Anda di halaman 1dari 16

Nurul Masfufah

PENGANTAR
A. Latar Belakang

1. Karya tulis ilmiah (KTI) merupakan wujud ekspresi ba-


hasa tulis seseorang.
2. Setiap orang memiliki potensi kebahasaan dan bila di-
manfaatkan dapat mengembangkan dan mencirikan
jati diri.
3. Tidak setiap orang menyadari dan memanfaatkan po-
tensi kebahasaannya dengan baik.
4. Sejumlah tokoh/pakar percaya dan meyakini bahwa
penemuan tulisan telah membentuk awal peradaban
manusia.
5. Jika ingin menjadi manusia beradab , maka mulailah
membiasakan diri untuk menulis (tiada hari tanpa me-
nulis = nulla dies sine linea).
B. Masalah

Menulis belum optimal


1. motivasi rendah
2. minimnya wawasan pendukung bacaan
3. merasa tidak punya kemampuan
4. lingkungan kurang mendukung
5. kurang pekanya cita, rasa, dan karsa
6. tidak punya waktu
7. tidak memiliki bakat
8. takut salah
9. tidak berani mengambil risiko
10. belum menjanjikan sebagai penopang hidup (?)
C. Tujuan

1. Mendorong, melatih, membudayakan guru dalam me-


nulis karya tulis ilmiah untuk kepentingan pengem-
bangan profesi maupun untuk memperoleh angka kre-
dit jabatan fungsional guru.
2. Mendorong dan membiasakan guru memanfaatkan
karya tulis ilmiah untuk kepentingan pelaksanaan tu-
gas dan tanggungjawabnya sebagai pendidik dan
pengajar.
3. Memberdayakan pengalaman guru dalam p.b.m. yang
diwujudkan dalam bentuk penulisan karya tulis ilmiah
sebagai salah satu bahan masukan penyusunan dan
penetapan kebijakan pendidikan oleh pejabat pembuat
kebijakan pendidikan.
D. Manfaat

1. Sebagai sarana proses aktualisasi dan eksistensi diri.


2. Sebagai wahana diskusi dan sosialisasi gagasan.
3. Memberi sumbangan pemikiran dalam kerangka menca-
ri pemecahan terhadap suatu masalah.
4. Sebagai penopang hidup
5. Sebagai sarana dokumentasi
6. Sabagai sarana katarsis diri
PENGERTIAN MENULIS
1. Menulis ialah menurunkan atau melukiskan lambang-
lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa
yang dipahami oleh seseorang sehingga orang lain da-
pat membaca lambang-lambang grafik tersebut kalau
mereka memahami bahasa dan gambaran grafik tsb.
(Tarigan, 1986).
2. Mengarang adalah menuangkan buah pikiran ke da-
lam bahasa tulis melalui kalimat-kalimat yang dirang-
kai secara utuh, lengkap, dan jelas sehingga buah pi-
kiran tersebut dapat dikomunikasikan kepada pemba-
baca dengan berhasil (Byrne, 1979).
3. Menulis merupakan proses kreatif yang banyak meli-
batkan cara berpikir divergen (menyebar) daripada
konvergen (memusat) (Supriadi, 1997).
PROSES MENULIS
ө Menurut McKey (1984): Proses menulis terdiri dari tujuh
tahap, yaitu: (1) pemilihan dan pembatasan masalah, (2)
pengumpulan bahan, (3) penyusunan bahan, (4) pembu-
atan kerangka karangan, (5) penulisan naskah awal, (6)
revisi, dan (7) penulisan naskah akhir.

ө Menurut McCrimmon (dalam Akhadiah, dkk., 1989): Pro-


ses penulisan terdiri dari tiga tahap, yaitu: (1) prapenulis-
an, (2) penulisan, dan (3) revisi.

Kedua pendapat ini belum lengkap sebab tulisan yang su-


dah jadi perlu diedit pula. Setelah tulisan dianggap sempur-
na, maka perlu dipublikasikan kepada orang lain.
1. Tahap Pramenulis

Tahap pramenulis merupakan tahap persiapan/perencana-


an, yaitu penulis melakukan berbagai kegiatan,seperti: me-
nemukan ide/gagasan, menentukan judul karangan, me-
nentukan tujuan, memilih bentuk/jenis tulisan, menentukan
pembaca, membuat kerangka, dan mengumpulkan bahan-
bahan.
2. Tahap Menulis
■ Tahap menulis merupakan tahap penjabaran ide ke da-
lam bentuk tulisan yang berupa kalimat, paragraf, dan
paragraf-paragraf dirangkai menjadi karangan utuh.

