Anda di halaman 1dari 49

KONSEP KEPERAWATAN PROFESIONAL

BAGI PERAWAT KAMAR BEDAH/PERIOPERATIF

PP HIPKABI
Tujuan
Setelah menyelesaikan topik ini peserta mampu :
1. Memahami keperawatan professional
2. Mengidentifkasi peran & fungsi perawat professional
3. Memahami keperawatan perioperatif
4. Memahami peran & fungsi dan tanggung jawab perawat
perioperatif
5. Memahami kompetensi perawat perioperatif
6. Memahami program sertifikasi & resertifikasi perawat
perioperatif.
7. Mengidentifikasi penerapan kode etik dalam praktik
keperawatan perioperatif ( small exercise)
Pendahuluan

Hakikat keperawatan professional


sangat kompleks karena
berhubungan dengan pelayanan
kemanusiaan

Pelayanan keperawatan dapat


diberikan dalam berbagai
tatanan/tingkat serta sistem
pelayanan kesehatan baik
institusional maupun komunitas.
Pendahuluan

Pekerjaan vokasional/peran
/pelengkap/ dependen

Perubahan  professional/mandiri &


mendasar kolaboratif
khususnya Khususnya kep.periop.
Proses dalam sistem
professionalisme pendidikan
di Indonesia keperawatan
Perubahan dan pergeseran dalam
Keperawatan Perioperatif

Keperawatan perioperatif

Pergeseran pandangan filosofis

Perawat kamar bedah Perawat perioperatif


Keperawatan perioperatif

Pergeseran peran Memandang pasien


tradisional/rutinitas /klien secara
perawat kamar bedah holistik dan
komprehensif.
Keperawatan periop. ( cont’….)

Pendidikan tinggi
• To know how, Keperawatan
Skillfull,Vokasional/
pelengkap,Peran •To know how & why,
dependen >> berbasis teori/konsep
kep, peran
Independent/kolaboratif
>>,Kontribusi unik
Pendidikan
berbasis RS.
Kep.periop ( cont’…)

Peran perawat Keperawatan perioperatif


perioperatif merupakan total episode
terhadap pasien dari periode
preoperatif,intraoperatif
surgikal adalah dan post operatif)
perluasan peran
alamiah ( natural
extent) dari peran Lingkup praktik
kep.periop.
tradisional
Arti dan makna keperawatan sebagai profesi

Pengertian profesi
Profesi suatu pekerjaan yang ditujukan untuk
kepentingan masyarakat bukan untuk kepentingan
golongan atau kelompok tertentu. Berarti profesi
sangat mementingkan kesejahteraan orang lain
( Kusnanto,2004).
Professional adalah seseorang yang memiliki
kompetensi dalam suatu pekerjaan tertentu.
Arti dan makna ( cont’…)
Professionalisme adalah sebagai karakter,
spirit,metoda professional yang mencakup
pendidikan dan kegiatan kelompok okupasi yang
anggota berkeinginan untuk menjadi professional.
Professionalisasi merupakan suatu proses yang
dinamis untuk memenuhi atau mengubah kearah
suatu profesi ( Kelly & Joel,1995,Linberg,Hunter &
Kruszewski,1994)
Arti & makna ( cont’…)
Elemen suatu profesi :
1. Memiliki teori yang sistematik
2. Mempunyai otoritas
3. Memiliki wibawa
4. Memiliki kode etik
5. Mempunyai budaya professional
6. Menjadi sumber utama penghasilan
( More and Rosenblum-1970).
Contoh : Penerapan budaya professional
dalam praktek kep perioperatif

Kegiatan lingkup “Sharing information”


