Anda di halaman 1dari 15

ALKANA

( KIMIA ORGANIK I )

KELOMPOK 3 :
1. INDRA WAHYU ARDIANTO 16330003
2. SITI SHABRINA MANOPPO 16330023
3. FEBI EKA NURAHMAWATI 16330109
4. SITI JULAEHA 16330110
5. MARCEL YUDHA 16330127
6. EMILY FAYME AZALIA SARAGIH 16330128
7. RANGGA RAKSI ILHAM F. 16330132
ALKANA
•Alkana adalah senyawa hidrokarbon yang
memiliki ikatan rantai karbon tunggal

RUMUS UMUM ALKANA


•CnH2n + 2
SIFAT-SIFAT UMUM
1. Hidrokarbon jenuh (tidak ada ikatan atom C rangkap sehingga jumlah atom H nya
maksimal)
2. Disebut golongan parafin karena affinitas kecil (sedikit gaya gabung)
3. Sukar bereaksi
4. Bentuk Alkana dengan rantai C1 – C4 pada suhu kamar adalah gas, C4 – C17 pada
suhu adalah cair dan > C18 pada suhu kamar adalah padat
5. Titik didih makin tinggi bila unsur C nya bertambah…dan bila jumlah atom C sama
maka yang bercabang mempunyai titik didih yang lebih rendah
6. Sifat kelarutan : mudah larut dalam pelarut non polar
7. Massa jenisnya naik seiring dengan penambahan jumlah unsur C
8. Merupakan sumber utama gas alam dan petrolium (minyak bumi)
Sifat – Sifat Alkana

Sifat-Sifat Fisik Alkana Sifat-Sifat Kimia Alkana

Tidak larut dalam air


Senyawa non polar (gaya tarik antar
molekul lemah sehingga titik didih
rendah) Relaktif tidak reaktif
Pada suhu kamar = C1-C4 : gas Tidak bereaksi dengan asam, basa,
C5-C17 : cairan oksidasi, dan reduktor
> C17 : padat Dapat digunakan sebagai pelarut
Titik didih naik dengan bertambahnya Bereaksi dengan oksigen (pembakaran)
rantai (naik 30 °C setiap penambahan dan halogen (halogenasi)
satu gugus CH2)
Lebih ringan dari air
 Sumber alkana yang paling penting adalah pada gas alam dan minyak bumi. Gas alam
mengandung metana dan etana, dengan sedikit propana dan butana, sedangkan
minyak bumi adalah campuran dari alkana cair dan hidrokarbon lainnya.
 Alkana yang berwujud padat dikenal sebagai tar.

Kegunaan alkana, sebagai :


• Bahan bakar
• Pelarut
• Sumber hidrogen
• Pelumas
• Bahan baku untuk senyawa organik lain
• Bahan baku industri
TATA NAMA SENYAWA ALKANA MENURUT IUPAC
DASAR SISTEM IUPAC YAITU ALKANA RANTAI LURUS
A.ALKANA RANTAI LURUS (TIDAK BERCABANG)
Alkana rantai lurus diberi nama sesuai dengan jumlah atom karbonnya
sebagaimana tercantum dalam tabel di atas. Terkadang ditambahkan
normal (n) di depan nama alkana.
Contoh:
• CH3-CH2-CH2-CH3 n-butana
• CH3-CH2-CH2-CH2-CH3 n-pentana