■ Penulis perlu bekal pengetahuan kebahasaan (pemilihan


kata, gaya bahasa, pembentukan kalimat) dan teknik pe-
nulisan (penyusunan paragraf sampai penyusunan ka-
rangan secara utuh).

■ Apabila pada tahap pramenulis belum ditentukan judul,


maka pada tahap ini menentukan judul karangan. Judul
yang baik: singkat, provokatif, dan relevan dengan isi ser-
ta disusun dalam bentuk frase (bukan kalimat).
3. Tahap Merevisi
■ Tahap ini merupakan tahap koreksi terhadap keseluruh-
an karangan baik menyangkut struktur karangan (pena-
taan ide pokok dan ide penjelas, sistematika, penalaran)
dan kebahasaan (pilihan kata, struktur bahasa, ejaan,
dan tanda baca).

■ Pada tahap ini dimungkinkan mengubah judul karangan


apabila judul yang telah ditentukan dirasa kurang tepat.

■ Karena sifat koreksi bersifat menyeluruh, maka penulis


dapat melakukan refleksi dengan mengajukan pertanya-
an berkait : tujuan, pembaca, isi, dsb.
4. Tahap Mengedit

■ Tahap ini merupakan tahap apabila penulis menganggap


hasil karangannya sudah sempurna.

■ Dalam pengeditan diperlukan format baku yang akan di-


jadikan acuan, misal: ukuran kertas, bentuk tulisan, peng
aturan spasi (gaya selingkung). Proses pengeditan dapat
diperluas dan disempurnakan dengan penyediaan gam-
bar atau ilustrasi. Hal ini dimaksudkan agar tulisan lebih
mudah dipahami dan menarik.
5. Mempublikasikan

■ Mempublikasikan mempunyai dua pengertian, yaitu: (1)


menyampaikan karangan kepada publik dalam bentuk ce
takan dan (2) menyampaikan dalam bentuk noncetakan
(pementasan, penceritaan, peragaan, dan sebagainya).
Karangan berbentuk karya sastra (cerpen, puisi) dapat
disampaikan melalui majalah, koran, buletin atau dapat
juga disampaikan secara lisan.

■ Publikasi karangan semacam ini memiliki dampak psiko-


logis yang baik bagi penulisnya, yaitu sebagai penguat-
an memacu semangat bersaing secara positif.
TUJUAN PENULISAN SUATU TULISAN
1. Penugasan: menulis karena ditugasi, bukan atas ke-
mauan sendiri
2. Altruistik: menulis untuk menyenangkan dan menolong
pembaca dalam memahami karyanya
3. Persuasif: meyakinkan pembaca akan kebenaran ga-
gasan yang dikemukakan
4. Penerangan: memberi informasi atau keterangan ke-
pada pembaca
5. Ekspresi diri: memperkenalkan diri kepada pembaca
6. Kreatif: untuk mencapai nilai-nilai keindahan
7. Pemecahan masalah: menjelaskan, menjernihkan ser-
ta meneliti gagasan dan pikirannya secara cermat agar
dapat dimengerti dan diterima pembacanya
MENULIS ILMIAH

Menulis yang cara kerjanya memperhatikan dua hal, yaitu:


(1) sarananya didapatkan berdasarkan metode ilmiah, se-
perti penggunaan berpikir induktif dan deduktif dalam men-
dapatkan pengetahuan dan (2) memberi kemungkinan me-
nelaah sesuatu masalah secara baik dengan maksud untuk
mendapatkan pengetahuan yang memungkinkan dapat me
mecahkan masalah yang kita hadapi sehari-hari.
KLASIFIKASI KARYA TULIS ILMIAH
1. Karya tulis ilmiah formal
- makalah, skripsi, tesis, disertasi, laporan penelitian
artikel jurnal

2. Karya tulis ilmiah nonformal/populer


- artikel koran/majalah, buku, modul/diktat, resensi
Ciri Artikel Ilmiah

1. Objektif, artinya isi artikel ilmiah hanya dapat dikem-


bangkan dari keadaan yang secara aktual memang
eksis
2. Rasional yang merupakan tradisi ilmuwan
3. Kritis, karena berfungsi sebagai wahana menyampai
kan kritik timbal-balik terhdp sesuatu yg dipersoalkan
4. Menahan diri, hati-hati dan tidak overclaiming, yaitu
jujur, lugas, dan tidak menyertakan motif-motif pribadi
dan kepentingan tertentu. Pengutipan sumber harus
disertai dengan identitas sumber yang jelas.