kep. perioperatif • Journal reading/bln
• Presentasi kasus yang
• Pre dan post conference
antar perawat OR & unit khusus/fenomenal
rawat bedah/ICU. • “Grieving session” antar
• Ringkasan laporan serah perawat.
terima. • Belajar mandiri.
• Dll.
Arti dan makna ( cont’…)
Karakteristika profesi adalah :
1) Para professional terkait dengan pekerjaan seumur
hidup dan menjadi sumber utama penghasilan.
2) Professional mempunyai motivasi kuat atau
panggilan sebagai landasan pemilihan karier
professionalnya dan mempunyai komitmen khusus
yang diperolehnya dan berkomitmen seumur hidup
yang mantap terhadap kariernya
3) Memiliki kelompok ilmu penegtahuan dan
keterampilan khusus yang diperolehnya melalui
pendidikan dan latihan yang lama.
Arti & makna ( cont’..)
4). Professional berorientasi pada
pelayanan,menggunakan keahklian demi
kebutuhan khusus klien
5). Professional mengambil keputusan demi
kliennya,berdasarkan aplikasi prinsip2 dan teori2
6).Pelayanan yang diberikan berdasarkan di
dasarkan pada kebutuhan objektif klien
7). Professional lebih mengetahui apa yang baik
untuk klien daripada klien sendiri. Professional
mempunyai otonomi dalam mempertimbangkan
tindakannya.
Arti dan makna ( cont’…)
8). Professional membentuk perkumpulan profesi yang
menetapkan kriteria penerimaan standar
pendidikan,perizinan atau ujian masuk formal.jalur
karier dan batasan peraturan untuk profesi.
9).Professional mempunyai kekuatan dan status dalam
bidang keakhlian dan pengetahuan mereka dianggap
khusus
10). Professional dalam menyediakan
pelayanan,biasanya tidak dipebolehkan mengadakan
advertensi atau mencari klien
( Edgar Shein,1974).
Definisi perawat perioperatif
Perawat perawat perioperatif adalah
1. Perawat perioperatif menggunakan proses keperawatan
untuk mengembangkan rencana asuhan secara individual
dan mengkoordinasikan,serta memberikan asuhan pada
pasien yang mengalami pembedahan atau prosedure invasif
2. Perawat perioperatif mengidetifikasi kebutuhan
pasien,menentukan tujuan bersama pasien,dan
mengimplementasikan,intervensi keperawatan dan kegiatan
keperawatan untuk mencapai hasil akhir pasien yang optimal
3. Perawat perioperatif berorientasi pada respons pasien
secara fisik,psikologi,spiritual dan sosial budaya
Definisi ( cont’…)
4. Perawat perioperatif menggunakan
standar,pengetahuan,keputusan dan keterampilan
berdasarkan prinsip2 keilmuan
5. Perawat Perioperatif dalam meningkatkan kualitas
pelayanan keperawatan berdasarkan kode
etik,tanggung jawab dan tanggung gugat
6.Perawat perioperatif berdasarkan bukti sebagai
fondasi praktek
7.Perawat perioperatif bertanggung jawab untuk belajar
sepanjang hayat.( AORN,2013).
Professionaliame Keperawatan Perioperatif
A. Perawat professional.merupakan perawat yang:
1. Mempunyai inspirasi
2. Mempunyai rasa percaya dan konfiden dengan pasien
3. Mempunyai pengetahuan yang memadai
4. Berkomunikasi efektif dan mempunyai keterampilan
interpersonal
5. Kapabilitas untuk pekerjaan
6. Kemampuan mengajar dan memimpin
7. Terbuka dengan ide baru,memiliki rasa hormat,dapat
berinteraksi dengan orang lain secara harmonis,berpenampilan
baik,periang dan dalam bekerja tidak semata-mata berorientasi
pada uang. ( AORN.2006).
professionalisme ( cont’…)
B. Ciri2 perawat professional
Ciri2 perawat professional antara lain:
1. Dalam memberikan pelayanan keperawatan berdasarkan
ilmu dan kemanusiaan
2. Selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan
tehnologi melalui pendidikan dan pelatihan
3. Bertanggungnjawab & bertanggung gugat terhadap hal2
yang dilakukannya dalam memberikan asuhan keperawatan
perioperatif
4. Kompeten dalam memberikan asuhan keperawatan
perioperatif
5. Bersedia di evaluasi. ( AORN,2006).
Konsep Keperawatan perioperatif
di kamar bedah ( HIPKABI,2014)
 Asuhan keperawatan yang manusiawi senantiasa diberikan
kepada klien. Fokus asuhan keperawatan manusiawi adalah
mengutamkan kepentingan klien.
Intevensi medis dikamar bedah selalu menggunakan berbagai
alat canggih,dengan demikian setiap perawat harus
memberikan asuhan keperawatan perioperatif dengan tetap
menjamin kenyamanan,keamanan dan privasi klien.
Inti asuhan adalah : perilaku asuhan ( caring behaviors) dari
perawat,yang diperlihatkan dengan memenuhi kebutuhan
klien.
Konsep ( cont’…)
 Caring behaviors : menekankan pada hubungan Ns- klien
yang professional sesuai dengan kondisi klien. Memberikan
sentuhan ( touching) merupakan salah satu refleksi dan sikap
caring perawat kamar bedah.
Pelayanan yang cermat,tepat dan akurat. Kecermatan
merupakan landasan ketepatan pengambilan keputusan.
Ketepatan dan bermanfaat bagi klien pengkajian dilakukan
secara menyeluruh,teliti dan berbasis data akurat.
Kondisi pasien pada intraoperatif berpotensi mengalami
perubahan status kesehatan, yang diakibatkan pembedahan
dan pembiusan.
konsep ( cont’…)
Perubahan dapat terjadi baik secara mendadak
maupun bertahap yang mengancam jiwa pasien,
sehingga perawat di kamar bedah dituntut berfikir
analitis dan kritis.
Kegiatan pelayanan yang berlangsung dikamar
bedah umumnya merupakan kegiatan
bersama,antar beberapa profesi yang terlibat
dalam tim pembedahan. Dibutuhkan koordinasi
dan kerja sama yang baik. Bekerja tim ( team
work) merupakan kunci kebrhasilan pelayanan
efektif.
Peran,Fungsi dan tanggung jawab perawat
Perioperatif.

