambaran dari seperti apakah perusahaan itu
nantinya dapat mengakomodasi kebutuhan dari semua pihak yang
berkepentingan.
Kinerja
Ketika menjelaskan tujuan strategis. Harus memastikan
kelangsungan dari perusahaan, sambil mengejar suatu visi
yang di ungkapkan secara baik. Dan setelah visi tersebut
tersebut tercapai. Kepemimpinan organisasi yang baik
adalah membuat jelas harapan kinerja yang dimiliki oleh
seorang pemimpin terhadap suatu organisas, dan para
manajer didalamnya, dan secara bersamaan berusaha
bergerak ke arah visi tersebut.
Membangun Suatu Organisasi :
 Berani Dan Ambil Risiko
 Terbuka Akan Kinerja Dan Hasil
 Berkomunikasi Dengan Pelanggan
 Merekrut Orang – Orang Yang Memiliki
Keterampilan Operasi Yang Unggul
Membentuk budaya organisasi
Ketika berusaha untuk menerima perubahan yang
diperepat, membentuk kembali budaya organisasi
mereka merupakan suatu kegiatan yang menyita
banyak waktu bagi kebanyakan pemimpin. Elemen –
elemen dari kepemimpinanyang baik – visi, kinerja,
ketekunan, prinsip, yang abru dijelaska adalah cara –
cara penting yang juga digunakan para pemimpin
dalam membentuk budaya organisasi.
Merekrut dan mengembangkan kepemimpinan
operasional yang berbakat
Hal yang mendasar atas tanggung jawab pemimpin dalam
mengembangkan kemampuan operasional adalah dengan
menjadi panutan bagi manajer-manajer yang lebih muda.
Tujuan melakukan hal ini adalah utuk mencontohkan perilaku
dan kebiasaan menjadi cara-cara yang instingtif yang
digunakan oleh para manajer muda untuk menghadapi isu
dan membuat keputusan.
Kebutuhan saat ini akan organisasi pembelajaran fleksibel
yang mampu merespon dengan cepat, berbagi, dan
bersinergi lintas budaya menurut banyak para manajer muda
untuk membawa kompetensi penting pada organisasi.
Budaya organisasi
Setiap organisasi memiliki budayanya
sendiri. Budaya suatu organisasi mirip
dengan kepribadian seorang-sebuah tema
yang tak berwujud, namun ada dan hadir,
menyertakan arti, arahan serta dasar atas
tindakan.
Kepercayaan dan nilai yang dibagi
bersama dan diserap itu pun membentuk
substansi serta membentuk kekuatan dari
suatu budaya organisasi.
Peran pemimpin dalam budaya
organisasi
Pemimpin adalah pembawa standar, sang
personifikasi, perwujudan tanpa henti dari
budaya ( Steve Jobs, Anne Mulcahy ) atau
contoh baru ( Alan Mulally, Mike Bloomberg )
dari apa yang seharusnya. Dengan demikian,
beberapa aspek dari apa yang seorang
pemimpin lakukan atau harus lakukan
menunjukkan pengaruh pada budaya
organisasi, baik akan memperkuatnya maupun
untuk menunjukkan contoh standard an sifat
dari menjadi apa yang seharusnya.
Membangun waktu dalam
organisasi
Para pemimpin dengan masa jabatan yang lama
dan bermasalah adalah mereka yang telah
membangun suatu perusahaan sukses yang juga
mempertahankan budaya yang kelihatannya tidak
etis atau lebih buruk.
Apapun jenis pemimpin dengan masa jabatan yang
lama, sosok itulah yang dikenal secara luas dalam
dunia bisnis yang sangat dipengaruhi oleh media.
Dalam lingkungan tersebut, ketika budaya menjadi
sangat kuat, peran meraka dalam menciptakannya
umumnya lebih berarti mereka memegang erat
budaya tersebut, dan bukan sebaliknya.
Menekankan Tema-Tema Penting dan
Nilai-Nilai Dominan
Tema-tema penting atau nilai-nilai dominan
mungkin dapat di temukan berupa kata-
kata pada suatu iklan, atau ditemukan
dalam komunikasi internal perusahaan.
Namun, tema atau nilai tersebut paling
sering di temukan sebagai daftar kata baru
yang di gunakan oleh karyawan
perusahaan untuk menjelaskn “siapa kami”.
Mendorong penyebaran kisah dan
legenda mengenai nilai-nilai utama
Perusahaan-perusahaan dengan budaya
yang kuat adalah pengumpul semangat
antusiasi dan pencerita kisah, anekdot, dan
legenda untuk mendukung keyakinan-
keyakinan dasar. Yaitu seperti penekanan
antusi frito-lay terhadap pelayanan
pelanggan tercermin dalam kisah yang
sering disampaikan mengenai tenaga
penjualan kripik kentang yang telah
mengarungi badai, lumpur.
Melembagakan praktik-praktik yang secara
sistematis memeperkuat keyakinan dan nilai
yang diinginkan

Perusahaan dengan budaya yang kuat memiliki kejelasan


mengenai keyakinan dan nilai yang mereka butuhkan dan
melakukan proses untuk membentuk keyakinan dan nilai
tersebut dengan sangat serius. Yang terpenting nilai yang
di anut oleh perusahaan-perusahaan ini mendasari strategi
yang mereka ambil
Menyesuaikan beberapa tema yang sangat
umum secara unik
Keyakinan paling umum membentuk budaya organisasi meliputi:
 Keyakinan untuk menjadi yang terbaik (atau, seperti pada GE, “lebih
baik dari yang terbaik”)
 Keyakinan dalam kualitas dan jasa yang ungggul
 Keyakinan akan pentingnya karyawan sebagai individu dan
percaya pada kemampuan mereka untuk memberikan kontribusi
yang kuat
 Keyakinan akan pentingnya detail dari pelaksanaan, dan
pentingnya hal-hal kecil sekalipununtuk melaksanakan pekerjaan
dengan baik
 Keyakinan bahwa pelanggan memiliki kekuasaan yang tinggi
 Keyakinan yang memberikan inspirasikepada para karyawan untuk
melakukan yang terbaik apa pun kemampuan mereka
 Kayakinan akan pentingnya komunikasi informal
 Serta keyakinan bahwa pertumbuhan dan keuntungan merupakan
hal yang penting bagi kemakmuran perusahaan.
Mengelola budaya organisasi dalam suatu
organisasi global”
Keyakinan dari organisasi global masakini adalah bahawa
organisasi harus mengakui perbedaan budaya. Norma sosial
menciptakan perbedaan – perbedaan yang melintasi batas-
batas negara yang mempengaruhi bagaimana orang-orang
berinteraksi membaca isyarat pribadi dan saling
berhubungan secara sosial . nilai dan sikap terhadap
keadaan-keadaan yang serupa juga berbeda dengan satu
negara ke negara lain.
Mengelola hubungan strategi-budaya

Para menejer merasa kesulitan untuk berpikir melalui


hubungan antara budaya perusahaan dan faktor-faktor
penting yang menjadi dasar dari strategi. Akibatnya
mengelola hubungan strategi budaya membutuhkan
sensitivasi terhadap interaksi antara perubahan yang di
butuhkan untuk mengimplementasikan strategi baru dan
kesesuaian antara perubahan tersebut dengan budaya
perusahaan.
dangke