Anda di halaman 1dari 33

INDEX PENYAKIT KULIT

NO. 1 - 15
1. VERUKA VULGARIS
• Pendahuluan:
– Hiperplasi epidermis disebabkan oleh
human papiloma virus tipe tertentu
• Etiologi:
– Virus HPV (5,8,20,47)
• Faktor risiko:
– Predileksi: pada anak-anak, tangan
ekstensor, dapat juga terdapat pada
lidah
1. VERUKA VULGARIS
• Faktor diagnosis utama :
– Papul / nodul kasar, bulat berwarna abu-abu
– Hiperkeratosis
– Punctata black dots (thrombosed capillaries)
– Autoinokulasi sepanjang goresan (fenomena
Koebner)
• Tatalaksana :
– Topikal :
• AgNO3 25%, as. Trikloroasetat 50%, fenol likuifaktum
– Bedah beku
– Bedah skalpel
– Bedah listrik
– Bedah laser
2. KONDILOMA AKUMINATUM
• Pendahuluan:
– Disebabkan human papiloma virus tipe tertentu
bertangkai, dan permukaannya berjonjot
• Etiologi:
– Virus HPV 6, HPV 11, HPV 16, HPV 18
• Faktor risiko:
– Kontak kulit langsung
– Lipatan lembab
– Laki-laki : perineum, anus, sulkus, glans, korpus,
pangkal penis
– Wanita : vulva, porsio
• Faktor diagnosis utama :
– Vegetasi bertangkai kemerahan-kehitaman, berjonjot
– Kemerahan, abu-abu, berbau.
2. KONDILOMA AKUMINATUM
• Diagnosis :
– Rasa gatal, bengkak kecil, kutil, dapat
berdekatan sehingga membentuk
struktur kembang kol, pendarahan saat
berhubungan seks
• Tatalaksana :
– Tingtura podofilin 10-25% dicuci
setelah 4 jam, setiap minggu, dapat
sampai 6 minggu, bila ada perbaikan
teruskan hingga sembuh
– Elektrokauter, cryoterapi, bedah
scapel.
3. MOLUSKUM KONTAGIOSUM
• Pendahuluan :
– Disebabkan oleh virus pox,
– berupa papul-papul, pada
permukaannya terdapat lekukan,
berisi masa yang mengandung
moluskum
– Ukuran: 2-5 milimeter terdapat
bintik pada bagian tengah
• Etiologi :
– Virus Pox
– Dapat menular melalui kontak
langsung dan hubungan seksual
3. MOLUSKUM KONTAGIOSUM
• Faktor diagnosis utama :
– Kelainan kulit berupa papul miliar sampai lentikular,
berwarna putih seperti lilin, berbentuk kubah
ditengahnya terdapat lekukan.
– Pada muka,kelopak mata, badan dan ekstermitas, pubis
dan genitalia eksterna
• Tatalaksana :
– Mengeluarkan massa yang megandung moluskum
dengan:
• Ekstraktor komedo
• Jarum suntik
• Kuret
• Elektrokauterisasi
• Bedah beku
– Pasangan seksual diterapi
4. HERPES ZOSTER TANPA KOMPLIKASI