1.Mengikuti
perkembangan ilmu &
tehnologi melalui
Perawat perawat pendidikan & pelatihan
perioperatif selalu (CPD)
meningkatkan mutu
dengan : 2.Melaksanakan peran &
fungsi yg diharapkan
oleh profesi &
masyarakat.
Peran ( cont’…)

1. Care giver/provider
2. Client advocate
3. Counselor
Elemen2
peran 4.Educator
perawat 5.Collaborator
professional 6. Koordinator
7.Chane agent
8. Consultan,( Doheny,1982)
Peran dan fungsi perawat perioperatif
a) Perawat perioperatif berfungsi dalam berbagai peran yang
dinamis,secara kontinyu & berevolusi melalui pendidikan
dan pengalaman untuk memenuhi perubahan kebutuhan
masyarakat,termasuk manajer,pendidik,perawat spesialis
sistem informasi & peneliti.
b) Perawat operatif melakukan tindakan untuk kepentingan
publik saat memberikan pelayanan unik yang tealah
dipercayakan .
c) Akontabilitas, dicapai melalui ,regulasi mandiri , regulasi
professional, serta UU
d) Perawat perioperatif secara positif mempengaruhi
pelayanan kesehatan dengan meningkatkan lingkungan
yang aman ( AORN.2013).
Kompetensi , Sertifikasi dan Resertifikasi Perawat
Perioperatif

Kompetensi

• Kemampuan seseorang yang dilandasi atas


pengetahuan,keterampilan dan sikap dalam
melaksanakan pekerjaannya ( AORN,2006)

• Aplikasi efektif dari integrasi


pengetahuan,keterampilan dan sikap yang
tercermin dalam praktiek dan kinerja
( ICN,2008).
Kompetensi ( cont’…)

Pengetahuan
Elemen

Keterampilan Sikap
kompetensi ( cont’…)

• Penyakit dan pengobatan


• Anatomi & fisiologi
• Tindakan medik
• Peralatan yang digunakan
Pengetahuan • Proses keperawatan
perioperatif
• Standar praktik
kep.operatif
• Kode etik,aspek legal &
peka budaya.
kompetensi ( cont’…)

• Tehnis dalam pembedahan


• Resusitasi Jantung Paru
• Berkomunikasi
Keterampilan • Keterampilan mengelola
masalah pasien
• Mengambil keputusan
• Melakukan proses
keperawatan
kompetensi ( cont’…)

Sikap Caring
Komitmen
Kreatif
Komunikatif
Otonomi
kompetensi ( cont’…)

• Pengetahuan ilmiah
• Rasa hormat
• Pengambilan keputusan etis
Komponen2 • Keterampilan berkomunikasi
kompetensi • Keterampilan kerja tim
mengintegrasikan: • Akontabilitas & tanggung
jawab
• Keterampilan keorganisasi
• Kemampuan mendidik &
kepemimpinan.
“Breaking news “: Sekilas Renungan