B. ALKANA SIKLIS (RANTAI TERTUTUP)


Alkana rantai siklis (tertutup) diberi nama menurut banyaknya atom
karbon dalam cincin, dengan penambahan awalan siklo-.
C. ALKANA BERCABANG (MEMILIKI RANTAI SAMPING)
Senyawa alkana terkadang berikatan dengan unsur lain pada salah satu atau beberapa
atom karbonnya. Unsur lain dalam rantai alkana tersebut biasa dinamakan substituen.
Jenis substituen alkana yang sering dijumpai yaitu gugus alkil. Gugus alkil adalah alkana
yang kehilangan 1 atom H. Penamaannya sama dengan alkana, hanya akhirannya diubah
menjadi -il. Rumus umumnya CnH2n+2. Berikut tabel deret gugus alkil.
Jika alkana memiliki rantai bercabang maka penamaannya mengikuti aturan
sebagai berikut :
• Rantai terpanjang merupakan rantai utama
• Rantai utama diberi nomor mulai dari ujung rantai yang memiliki substituent
• Urutan penulisan nama : nomor cabang, nama cabang, nama alkana rantai utama
• Jika terdapat gugus metil pada atom C nomor 2, nama alkana diberi awalan iso
• Jika alkana memiliki cabang yang sama lebih dari satu, nama cabang digabung menjadi satu
dan diberi awalan di-(jumlah cabang ada dua), tri-(jumlah cabang ada 3), tetra-(jumlah cabang
ada empat)
• Jika alkana memiliki cabang yang berbeda, penulisan nama diurutkan berdasarkan urutan
abjad

Berikut contoh alkana rantai bercabang:


GUGUS ALKIL YANG UMUM
(C1 SAMPAI C4)
CH 3 CH 3 CH 2 CH 2 CH 2 CH 3 CH CH 2
Methyl Butyl CH 3

CH 3 CH 2 Isobutyl
Ethyl (2-Methylpropyl)

CH 3
CH 3 CH 2 CH 2
CH 3 CH 2 CH CH 3 C
Propyl
CH 3 CH 3
CH 3 CH
sec-Butyl tert-Butyl
CH 3 (1-Methylpropyl) (1,1-Dimethylethyl)
Isopropyl
(1-Methylethyl)
PENOMORAN

 Berilah nomor pada rantai induk dari ujung terdekat cabang


(3) (4) (5) (6)
CH3 – CH – CH2 – CH2 – CH3
|
(2)CH2
|  3-metilheksana
(1)CH3
Jika nomor dari bawah, maka cabang ada di nomor 3. tetapi jika
dari kanan, maka cabang ada di nomor 4. Sehingga dipilih
penomoran dari ujung bawah.
ISOMER ALKANA
Senyawa alkana paling rendah yang dapat memiliki isomer yaitu
butana (C4H10).

Contoh Soal :
Carilah isomer dari butana, C4H10.

Jawaban :
(1). n-butana
H3C – CH2 – CH2 – CH3

(2). 2-metil-propana
REAKSI ALKANA
1. Reaksi Substitusi
• Pada reaksi subsitusi terjadi pergantian atau pertukaran suatu atom/gugus atom oleh
atom atau gugus lain.
• CnH2n+2 + X2 → CnH2n+1X + HX
• Contoh : CH2Cl2 + Cl2  CHCl3 + HCl = metil triklorida (triklorometana)

2. Reaksi Oksidasi
• Reaksi oksidasi pada alkana yaitu berupa penambahan oksigen (O2) pada senyawa metana
CH4. Reaksi ini akan menghasilkan gas karbon dioksida (O2) dan uap air (H2O) pada setiap
reaksi kimia jumlah unsur pada ruas kiri dan ruas kanan harus setara.
• Contoh : CH4 + 2O2  CO2 + 2 H2O

3. Reaksi Halogenasi
• Reaksi alkana dengan unsur-unsur halogen.
• Laju pergantian atom H sebagai berikut H3 > H2 > H1. Kereaktifan halogen dalam
mensubtitusi H yakni fluorin > klorin > brom > iodin.
• Contoh : Ch4 + Cl2  CH3Cl + HCl
4. Reaksi Sulfonasi
• Sulfonasi merupakan reaksi antara suatu senyawa dengan asam sulfat.
• Reaksi antara alkana dengan asam sulfat berasap (oleum) menghasilkan asam
alkana sulfonat.
• Contoh :

5. Reaksi Nitrasi
• Reaksi nitrasi analog dengan sulfonasi.
THANK YOU