• Pendahuluan:
– Penyakit yang disebabkan oleh infeksi
virus varisela zoster yang menyerang kulit
dan mukosa merupakan reaktivasi virus
setelah infeksi primer.
• Etiologi:
– Virus varisela zoster (cacar ular)
• Gejala :
– Ruam yang mengikuti dermatomal
– Hanya terjadi pada 1 sisi tubuh
– Sangat gatal, sangat nyeri, tidak demam
4. HERPES ZOSTER TANPA KOMPLIKASI
• Faktor diagnosis utama :
– Timbul erupsi kulit berupa papul eritematosa
berubah menjadi vesikel. Vesikel seperti tetesan
embun (tear drops)  pustul  krusta. Timbul
vesikel-vesikel baru yang polimorf
– Penyebaran secara sentrifugal ke muka dan
ekstermitas, menyerang lendir dan selaput mata,
mulut, saluran pernafasan atas
• Diagnosis :
– Tzanck smear
• Tatalaksana :
– Antivirus oral : acyclovir 5x800mg/hr slm 7 hari,
valacyclovir 3x1000mg/hr
– Terapi simptomatik
5. MORBILI TANPA KOMPLIKASI
• Pendahuluan:
– Penyakit usia muda, sangat menular
– Gejala khas 3C: cough, coryza,
conjungtivitis
– koplik spot
• Etiologi:
– Virus Measles
– Penyebaran droplet, bbrp hr sebelum-
5 hari sesudah rash
• Faktor risiko:
– <9 bulan (negara berkembang),
– Amerika: 5-9 tahun
– Anak belum imunisasi, usia sekolah
5. MORBILI TANPA KOMPLIKASI

• Faktor diagnosis utama :