Competency equation
= Have you done
enough of it
recently?+ when you
did it, did you do it
well? ( Pelletier,S.J, 2011)
Sertifikasi dan Resertifikasi

Proses pengakuan oleh


Pengakuan kepada badan sertifikasi
perawat atas terhadap kompetensi
sikap,tingkah ,seorang tenaga
laku,pengetahuan professional setelah
ilmiah & memenuhi persyaratan
keterampilan untuk menjalankan
professional dengan profesi kesehatan
“benar “dan “baik” ( tertentu sesuai dengan
Ma’rifin Husein,2011). bidang pekerjaannya
( AORN,2013)
sertifikasi ( cont’…)

- PPNI /AORN/ORNAC
- Pendidikan Tinggi
Lembaga2 yang
terkait /afiliasi - Rumah Sakit
dengan HIPKABI - Konsil /Kolegium
pengembangan keperawatan
Program
- Sponsorship
sertifikasi/CPD:
- Regional/ International
- Ikatan profesi dokter
bedah,dll.
Mekanisme sertifikasi pencapaian ( “Achievement
Certified”)

• Desain
Evaluasi
• Pengakuan
kurikulum akademik-
• Metodologi/ Ns • Uji kompetensi professional &
Edukator • “Peer-goup” admin
referensi

Program Komite
Resertifikasi keperawatan
Tujuan Sertifikasi
a. Meningkatkan standar praktik keperawatan perioperatif untuk
mencapai asuhan optimal
b. Memvalidasi kompetensi perioperatif terkini ( dikaitkan dengan
pengembangan karier, clinical privilege & clinical appoinment )
c. Memenuhi standar keperawatan perioperatif
d. Menjamin komitmen keunggulan keperawatan dan pencapaian
profession
e. Menjamin professional akontabilitas
f. Meningkatkan prinsip2 resiko managemen
g. Meningkatkan persyaratan kualifikasi
h. Mempertahankan akontabilitas pada publik
i. Meningkatkan regoknisi tingkat kompetensi bagi institusi.
Program sertifikasi/resertifikasi nasional perawat
perioperatif dalam upaya untuk:
1) Tanggung jawab & tanggung gugat kepada masyarakat
2) Bekerja sesuai dengan standar yang tinggi untuk optimalkan
3) Percaya diri dalam kemampuan klinis
4) Meningkatkan pengetahuan personil
5) Otonomi & kredibilitas professional
6) Meningkatkan prinsip2 managemen resiko
7) Tantangan & pertumbuhan professionalisme
8) Memvalidasi kompetensi keperawatan perioperatif
9) Memberikan pengakuan kompetensi tingkat nasional terhadap
tempat bekerja.
Sertifikat2 yang harus dimiliki Perawat
Perioperatif,al :

1. Pelatihan perawat kamar bedah dasar


2. Pelatihan perawat kamar bedah lanjutan
(advanced)
3. Bantuan hidup dasar/lanjutan
4. Berhubungan dengan
subspesialisasi/kekhususan
ketekhnisan/prosedure/protokol bedah
terkini.
Penerapan Kode Etik Perawat dalam Keperawatan
Perioperatif

Pernyataan & nilai2


Universal

Dipertegas dalam pelayanan asuhan keperawatan


perioperatfi,al:
1. Menghormati martabat manusia
2. Berkolaborasi
3. Kerahasiaan
4. Pendelegasian kegiatan keperawatan
Penerapan kode etik

Membantu perawat
Memberikan
perioperatIf
kerangka kerja bagi
menerapkan perilaku
perawat perioperatif
yang mencerminkan
mengambil
kewajiban etis dalam
keputusan etis
area praktiknya.
penerapan ( cont’…)

• Perawat perioperatif berkewajiban


Menghormati moral membantu pasien
martabat surgikal/prosedure invasif
manusia prinsip ,menjaga otonomi,martabat dan
sangat mendasar hak2nya
untuk menghargai
sifat2/martabat/hak • Mengingat hak individual &
2 individu klien kebebasan mengambil keputusan
secara mendiri.
penerapan ( cont’…)