– Dimulai dari belakang telinga, muka,
tubuh, ekstremitas, telapak
– Stadium: kataral (prodormal), erupsi,
konvalensi
• Diagnosis :
– Sitologi, kultur, PCR
• Tatalaksana :
– Imunisasi profliaksis
– Terapi suportif
6. VARISELA TANPA KOMPLIKASI
• Pendahuluan:
– Infeksi akut primer oleh virus varisela
zoster yang menyerang kulit dan
mukosa
– Kelainan kulit polimorf, terutama
berlokasi di bagian sentral tubuh.
• Etiologi:
– Virus varicela zoster, menyebar
melalui udara (10-21 hari)
• Faktor risiko:
– Anak-anak, predileksi kulit (sentral-
perifer), mukosa (selaput lendir mata,
mulut dan saluran napas atas)
6. VARISELA TANPA KOMPLIKASI
• Faktor diagnosis utama :
– Gejala prodormal (subfebris, malaise, nyeri kepala)
– Erupsi kulit :papul eritematosa vesikel dalam beberapa jam, gatal
– Vesikel seperti tetesan embun (tear drops)  pustul  krusta
– Timbul vesikel-vesikel baru yang polimorf
– Penyebaran di menyebar secara sentrifugal ke muka dan
ekstermitas,
• Diagnosis : Tzanck Test
• Tatalaksana :
– Simtomatik
– Acyclovir 5x800 mg/hari 7 hari
– Antipiretik dan analgetik (untuk demam dan nyeri)
– Antihistamin (untuk gatal)
– Antibiotik (bila tejadi infeksi sekunder)
– Vaksinasi
7. HERPES SIMPLEKS TANPA KOMPLIKASI
• Pendahuluan:
– Nyeri pada daerah genital, mulut,
tempat lain yang terdapat lesi
– Infeksi virus herpes simplex
• orolabial herpes (tipe 1)
• genital herpes (tipe 2)
• Etiologi:
– Virus Herpes simplex 1 dan 2
• Faktor risiko:
– infeksi primer VHS 1  anak-anak
– VHS tipe 2  dewasa 20-30, IMS
7. HERPES SIMPLEKS TANPA KOMPLIKASI
• Faktor diagnosis utama:
– VHS 1 : pinggang ke atas (mulut dan
hidung)
– VHS 2 : pinggang ke bawah (genitalia)
• laki: glans, preputium, sulkus,
skrotum, pantat
• perempuan: labia mayor/minor,
perineum, paha dalam sariawan di
labia
• Tatalaksana :
– Antivirus :
• Acyclovir, valacyclovir, famciclovir,
foscarnet
– Edukasi
8. IMPETIGO
• Pendahuluan:
– Pyoderma superficialis (antara stratum
korneum dan stratum granulosum)
• Etiologi:
– Staphylococcus aureus, Streptococcus
ß hemolyticus, dan bakteri gram (-)
• Faktor risiko:
– Krustosa: Anak 4-5 tahun
– Bulosa: Anak > 1 tahun, dewasa
8. IMPETIGO
• Faktor diagnosis utama :
– Krustosa: Eritema dan vesikel mudah pecah →
krusta kuning tebal, dasar erosi
– Bulosa: Eritema, bula, bula hipopion (nanah)
kalau pecah → krusta tipis coklat muda/kuning
keemasan, skuama koleret/melingkar, dasar
eritematosa
• Differential diagnosis:
– Ektima, Herpes simpleks, Dermatofitosis
(jamur), Dermatitis kontak alergi
• Tatalaksana :
– Antibiotik topical (Bacitracin 400-500 U/gram,
Neomisin 20%)
– Antibiotik sistemik (Cefadroxil 2x500 mg,
Amoxicillin 3x500 mg )
9. IMPETIGO ULSERATIF (EKTIMA)
• Pendahuluan:
– Ulkus superficial dengan krusta di
atasnya
• Etiologi:
– Staph. Aureus dan Strep. ß hemolyticus
• Predileksi:
– Anak = dewasa
– Tungkai bawah (tulang kering dan kaki
bag. dorsal)
– Bokong, paha
9. IMPETIGO ULSERATIF (EKTIMA)
• Faktor diagnosis utama :
– Vesikel / vesikopustul → krusta tebal
– Jika krusta diangkat, tepi meninggi, tengahnya
terbentuk mangkuk, dasarnya ‘raw’
• DD :
– impetigo krustosa
– prurigo nodularis
– ulkus herpetik kronik
– gigitan serangga eskoriasi
• Tatalaksana :
– Sedikit : krusta diangkat + antibiotik topikal
– Banyak : krusta diangkat + antibiotik sistemik
10. FOLIKULITIS SUPERFISIALIS
• Pendahuluan:
– Radang folikel rambut, nama
lain impetigo bockhart
• Etiologi:
– Staphylococcus aureus
• Predileksi:
– Tungkai bawah, kulit kepala
10. FOLIKULITIS SUPERFISIALIS
• Faktor diagnosis utama :
– Papul atau Pustul eritematosa,
tengahnya ada rambut (epidermis)
– Multipel
• Diagnosis :
– Kultur, gram stain
• Tatalaksana :
– Antibiotik sistemik dan topikal
(tetracycline)
– Obati faktor predisposisi
– Insisi, kuretase, drainase jika
terjadi abses
11. FURUNKEL, KARBUNKEL
• Pendahuluan:
– Furunkel: radang folikel rambut dan
jaringan perifolikuler, 1 cm
– Karbunkel: furunkel yang menjadi
satu, >1 cm
• Etiologi:
– Staphylococcus aureus
• Predileksi:
– Furunkel: aksila, bokong, tengkuk
(area yang berkeringat dan tergesek)
– Karbunkel: punggung, leher, tungkai
atas
11. FURUNKEL, KARBUNKEL
• Faktor diagnosis utama :
– Nyeri, lemah, demam, menggigil
– Nodus eritematous berbentuk kerucut
dengan pustul ditengahnya → melunak jadi
abses → fistula
• Diagnosis:
– Kultur, gram stain
• Tatalaksana :
– Kompres hangat
– Insisi, kuretase
– Antibiotik sistemik dan topikal ( doxycycline)
– Obati dan ketahui faktor predisposisinya
(pada umumnya DM, AIDS)
12. ERITRASMA
• Pendahuluan:
– penyakit bakteri kronik akibat
Corynebacterium minutissimum
di stratum korneum
• Etiologi:
– Corynebacterium minutissimum
• Faktor risiko:
– ♂>♀
– Tropis > subtropis
– Aksila, genitokruris, daerah
lipatan
12. ERITRASMA
• Faktor diagnosis utama :
– gatal, rasa terbakar
– makula batas tegas, kering, coklat, kemerahan,
skuama halus, uniformis
– WOODLAMP: coral red

• Differential diagnosis:
– Tinea kruris/pedis
– Kandidiasis
– Intertrigo
– Pritiriasis versikolor

• Tatalaksana :
– Antibiotik sistemik (eritromisin, klaritromisin)
– Antibiotik topikal
13. ERISIPELAS

• Pendahuluan:
– Infeksi Strep. ß hemolyticus yang
meliputi superficial dermal limfatik
(epidermis – dermis)
• Etiologi:
– Group A Strep.
– Strep. ß hemolyticus
• Predileksi:
– Kaki dan wajah
13. ERISIPELAS

• Faktor diagnosis utama :


– Prodormal : malaise, demam, menggigil
– Panas, bengkak, merah, nyeri
– Eritema berbatas tegas
– Limfangitis, limfadenitis
• Differential diagnosis : Selulitis
• Tatalaksana :
– Kompres dingin
– Antibiotik sistemik (penicillin)
14. SKROFULODERMA
• Pendahuluan:
– Nama lain dari TBC kutis
• Etiologi:
– Mycobacterium tuberculosis
• Faktor risiko / predileksi:
– anak muda dan orang tua, Perempuan > Laki-laki
– leher, ketiak, dan lipat paha
– port d’entre: tonsil/paru, apex pleura, ext bawah
– Ekonomi menengah ke bawah, padat penduduk,
HIV/AIDS, kesenjangan sosial, hemodialisis, DM,
pemakai obat injeksi, gastrektomi, bypass jejunoileal
– KGB inguinal lateral dan femoral
14. SKROFULODERMA
• Faktor diagnosis utama :
– limfadenitis TB : pembesaran KGB, tanda radang akut (-), kecuali
tumor
– peradenitis TB : perlekatan KGB dgn jaringan di sekitarnya
– KGB alami perlunakan tidak serentak kons. kenyal lunak (abses
dingin)  abses dingin pecah  fistel  muara fistel meluas ulkus
– KHAS ULKUS: bentuk memanjang tidak teratur, skitar warna merah
kebiruan (vivid), dinding bergaung, tertutup oleh pus serolgik 
mongering jadi krusta kuning  sembuh jadi sikatriks memanjang
dan tidak teratur.
• Differential diagnosis :
– hidradenitis supuratif (ketiak)
– limfogranuloma venereum (lipat paha)
• Tatalaksana :
– Isoniazid 5 mg/kg (anak 10 mg/kg)
– Rifampicin 10 mg/kg
– Streptomicin 15 mg/kg
– Etambutol 20 mg/kg
– Pirazinamid 25 mg/kg
15. LEPRA
• Pendahuluan:
– Infeksi kronik dari Mycobacterium leprae,
dimana saraf perifer afinitas pertama, lalu kulit
dan mukosa trakstus respiratorius atas, ke
organ lain kecuali SSP
• Etiologi:
– Mycobacterium leprae
• Faktor risiko :
– usia muda dan produktif, L>P
– insiden 10-20 th, prevalensi 30-50 th
• Faktor diagnosis utama :
– Tuberculoid:
• Makula hipopigmentasi, plakat dgn central healing
– Borderline tuberculoid:
• Plakat eritematohypo-chromic berskuama
15. LEPRA
– Borderline borderline/ midborderline:
• Plakat, dome shape, punched out
– Lepromatous
• Makula eritema / cooper → indurasi Papul,
nodul, infiltrat difus
• Pemeriksaan Penunjang :
– Rasa raba pada lesi, Pemeriksaan saraf tepi, Pemeriksaan
bakterioskopik, Pemeriksaan histologi, Serologi
• Terapi:
– Rifampisin 10 mg/kgbb
– Clofazimine 1mg/kgbb daily and 6 mg/kgbb monthly
– Dapsone 2 mg/kgbb daily
15. LEPRA
15. LEPRA