• Perawat operatif menghargai saling


Berkolaborasi
ketergantungan
-upaya • Paling fundamental sebagai
bersama,bertujuan anggota tim bedah
kpd kebutuhan • Perawat perioperatif sebagai
klien,pendekatan pengelola.edukator,peneliti
multi partisipasi tidak langsung dalam
disiplin,komunikasi perencanaan
terbuka,kepedulian, multidisiplin,pengambilasan
partisipasi aktif, keputusan terkait protokol/aktifitas
intraprofessional asuhan.
penerapan ( cont’…)

• Perawat perioperatif melindungi


Kerahasiaan informasi yang sesungguhnya
-Memilihara informasi2 mengenai pengobatan-
/data2,oral/tertulis/elektronik, pembedahan dan rasa sejahtera
Faktor utama meproteksi pasien.
kenyamanan & • Hanya boleh diketahui oleh tim
kepercayaan,tidak
kes/bedah langsung
absolute/modifikasi • Merupakan keyakinan inti
keperawatan perioperatif.
penerapan ( cont’…)

Pendelegasian • Perawat perioperatif akontabel hasil akhir


aktifitas asuhan kep: periode perioperatif
keperawatan • Bertanggung jawab tugas2 yang
didelegasikan
- Akontabilitas pada • perawat operatif yang merencanakan &
kulaitas asuhan,isu mengarahkan asuhan.
moral & status
legal,mengkaji • Menyadari ada regulasi/kebijakan
kompetensi,memonitor pendelegasian & penugasan
/supervisi, lingkungan • Kepada siapa &situasi yang bagaimana.
memfasilitasi.
Option : Short exercise : 5-10 menit

Assignment Setiap peserta pelatihan


sukarela menuliskan contoh2 :
penerapan etis dalam praktik
keperawatan perioperatif
setiap hari & berbagi dengan
peserta lain.
Kesimpulan
1. Penerapan Keperawatan professional perioperatif harus
berlandaskan pada pemahaman mendasar tentang
keperawatan sebagai profesi,professional &
professionalisme.
2. Pergeseran dan dinamika perubahan pandangan dan konsep
keperawatan peioperatif adalah sesuatu yang berevolusi
secara alamiah & rasional.
3. Bertanggung jawab & akontablitas sesuai dengan elemen
peran.fungsi, mengintegrasikan kompetensi dalam
praktiknya sebagai perawat perioperatif berbasis legal &
etis.
4. Hendaknya setiap anggota HIPKABI,menjadi perintis &
memberikan inspirasi ,yang baik & benar bagi kolega2 lain
dan publik.
DAFTAR PUSTAKA
• Blais K.K, Hayes J.S, Kozier B, and Erb G. (2006). Professional nursing
practice: Concepts and perspectives, (5th ed). New Jersey: Pearson
Education
• Kusnanto, (2004), Profesi & praktik keperawatan Profesional. Jakarta:
EGC.
• Meltzer C Suzane and Brenda G Bare, (2006), Keperawatan Medikal
Bedah (ed 8), Penterjemah Agung Waluyo dkk. Jakarta: EGC
• Rothrock J.C(2007), Alexander’s Care of the Patient in Surgery. (13th ed).
St. Louis: Mosby
• Fuller,J.R (2013), Surgical Technology : Principles & Practices, (6thed).
St.Louis: Saunders
• Husin Ma’rifin, (2001), Certification Mechanism of a Registered Nurse in
Indonesia, Jakarta: Kongres Nasional II INKAVIN
• Kawonal,J.H (2014), Standard, Pedoman dan Pernyataan Posisi untuk
Praktek Keperawatan Perioperatif, Medan: Pertemuan Ilmiah Tahunan XIII.
• ACORN, (2008), ACORN Standards for Perioperative Nursing: Nursing
Roles Guidelines Position Statements, Adelaide: ACORN
• Canadian Nurses Association Standard, (2011), Guidelines and Position
Statements for Perioperative Registered Nursing Practice,10th ed, Ottawa:
Canadian Nurses Association
• Association of PeriOperative Registered Nurses, (2013), Perioperative
Standard and Recommended Practice: For Inpatient and Ambulatory
Settings, Denver : AORN

Anda mungkin juga menyukai